Pewaris Dewa Kematian

Pewaris Dewa Kematian
Cerita Kelahiran yang Tragis


__ADS_3

Sebelumnya.


"Bisakah salah satu dari kalian menceritakan padaku apa yang sebenarnya telah terjadi sehingga membuat dirimu marah-marah, dan juga membuat dirimu memohon maaf!" teriakku.


*****


"Eh, tidak ada yang memintamu untuk bicara di sini!" bentak Risa padaku.


"Eh? Maksudmu apa?! Kau saat ini sedang berada di dalam pikiranku! Aku berhak melakukan apa saja di sini!" balasku.


"Ray Harris! Clarissa Endora!" bentak Nishide yang membuat kami berdua terdiam.


"Aku akan menceritakannya secara singkat, padat, dan jelas pada kalian berdua," ucap Nishide.


"Aaah! Tak kau ceritakan pun aku sudah mengetahui semuanya! Kau telah membuat ibu-" bentak Risa.


"Kau belum mengetahui kebenarannya! Maka saat ini, aku akan menjelaskan apa yang belum kau ketahui!" potong Nishide.


"Heh?" Risa tampak heran.


"Sudah, duduk dan dengarkan saja apa yang akan dia ceritakan," kataku lirih.


"Huh." Risa langsung duduk bersila meskipun mukanya masih cemberut.


"Baiklah, langsung kumulai saja ceritanya," lirih Nishide.


*****


POV Nishide.


17 tahun yang lalu. Istri keempat Seisu, atau ibu dari Clarissa yang bernama Clara Endora menjadi salah satu sasaran jiwa iblis yang sudah meninggal untuk dirasuki. Karena namanya tertulis pada buku targetku.


Saat itu, Clara sedang mengandung putri dari Seisu. Aku yang mencoba untuk melaksanakan tugasku dengan benar, malah dilarang oleh Seisu.


*****


"Hah? Tidak mungkin ayah melakukan hal itu!" ujar Clarissa yang tidak percaya dengan apa yang kuceritakan.


"Hoi, sudah. Dengarkan saja dulu," lirih Ray yang tadi sangat serius mendengarkan ceritaku.


*****


Awalnya, aku mencoba untuk masuk ke Istana Laut itu tanpa diketahui oleh Seisu ataupun para penjaganya. Namun sayang aku tetap saja ketahuan oleh para penjaganya. Karena semua makhluk yang merupakan keturunan dari Karim dapat melihatku dengan jelas sebagai roh dengan jubah dan sabit.


"Anda Tuan Nishide, bukan?" tanya salah seorang prajurit Seisu yang menemukanku dengan sinis.


"E ... hahahah. Ternyata aku sudah terkenal, yah. Haha," tawaku yang mencoba untuk mencairkan suasana.


*****


"Hah? Kau beneran dewa bukan, sih? Aku mulai ragu, loh," ujar Ray yang menyela ceritaku.


"Yah, saat itu aku hanya mencoba mencairkan suasana. Lanjut!" ujarku.

__ADS_1


*****


"Mau apa Anda ke sini?" tanya prajurit itu lagi masih dengan sikap sinisnya.


"Ek, ohh aku mau menemui Seisu," jawabku.


"Ya sudah. Ayo ikuti saya." Prajurit itu berbalik dan berjalan untuk mengantarku ke tempat Seisu berada.


Aku pun mengikuti prajurit itu, meskipun sebenarnya aku sudah tahu dan yakin di mana Seisu berada saat itu.


"Dia pasti sedang memperhatikan kondisi istrinya," pikirku.


Dan beberapa saat kemudian, kami pun sampai di depan pintu masuk ruangan Clara.


"Tuan tunggu di sini!" ucap prajurit tadi masih dengan sikap sinisnya.


"Ya, tapi tolong cepat panggil dia. Waktuku tidak banya," kataku.


"Ya." Prajurit itu pun masuk ke ruangan Clara.


Beberapa menit kemudian, prajurit tadi keluar bersama dengan Seisu. Meskipun hanya beberapa menit, tapi itu sudah membuat waktuku terkuras cukup banyak. Sekarang, waktuku hanya tinggal 6 menit lagi.


"Ada apa?" tanya Seisu yang juga sinis, sama dengan prajuritnya tadi.


"Istrimu, Clara Endora!" tegasku.


"Kenapa? Ada urusan apa kau dengan istriku?" tanya Seisu lagi.


"Roh iblis mengincar tubuhnya," jawabku.


"Heh, jangan bercanda!" bentak Seisu.


"Aku tidak bercanda! Aku harus segera menuntaskan misiku! Biarkan aku masuk!" tegasku.


Aku mencoba untuk masuk dengan melawati Seisu dan juga prajuritnya tadi. Namun, Seisu langsung mengeluarkan senjata pamungkasnya, yang merupakan trisula dari emas.


"Ya, aku boleh menuntaskan misimu," ujar Seisu sambil menatapku dengan tajam.


Melihat tatapan tajam dari Seisu. Aku pun merasa waspada pada Seisu.


"Tapi setelah aku menuntaskan hidupmu!" teriak Seisu sambil menebaskan trisulanya yang mengluarkan salah satu jurus airnya ke arahku.


Beruntung, aku yang sudah bersiap akan hal itu pun berhasil menghindarinya.


"Hoi, Seisu! Kenapa dengan dirimu!" tanyaku lantang sambil bersiap untuk bertarung.


"Pergilah! Sebelum aku menuntaskan hidupmu!" bentak Seisu.


"Tidak akan! Sebelum aku menuntaskan misiku!" balasku sambil terbang maju untuk menerobos Seisu dan prajuritnya.


"Sialan kau, Nishide!!" teriak Seisu yang kemudian melompat maju untuk menyerangku.


"Tebasan air!" Seisu mengeluarkan jurusnya untuk menyerangku.

__ADS_1


"Tebasan jiwa!" aku pun mengeluarkan tipe jurus yang sama dengan yang dikeluarkan oleh Seisu untuk membalas dan menahan serangannya tadi. Perbedaan jurus kami tadi hanya terletak pada


"Prajurit! Masuklah ke dalam ruangan dan jaga istriku!" perintah Seisu pada prajuritnya.


"Baik!" jawab prajurit itu dan langsung membuka pintu dan masuk ke ruangan istri Seisu.


Aku dan Seisu terus bertarung dan beradu jurus. Namun, tak satupun serangan dari kami yang mampu mengenai satu sama lain.


Pertarungan itu berjalan alot selama sekitar 5 menit. Yah, memang waktu yang singkat. Tapi bagi kami berdua yang sedang bertarung, waktu itu cukup lama.


Dan bagi sisa waktu penyelesaian misiku, waktu 5 menit yang kugunakan untuk bertarung dengan Seisu itu adalah pemborosan waktu yang besar. Dan juga memberi damage yang besar. Sekarang, waktuku kurang dari 1 menit untuk menyelesaikan misi sebelum game over.


"Seisu! Waktuku hanya beberapa detik lagi! Kumohon, ikhlaskan istrimu! Sebelum dia menjadi iblis!" bentakku yang masih bertarung melawan Seisu.


"Ini bukan hanya tentang istriku! Tapi juga tentang anak yang dikandung oleh istriku!" balas Seisu.


"Siiaal" kataku yang merasa sangat kesal dan juga cemas.


Tiba-tiba, terdengar suara mengerikan dari dalam ruangan Clara.


"Ghaa!!" suara itu seperti suara manusia yang baru saja dirasuki oleh iblis.


"I-I-I-Iblis!!" teriak orang-orang dari dalam ruangan itu.


"Hah?" Seisu merasa terkejut dan cemas.


"Aaaa!!!!" teriakku yang sangat marah, kesal, dan sebagainya.


BRAAKKK


Lalu, Clara yang sudah dirasuki oleh iblis pun menghancurkan pintunya.


"Cla-ra?" gumam Seisu yang terkejut tak percaya dan juga sedih.


"Yaaa!!!" teriakku dan Seisu bersamaan sambil berlari ke arah iblis itu.


"Hahahha!" tawa si iblis dengan suara yang mengerikan.


Kami mengeluarkan jurus tebasan kami untuk menyerang iblis itu. Namun tak disangka, iblis itu berhasil menahan serangan kami. Dan ia langsung bergerak maju untuk menyerang kami berdua.


"Yang merasukinya pasti ... iblis tingkat tinggi," ujarku.


"Emangnya itu penting?!" Seisu langsung mengangkat trisulanya ke atas untuk mengeluarkan jurusnya.


"Hemh." Aku pun juga melakukan hal dan niat yang sama dengan Seisu.


"Terkaman naga air!" teriak Seisu mengeluarkan jurusnya untuk menyerang iblis itu.


"Sinar jiwa!" teriakku mengeluarkan jurusku untuk menyerang iblis itu.


Dengan serangan kami berdua itu, si iblis yang merasuki tubuh Clara pun berhasil kami taklukkan. Dan kemudian, iblis itu berubah menjadi abu dan kembali menjadi jiwa iblis yang tewas lagi.


Begitu juga dengan tubuh Clara, tubuhnya pun menjadi abu. Namun bedanya, jiwanya terus melayang-layang entah ke mana.

__ADS_1


Meskipun begitu, anak yang disebutkan oleh Seisu tadi. Atau juga anak yang dikandung oleh Clara yang juga merupakan anak dari Seisu pun entah bagaimana berhasil hidup.


Lalu, kami berdua mendekati anak itu. Dan kami akhirnya mengetahui bahwa anak itu berjenis kelamin perempuan. Yang kelak, anak itu diberi nama Clarissa Endora.


__ADS_2