Pewaris Dewa Kematian

Pewaris Dewa Kematian
Sejarah


__ADS_3

Sebelumnya.


"Orang selanjutnya adalah ... ibuku," kataku.


"HAH?!" Si Dewa terkejut.


"Tidak mungkin," ucap Si Dewa terputus-putus karena tidak percaya.


"Ray, kau tidak bercanda, kan?" tanyanya yang masih tidak percaya denganku.


"Kau bisa mendengar apa yang kupikirkan, bukan. Jadi, apa pikiranku mengatakan bahwa aku berbohong?" tanyaku sebal pada Si Dewa.


"Tidak, aku hanya terkejut. Jika kau bahkan tidak bisa mencabut nyawa temanmu, apalagi dengan nyawa ibumu," kata Si Dewa.


"Huhh." Aku menghela napas dan tersenyum.


"Tenang saja, kali ini aku akan menuntaskannya dengan baik," ujarku.


Lalu, aku terbang kembali ke rumah untuk menuntaskan misi ini.


"Sebelumnya kau juga bilang begitu. Tapi ujung-ujungnya, kau tidak bisa menuntaskan misi itu," kata Si Dewa sebal denganku.


*****


Beberapa saat kemudian, aku sudah sampai di rumahku. Aku langsung masuk dengan menembus dinding dan masuk ke kamarku.


Karena jika aku masuk dengan cara manusia biasa, pasti akan aneh. Karena yang ibuku tahu, aku hanya di dalam kamar setelah pulang sekolah.


Setelah masuk ke kamar, aku menekan pergelangan tangan kiriku untuk menonaktifkan mode Dewa Kematian. Lalu, aku keluar dari kamarku dan turun ke bawah.


Sesampainya di bawah, aku melihat ibu sedang duduk di sofa dan menonton sinetron. Aku langsung duduk di sebelah ibu dan memeluknya.


"Ray, kau kenapa?" tanya ibuku yang terkejut, karena aku tidak pernah memeluk ibuku.


"Tidak apa-apa, em ... aku hanya ingin meminta uang." Aku berbohong.


"Hemm, pantesan tiba-tiba jadi baik, ternyata ada maunya." Ibu mengambil uang dari dompetnya dan memberi uang itu padaku.


Aku menghela napas dan tersenyum menatap ibu.


"Em ... Mia sudah pulang, kan? Di mana dia?" tanyaku pada ibu.


"Sudah, pulang tadi dia langsung makan dan tidur." Ibu masih asik menonton sinetron.


"Syukurlah, dia tidak akan melihat kematian ibu," batinku.


"Ray, jika kau tidak ingin ibumu dirasuki iblis. Seperti yang terjadi pada Ashley, kau harus segera menuntaskan misi ini," kata Si Dewa.


"Ya," batinku, menjawab perkataan Si Dewa.


Aku lalu berjalan keluar rumah, dan pergi ke tempat yang sepi, agar tidak ada yang melihatku saat aku berubah menjadi Dewa Kematian.


Setelah berubah, aku langsung kembali ke rumah untuk menuntaskan misiku. Aku berhenti tepat di belakang ibuku yang masih menonton sinetron.


"Ray, pastikan kau benar-benar melakukannya," kata Si Dewa.

__ADS_1


"Berisik," gumamku menjawab perkataan Si Dewa.


Aku lalu mengangkat sabit dewa kematian, untuk mencabut nyawa ibuku.


"Hmm ... huhhh." Aku menghela napas sejenak.


"Maaf yah, Bu." Aku langsung menebaskan sabit itu ke arah ibuku.


Ibuku pun meninggal, dan ia langsung terjatuh dari sofa.


"Hah. Ray, apakah kau membeci ibumu?" tanya Si Dewa.


"Kali ini kau langsung melakukannya, padahal sebelumnya kau hanya bisa menangis," ujar Si Dewa.


"Aku hanya tidak ingin raga ibuku dirasuki iblis," jawabku.


"Hemh, syukurlah, berarti kau sudah belajar dari kejadian pada Ashley tadi," kata Si Dewa.


Setelah itu, aku melihat-lihat komdisi sekitarku untuk berubah menonaktifkan mode Dewa Kematian. Lalu, aku berjalan ke atas ke arah kamar adikku.


Aku langsung membangunkannya. Lalu memberitahukan bahwa ibu kami sudah meninggal. Dia langsung lari ke bawah untuk memastikan kebenaran dari ucapanku.


Kemudian aku melaporkan kematian ibuku kepada warga di sekitar rumah. Sedangkan Mia menelpon ayah kami. Bersamaan dengan itu, ambulans datang ke rumah Ashley dengan membawa jasadnya.


Keesokan harinya, ibuku dan Ashley langsung dimakamkan. Aku menghadiri pemakaman keduanya.


*****


Tiga hari kemudian.


Selama beberapa hari ini, aku tidak bersekolah karena aku izin libur untuk masa berduka.


Dan pagi ini aku sedang berbaring di kasurku.


"Biasanya jam segini Ashley selalu datang dan mengajakku bermain video game. Tapi hari ini ... hemh," batinku merasa menjadi orang paling tidak beruntung di dunia.


"Ray, aku minta maaf karena seenaknya telah menjadikanmu sebagai pewarisku," kata Si Dewa.


"Sudahlah, setidaknya dengan kesedihan ini ... aku jadi lebih menghargai orang-orang yang ada disekitarku. Yah ... itu menurutku, sih," batinku.


"Eh Tuan Dewa, bagaimana caraku untuk masuk ke alam bawah sadarku?" tanyaku.


"Kau harus belajar untuk melakukannya sendiri. Tapi jika kau ingin masuk sekarang, aku akan membamtumu," kata Si Dewa.


"Bersiaplah, kepalamu akan terasa sakit." Tiba-tiba, kepalaku terasa dialiri listrik kuat dan aku memejamkan mataku.


Lalu saat aku membuka mata, ternyata aku sudah masuk ke alam bawah sadarku. Di sana aku melihat cahaya hijau yang merupakan jiwa Si Dewa.


Cahaya itu sudah sedikit lebih besar dari sebelumnya. Aku berjalan ke arah cahaya itu untuk berbicara dengan Si Dewa.


"Jadi Ray, apa yang ingin kau bicarakan?" tanyanya.


"Em, Tuan Dewa-" ucapnku terpotong.


"Kau tidak perlu memanggilku begitu, karena sekarang kaulah dewanya. Panggil saja aku Nishide," ucap Si Dewa.

__ADS_1


"Baiklah, aku ingin memintamu untuk menceritakan asal usul dari dewa," kataku.


"Yang aku ingat, kau pernah bilang bahwa secara teknis, kau itu bukanlah dewa. Jadi sebenarnya kau ini apa?" sambungku.


"Baiklah, akan kuceritakan dari awal," kata Si Dewa.


POV Nishide


Dahulu kala, sekitar 1500 tahun lalu. Hiduplah seorang manusia bernama Karim Argawijaya.


Dia adalah seorang pemuda yang dikaruniai kemampuan mengendalikan tujuh elemen Bumi, ketujuh elemen itu adalah api, air, udara, tanah(bumi), petir, tanaman, dan cahaya. Dia juga memilkli kemampuan lain, yaitu bisa hidup ratusan hingga ribuan tahun, itu karena dia selalu mendapat energi kehidupan dari setiap elemen yang ia kuasai tadi.


Dengan kemampuannya, Karim berpetualang membasmi kejahatan, dan ia tidak pernah kalah dalam semua pertarungan. Karena itu, dia dijuluki sebagai Dewa.


Ia terus bertualang selama ratusan tahun. Tapi kejahatan itu tidak pernah benar-benar menghilang.


Selama ratusan tahun, Karim tidak pernah menikah karena ia selalu berpetualang dan tidak pernah terlalu dekat dengan seorang perempuan.


Sampai ketika usianya menginjak 300 tahun, ia akhirnya menikah dengan seorang wanita biasa. Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki yang mewarisi sedikit kemampuan Karim. Beberapa tahun kemudian, istrinya meninggal.


Setiap 100 tahun sekali, Karim selalu menikah dengan seorang perempuan. Dan di setiap pernikahannya selalu melahirkan satu anak yang mewarisi sebagian kemampuannya.


700 tahun berlalu sejak Karim pertama kali menikah, dan ia sudah memiliki tujuh anak. Ketujuh anak itu adalah :


Karma (Penguasa api)


Seisu (Penguasa air)


Elif (Penguasa udara)


Gryz (Penguasa tanah)


Tooru (Penguasa petir)


Feronia (Penguasa tanaman)


Hozai (Penguasa cahaya).


Setiap anaknya juga bisa bertahan hidup selama ribuan tahun. Pada masa itu anak termuda, yakni Hozai sudah berusia 100 tahun. Karim dan ketujuh anaknya lalu menyelidiki alasan mengapa kejahatan tidak pernah hilang di dunia ini.


Beberapa saat kemudian, Hozai berhasil menemukan penyebabnya. Dan Hozai mengatakan bahwa penyebab awal dari semua kejahatan di dunia ini adalah para iblis.


Karim dengan ketujuh anaknya pun langsung berperang melawan para iblis. Ternyata, para iblis juga memiliki bentuk yang hampir sama dengan manusia.


Karim dan anak-anaknya berhasil membuat jutaan iblis mati. Namun, jiwa para iblis yang mati itu merasuki tubuh manusia. Sehingga membuat pasukan iblis tidak pernah berkurang.


Peperangan itu menyebabkan banyak kehancuran di muka Bumi. Setelah berbulan-bulan berperang, Karim akhirnya tewas dibunuh oleh Raja Iblis, Lucifer.


Saat mengetahui bahwa Karim telah berhasil ia bunuh, Lucifer langsung pergi dan ia berpikir bahwa ia telah memenangkan peperangan itu. Namun, disaat-saat terakhirnya, Karim menggunakan seluruh enrginya yang tersisah untuk menciptakan diriku, dalam bentuk roh.


Aku memiliki kemampuan untuk mengetahui orang-orang yang akan dirasuki oleh jiwa iblis. Namun aku tidak bisa menghancurkan jiwa iblis itu, jadi sebelum orang-orang dirasuki oleh jiwa iblis, aku harus mencabut nyawa mereka.


Karena adanya diriku, ketujuh anak Karim pun tertolong. Setelah 1 tahun sejak awal peperangan, kami memutuskan untuk mengakhiri peperangan itu. Para iblis pun kembali ke dunianya yang entah di mana itu.


1000 tahun berlalu, yang tepatnya adalah 100 tahun lalu, para dewa tinggal di tempatnya masing-masing. Dan mereka semua juga sudah memiliki keluarga dan pasukan. Para iblis pun juga sudah berkembang. Pasukan mereka bahkan jauh lebih banyak dari pada pasukan para dewa.

__ADS_1


Dan tidak lama lagi, perang kedua antara para Dewa melawan para iblis akan terjadi. Dan kau, Ray. Kau harus menghadapi peperangan itu untuk melindungi dunia ini.


__ADS_2