Pewaris Dewa Kematian

Pewaris Dewa Kematian
Malam Yang Aneh Di Bali


__ADS_3

POV Author


Malam hari, di hari yang sama. Di atas awan Provinsi Bali.


Nishide sedang bertarung 1 lawan 1 dengan Hozai. Pertarungan ini bermulan karena Hozai berusaha untuk membunuh Nishide dan merebut para prajuritnya.


"Pengkhianat, apa yang ingin kau lakukan?!" kata Nishide yang merupakan roh yang menggunakan jubah dan sabit khas malaikat maut yang mengeluarlan sinar berwarna hijau di bagian ujungnya.


"Sekarang kau bisa menyebutku pengkhianat. Tapi beberapa saat lagi, kau akan memanggilku Tuan!" tegas Hozai.


"Ucapanmu tidak menjawab pertanyaanku." Nishide mengayunkan sabitnya, dan lalu dari sabit itu keluar sinar laser berwarna hijau. Sinar itu terus bergerak sesuai arah ayunan dari Nishide tadi, sinar itu mengarah pada Hozai.


"Heh, memangnya untuk apa aku menjawab pertanyaanmu?!" ucap Hozai sambil melakukan serangan yang hampir sama dengan Nishide, namun sinarnya berwarna hitam dan ia mengeluarkannya dari tangannya.


"Untuk kata-kata terakhir sebelum kematianmu!" seru Nishide terbang maju ke arah Hozai dengan membawa sabitnya.


Hozai yang tadi mengeluarkan serangan yang sama dengan Nishide, berhasil menghancurkan sinar itu dengan sinar darinya.


Nishide dan Hozai pun memulai pertarungan jarak dekat.


"Energi jiwa, pasukan arwah!" Nishide menciptakan pasukan arwah berwarna hijau dari kekuatannya untuk menyerang Hozai.


"Energi cahaya hitam, hujan panah hitam!" Hozai oun mengeluarkan jurusnya untuk menghacurkan jurus pasukan arwah dari Nishide. Bahkan, beberapa panah hitam Hozai tadi terus meluncur untuk menyerang Nishide.


"Hah?" Nishide terkejut.


"Energi jiwa, perisai jiwa!" Nishide pun membuat perisai dari kekuatannya yang juga berwarna hijau. Akhirnya, Nishide berhasil menahan serangan Hozai.


Tapi, setelah itu. Dengan kecepatan cahaya Hozai terbang dan memukul Nishide dengan tangan yang sudah dilapisi cahaya hitamnya.


Nishide pun jatuh ke permukaan dan menembus beberapa gedung di bawahnya. Yah ... karena Nishide adalah roh, jadi dia bisa menembus semua benda mati ciptaan manusia biasa.


"Eegh! Eggh! Eggh!" Nishide yang terpental dari atas tadi, saat sampai ke permukaan ia terjungkal-jungkal beberapa kali.


Setelah itu Nishide langsung melihat ke atas dan terbang lagi untuk melawan Hozai. Namun, Hozai menembakkan cahaya hitamnya ke arah Nishide.


"Hah?" Nishide terkejut.


Karena saat itu malam hari, jadi orang-orang di Bali tidak melihat sinar itu.


Menyadari serangan Hozai mengarah padanya, Nishide langsung membuat perisai jiwanya lagi untuk menahan serangan itu.


"Hahahah, apa ini? Kenapa kau tidak menghindar dan membiarkan seranganku menghancurkan gedung-gedung di sana?" tanya Hozai sambil terus menembakkan sinar cahaya hitamnya.


"Karena aku tidak ingin, manusia-manusia di sana tersakiti dan mati." Nishide terus menahan serangan Hozai.


"Apa-apaan sifatmu itu? Dewa Kematian yang menyayangi manusia yang bodoh itu. Jangan bercanda!" Hozai menambah kekuatannya sehingga sinar cahaya hitamnya bertambah kuat.


"Bodoh? Kau itu juga manusia!!" tegas Nishide sambil menambah kekuatan perisai jiwanya.


Perisai jiwa Nishide yang beradu dengan sinar cahaya hitam Hozai pun menciptakan sinar terang seperti aurora berwarna hijau yang menghiasi langit Jakarta malam itu.


*****


Ray yang sedang berbaring di atas kasurnya pun menyadari adanya cahaya di langit malam itu. Ia pun berdiri dan berjalan ke jendela kamarnya untuk melihat cahaya itu lebih jelas lagi.

__ADS_1


"Aurora? Di Bali? Aku pasti terlalu banyak main video game dengan Ashley," gumam Ray sambil berbalik lagi ke kasurnya dan tidur.


*****


Nishide dan Hozai terus mengadu jurus mereka itu. Sampai akhirnya, Nishide dengan seluruh kekuatannya membuat jurus perisai jiwanya menjadi lebih besar dan terus membesar.


Sampai-sampai, sinar cahaya hitam dari Hozai pun terdorong oleh kekuatannya. Alhasil, perisai jiwa dari Nishide, yang awalnya hanya untuk bertahan, malah menjadi serangan untuk Hozai.


Hozai pun terhempas ke atas karena serangan itu. Dan langit malam Bali sempat menjadi sangat terang karena sinar dari jurus Nishide.


Semua orang di Bali pun terkejut dan kendaraan-kendaraan yang berjalan pun berhenti. Ray yang berusaha tidurpun menutupi mukanya dengan selimut.


"Aaaaggh!!" ucap Hozai yang terkena serangan dari Nishide.


Nishide lalu terbang ke arah Hozai dengan cepat. Lalu, ia berhenti tepat di hadapan Hozai. Nishide kemudian menyerang Hozai dengan sabitnya.


"Egh!" Hozai tertusuk dan terlempar sampai ke permukaan.


BOOOM.


Suara besar terdengar ketika Hozai mencapai permukaan. Ia terjatuh ke sebuah taman di sekitar situ.


"Siial!" ucap Hozai sambil memegang perutnya.


Hozai lalu melihat ke arah Nishide yang dalam posisi bersiap menyerangnya.


'Heh, sekali lagi aku terkena serangannya, aku mungkin tidak akan sadar beberapa tahun, bahkan aku juga bisa tewas,' pikir Hozai.


"Mungkin ini adalah akhir hayatku." Senyumnya.


Hozai lalu melihat ke sekitarnya. Ia melihat beberapa orang sedang berlari ke arahnya.


"Cih, manusia sialan!" ucap Hozai yang kesal.


Lalu, ketika Hozai melihat ke arah Nishide lagi, ia melihat Nishide tidak mengeluarkan jurusnya. Ia malah meluncur ke tanah untuk menyerang Hozai dari jarak dekat.


"Hah? Apa yang dia lakukan?" gumam Hozai yang terkejut.


"Ohh benar, jika kau mengeluarkan jurusmu, maka setidaknya area ini akan hancur. Dan kau tidak menginginkan itu, yah. Kalau begitu terima kasih untuk kesempatan yang kau berikan. Dan aku akan membiarkan manusia-manusia itu tetap hidup." Hozai tersenyum lebar.


Hozai lalu terbang dengan kecepatan cahaya ke arah Nishide. Ia menabrak Nishide sehigga membuat tubuh Nishide berputar-putar di udara.


"Egh!" ucap Nishide yang ditabrak Hozai dengan kecepatan cahaya.


Coba bayangkan dirimu ditabrak sesuatu yang berkecepatan cahaya!😃😃. Lanjut!


"Sialan!" ucap Nishide sambil menghadap ke arah Hozai yang sudah berhenti dan sedang menghadap ke arah yang sama dengan Nishide.


Hozai lalu berbalik dan menunjukkan sebuah botol berisi ramuan berwarna cahaya yang ia ambil dari Nishide ketika ia menabraknya tadi.


"Hah?" Nishide terkejut sekaligus mencoba berpikir apa itu benar-benar ramuannya.


"Benar, ini adalah ramuan yang kau dapat setelah mencabut nyawa manusia," ucap Hozai yang seakan-akan tahu isi pikiran Nishide.


"Inilah akibatnya jika kau tidak langsung menggunakan seluruh kekuatanmu. Kau malah menyimpan kekuatanmu dalam bentuk ramuan, bodoh sekali." Hozai meminum ramuan itu.

__ADS_1


"Sial!" Nishide menjentikkan jari manis sebelah kirinya yang biasanya jika ia melakukan itu, para prajuritnya akan muncul. Tapi kali ini tidak ada satu pun yang muncul. Ia kemudian melihat ke arah jari manisnya itu.


"Hah?" ia kembali terkejut ketika menyadari sebuah cincin yang selalu ia pakai sudah tidak di tempatnya.


"Kau mencari ini?" tanya Hozai sambil menunjukkan cincin yang dicari oleh Nishide sudah ada di jari manisnya.


"Cincin yang bagus," ujar Hozai memandangi cincin itu.


Hozai kemudian melihat ke arah Nishide yang sedang marah.


"Heh, tenang saja. Aku tidak akan memanggil para prajuritmu, seitdaknya untuk sekarang. Karena sekarang sudah kekuatanku sudah pulih, bahkan sudah lebih baik dari sebelumnya. Terima kasih ya." Hozai terkekek.


"Diam kau!!" marah Nishide.


"Energi cahaya hitam, hujan panah hitam!" Hozai mengluarkan jurusnya yang menyebar ke seluruh langit Bali.


"Hah? Energi jiwa, perisai jiwa!" Nishide mengluarkan jurus perisainya yang sangat besar untuk melindungi manusia di bawahnya.


*****


Orang-orang di bawah pun keheranan melihag sinar hijau menyelimuti langit malam.


"Ada apa dengan dunia ini? Dalam satu malam sudah banyak kejadian aneh muncul," gumam seseorang yang keheranan.


Sementara itu, Ray telah berhasil mencapai alam mimpinya.


*****


Nishide berjuang sekuat tenaga untuk mempertahankan perisainyai itu.


"Kenapa sekarang kau malah ingin membunuh manusia?" tanya Nishide.


"Aku tidak pernah bermaksud untuk membunuh manusia. Dulu, sekarang, tapi entah di masa depan," ujar Hozai.


"Lalu apa yang kau lakukan sekarang?" tanya Nishide lagi.


"Aku yakin untuk saat ini mereka tidak akan terbunuh. Karena Sang Dewa Kematian, Nishide selalu siap menolong mereka," kata Hozai.


"Sialan kau!!" Nishide berhasil menghancurkan seluruh serangan yang mengarah pada orang-orang di bawah.


Setelah itu, ia terbang ke arah Hozai untuk menyerangnya. Tapi, Hozai telah menembakkan panah cahaya hitam yang jau lebih besar dari sebelumnya ke arah Nishide.


"Selamat tinggal, Dewa Kematian." Hozai tersenyum.


"Aaagh!!!" teriak Nishide yang tertusuk oleh jurus Hozai tadi.


Hozai lalu mengangkat tangannya ke atas dengan telapak tangannya terbuka. Lalu, perlahan-lahan, ia mengepalkan tangannya untuk memadatkan jurusnya tadi.


Jurusnya yang menusuk Nishide tadi pun memadat, dan tepat saat tangan Hozai mengepal, jurus itu meledak dan menghancurkan Nishide. Setidaknya, itulah yang dipikirkan Hozai ketika meledakkan jurusnya.


*****


Jurus Hozai yang meledak itu, selain menghancurkan Nishide, juga membuat cahaya bulan di Bali terhalang. Dan membuat langit Bali menjadi sangat gelap.


"Apakah akan terjadi kiamat?!" ucap seorang warga.

__ADS_1


"Tadi cahayanya menerangi seluruh langit. Tapi sekarang cahayanya malah menutupi cahaya bulan. Apa yang telah terjadi?!" ucap warga lainnya yang merasa cemas dan takut.


Malam semua orang di Bali hari itu pun, dipenuhi dengan hal-hal aneh dan ketakutan. Terkecuali pada Ray, yang tampak gembira di alam mimpinya.


__ADS_2