Pilihan Yang Sulit

Pilihan Yang Sulit
Sah menjadi suami istri


__ADS_3

Saat acara akan segera dimulai, tidak didapati sosok Ergan didalam ruangan tersebut.


"Ma, dimana Ergan?" tanya Tuan Robi sambil celingukan untuk mencari keberadaan putranya.


"Bukannya tadi ada didalam ruangan ditemani Antonio?"


Tuan Robi menggelengkan kepalanya.


"Tapi, dimana Ergan?"


Ergian bersama adiknya pun datang.


"Ada apa, Ma?" tanya Ergian penasaran.


"Ergan ada dimana? kenapa tidak ada?"


"Kak Ergan gak ada?"


Ergian dan Viktor sama-sama terkejut mendengarnya.


"Permisi, Tuan. Ini, ada surat dari Tuan Ergan, kata Tuan surat ini untuk Tuan Viktor, silakan di terima." Ucap orang kepercayaan Tuan Robi.


Viktor yang penasaran, pun langsung Menyambar. Tentu saja ingin tahu apa isi didalamnya.


Setelah berada di tangannya, Viktor langsung membuka dan membacanya.

__ADS_1


'Viktor adikku, maafkan kakak. Hari ini kakak mundur, dan kamulah pemenangnya. Nikahi Vania, karena kamu yang lebih bisa memberi cinta untuknya, bukan kakak. Sampaikan kepada Mama dan Papa, kalau hari ini aku pergi, akan kembali jika kamu dan Vania telah menjadi suami istri. Bahagia untukmu bersama perempuan yang kamu cintai.' Batin Viktor dalam membaca lembaran kertas dari kakaknya.


Saat itu juga, Ergian langsung menyambar dan membacanya, dan dilanjut oleh ayahnya.


Viktor diam seribu bahasa, tidak tahu harus berkata apa untuk dirinya dan soal pernikahan kakaknya sendiri.


Begitu juga dengan Tuan Robi, langsung mengusap wajahnya dengan kasar setelah membaca surat dari Ergan.


"Ada apa ini?" tanya Tuan Daman saat menghampiri bersama putranya.


"Ergan telah kabur, maaf." Jawab Tuan Robi dan menyodorkan lembaran kertas kepada calon besannya.


Tuan Daman yang penasaran dengan isinya, pun langsung membuka dan membaca. Vando yang juga ikutan ingin tahu, pun langsung meraih lembaran kertas yang ada ditangan ayahnya dan membacanya dengan seksama.


"Apakah kamu bersedia menggantikan kakak mu?" tanya Tuan Daman yang tidak mempunyai pilihan lain, meski ada Ergian yang wajahnya sama dengan Ergan, namun tetap menuruti isi dalam surat.


"Kalau kamu bersedia, kamu akan menggantikan posisi kakak kamu. Tapi satu hal, kamu harus siap menjalani pernikahan dengan putri kami." Timpal Vando selaku kakak dari Vania.


"Mungkin memang benar, Vania jodoh kamu." Ucap Ergian ikut bicara.


"Tapi-"


"Waktu tinggal sebentar. Ambillah keputusan yang tepat untukmu." Ucap ibunya ikut memberi saran kepada putranya.


"Bab-baiklah. Aku akan menggantikan posisi kak Ergan, meski ini sangat sulit." Jawab Viktor yang akhirnya mengiyakan.

__ADS_1


Setelah mendapat jawaban dari Viktor, pun semuanya merasa lega karena mendapat penggantinya.


Ergan yang memang belum pergi, dapat mendengarkan langsung dari obrolan kedua belah pihak calon pengantin laki-laki dan perempuan. Juga, ada Henifa yang patah hati ketika dirinya ikut mendengarkan langsung keputusan yang diambil oleh lelaki yang disukainya.


'Mungkin memang Vania yang berjodoh denganmu. Aku hanya bisa mendoakan kalian dari jauh sini, semoga bahagia dengan pernikahan kalian nanti.' Batin Henifa yang penuh kecewa.


Kemudian, Henifa maupun Ergan memilih pergi dari acara pernikahan Vania dengan Viktor.


Karena acara akan segera dimulai, kini telah diminta untuk duduk dengan tenang dan tidak menimbulkan kegaduhan.


Vania yang baru saja duduk dan menoleh, sungguh terkejut ketika Viktor yang tengah duduk di sebelahnya.


"Kak-kamu."


Viktor memilih diam, karena tidak ingin terjadi keributan.


Acaranya pun segera dimulai, yakni pengucapan kalimat sakral.


Vania yang tidak menyangka sebelumnya, benar-benar sangat terkejut dengan sosok Viktor yang akan menjadi suaminya.


Sedangkan Vania sendiri tidak mampu untuk memberontak atau debat.


Waktu yang sudah tidak bisa di ulur kembali, pengucapan kalimat sakral telah dimulai. Kalimat demi kalimat, pun lolos begitu saja oleh Viktor dengan suara yang cukup jelas, juga Vania yang telah bersedia menjadi istrinya Viktor.


Diam. Vania langsung diam, juga sama sekali tidak menoleh hingga acara pengucapan kalimat sakral telah selesai.

__ADS_1


__ADS_2