
Vania yang sudah berbaring di atas tempat tidur, Viktor menyelimutinya. Kemudian, ia melepaskan jasnya, dan bergegas untuk membersihkan diri. Namun sebelumnya, Viktor menatap wajah istrinya yang tengah tertidur dengan pulas. Lalu, mencium keningnya, tidak peduli dengan perasaan sang istri yang tidak mencintainya.
"Maafkan aku, Vania." Gumamnya sambil menatap wajah istrinya.
Karena badan sudah terasa risih dan tidak nyaman, Viktor segera mandi agar tubuhnya terasa segar. Sedangkan Vania sendiri tengah tidur.
Tidak lama-lama ketika membersihkan diri, Viktor segera keluar dari kamar mandi. Dilihatnya sang istri yang tengah tidur, dan mendekatinya serta ikut tiduran di sebelahnya.
Saat baru saja meluruskan kedua kakinya, tiba-tiba Vania langsung memeluk suaminya. Tentu saja si Viktor kaget dibuatnya.
"Maafkan aku, Vania. Seharusnya tidak seperti ini jalan ceritanya, dan seharusnya kamu menikah dengan kak Ergan, bukan denganku." Gumamnya, dan membenarkan posisi tidur istrinya.
Setelah itu, Viktor tidur di sebelahnya. Nahas, Vania kembali memeluk erat tubuh suaminya, dan Viktor sendiri tidak melakukan penolakan sedikitpun, hingga pagi menyambut hangat di dalam ruang kamar.
Viktor yang tidak ingin istrinya terbangun lebih dulu, dirinya segera beranjak dari tempat tidurnya. Seperti biasa, Viktor lebih memilih untuk mandi dan menyibukkan diri di ruang santainya.
Vania yang terbangun dari tidurnya, pelan-pelan menggerakkan jari jemarinya, dan membuka kedua matanya dengan sempurna. Kemudian, kedua matanya mengamati isi dalam ruangan tersebut.
__ADS_1
"Aku ada dimana? terus, ini kamar punya siapa? apa aku diculik? gak gak gak, ini pasti aku masih bermimpi." Gumam Vania sambil menepuk-nepuk kedua pipinya, juga menggigit lengannya sendiri.
"Kamu sedang tidak bermimpi, kamu berada di kamarku, yang sekarang menjadi kamarmu juga. Ini, minumlah." Ucap Viktor sambil menyodorkan segelas air putih kepada istrinya.
Vania langsung membuang mukanya, masih belum terima jika Viktor telah menjadi suaminya.
"Jangan begitu. Mau sampai kapan kamu akan terus-terusan seperti itu denganku? kalau kamu belum bisa menerimaku sebagai suami kamu, setidaknya kita masih bisa berteman. Minumlah, agar tenggorokan kamu tidak kering, juga tidak dehidrasi." Sambungnya lagi dan duduk di sebelah istrinya.
"Biarin dehidrasi. Salah sendiri aku tidak diantar pulang ke rumah orang tuaku." Jawab Vania dengan ketus.
Vania langsung menoleh, menatapnya dengan raut wajah yang kesal.
"Kenapa kamu yang menikahi aku? kenapa bukan Henifa yang kamu nikahi?"
"Karena aku hanya mencintaimu, Van. Sekalipun ada yang suka denganku, tapi perasaanku hanya untukmu. Bukan berarti tidak ada perempuan lain. Tapi aku merasa nyaman jika bersamamu." Jawab Viktor yang langsung mengungkapkan perasaannya tanpa bosan, meski berulang kali.
"Tapi aku tidak mencintaimu, Vik."
__ADS_1
Saat itu juga, Viktor langsung menarik tengkuk leher istrinya dan menempelkan bibirnya dengan bibir milik istrinya. Kemudian, Viktor langsung mencium bibirnya.
Vania terkejut dengan tindakan yang sudah dilakukan oleh suaminya. Bahkan dirinya kesulitan untuk bernapas.
"Aku akan membuatmu jatuh cinta denganku." Ucap Viktor setelah mencium bibir milik istrinya.
Merasa jijik, Vania langsung mengusap bibirnya karena masih tidak rela jika Viktor telah mencium bibir miliknya.
Viktor sendiri tidak peduli, baginya sudah menjadikan Vania istrinya, pun sudah lebih dari cukup, pikirnya.
'Aku tidak akan pernah melepaskan mu, Vania. Kamu akan menjadi milikku selamanya. Aku akan membuatmu cemburu, dan kamu akan mengakui perasaan mu padaku.' Batin Viktor sambil menatap diri di depan cermin.
"Kalau mandi, bajunya ada di atas sofa. Maaf, hanya itu baju yang aku beli secara dadakan. Kamu tinggal pilih ukuran yang pas buat kamu. Nanti siang aku akan mengajakmu berbelanja, tapi setelah pulang dari kampus." Ucap Viktor dan bergegas keluar.
Vania yang mendapati sikap Viktor yang sedikit berubah, dan terdengar dingin, membuatnya semakin kesal.
'Aku gak bakal tertarik dengan mu, lihat aja.' Batin Vania dengan kesal dan juga geram pastinya.
__ADS_1