Pilihan Yang Sulit

Pilihan Yang Sulit
Banyak yang terkejut


__ADS_3

Tidak mendapatkan jawaban dari sang istri, Viktor melepaskan pelukannya.


Namun, tiba-tiba kedua tangannya yang hendak ia lepaskan, Vania menahannya.


"Aku akan belajar memahaminya." Ucap Vania sambil memejamkan kedua matanya.


"Itu hak mu. Aku akan siap menunggu jawaban darimu. Tapi aku mohon, jangan menghindar ketika aku ingin mendekatimu." Jawab Viktor, Vania langsung mengangguk.


"Iya." Ucap Vania.


Setelah itu, Viktor melepaskan pelukannya.


"Sudah hampir jam delapan, kamu bersiap-siaplah, nanti aku menyusul. Acaranya jam 8, di lantai paling atas."


"Bukannya ini udah paling atas."


"Masih ada lagi, khusus untuk penyewaan acara tertentu. Kamu boleh datang duluan, nanti aku menyusul. Siapa tahu aja, kamu ingin bareng sama teman-teman kamu. Aku tidak akan membatasi dengan siapa kamu berteman, asal orangnya dapat dipercaya untuk menjadi teman kamu." Kata Viktor.


"Baiklah, aku akan bersiap-siap." Jawab Vania dan segera bersiap-siap.


Setelah bersiap-siap, Vania dikagetkan dengan suara dering telepon miliknya. Lalu, ia cepat-cepat menerima panggilan masuk.


"Noni, ada apa?" tanya Vania lewat sambungan telepon.


Cukup serius ketika mendengarnya.


"Oh. Jadi kamu sama Henifa udah sampai. Baiklah, aku akan segera menyusul kalian. Tenang, bentar lagi aku sampai." Ucap Vania, dan langsung mengakhiri panggilan telepon.

__ADS_1


Karena tidak ingin kedua temannya menunggu lama, Vania cepat-cepat segera datang ke acara ulang tahun miliknya Nindi.


BRUG!


Tanpa sengaja, Vania menabrak seseorang pas ditempat pintu masuk, karena terburu-buru takut temannya kelamaan menunggu.


"Maaf." Ucap Vania karena merasa bersalah.


Semua yang ada didalam ruangan langsung mengarahkan pandangannya ke pintu masuk.


"Vania!


"Ella."


Saat itu juga, Ella langsung menarik tangan miliknya Vania masuk kedalam ruangan.


Semua tertawa, terkecuali teman-teman baiknya Viktor dan Vania.


"Vania, Vania. Penampilan kamu norak banget sih. Apa iya, kamu itu gak punya modal buat beli baju?" ejek salah satunya lagi sambil tertawa di depan teman-teman yang lainnya.


"Miris banget sih kamu. Pakai baju aja macam orang mau ke kampus aja, kamunya." Ejek salah seorang lainnya.


Nindi sebagai pemilik acara pun datang mendekati.


"Duh, kasihan banget kamu, Van. Seharusnya kamu tuh bilang dong. Jadi, nanti aku bakal pinjemin baju buat kamu. Tuh lihat, kamu diejek sama mereka." Ucap Nindi yang seolah merasa puas ketika bisa mengejek Vania.


"Heh! kalian apa-apaan sih, pakai ketawa segala. Memangnya ada yang lucu kah? Vania itu udah benar dengan penampilannya. Memang ya, kalian ini sukanya berkomentar dan menghina." Bentak Noni yang tidak T

__ADS_1


terima ketika sahabatnya dihina.


Sedangkan Henifa buru-buru menghubungi Viktor untuk memberitahukannya.


Saat hendak keluar dari kamar hotel, Viktor mendapat telepon, dan tiba-tiba merasa dongkol dan kesal ketika mendapat laporan dari Henifa.


Saat itu juga, Viktor langsung datang untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang udah ikutan mentertawakan istirahat.


Viktor yang udah kesal duluan, langsung mendatangi tempat acara.


Ketika berada di ambang pintu, Viktor mendapati jika istrinya tengah diejek.


"Diam! semuanya." Bentak Viktor dengan suara yang lantang.


Seketika, semua yang ada di dalam ruangan langsung diam ketika mendengar suara Viktor, termasuk Nindi dan teman teman satu gengnya.


"Apa kalian tidak malu, menghina seseorang hanya karena penampilannya? ha! jawab."


"Untuk apa malu, 'kan, kenyataan." Sahut Ella dengan berani, lantaran dirinya merasa orang kaya dari Vania.


"Diam! kamu." Bentak Viktor, dan berjalan mendekati.


"Seharusnya kamu itu malu, tapi kamu tidak punya otak, makanya tidak bisa untuk berpikir." Sambungnya.


Ella pun akhirnya diam. Viktor sendiri menghadap yang lainnya.


"Apakah kalian belum tahu, siapa Vania sebenarnya? dia adalah istri sahku. Juga, dia pemilik Hotel ini. Sudah puas kah, kalian semua mentertawakan istriku hanya karena penampilannya yang tidak sederajat dengan kalian?"

__ADS_1


Seketika semua terkejut mendengar pengakuan dari Viktor.


__ADS_2