
pelangi yang indah telah sirna, meninggalkan kenangan yang tersisa hanyalah sepi tapi aku yakin akan ada hari esok yang lebih baik.
Keesokan hari nya kami berempat berangkat lagi jam 6.30 ke acara lomba.
"Sherly, ana, mila" panggil ku ketika melihat mereka.
"Hai" sapa zyana kembali.
"Kalian sedang apa kesini?" tanya calvin.
"Jadi supporter dong, daniel semangat" sahut zyana dengan semangatnya, aku melihat ke arah sherly, dia masih malu-malu.
"Daniel, zayeen kalian sudah sampai" bu rina menyapa setelah menghampiri kami. Ia bersama pak joe juga beberapa murid lainnya.
"Iya ibu" kali ini aku yang menjawab, suasana hati ku membaik ketika melihat sherly.
"Ayo kita masuk" minta pak joe, kami semua segera masuk ke dalam, tempat lomba diadakan.
Hingga akhirnya perlombaan pun dimulai, tim ku beradu dengan 1 tim dari universitas lain dengan skor yang sama memperebutkan juara 1.
Aku melihat ke arah sherly, yang tadinya memperhatikan jadi menunduk, lucu sekali dia.
"Daniel fokus" zayeen berbisik di telinga ku, mungkin ia menyadari aku yang memperhatikan hal lain. Sekarang waktunya quiz penentuan, penambahan 5 soal.
Hingga lagi-lagi aku dan 1 tim lainnya sama-sama sudah menjawab 2 soal, kini tersisa 1 soal lagi, lagi-lagi sherly memikat perhatianku.
Aku melihatnya sambil mendengarkan soal.
Selesai soal dibacakan, refleks aku memencet bel, zayeen melihat ku, aku mengangkat bahu, dia lanjut berhitung lagi. Hingga akhirnya host memberi aku waktu 3 detik untuk menjawab,
tigaaa, duaa, sa..
"75 x/menit" zayeen langsung menjawab
"Bagaimana para juri, apakah benar?"
"ya benar" ketiga juri mengangguk.
__ADS_1
Zayeen menarik napas.
"Niel, lo gila niel" katanya.
"Maaf zay, gua tadi..."
"Udah lupakan yang penting kita berhasil" zayeen memotong omongan ku, tetap saja aku merasa bersalah.
Yang lain dari tempat bangku penonton pun bersorak bahagia, kecuali ku lihat sherly, ia masih menunduk tapi tersenyum, beberapa kali zyana menyenggolnya.
"Selamat kepada daniel dan zayeen dari universitas belahan dunia memenangkan juara 1" host itu berbicara lagi setelah adegan yang menegangkan tadi, semuanya bersorak, aku merasa bangga atas kemampuan diriku sendiri, tapi disisi lain aku juga merasa pada zayeen karena kejadian terkahir yang sangat menjadi penentu tadi.
Setelah kami menerima hadiah atas kemenangan ini, aku dan zayeen, menghampiri dosen pembimbing kami dan teman-teman lainnya, semuanya memberikan semangat, zayeen dan aku mempersembahkan piala ini untuk kampus, karena kami disini hanya mewakilkan kampus.
Ditengah keramaian ini, aku menghampiri sherly.
"Jangan lupa ya janjinya" ucap ku pelan pada sherly, yang semakin nunduk saat ku mendekat.
"Janji apaan?" Tanya zyana.
Aku hanya tersenyum dan melihat ke arah sherly.
"Sebentar ya, tanya sherly aja". Ucapku sebelum pergi.
"untuk merayakan kemenangan kalian, bapak akan traktir kalian" sahut pak joe, aku tersenyum.
"Kita-kita juga nih pak?" Tanya seorang dari supporter.
"Iya tenang kalian juga dapat" jawab pak joe, semuanya bersorak.
"Sekarang, ayo kita keluar cari makan" ajak pak joe, semua nya keluar.
Aku, zayeen, pak joe dan bu rina, duduk satu meja makan. Kami makan di sebuah food court.
"Bapak senang sekali dan bangga, kalian bisa memenangkan ini bahkan juara 1" ucap pak joe pelan yang baru saja duduk di meja makan.
"Kita juga senang pak bisa membawa nama kampus juga bangga atas diri kita, semoga kedepannya bisa lebih baik lagi" jawab zayeen.
__ADS_1
"Aamiin, bapak percaya itu, asalkan kalian jangan mudah berpuas diri" balas pak joe.
"Iya pak" balas zayeen.
"Daniel" panggil pak joe kepada ku, aku melihat nya
"Kurangi waktu pacaran kamu ya" lanjut pak joe dengan suara bercanda, walau pun ku tau itu juga serius.
"Iya pak siap" jawab ku setelah tersenyum lebar kemudian tertawa kecil.
"Tenang pak, sekarang dia lagi fokus ke 1 cewek" ucap zayeen lalu tertawa.
"diem gak lo zay" ucap ku, zayeen hanya tertawa kecil.
bu rina dan pak joe saling bertatapan dan hanya tersenyum.
Makanan sampai di meja kami, kami makan bersama, setelah itu kami pulang, malam ini pula aku masih menginap di rumah zayeen, tapi tidak dengan gabriel dan calvin.
"Zay maap tadi gua gak fokus, refleks gua tiba-tiba mencet bel gitu aja, padahal soal nya aja gua gak tau apaan" ucapku sambil terbaring ditempat tidur zayeen, bersampingan dengannya dan melihat langit-langit kamar.
"Gapapa daniel, lagian cuma masalah kecil" balas zayeen.
"Lo bilang masalah kecil zay? Kalo lo gak bisa jawab atau jawaban lo salah, otomatis mereka yang menang, kita juara dua" jelas ku.
"Coba lo pikir, kalo lo gak pencet itu bel, kemungkin mereka bisa jawab lebih cepat dari pada kita" balas zayeen lagi, jawabannya membuat ku sedikit tenang
"Jadi, berhenti salahin diri lo sendiri niel" tambahnya
"Iya zay makasih, lo emang teman gua yang terbaik, padahal gua juga gak denger itu soalnya apa ahaha" tambah ku lagi.
"Gua tau, pasti lo tadi liatin sherly terus kan, dan lo mikirin kalo lo kalah, lo gak bisa jalan sama sherly" zayeen mengetahui itu, karena aku sudah bercerita tentangnya kemarin malam.
"Iya zay, sekali lagi makasih"
"Makasih mulu, santai aja sih, udah ah gua mau tidur" jawabnya.
Aku melihat ke arah zayeen, ia sudah menghadap ke pinggir dan memeluk guling nya, aku juga beralih ke ujung yang lain, mencoba untuk tidur, beberapa kali aku kepikiran sherly, sampai akhirnya aku pun pulas.
__ADS_1
Bunga kuncup, kini telah mekar, mengeluarkan wangi harum, membuat siapapun terpikat.