
aku memilih membuka jendela dahulu, untuk mencoba berbicara dengan mereka, mencari tau apa yang mereka inginkan.
"keluar lo!" seru seorang diantara mereka ketika aku membuka jendela.
"siapa kalian?" tanya ku tegas, walau aku ingat, seperti mereka kelompok berjaket hitam persis yang sama menyerang ku sebelumnya, juga masih menggunakan slayer, hingga aku sulit mengenali dan mengingat wajahnya.
"lo gak perlu tau siapa kita" jawab dia lagi.
"keluar! kalo gak keluar gua bakar ini mobil" ucap seorang yang lainnya, suaranya makin mengeras dan ia memegang korek api.
"oke gua keluar" ucap ku menutup kembali jendela mobil untuk keamanan sherly.
"apapun yang terjadi jangan keluar, aku hutang keselamatan dan keamanan mu" bisik ku kepada sherly sebelum aku keluar.
"keluar juga lo akhirnya" ujar seorang diantara mereka mendekati ku.
"masih hidup lo, banyak juga ya nyawa lo, dan sekarang bawa wanita cantik lo ya" ucap dia yang mendekati ku.
"apa masalah lo sama gua?" tanya ku tegas.
"lo nanya masalah lo apa? lo berani-beraninya deketin cewek gua, gua gak suka itu"
"cuma karna itu? apa ngajak ngobrol aja gak boleh?" tanya ku lagi.
"cuma? lo bilang cuma ngobrol? lo pegang-pegang tangan cewek gua saat di kampus kan?" katanya lagi, aku mencoba mengingat-ingat kejadian itu lagi, dan bener aku memang sempat menyentuh jati jemarinya dengan jari-jari ku karna dia selalu membuang muka.
"oke minta maaf, tapi gua gak gak bermaksud apa-apa" jawabku.
"mungkin lo gak bermaksud apa-apa, tapi gua cemburu, dan lo tau? cewek gua punya alergi yang buat gatal jika terkena zat tertentu, setelah lo pegang tangannya, dia kambuh, tangannya gatel, merah" jelasnya.
"maaf gua tau, kalo lo mau bales dendam? masih kurang kejadian kemarin?" tanya ku tegas.
"biar dia ngerasain, suruh ceweknya keluar aja" kata seorang lainnya.
"jangan berani-berani lo bawa-bawa cewek kedalam masalah" aku dengan suara tinggi.
refleks orang yang didepan ku ini ingin memukulku, aku memegang, tangannya, dia ingin memukul dengan satunya lagi, ku depak lagi, hingga terjadi perkelahian antara aku dan dia, sedang yang lain hanya sedang melihat.
hingga tak lama, dia terjatuh ke aspal dan pinggir bibirnya mengeluarkan darah, aku berhenti sejenak. dia seperti mengkode mata, saat ingin bergerak lagi, aku sudah dipegangi.
"pecundang, beraninya keroyokan kalian" ucap ku.
seorang lainnya memukul wajahku.
"keluar" seru seorang yang sekat pintu mobil sherly sambil mengetuk-ngetuknya dengan keras.
"jangan beraninya sama cewek kalian" ucap ku lagi, tapi mereka lagi-lagi memukulku. benar-benar pengecut.
"stop, jangan sakiti dia lagi" tak ku sangka sherly malah keluar mobil, dia tidak mendengarkan aku.
"cantik juga ya cewek lo niel" seorang yang tadi berkelahi 1 vs 1 dengan ku mendekati sherly.
"menjauh lo dari dia" ucap ku, aku ingin melepaskan diri, tapi pegangannya saat kuat.
__ADS_1
"tolonggg... tol...." teriak sherly saat orang itu mengusap salah satu pipi sherly.
"pegangi dia" perintah orang itu, shelry juga di pegangi.
"ssttt" orang itu yang sambil membengkap sherly dengan tangannya.
"gak bakal ada yang dengar" tambahnya.
"putih, mulus, bagus juga selera lo" ia memegang tangan sherly.
"lepasin dia" ucap ku kesal.
"gua akan lepasin dia termasuk lo, asal lo cabut tututan atas temen-temen gua yang masuk penjara"
aku benar-benar tak bisa berpikir, apa yang harus ku lakukan sekarang dan jawaban apa yang harus diberikan.
"gua gak akan mengulangi pertanyaan" katanya lagi, setelah sesaat hening.
aku mendengar suara banyak motor dari kejauhan, akhirnya gabriel datang, suara itu semakin jelas, hingga akhirnya benar ada segerombolan orang datang, dan berhenti didekat motor-motor mereka ini, mereka turun, kemudian mendekat dan melingkari kami.
"jangan ikut campur kalian" seru orang itu lagi.
"lepasin mereka, atau kalian akan berhadapan dengan kita" ucapnya sangat tegas dengan menunjuk nunjuk orang-orang ini dan penuh ancaman.
"jangan ganggu kita, ini bukan urusan kalian" ucap orang berjaket hitam yang tadi berkelahi dengan ku lagi.
kemudian orang berjaket putih yang tadi berbicara mendekati orang ini.
"lepasin mereka, gua gak akan mengulang untuk ketiga kalinya" ucapnya sangat tegas.
"serang" ucap orang berjaket hitam ini lagi, kemudian menyerang orang yang ada didepannya, orang-orang ini melepaskan pegangannya dan berkelahi dengan orang-orang berjaket putih ini.
"kamu gapapa?" tanya ku yang langsung mendekati sherly begitu lepas
"aku gapapa, tapi pinggir mata kamu lebam" sherly ingin menyentuh itu.
"gapapa" aku menurunkan tangannya pelan untuk tidak menyentuh itu.
"kamu masuk ke mobil" minta ku.
"aku mau samping kamu" ucapnya.
"pergi kalian dari sini" ucap salah seorang lainnya di sekelompok orang berjaket putih lagi.
"pergi, masih mau disini juga?" seru anggota lain dari geng itu.
"dan jangan pernah ganggu mereka lagi" tambah nya dari seorang yang berbicara diawal tadi.
mereka siapa? kenapa mereka membantu ku.
"cabut" seru orang berjaket hitam yang tadi berkelahi dengan ku, semua anggota mereka berdiri sehabis jatuh ke aspal setelah berkelahi.
"awas, tunggu pembalasan gua" kata orang berjaket hitam sebelum meninggalkan mereka semua yang berjaket putih, ia menunjuk seseorang berjaket putih yang mendekati dia tadi.
__ADS_1
"gua tunggu" jawab orang berjaket putih ini dengan Percaya diri nya.
"cabut" kata seorang tadi lagi, sepertinya ia pemimpin dari sekelompok jaket putih ini, semuanya menuju ke motornya.
"kalian makasih" ucap ku saat mereka sudah duduk di motonya.
seorang yang ku anggap pemimpin ini, hanya menengok sebentar, kemudian mengangkat tangan kanannya dan semuanya berangkat termasuk dia.
kini hanya ada aku dan sherly.
"sayang, aku takut" sherly memelukku ia menangis.
"Tenangkan diri kamu ya" ucap ku sambil mengusap badan bawah lehernya.
terdengar lagi banyak suara motor dari jauh dan semakin jelas, apakah geng motor itu balik lagi?
"niel" suara gabriel, itu geng motor silent night.
"kalian gapapa?" tanya wildan.
aku menggeleng, kemudian sherly batu melepaskan pelukannya.
"yang nyerang lo mana niel? pinggiran mata lo lebam" ujar kenzie.
"udah pergi" jawab ku singkat.
"siapa yang nyerang lo niel?" tanya wildan.
"jangan-jangan mereka si jaket putih itu ya?, gila dia lagi-dia lagi" ucap gabriel kesal.
"kita sempat melintas lihat mereka" tambah kenzie.
"hah? bukan gab, ken, mereka yang nolong gua, kalo yang nyerang udah pergi duluan sebelum mereka pergi, mereka malah diusir sama yang jaket putih ini, gua gak kenal mereka, tapi kenapa mereka mau nolong gua ya" jelas ku.
"hah, serius lo niel?" gabriel terlihat sedikit kaget.
"iya, emang mereka siapa? kok lo kaya gak suka mereka gab?" tanya ku.
"mereka geng motor satria kenangan niel, yang pernah jadi musuh bebuyutan gua, geng motornya calvin" jawab gabriel.
"berarti calvin dong yang tadi nyelamatin gua sama sherly?" tanya ku.
"mungkin" singkat gabriel.
"sayang ayo pulang" ucap sherly
"eh guys gua pulang dulu ya udah malam, kita bahas lagi lain waktu" ujar ku.
"iya, biar kita jagain ikutin lo niel sampe rumah, takut ada kejadian lagi" ucap wildan.
"makasih dan" ucap ku.
sherly masuk mobil, begitu juga aku, mereka silent night benar-benar mengikuti ku sampai aku masuk ke gerbang rumah ku, baru mereka meneruskan perjalanan mereka.
__ADS_1
tak tau hari ini harus ku sebut hari bahagia atau menyedihkan, dan ada satu lagi yang masih mengganjal di pikiran ku saat ini adalah tentang calvin. dia belum masuk kuliah seminggu ini, kupikir dia masih sakit tentang apa yang diceritakan andika waktu itu, apakah tadi ada dia? kenapa dia tidak masuk kuliah jika dia sudah sehat?. aku, zayeen, dan gabriel mencoba menghubunginya beberapa kali tapi nomornya tidak aktif.