Playboy Sang Raja Gombal

Playboy Sang Raja Gombal
Episode 9


__ADS_3

aku sedang senang, tetap saja tiada hari tanpa memikirkan mu, kamu indah lebih dari bunga mawar yang sedang mekar, lebih berharga dari emas berlian, mereka fana, kamu abadi, di hatiku.


"semangat zayeen, daniel" gabriel menyemangati aku dan daniel untuk olimpiade.


"Hadiah nya sherly niel kalo menang" tambah calvin.


"Emang kata lo sherly barang apa" aku ngedumel.


Lonteng berbunyi tanda peserta diminta untuk memasuki panggung.


Aku dan zayeen mengikuti semua peraturan yang ada, mengikuti setiap permainan, apakah itu quiz atau lainnya serta mencoba semaksimal mungkin, sampai akhirnya kami tiba di babak final yang akan dilaksanakan besok. Aku dan zayeen masuk ke dalam babak itu.


"Semangat zayeen daniel tinggal selangkah lagi kalian, lawan abis 4 peserta lainnya besok" gabriel yang masih menemani ku dan calvin sampai sekarang jam 5 sore.


"Anjayy, kece kalian, sebenernya gua juga pinter, cukup jadi brand ambassador jurusan aja gua mah, ahaha" ucap calvin yang juga masih stay. Dia juga memang termasuk mahasiswa yang cerdas.


"Halah, alasan aja lo vin, ahaha" balas gabriel.


"Zayeen, daniel selamat ya, tinggal selangkah lagi, semangat.." ibu rina menghampiri kami yang masih di pinggir panggung.


"Iya, Makasih ibu" balas zayeen dan mengangguk, sedangkan aku hanya tersenyum dan sedikit menunduk, entahlah tapi aku malah teringat masalah ica yang masih belum jelas.


"Benar kata bu rina, kalian jangan berpuas diri dulu, masih ada besok daniel, zayeen. Semangat kalian pasti bisa membawa nama harum nama kampus kita" ikut seorang dosen lagi pembimbing menyemangati kami, pak joe namanya. lagi-lagi aku hanya tersenyum dan zayeen yang membalasnya.


"Daniel, semangat ya" hingga akhirnya bu rina menyadari aku yang sedikit menunduk dan memanggil namaku.


"Iya bu, saya akan berusaha semaksimal mungkin" jawab ku sambil tersenyum.


"Kalo gitu kalian pulang, istirahat yang cukup, siapkan diri kalian buat besok lagi" ucap pak joe sambil mengangkat satu tangannya sebagai simbol semangat.


"Iya pak, bapak sama ibu pulang duluan saja, kami menyusul" zayeen yang menjawabnya, sejak awal aku, zayeen, calvin, dan gabriel, pergi ke tempat lomba diadakan menggunakan mobil pribadi zayeen.


"Kalo gitu, kami duluan, kalian hati-hati ya" balas bu rina.


Kami hanya mengangguk, mereka pergi.


"Nyari makan dulu yuk, laper gua" ajak calvin.


"Ayu, perut gua juga udah bunyi" gabriel mendukung.


"Mau makana apa?" Tanya zayeen.


"Makan diluar aja yu, apa aja yang ada" aku memberi saran, yang penting cepet makan, lagipula aku sudah sangat lapar.


Diluar, kami akhirnya membeli mie ayam bakso makan di tempat, sambil menunggu makanan datang, aku berpikir untuk menelpon sherly.


"Hai sayang" panggil ku.


"Gak usah sayang-sayang, kenapa lo telpon gua?" jawabnya ketus, tapi tetap ku suka.


"Aku lolos babak final" aku memberi tahu sherly.


"Terus urusannya sama gua apa?"

__ADS_1


"Kamu tuh harusnya bangga punya pacar yang pinter kaya aku"


"Kalo jadi buaya darat sama raja gombal iya kamu pintarnya, dan kita bukan pacar!"


"maksudku akan, aku akan jadi pacar mu, tapi gapapa kalo kamu anggap begitu, jadi jangan kaget ya kalo aku kasih kamu roti buaya nanti, karena buayanya adalah aku"


(Roti buaya di adat betawi adalah sebagai lambang kesetiaan biasanya digunakan untuk seserahan saat lamaran)


"Ihh... apa sih kamu gak boleh"


"Kenapa gak boleh, kan kamu sendiri yang bilang aku buaya"


"Iya buaya darat"


"Iya, buaya emang tinggal di darat kamu benar"


"Buaya itu amfibi, dia bisa di darat bisa juga dia air"


"Itu kamu juga benar, kamu paham ternyata"


"Ihh... Tapi maksud aku bukan buaya itu, buaya darat kaya laki-laki macam kamu, semua wanita dideketin, buayanya itu kamu"


"Kamu ngatain aku buaya?" Tanya ku padanya.


"Aku gak ngatain kamu, emang nyatanya begitu"


"Berarti aku setia ya?" Tanya ku tersenyum sendiri. zayeen, calvin dan gabriel mengomentari itu, tapi aku tidak peduli.


"Kok setia?


"Au ah, capek aku ngomong sama kamu"


Makanan sampai di meja.


"Kamu udah makan belum?"


"Udah"


"Serius? Jangan sampe kamu sakit lagi"


"Iya"


"Yaudah, buaya lapar, buaya makan dulu ya"


"Iya"


"Oke, sampai bertemu nanti lagi cantik"


Dia tidak berbicara apapun lagi, langsung saja mematikan telponnya. Aku makan bersama teman-teman ku.


"setelah ini mau kemana?" Tanya zayeen setelah makan.


"Nanti malam gua nginep rumah lo lagi ya zay" sahut ku.

__ADS_1


"Gua sama calvin juga ya zay" gabriel ikut menjawab.


"Apa-apaan lo, emang gua mau nginep?" Calvin komentar yang namanya sudah disebut-sebut.


"Ahaha, ikut aja udah, lo juga pulang ke rumah paling sabtu minggu kan, sisanya ngayap ke rumah siapa aja" balas gabriel.


"Ahaha, iya boleh santai aja" balas zayeen.


Kami membayar makan, setelah itu ke parkiran dan menuju ke rumah zayeen, ditengah jalan sempat berhenti di sebuah restoran untuk makan malam.


"Bawa pulang aja lah" sahut ku saat masih di mobil.


"Iya" zayeen menyetujui, semuanya keluar mobil lalu berjalan masuk ke restoran.


"gua tunggu sini aja ya guys, gua capek sama mager juga" ucap ku setelah menemukan bangku di luar restoran yang kosong dan duduk disana.


"Yaudah" balas zayeen.


"Gua masuk ya niel sekalian mau kamar mandi" calvin


"Gua juga niel" gabriel


"Iya" balas ku.


Setelah itu aku hanya duduk dan memerhatikan sekitar.


Tak lama ada seorang wanita yang mendekat dan duduk di meja depan ku, saat ku perhatikan lagi, ternyata dia adalah wanita yang pernah ku temui di kampus, kirana.


"Kirana" aku menyapanya, dia menengok dan sepertinya dia agak lupa dengan ku, aku berpindah tempat duduk menjadi satu meja dengannya.


"Daniel, masih ingat? Kita pernah bertemu di kampus" aku mengingat kembali kejadian yang lalu.


"Iya, aku ingat" dia mengangguk.


"Kita bertemu lagi, berarti kita jodoh ya" lagi-lagi aku hanya menggodanya untuk kegabut-an ku.


"Gak akan, hanya kebetulan" jawabnya ketus.


"Oh.. kamu udah punya cowok ya?" Tanya ku lagi.


"Udah"


"Cakepan aku atau dia?" Aku iseng lagi hahaha sambil menunggu yang lain keluar.


"Cowok aku lah" jawabnya dengan kesal, sepertinya dia mulai kesal dengan ku.


"Kamu setia juga ya ahaha" aku membalasnya dengan tertawa kecil.


dia hanya diam tidak membalas.


"Sayang, kamu sama siapa?" Seorang lelaki datang berpakaian serba hitam, juga menggunakan jaket, slayer, dan sarung tangan sampai setengah jari.


"Orang gak jelas, ayu sayang" kirana berdiri dan berjalan bersamanya, menuju ke parkiran motor, aku masih memerhatikan mereka tempat ku duduk. Disana masih ada beberapa lagi yang berpakaian sama seperti laki-laki yang tadi menghampiri kirana. Beberapa kali mereka melihat ke arahku. Aku menyadari dari cara berpakaian mereka, mungkin mereka adalah geng motor, sama seperti gabriel.

__ADS_1


"Niel ayo" calvin memanggil ku mengalihkan perhatian yang tertuju pada geng motor itu.


Aku mengikuti saja langkah zayeen, calvin dan gabriel menuju parkiran dan pulang.


__ADS_2