
"niel, gua mau ada urusan dulu ya sebentar, bisa tunggu dulu gak?" Ucap zayeen selesai kelas.
"Bisa, pas banget gua mau ketemuan dulu sama sherly sebentar, nanti kalo udah mau pulang chat gua aja ya" jawab ku.
"Oke, gua duluan" zayeen setelah merapikan tas gendongnya kemudian pergi.
"Zayeen mau kemana niel? Kayanya buru-buru amat" dari calvin yang duduk di belakangku.
"Gak tau, ada urusan" jawab ku kemudian bertanya
"Setelah ini kalian mau kemana?"
"Gua paling main di markas" jawab gabriel.
"Kalo gua ada urusan" jawab calvin setelah gabriel.
"lo sendiri mau ngapain niel?" Tanya gabriel.
"Ketemuan sama sherly, sekalian nunggu zayeen" jawab ku sambil senyum.
Aku berbalik kearah depan lagi, mengambil hp, kemudian menelpon sherly.
*Percakapan dalam telpon"
"Ada apa?" Sherly setelah mengangkat telpon.
"Sherly, bisa temenin aku sebentar gak?" Tanya ku.
"Kamu istirahat"
"Niel duluan" sahut calvin dan gabriel berbarengan yang melewati ku, aku hanya mengangguk.
"Iya, aku hari ini bareng sama zayeen, dia ada urusan dulu bentar, sambil nunggu, mau gak temenin aku?" Jelas ku.
"Hmm.. boleh, tapi sampe zayeen selesai aja ya"
"Makasih cantik, kita ketemuan di kantin ya"
"Oke"
"Aku tunggu" jawab ku sebelum mematikan telpon dan pergi ke kantin.
Saat aku disana, dia belum ada, tak lama dia sampai bersama zyana dan mila.
"Lah zyana, kok lo disini? Gua kira zayeen ada urusan sama lo" ucap ku ketika mereka baru saja duduk bergabung dengan ku.
"Kenapa gak boleh?, Yarin aja zayeen ada urusan yang penting banget kayanya" jawab zyana.
"Zayeen gak melulu cewek kaya lo daniel" sahut mila.
"lo juga tomboi, ngapain disini?" katanya ke mila agak kasar kasar bercanda.
"terus hati-hati kalo ngomong entar ada yang marah" tambah ku sambil menatap mata sherly, dia hanya tersenyum malu-malu.
__ADS_1
"yarin aja gua tomboi, lo banci" jawab mila juga kasar-kasar bercanda.
"Kan mulai dah, kayanya kita jadi nyamuk disini na, pindah yu" mila ajak sherly.
"gapapa na temenin sherly disini" jawab ku pada zyana.
"gapapa na, jadi nyamuk doang, buaya gak akan bisa makan kita, gak doyan juga" tambah mila.
"nih gua bocah tomboi diem aja kek lo, mulut lo gak ada filternya ya" jawab ku ke mila.
"emang mulut gua instagram kali ada filternya" jawab nya lagi.
"pantes mau jadi nyamuk, otaknya kecil atau bahkan gak ada" aku sambil memperagakan diri kecil, menyatukan jati jempol dan telunjuk.
"iya buaya darat mah bebas" kata mila lagi.
"Mana cowok lo si andika itu?" Tanya ku.
"ngapain lo nanya cowok gua? sibuk dia, gak kaya lo bocah gabutan" jawab mila, aku dan mila berbicara dengan nada agak tinggi.
"Sibuk ngapain? Paling juga cari cewek lain ahaha" jawab ku lagi.
"Heh daniel! lo kalo ngomong dijaga ya"
"Udah-udah kalian" sherly mencoba memisahkan, padahal aku pikir hanya bercanda, seperti bercandaku sudah di luar batas ahaha.
"Daniel, mila udah, gak usah ribut" zyana ikut memisahkan.
"Maaf-maaf, bercanda doang gua, lagi lo duluan yang mulai" aku sambil tertawa.
"Yaudah, sebagai permintaan maaf gua, kalian bertiga hari ini gua traktir" sahut ku lagi
"Asikkk, gua suka nih, makasih daniel" sahut zyana.
"Gini kek ahaha gua maafin lo, tapi lain kali awas aja lo" jawab mila.
"Iya-iya" aku iyakan saja biar cepet.
"Ayo kita pesen makanan dulu, ana, sherly, sebelum si buaya berubah pikiran" mila masih bisa-bisanya dia memanggil ku buaya, tapi aku no komen.
Mereka ber-3 berdiri dan ingin melangkah.
"Eh buaya, lu mau apa?" Mila masih mengingat ku ternyata, ku pikir dia lupa.
"Kalian aja, gua masih kenyang" jawab ku.
"Oke" mereka melanjutkan langkah.
Tak lama mereka kembali.
"Pesen apa aja kalian?" Tanya ku pada mereka.
"Jangan nyesel ya traktir kita, apalagi kalo ada mila ahaha" jawab zyana kemudian tertawa kecil. Aku curiga mereka memesan banyak tanpa melihat harga, biarlah sekali-kali.
__ADS_1
"Jangan berpikiran jelek dulu lo" sahut mila, dia seperti membaca pikiran ku.
"Enggak" jawab ku singkat.
"Sherly, ana, nyesel gak punya temen kaya dia? Ahaha" tanya ku lalu tertawa.
"Eh daniel, ngajak ribut lagi lo" ketus mila.
"Terus lo pikir deh, kenapa zayeen mau temenan sama lo? Yang bisanya ngeselin orang, ngerepotin mulu" tambah mila.
"Karena gua menyenangkan ahaha" jawab ku lagi.
"Bodo amat gua, ngomong sama buaya emang susah, otaknya kecil" jawab mila.
"Berantem aja terus, sampe nih kantin sepi" ucap sherly.
"Liatin aja aja ly, seru, ada tontonan gratis ahaha" seru ana.
"Gua bilang zayeen nih, si ana butuh tontonan ahaha" jawab ku lagi.
"Bagus dong, bisa nonton bareng sama zayeen eheh" ana malah senyum lebar.
"Geng an kalian gak ada yang bener emang, sherly doang ya kan cantik?" Ucap ku lalu melihat sherly, dia hanya tersenyum.
"Heh, nyadar diri! Geng an lo juga gak jelas, gabriel anak geng motor keliling malam-malam gak jelas, mana jomblo mulu, gak peka. calvin si paling banyak urusan dan bocah tengil, zayeen pendiem, dingin, gk peka, sama lo nih 1 lagi bocah gak jelas, bocah prik, ngeselin, bikin orang emosi mulu" ucap mila.
"terus kenapa lo gak suka?"
"lo juga kenapa gak suka?" mila balas bertanya.
lalu datang 1 nampan pesanan berisi 3 makanan berat 3.
Tak lama datang lagi 2 nampan lagi, 1 nampan minuman air mineral 3 dan air berasa 3, 1 nampan lagi seperti makanan penutup.
Cewek-cewek makannya banyak juga, aku dalam hati.
"Selamat makan daniel" sahut ana.
"Iya makan aja" jawab ku, lalu mengeluarkan hp,
Ada chat dari zayeen yang berpesan bahwa ia telah selesai dan menanyakan keberadaan ku.
"Guys, gua pamit dulu ya, zayeen udah selesai" pamit ku pada mereka.
"Makasih daniel" jawab sherly.
"Yaudah sono, jangan lupa bayar ini dulu ya, dan makasih daniel yang ganteng" jawab ana.
disaat yang bersamaan, mila hanya mengangkat tangannya dan menyapu tangannya, tanda untuk pergi saja atau mengusirku.
Tanpa banyak basa basi lagi, aku melangkah ke kasir dulu, dan total sampai 200 lebih sedikit hanya untuk mereka bertiga :)
Aku menemui zayeen di luar parkiran dan aku pulang.
__ADS_1
hmm.. aku tak tau mau berkata apa lagi, ingin berdua, tapi malah diganggu ganggu dengan dua iblis cantik ahaha dan memesan makan seperti merampok, ahaha. tapi apakah mereka mampu menghabiskan itu semua? semoga habis ya :)