
"zay, gua pikir lo tadi mau ketemu sama zyana, tapi zyana aja tadi ketemu sama gua, ada sherly sama mila juga" tanya ku padanya tadi ada urusan apa dia. Kini aku dan zayeen berada di kamar ku. Dia menginap lagi, tadinya aku juga mengajak calvin dan gabriel, lagi-lagi mereka mempunyai kesibukan masing-masing.
"Oiya ada yang mau gua ceritain dan juga gua tanyain ke lo niel" jawab zayeen dia saat ini duduk di samping ku diatas kasur, kami sama-sama mengarah ke tv.
"Ceritain tentang? Tanyain apa?" Tanya ku padanya melihat kepadanya. Tapi tatapan zayeen masih ke tv.
"Jadi gini, tadi gua ketemuan sama seseorang, namanya andika" jelas dia dengan tatapan ke tv.
"Bentar-bentar, andika pacarnya mila bukan?" Aku memotong percakapan zayeen. Membuat dia melihat ke arah ku.
"Gua gak tau, tapi yang pasti dia anggota geng motor satria kenanga, yang katanya musuh bebuyutan gabriel, tapi gabriel sendiri bahkan wildan deket sama andika" jelas zayeen.
"Lah, muka dua gitu andika? Kok bisa mila pacaran sama dia?" Lagi-lagi aku memotong perkataan zayeen.
"Udah suka mah susah niel, tapi bukan itu masalahnya, masalahnya adalah lo inget kan kata gabriel, kalo yang nyerang lo itu geng motor satria kenangan" Jelas zayeen lagi.
"Eh iya, berarti pacarnya mila yang nyerang gua doang?" Tanya ku lagi.
"Mana gua tau niel, dengerin gua dulu apa sampe selesai, dan jangan bahas ke pacar mila" zayeen seperti kesal ucapannya ku potong mulu ahaha.
"Oke-oke" sahut ku setuju untuk mendengarkannya dahulu.
Kemudian zayeen meneruskan ceritanya.
"Nah, jadi gua tadi abis ketemuan sama andika, kemarin dia chat gua, katanya dapet nomor gua dari zyana, andika chat gua katanya mau ketemuan sama gua mau ngomongin hal yang penting, tapi berdua aja, terus setelah gua ketemu sama dika di cafe kampus tadi, dia basa basi dulu sama gua, sampe akhirnya temennya dateng, andika bilang pinjem hp gua, buat jaga-jaga aja, gua gak ngerti kan dia sampe mohon dan katanya mau ceritain sesuatu, yaudah akhirnya gua kasih, temennya itu pergi bawa hp gua, baru andika cerita, btw bener sih ya ngomongnya berdua, tapi gak gini juga ahaha.
Lanjut, andika bilang, katanya dia udah tau siapa pelaku yang nyerang lo niel, emang katanya beberapa anggota geng motornya, tapi tentang itu andika sendiri juga gak tau, bahkan katanya ketuanya juga gak tau, dia juga bilang, dia emang pernah denger lagi ada yang ngerencanain sesuatu tapi dia gak tau kalo itu rencana buat penyerangan ke lo niel. Terus dia minta maaf, dan minta lo cabut tuntutan ke temen-temennya dia, atau mereka akan membantai silent night (nama geng motor gabriel)" aku mencoba mencerna apa yang diceritakan zayeen.
"Kalo tentang ini kenapa
__ADS_1
Gak langsung ke gua aja? Kenapa gak ngomong langsung ke gua?" Tanya ku.
"Gua juga tanya itu tadi, katanya mereka takut lo gak bisa nahan emosi lo, jadi dia minta gua buat sampein ke lo" jelas zayeen lagi.
"Hmm... Telpon gabriel sekarang zay, jangan sampe dia nyerang silent night atau sekarang kita ke markas silent night, pasti gabriel lagi ada disana" ucap ku, ku kesana untuk mencari tau apa yang sedang mereka lakukan, takutnya sedang merencanakan penyerangan ke satria kenanga.
"Ayo" zayeen setuju.
"hp lo tapi udah dibalikin kan zay?" tanya daniel selagi bersiap-siap.
"udah setelah selesai ngomong, kayanya mereka takut gua merekam pembicaraan ini dah" jawab ku.
setelah aku dan zayeen selesai bersiap-siap, zay mengambil kunci mobil dan pergi ke markas silent night dengan membawa banyak makanan yang kami beli di super market di pertengahan jalan sebelum sampai ke markas.
"Guys, gua main ya, bosen di rumah" ucap ku sesampainya di markas silent night, mereka sedang berkumpul di teras. Markas mereka seperti rumah kecil dengan teras yang luas, juga ada tempat parkir yang luas, dimana motor mereka terparkir.
Salah seorang diantara mereka langsung melipat sebuah kertas yang ada di atas meja dan menyimpannya.
"Daniel, zayeen apa kabar?" Sapa wildan, ketua geng mereka. Dia masih satu kampus dengan ku dan zayeen walau beda jurusan dan gedung .
"sangat baik" jawab zayeen.
"Lebih baik dari kemarin" jawab ku.
"Asikkk, makan-makan hari ini" sahut doni, salah satu anggota mereka, dia juga memalai mengambil makanan dari dalam plastik, yang lain mengikuti
"Tumben kesini gak izin dulu zay, niel" sahut gabriel.
"Kenapa? Gak seneng? Kan gua bosen di rumah mulu, sekali-kali keluar dulu" aku membuat alasan.
__ADS_1
"Iya ngerti gua niel, santai aja" wildan yang menjawab.
"tadi kalian sedang apa?" Tanya zayeen.
"Gapapa, lagi ngobrol-ngobrol aja" kenzie yang menjawabnya, dia adalah ketua penyerangan dan keamanan geng motor ini.
"Ohh gituu" zayeen jawab singkat.
setelah itu, kami hanya bersama-sama menikmati yang aku dan zayeen bawa cukup banyak untuk semua yang ada disini.
saat jam 12 aku dan zayeen izin pulang.
"sabtu pengadilannya niel, jadi mereka minta jawaban terkahir hari jumat, mencabut tuntutan atau satria kenanga akan membantai silent night" ucap zayeen saat kami sudah sama-sama merebahkan tubuh di kasur.
"menurut lo gimana zhay?" tanya ku pada zayeen, aku tau dia bijaksana dalam mengambil keputusan.
"hmmm... mau main aman atau ngorbanin temen? ahaha" tanya zayeen kemudian tertawa.
"kayanya itu pertanyaan yang perlu ditanyain zhay, ya pasti main aman lah" jawab ku.
"oke, kalo lo mau main aman, menurut gua, lo gak perlu cabut tuntutan, dan juga mereka gak akan menyerang balik satria kenanga, gua pikir mereka hanya akan membela diri jika sewaktu-waktu silent night ingin menyerang karena masalah ini, karena kata andika juga dia tau kalo silent night akan menyerang, dan gua pikir tugas kita adalah mencoba mengajak silent night agar tidak balas dendam" zayeen menjelaskan pemikirannya, menurutku ada benarnya juga apa yang dikatakan zayeen.
"boleh dicoba zhay, tapi bagaimana cara menghentikan mereka? tapi lo nyadar gak zay tadi pas kita masuk mereka kaya lagi serius banget, terus melipat kertas yang ada diantara mereka" aku memberi tau apa yang ku lihat tadi.
"iya, gua juga ngerasa, gua pikir mereka lagi membuat rencana di kertas itu, yang gua takutkan adalah rencana penyerangan" balas zayeen lagi.
"yaudah besok omongin lagi zhay sama gabriel, mungkin dia bisa mengerti setelah kita jelasin ini, sekarang tidur dulu, gua udah ngantuk" balas ku lagi.
"iya, sama ngantuk banget" balas zayeen, dia langsung memeluk guling. aku juga memejamkan mata.
__ADS_1
cukup untuk hari ini yang membuat ku cukup lelah, baik pikiran juga fisik. tuhan telah merencanakan hidup ku, aku yakin akan ada jalan baik setelah ini.