
Suatu hari di laboratorium kedokteran.
"Eh guys tadi malam gua ketemu sama gabriel" kata gabriel saat kami sedang di lab selesai praktik.
"Terus dia bilang apa? Lo gak nanya kenapa dia belum masuk?" Tanya ku.
"Hmm.. gak ngomong apa-apa sih" ucap gabriel seperti ada yang ia tutupi.
"Terus kok bisa ketemu? Ngapain aja?" Tanya zayeen.
"Hmm iya, gua ketemu dia, karena dia lagi diserang sama anggota geng motor gua yang lain" jawabnya.
"Eh.. kacau banget lo" seru ku.
"Bentar gua belum selesai, walau juga teman gua yang nyerang, dia sendiri tetap menang, karena temen-temen gua udah kelelahan saat gua datang dan meminta untuk menghentikan itu" jelas gabriel lagi.
"Setelah itu apa lagi?" Tanya zayeen.
"Eh bentar dah, anggota satria kenangan pake penutup wajah kan, lo tau itu calvin dari mana?" Tanya ku.
"Slayernya udah ketarik kebawah sama temen gua, jadi ngegantung di leher" jelas gabriel.
"Ohh.. terus setelah itu?" Tanya ku lagi mengulang pertanyaan zayeen.
"Abis itu gua minta maaf tentang kejadian waktu gua mukulin dia, dia maafin gua, katanya lupakan aja nasi udah jadi bubur, terus dia naik motornya, gua sempet nanya, lo belum masuk kuliah, dia cuma jawab, kita bicara di lain waktu aja, abis itu dia pergi" jelas gabriel
"Nomor lama nya aja gak aktif, gimana mau ketemuan" ucap ku.
"Gimana, semua nya sudah paham? Masih ada yang ingin ditanyakan" dosen kami bertanya.
"Sudah ibu" beberapa yang menjawab.
"Baik, jika sudah rapikan lab kembali dan kalian bisa kembali" dosen kami berkata lagi.
Aku, zayeen dan gabriel bersama merapikan meja kami.
"Kita keluar paling belakang aja, lamain" ucap ku.
"Mau ngapain?" Tanya zayeen.
"Liat aja entar" jawab ku singkat.
Mahasiswa di sini keluar sedikit-sedikit, hingga akhirnya tersisa kami bertiga, dan kami keluar terakhir.
"Bu, maaf saya boleh bertanya?" Tanya ku saat lewati dosen kami sebelum keluar lab.
"Iya daniel, nanya apa?" Tanya dosen kami.
"Begini bu, ibu tau kenapa calvin tidak masuk seminggu ini?" Tanya ku.
"Kalian bukannya berteman dekat sama calvin?" Tanya dosen kami lagi.
"Iya ibu, tapi kita belum dapat kabar apapun, calvin juga sulit untuk dihubungi" jelas ku.
"Begini, tapi kalian jangan sebar ini ya, demi nama baik kampus kita, karena kalian teman baik calvin jadi ibu beri tahu. jadi calvin sudah dikeluarkan oleh pihak kampus karena diduga terlibat perkelahian antar geng motor" jelas bu dosen kami.
"Hah? Dikeluarin bu?" Tanya ku kaget.
"Iya daniel" balas dosen kami, aku sedikit terkejut.
__ADS_1
"Dari kapan bu?" Tanya zayeen.
"Hari itu juga setelah kejadian, hari rabu, tapi kami menyuruhnya untuk mengundurkan dari sini dari sini, karena kami masih menghargai prestasinya" ujar bu dosen kami.
"Kok calvin gak cerita ke kita" sahut gabriel.
"Kalo begitu, terima kasih ya bu, kami izin pamit" ucap ku lagi.
"Sama-sama" jawab bu dosen dan kami pergi keluar lab.
Aku masih tak percaya bahwa calvin keluar, ya bagaimana dia mengundurkan diri bukan atas keinginannya, aku ingin berbicara dengannya, aku memikirkannya sepanjang perjalanan kembali ke kelas.
"Pantes dia gak masuk-masuk lagi, gua pikir dia masih sakit" ucap gabriel saat duduk di bangku kelas, kebanyakan yang lain sudah pulang.
"Tapi kenapa dia ganti nomor, kenapa gak cerita ke kita" ucap ku.
"Kita coba temui temannya aja, minta nomor barunya atau coba temui ia disana" ujar zayeen.
"Gua tau sih tempat biasa geng satria kenangan kumpul, tapi gua gak berani kesana" ucap gabriel.
"Kenapa?" Tanya zayeen.
"Mereka liar" jawab gabriel.
"Ya lo dateng jangan sebagai anggota geng motor lo" ucap ku.
"Mau coba? Malam ini?" Tanya ku.
"Boleh" ucap zayeen.
"Oke, setelah gua jalan sama sherly ya, dia masih trauma karena kejadian kemarin, jadi gua masih harus temenin dia, tenangin dia" ucap ku.
"Oke, gua usahakan" ucap ku.
"Zay nanti lo jemput gua ya, gua mau nginep di rumah lo, boleh kan?" Tanya ku pada zayeen.
"Iya boleh" jawabnya.
Setelah itu, aku bergegas ke taman belakang gedung ini, aku janjian dengan sherly disana.
"Hai sayang, maaf ya kalo lama" ucap ku, kemudian duduk di bangku taman, disampingnya.
"Gak lama kok aku juga baru sampai" jawab sherly.
"Kamu masih trauma atas kejadian kemarin, maaf ya, karena aku kamu jadi terjerat" ucap ku.
"Udah mendingan kok, lagian.. kamu juga udah berusaha buat lindungi aku, makasih ya" balasnya.
"Aku gak pantas dapat terima kasih dari kamu, aku masih gak ikhlas pipi sama tangan kamu disentuh oleh dia" ucap ku menunduk.
"Gapapa, kita lupakan saja kejadian yang telah lalu ya" kata sherly.
"Kamu baik sayang, perhatian, pengertian juga, kamu sempurna untuk aku yang banyak kekurangan, maaf jika aku gak bisa menjadi sempurna bagi kamu" ucap ku.
"Bagi aku kamu udah jauh dari kata sempurna, kamu udah bisa belain aku, jagain aku, perhatian, kamu juga baik" jawab sherly lagi membuat ku tenang. Aku tersenyum melihat ke arahnya, dia juga tersenyum.
"Kita makan di luar yu" ajak ku.
"Boleh.." balasnya.
__ADS_1
"Kamu lagi mau makan apa?" Tanya ku.
"Apa aja, terserah kamu" balasnya.
"Kita berangkat sekarang?" Aku berdiri dan menadah tanganku, dia memegang tanganku dan berdiri.
Kami makan di sebuah food court, setelah itu makan es krim masih ditempat yang sama.
"daniel, aku boleh nanya sesuatu?" Tanya sherly ketika makan es krim.
"Ya?" Tanya ku singkat.
"Hm.. kamu sama hannah masih suka telponan?" Tanyanya.
"Enggak, kenapa?" Tanya ku bingung, melihatnya, tapi dia hanya mengaduk-aduk es krimnya di dalam cup sambil menunduk.
"Kamu tau kan hannah sama aku sekelas?" Tanya sherly lagi.
"Iya aku tau, kenapa? Dia macem-macem sama kamu? Ngelakuin hal aneh ke kamu?" Tanya ku.
"Dia bilang kalo aku pelakor antara hubungan kamu dan dia, dia teriak depan aku di dalam kelas" sherly cerita.
"Biar aku ngomong ke dia" jawab ku.
"Gak perlu, kamu gak perlu berhubungan lagi sama dia, jangan diperpanjang lagi" katanya.
"Tapi kamu digituin sayang, aku gak mau, lagian aku juga gak pernah ada rasa sedikit pun ke dia" ujar ku.
"Saat kamu digituin terus gimana?" Tanya ku.
"Mila yang marah, dia yang bantu aku, sama zyana juga, sampai akhirnya hannah kesal sendiri dan dia pergi" jawab sherly lagi.
"Semoga dia gak ganggu kamu lagi ya" kata ku.
"Semoga, oiya dia juga bilang dia gak terima dan dia marah pas kamu bilang 'jangan temuin aku lagi' ke dia, dia juga bilang kamu marah karena aku" cerita sherly lagi.
"Kamu gak usah dengerin dia ya, kalo dia mau ngomong sama kamu, kamu pergi aja langsung" ucap ku.
"Iya" jawabnya singkat.
Kulihat sudah hampir jam jam 6.
"Kita pulang yu" ajak ku.
"Tumben kamu, biasanya minta lama-lama" jawab sherly.
"Ada mau ada urusan" jawab ku.
"Ada urusan apa?" Tanya sherly.
"Mau kumpul sama zayeen dan gabriel" jawab ku.
"Ohh kamu lebih pentingkan mereka dari pada aku?" Tanya nya.
"Bukan begitu sayang, aku juga ingin berlama-lama sama kamu, tapi aku ada urusan penting" jawab ku.
"Hehehe, aku bercanda, aku ngerti kok, yuk kita pulang" jawabnya sambil tersenyum menatapku.
"Ayo, makasih ya" jawab ku.
__ADS_1
"Iya, sama-sama" balasnya dan kami pulang.