
aku rindu pada tatapan mata mu yang malu-malu, berbinar-binar layaknya cahaya dikala hujan juga jejak kaki di tanah setelah hujan.
"zay, lu tunggu dulu ya, gua mau ketemu sama seseorang dulu" ucap ku setelah kelas selesai, sambil membereskan buku.
"Mau kemana? Lama gak?" Tanya zayeen.
"Bentaran doang, lo tunggu mana dulu kek gitu"
"Okeh-okeh"
"Gua duluan ya zay" ucap ku setelah merapikan buku dan pergi keluar, meninggalkan zayeen, calvin dan gabriel, mereka berbincang-bincang setelah aku pergi.
Aku pergi ke kelas zyana.
"Zyana, sherly sakit?" Tanya ku setelah bertemu dengannya di depan kelas ana. Kami duduk di sebuah kursi panjang di lorong kelas itu.
"Iya, makanya hari ini gak masuk dia"
"Sakit apa?" Tanya ku.
"Kata dokter yang ngecek sherly tadi gejala tipes" jawab zyana.
"Gua minta alamat rumah sherly dong"
"Jangan bilang lo mau ke rumahnya"
"Emang gak boleh? Kan gua mau jenguk dia"
"Yaudah, gua kasih tapi jangan ngelakuin hal yang aneh-aneh ya lo"
"Enggak, tenang aja"
"si zayeen gimana?, dia baca gak novel yang dari gua?" tanya zyana.
"kemarin pas ke rumahnya gua liat buku dari lo ada diatas meja belajarnya dia" jelas ku saat pergi ke rumah zayeen waktu lalu.
"bagus deh, kira-kira zayeen bakal suka gak ya sama gua?" tanya nya.
"semoga, lo deketin aja terus ly, pasti bakal ada jalan keluarnya, apalagi kalo udah takdir" jawab ku.
"bisa bijak juga lo niel ahaha"
"btw, zayeen udah tau itu hadiah dari siapa?" tanya ku lagi karena waktu saat memberinya hadiah aku tidak memberi tahu itu dari siapa, seperti yang dipesankan zyana.
"udah, gua chat zayeen malam waktu itu juga, jadi sekalian gua kasih tau aja" zyana menjawab nya sambil senyum.
"ada kemajuan nih" aku menggodanya.
"lumayan" dia tersenyum-senyum.
"Daniel" hannah tiba-tiba keluar kelas dan melihat ku.
"Kamu ngapain di sini?" Tanya hannah.
"gak ngapa-ngapain" jawab ku padanya.
__ADS_1
"Udah dulu ya sherly, makasih infonya" Aku hendak bergegas berdiri dan berdiri tapi hannah menghalangi jalan ku.
"Ana, lo sekarang lagi deket sama daniel? Lo sebenernya suka sama daniel atau zayeen?"
"Zayeen, gua lagi ngobrol aja bentar sama daniel" jawab ana.
"Maaf, tolong jangan halangi jalan gua" ucap ku, lalu pergi melewati hannah dari arah lain, tapi dia mengikuti langkah ku.
"aku senang bisa bertemu kamu lagi daniel, setelah lama tidak jumpa, aku rindu" ucapnya kemudian ingin memelukku, aku mengepak tangannya dan tak sengaja membuatnya terjatuh.
"eh maaf, gua gak sengaja, lagi lo mau ngapain sih?" aku ingin membantunya, tapi zyana ingin membantunya berdiri lebih dulu. jadi ku biarkan saja, lebih bagus jika ana yang membantunya.
"daniel kamu gak mau tanggung jawab? kamu yang buat aku jatuh"
tanpa berpikir panjang, aku memberi tanganku untuknya, dia memegangnya dan berdiri.
"cieee.." sahut ramai-ramai, tanpa ku sadari banyak yang memerhatikan kejadian ini.
"gua pergi dulu" ucap ku menatap ana, ana juga menatapku sedikit mengangguk dan pergi. ini membuat ku sangat malu.
Aku bertanya pada zayeen melalui chat dimana ia sekarang, dia menjawab di taman belakang dekat parkiran gedung c. di perjalanan menuju kesana, aku melihat seorang wanita sedang duduk sendiri di lorong sebelum taman yang dimaksud, sambil aku mencari zayeen, lebih baik aku duduk dengannya dulu, aku duduk disampingnya.
"Hai, kenalin gua daniel" ucap ku tersenyum mengangkat tangan, mengajak kenalan dengannya.
"Kirana" dia menjawab ku hanya melihat ke arah tangan tanpa berjabat tangan dengan ku.
"Sendirian aja?" Tanya ku lembut.
"Lagi berdua" jawabnya dengan mata keliling melihat ke arah depan. Aku melihat sekitar lorong ini, tidak ada orang lain selain aku dan dia.
"Emang kamu bukan orang?" Jawabnya ketus menatap ku lalu membuang muka lagi.
"Maksudnya selain aku" aku menjelaskan.
"Ada, lagi pergi sebentar". jawabnya masih tatapan ke depan, memandang yang lain.
"Cowok mana emangnya yang Cewek secantik kamu ditinggal sendiri disini" tanya ku, hanya untuk bercanda.
"Bukan urusan lo" jawabnya dengan nada kesal.
"cantik-cantik galak ya" ucap ku, lagi-lagi tersenyum.
dia tidak membalasnya.
"Daniel" itu suara calvin memanggilku dari kejauhan, dia melambaikan tangannya yang sedang duduk di meja bulat taman ujung lorong ini, disana juga ada gabriel, calvin, andika dan wildan. Andika dan wildan adalah teman gabriel, mereka satu geng motor.
"Sudah dulu ya cantik, hati-hati kalo lagi sendirian" ucap ku lalu berdiri dan pergi menghampiri teman-teman ku.
"Jadi gak niel?" Tanya zayeen saat aku sudah mendekat, aku duduk bergabung dengan mereka.
"Ayo jadi, zay abis ini temenin gua ya"
"Kemana lagi?" Tanya zayeen.
"Ke rumah sherly"
__ADS_1
"Eh gila lo ya niel, baru kenal udah mau ke rumah sherly?" Ucap gabriel.
"Kenapa? Dia sakit, masa gua calon pacarnya gak jenguk dia?" Jawabku
"Sakit apa?" Tanya calvin.
"Gejala tipes katanya"jawab ku.
"Udah yu zay, berangkat" tambah ku sebelum yang lain berbicara lagi, aku dan zayeen berdiri, izin pergi dan meninggalkan mereka berempat.
Aku bergegas pergi ke sebuah mall, dan membeli sebuah jam tangan untuknya. Aku juga pergi ke apotek untuk membeli madu dan alat menurun panas juga vitamin.
Setelah selesai, aku bergegas ke rumah sherly menggunakan lokasi yang dikirim oleh zyana melalui chat, rumahnya cukup besar, berlantai dua berwarna krem dengan gerbang berwarna hitam.
Sempat ditanya oleh satpam di rumah nya, ku jawab 'daniel saja pacarnya sherly' ahaha, dan satpam itu membukakan gerbang.
Setelah mengetuk pintu rumahnya, keluar seorang wanita yang tidak tua, tidak juga muda, itu adalah ART (asisten rumah tangga).
"Assalammualaikum" aku memberi salam.
"Wa'alaikum salam"
"Sherly ada?" Tanya ku
"Nona sherly nya lagi istirahat di kamarnya, badannya panas" jelas ART nya.
"owalah kalo gitu titip ini aja ya bi" aku memberi sebuah tote bag berisikan hal-hal yang ku beli tadi.
"Dari siapa?"
"Secret admirer" jawab ku.
"Hah? Seret aer?" Sahut art itu.
"Heb.. " zayeen menahan tawanya karena perkataan ART itu, wajahnya jadi tersenyum lebar, aku pun rasanya ingin tertawa.
"Hmm.. gapapa bi kasih aja sherly nya, didalamnya ada kartu ucapan, biar nanti sherly baca sendiri aja" jawab ku.
"Oh gitu, ayu masuk dulu" ucap bibi itu lagi.
"Gak usah bi, kita langsung pulang aja, makasih ya bi".
"Iya, sama-sama, aduh.. ganteng banget ini dua-duanya" ucap ART itu.
"Kita pamit dulu bi, assalammualaikum"
"Waalaikumsalam" setelah art itu jawab, ku langsung pergi masuk mobil.
"Hah, seret aer, ahahaha emang aer bisa diseret" ucap zayeen setelah kita masuk dalam mobil, lalu tertawa dengan keras, aku juga ikut tertawa.
"Kocag juga itu pembantunya ahaha" sahut ku, lalu menyalakan mobil dan keluar gerbang.
"Makasih pak" salam ku kepada satpam yang membukakan gerbang dan menutupnya kembali.
Setelah itu, aku ke rumah zayeen, kita belajar bersama untuk menyiapkan lomba olimpiade yang sebentar lagi akan dilaksanakan.
__ADS_1