Playboy Sang Raja Gombal

Playboy Sang Raja Gombal
Episode 18


__ADS_3

"lo udah bilang gabriel mau kesana zay?" Tanya ku ketika zayeen masuk mobil.


"Belum, kita kasih kejutan aja ke mereka" jawab zayeen.


Sesampainya disana, markas mereka tidak ada seorang pun.


Aku dan zayeen saling bertatap, aku bergegas mengambil hp ku dan menelpon gabriel.


"Gab lo dimana?" Tanya ku.


"Diluar, kenapa emang?"


"Dimana?" Tanya ku lagi.


"Lagi kumpul aja sama temen-temen"


"Ada hal yang gua pengen omongin ke lo sekarang penting"


"Oke-oke kita ketemuan di cafe abc sekarang".


"Oke, otw" jawab ku lalu mematikan telpon.


"Ketemuan di cafe abc" aku memberi tahu zayeen. Kemudian berangkat.


Sesampainya disana aku melihat gabriel, wildan dan kenzie disebuah meja, aku dan zayeen segera bergabung, dan bersalaman mengadu tangan dikepal.


"Hai daniel, zayeen" sapa gabriel.


"bertiga aja kalian?" Tanya ku.


"Iya" jawab gabriel.


"Gua mau pesen minum dulu ya, mau nitip?" Kenzie berdiri, masing-masing menyebutkan pesanannya, hanya minuman.


"Apa yang penting niel?" Tanya gabriel.


Lalu aku dan zayeen menceritakan semuanya tentang mereka yang akan membantai jika silent night balas dendam, juga penarikan tuntutan, dan cara mereka mengkomunikasikan semuanya dengan ancaman, jadi kami memberitahu keputusan yang kami buat dan meminta mereka untuk tidak balas dendam. Mereka saling bertatapan.


"Kalo begitu, oke niel kita janji gak akan balas dendam atau melakukan kekerasan apapun" sahut wildan.


"Gua terima kasih banget sama kalian kalo kalian bisa melakukan ini" ucap ku.


"Iya daniel, sama-sama kita gak akan melakukan penyerangan, tenang saja" sahut kenzie, dia sudah kembali saat aku masih bercerita.


"Oke, gua percaya sama kalian" balas ku lagi.


"Zay kok bisa-bisanya ya mereka ngomongnya ke lu ahaha" tanya wildan.


"Mana ku tau" jawab zayeen.


"oiya btw calvin mana gak sama kalian?" tanya kenzie.


"enggak, lagi sibuk akhir-akhir ini tuh bocah, jadi jarang ngumpul" zayeen yang menjawab.


"sibuk ngapain?" tanya lagi kenzie.


"gak tau gua, gabriel kali noh tau" zayeen jawab.


"gak tau gua juga, dia bilangnya ada urusan, ada urusan" sahut gabriel.

__ADS_1


"iyaya, ajak calvin lah kuy nanti" ujar ku.


"iya boleh tuh, anak ayam gua sibuk banget lagian"


"nama geng kalian apaan kalo boleh tau?" 4p ya atau 4G? ahaha" tanya wildan kemudian tertawa kecil.


"4P 4G?" tanya zayeen.


"4 ganteng atau 4 pintar ahaha" jawab wildan.


"bukan dua-duanya, gak ada nama geng"an ahahaha" jawab ku.


"lagian ya kalian ber-4 kemana-mana sering banget ber-4, yang 2 sering ikut olimpiade, yg 1 brand ambassador kampus, yg 1 lg suka jadi perwakilan jurusan mana semuanya jadi idaman para wanita" jelas wildan.


"ahaha gak gitu juga kali" sahut ku


"bisa aja lo dan" sahut zayeen.


"Udah yu zay pulang, nanti diomelin bunda gua keluar seharian" ajak ku.


"Ayo" zayeen setuju.


"kita pulang dulu ya" ucap ku, kemudian berdiri, begitu juga zayeen.


"Oke, hati-hati kalian" gabriel dan lainnya.


Aku mengantar zayeen pulang, baru aku pulang ke rumah ku.


4 panggilan tak terjawab dari sherly, saat aku mengecek hp sesampainya di kamar.


Aku menelpon balik, di angkat oleh sherly.


"Hai sayang, tadi kenapa nelpon?" Tanya ku.


"Enggak, bagus malah"


"Kamu dari mana?"


"Keluar sama zayeen, kamu udah tau kan aku mau keluar sama zayeen"


"Oh.. kirain aku gak jadi, kemana?"


"Main aja di cafe" jawab ku.


"berdua aja?"


"sama gabriel juga" jawab ku.


"ohh.. calvin gak ikut?" tanya nya lagi.


"enggak lagi ada urusan dia" jawab ku.


"Kamu sendiri belum tidur jam segini?" Tanya ku sebelum ia bertanya lagi. aku juga lihat jam di dinding pukul 10 kurang 10 menit.


"Belum ingin tidur" jawabnya.


"Kangen sama aku ya?" Tanya ku.


"Apasih kamu, enggak"

__ADS_1


"Jangan boongin diri kamu sendiri, kayanya kita baru ketemu tadi ya, rasanya pengen sama aku terus ya, sama kok, aku juga, pengen sama kamu terus, aku suka melihat senyum mu, tawa mu, mata mu" ucap ku pelan dan perlahan.


"Berarti kamu cuma suka sama senyum ku doang, orangnya enggak?"


"Bahkan orangnya lebih indah dari pelangi, lebih indah dari permata" jawab ku.


"Kamu bisa aja jawab nya ya"


"Bisa dong, jadi ayah dari anak-anak kamu nanti aku juga bisa"


"Ihh..." Katanya lembut


"Aku tau kamu sedang tersenyum sekarang, awas gigi kamu kering ahaha" aku bercanda.


"Ihh daniel"


"Ahaha, btw kamu gak ngantuk?" Tanya ku.


"Ngantuk sih"


"Tapi ada aku yang menahan mu untuk tidur ya, karena rasa kantuk akan kalah dengan rasa rindu" ucap ku.


"Iya" jawabnya malu-malu.


"Tapi.. gak bagus untuk kesehatan, apalagi udah jam segini, sekarang kamu cuci muka, cuci kaki, cuci tangan, abis itu tidur"


"Terus kalo aku tidur, kamu mau ngapain?"


"Membayangkan masa depan kita, aku rajanya, kamu ratunya dan sebuah istana tempat kita nanti"


"Kamu bisa aja, kamu juga harus tidur" katanya.


"iya aku tidur, jika bisa aku juga ingin tidur dalam pelukanmu"


"gak boleh, alias belum boleh"


"kalau dibahu mu?"


"seharusnya aku bukan kamu"


"kenapa?"


"karena pria sejatilah yang mampu menanggung beratnya bahu bukan wanita"


"ohh gitu.. kalo gitu jika aku butuh rumah untuk bersandar kamu siap?"


"siap jika kamu juga siap menjadi sandaran bahuku" katanya.


"bagus, tapi sekarang waktunya tidur ya cantik, sudah malam"


"yaudah aku tidur dulu ya"


"Iya cantik, jangan lupa mimpikan aku ya, pangeran mu"


"Iya pangeran kodok" katanya.


"good night putri merah jambu ku"


"Good night" dia mematikan telpon.

__ADS_1


setelah itu, aku juga bergegas tidur, cukup lelah untuk hari ini.


untuk kamu yang disana, jangan lupa bermain di dunia dongeng ku, dimana aku rajanya, kamu ratunya, sampai akhirnya dongeng kita menjadi nyata sampai kita mempunya istana kecil milik kita.


__ADS_2