Playboy Sang Raja Gombal

Playboy Sang Raja Gombal
Episode 29


__ADS_3

"kurang lengkap nih kumpul kita" ucap ku ketika aku, zayeen dan gabriel sedang kumpul di sebuah cafe sambil menyaksikan live music di malam minggu. sebut saja saung abc.


"iya nih, tapi gua denger-denger sekarang satria kenanga ditakutin sama banyak geng motor" ucap gabriel.


"Termasuk geng motor lo kan gab ahaha" ucap ku.


"Kenapa emangnya?" Tanya zayeen.


"Ya karna keliatannya mereka liar kan" jawab gabriel.


"Sherly gimana btw nil, masih ngambek?" Tanya gabriel, lagi.


"Udah seminggu, dia belum mau ketemu juga sama gua, mana minggu depan ulang tahunnya dia kan, oiya menurut kalian gua kasih kado apa ke sherly?" Ucap ku.


"Lamar nil ahaha" jawab zayeen lalu tertawa kecil.


"Kacau lo zay, lo duluan aja sono, nanti gua jadi besan lo" balas ku.


"Kasih skin care aja cewek jaman sekarang mah" sahut gabriel.


"Gak ada asik"nya" jawab ku.


"Ahahaha, terus lo mau kadoin apa? Tikus goreng? Kucing gembul? Boneka beranak? Makanan aneh? Ahaha" ujar gabriel kemudian tertawa kecil, begitu juga zayeen.


Saat gabriel bilang boneka beranak aku jadi teringat sesuatu, dimana ada boneka yang didalamnya ada mainan, mungkin boleh juga untuk kado.


"Boleh juga tuh boneka" ucap ku.


"Boneka beranak nil? Mana bisa ahaha" ujar gabriel.


"Omongan gabriel di dengerin lo ahaha" sahut zayeen.


"Hmm.. kalian mana tau" ucap ku.


"eh tapi omongan lo bisa dipegang juga nil, cewek lo sherly doang nil, gak ada yang lain, tumben ahaha" ujar zayeen.


"Udah dibilang gua mau fokus sama satu cewek aja, tapi sherly bener-bener buat gua jatuh hati zay, hati gua kaya dipenjara" ucap ku, sambil memperagakan hatiku yang terikat.


"Eh guys itu anggota satria kenangan bukan? Kok muka-muka nya gak asing ya?" Gabriel melihat ke arah segerombolan orang yang baru datang dan menempati 2 saung paling ujung.


"Bukannya jaket mereka putih gab? Itu item?" Tanya ku.


"Iya sih, lah tapi itu ada andika, liat dah, vino, keiza, mereka anggota satria kenanga" gabriel menyebutkan anggota yang ia kenal, dia ragu karena mereka tidak menggunakan jaket putih seperti biasanya, kali ini hitam.


"Tapi kok logonya agak beda ya" ujar gabriel lagi, sambil memperhatikan mereka.


"Kita samperin aja yu" ajak ku.


"Rame banget mereka, jangan sampe lari lagi kaya waktu itu ahahaha" ujar zayeen kemudian tertawa.


"Disini rame kan, waktu itu sepi, gak mungkin juga kan mereka buat keributan ditempat rame kaya gini" ucap ku.


"Iya juga sih" ucap zayeen.


"Yaudah yuk samperin" ajak gabriel.


Kita bertiga berdiri, dan berjalan ke arah mereka.


"Calvin" panggil ku ketika melihat calvin saat sudah dekat. Calvin yang tadinya sedang mengobrol dengan teman-temannya melihat ke arah kami dan suasana mereka jadi hening, yang tadinya ramai.


"Daniel, zayeen, gabriel, kok kalian disini?" Tanya calvin.


"disini tempat umum siapapun bebas buat kesini" ujar gabriel.


"Eh ada mangsa yang lezat nih" ucap keiza anggota satria kenanga selesai gabriel ngomong, dan aku baru sadar gabriel masing menggunakan jaket geng motornya, karena tadi dia sempat kumpul dahulu.

__ADS_1


"Jadi santapan hari ini katanya enak vin" sahut vino.


"Vin, boleh lah" kata anggota satria kenangan lainnya, vino.


Calvin berdiri dan menghampiri kami, dia diri di depan gabriel dan tersenyum jahat.


"Silahkan kalo kalian mau" ujar calvin melihat gabriel.


"Eh vin jangan bercanda lo" ucap gabriel melihat ke arah calvin juga.


"Gua gak serius" ucap calvin masih tersenyum jahat.


"Eh.. yang bener aja lo vin" ucap gabriel.


"Katanya dia gak serius, ya berarti bercanda gabriel, lo kenapa dah ahaha" ucap ku kemudian tertawa, begitu juga calvin, zayeen dan beberapa temannya.


"Udah yuk sini gabung aja gabung" ajak calvin ramah untuk gabung bersama teman-temannya.


"widihh.... ada jagoan dari mana nih?" Sahut andika ketika kami datang.


"Vin jaket geng lo bukannya putih, kok berubah jadi item?" Tanya ku.


"Jaket kita emang gak cuma 1 nil" jawab calvin.


"Berarti bener dong yang kemarin bantuin gua kalian, makasih ya" ucap ku.


"Santai, lagian kita juga masih punya dendam tersendiri ke mereka" jawab calvin.


"dendam apa?" Tanya ku lagi.


"Bukan urusan kalian" sahut keiza, calvin hanya tersenyum mendengar itu, aku tau mereka tidak ingin membahas ini disini.


"Nil, zyana nanya gua lagi sama lo apa kagak" ucap zayeen yang sedang dengan hp nya.


"Sini-sini" aku merebut hp zayeen.


"Hai sayang" ucap zyana saat mengangkat telpon.


"Bilang sayangnya entar aja ke zayeen" jawab ku


"Eh daniel, zayeen nya mana?" Tanya ana.


"Na, lagi sama sherly ya? Please kasih hp nya ke sherly dulu bentar" ujar ku tanpa menjawab pertanyaannya.


Tidak ada jawaban dari zyana, hanya suara angin sedikit, pikirku mungkin dia sudah memberikannya ke sherly.


"Sherly sayang, udah ya marahnya, akal sehat ku hampir mati karena mu" ucap ku.


"Lebay" jawabnya, benar ini suara sherly.


"Aku kangen sama kamu, kamu pasti juga kan, sampe nanya ke zayeen" ucap ku.


"Kamu dimana?" Tanya nya.


"Di saung ABC, kenapa?" Tanya ku.


"Gapapa" jawab sherly.


"Besok kita jalan ya, aku mau ketemu sama kamu" ajak ku.


"Mau kemana?" Tanya sherly.


"Kamu maunya kemana?" Tanya ku.


"Terserah kamu" jawabnya.

__ADS_1


"Gimana kalo kita ke..... Taman safari?" Tanya ku.


"Boleh" jawabnya.


"Besok jam 9 pagi aku jemput kamu" ucap ku.


"Iya" jawabnya singkat.


"btw buka blokir nomor aku juga ya, pesan aku dibalas ya jangan dibaca doang sayang" ucap ku lagi.


"Iya aku buka" jawabnya.


"Oke makasih, jangan marah lagi ya" ucap ku.


"Iya" katanya.


"Oke, jangan lupa, aku kembalikan hpnya ke zayeen dulu ya, kasian kalo lama-lama diganggu ahaha" ucap ku.


"Iya" jawabnya singkat, kemudian mematikan telponnya. Aku kembali dan mengembalikan hp zayeen.


"Udah puas? gak marahan lagi?" Tanya zayeen.


"Eheheh, makasih zayeen" ucap ku.


"Nil udah jangan buat sherly kecewa lagi" ucap andika.


"Iya andika, mending lo jagain mila aja udah" jawab ku.


"Pastinya ahaha" jawabnya lalu tertawa.


"Eh iya, vin kok lo gak masuk-masuk kuliah lagi?" Tanya zayeen.


"Kalian sudah tau kan? Kenapa ditanya lagi?" Katanya calvin, kami saling bertatap.


"Awalnya tidak, tapi kami nanya ke bu clara (dosen)" balas ku.


"Kenapa lo gak cerita ke kita vin" ucap gabriel.


"Kalian bukannya kecewa ke gua? Buat apa gua cerita ke kalian?" Tanyanya lagi, jawabannya membuat ku sedikit sesak.


"Maaf, waktu itu gua gak bisa kontrol emosi gua vin, gua juga pengen langsung ngomong ke lo, tapi lo gak masuk-masuk, nomor lo gak aktif juga" jelas gabriel.


"Nomor gua yang lama masih aktif kok" jawab calvin.


"Iya, tapi dibaca doang" sahut ku, calvin malah tersenyum.


"Iya-iya gua juga minta maaf kalo gua ilang tanpa kabar" ucapnya.


"Sekarang lo masih kuliah?" Tanya zayeen setelah meletakkan hp nya.


"Masih, gua pindah kampus juga ganti jurusan" jawabnya.


"Kenapa?" Tanya ku.


"Ya gimana, gua juga bingung, kalo di jurusan yang sama nanti orang tua gua bingung, ngapain juga gua mundurkan diri" balasnya, aku tau dia pasti mencari alasan untuk mengundurkan diri dari kampus ke orang tuanya.


"Lo gak cerita ke orang tua lo?" Tanya ku lagi.


Calvin hanya menggeleng-geleng dan tersenyum.


"Vin, aldi" panggil keiza dan menyebut nama seseorang, kemudian ia mengangkat hp nya dan terdengar suara jatuh juga gubrakan dan suara-suara lainnya.


"Aldi lagi di jalan kepompong" sahut leo yang juga memegang hpnya.


"Langsung jalan kesana" ucap calvin dia langsung berdiri, begitu juga anggota lainnya.

__ADS_1


"Gua duluan gab, zay, nil, bertemu lagi lain waktu" ucap calvin dan menyusul teman-temannya yang sudah di motor. Aku zayeen, dan gabriel hanya melihat itu, mereka berangkat memasuki jalan, dan menghilang dari pandangan.


Pikirku, pasti berat jadi calvin dengan hidup yang dijalaninya, tapi itu pilihannya, hidup adalah pilihan, kita ingin jadi apa dan seperti apa, itu tergantung diri kita sendiri. jadi, hanya diri kita yang tau diri kita sendiri.


__ADS_2