
Sebulan berlalu dari hari pesta ulang tahun teman ku hari itu, sekarang hari ini adalah hari perayaan sekaligus hari pernikahan kakak ku charlie bersama dengan pengantin wanitanya bernama gadis. Seperti namanya ia juga adalah wanita yang indah parasnya juga baik, sebelumnya ia juga pernah main ke rumah dan berkenalan dengan ku.
Aku datang ke pernikahan kakak bersama Sherly, zayeen dan zyana, juga gabriel, kakakku mengenal mereka jadi juga diundang. dimana perayaan ini diadakan di gedung dan hanya dilakukan dari jam 11 siang sampai jam 3 sore. sebenarnya calvin juga diundang tapi katanya dia ada keperluan lain yang lebih mendesak, walau katanya dia sedang berada di rumahnya.
Hari ini juga adalah hari sabtu. Jadi, malam hari nya aku putusnya bersama zayeen untuk bergabung dengan geng motor gabriel, silent night untuk night riding bersama mereka sambil healing mengelilingi kota setelah seminggu masuk kuliah yang terus praktik untuk persiapan lomba selanjutnya.
Setelah waktu isya, aku pergi ke rumah zayeen menggunakan motor untuk menjemputnya, kemudian barulah kami pergi ke markas silent night.
Sesampainya kami disana sudah sangat ramai, kami berjabat tangan dengan anggota-anggotanya, kami sudah mengenalnya karena kami sering ikut jika kami punya waktu luang untuk bergabung, tentu saja diperbolehkan walau kami bukan anggota mereka, karena Gabriel adalah wakil ketua disini.
Setelah itu, kami masuk kedalam untuk mencari wildan selaku ketua geng motor juga gabriel, saat baru saja masuk, aku melihat kenzie sedang duduk di ruang depan.
"Hai kenzie" sapa ku ketika melihatnya, ia sedang melihat ke arah handphonenya.
"Eh daniel, zayeen, sini duduk" ucap kenzie begitu melihat kami, ia langsung meletakkan hpnya pada meja di depannya. Aku dan zayeen duduk menghampirinya.
"Pasti mau ikut ya, tunggu ya gabriel, wildan sama niko lagi ada urusan didalam, tunggu sini aja" tambah lagi kenzie saat kami duduk.
"Iya gapapa santai" jawab ku.
Tak lama, wildan, gabriel, niko dan beberapa anggota lainnya keluar
"Eh daniel, zayeen, udah sampai" sapa wildan begitu keluar, kemudian ia duduk bergabung juga gabriel, sedang yang lainnya pergi keluar.
"Gua diluar ya" ucap niko mengangkat tangannya, juga ditambah anggota lainnya yang baru saja keluar.
Aku hanya mengangkat tangan juga untuk membalas mereka begitu juga zayeen.
"Gab, zay, liat grub dah, calvin nanya tuh" sahut gabriel yang baru saja mengeluarkan hp nya, aku dan zayeen juga refleks mengeluarkan hp dan membuka grub yang berisi kami berempat.
Pesan terbaru disana adalah dia bertanya, Kalian dimana sekarang, gua pengen ketemu. Aku yang menjawab lagi di markas silent night, tak lama calvin menelpon ke hp gabriel.
"Hallo vin" gabriel menjawab telpon, ia juga memperbesar suara telpon.
"Hallo gab, lu lagi di markas, ada zayeen sama daniel ya?" Jawab calvin di telpon.
"Iya ada, kenapa?" jawab gabriel sambil melirik aku dan zayeen.
"Kalian mau night riding ya? Gua boleh ikut kalian?" Tanya calvin.
Gabriel menatap wildan, mungkin untuk meminta pendapatnya, karena geng motor calvin satria kenanga sempat ada permusuhan sebelumnya dengan silent night.
"Iya boleh vin, sini aja, nanti di share lock sama Gabriel lokasinya" wildan yang bersuara.
"Oke makasih banget dan, gua otw sekarang, kirim lokasinya"
"Lu sendiri vin?" Tanya kenzie.
"Iya tenang aja gua sendiri" jawab calvin.
"Oke-oke" balas kenzie, kemudian calvin telah mematikan telpon dan Gabriel membagikan lokasinya.
Sambil menunggu calvin, kami hanya mengobrol santai, hingga setelah beberapa saat bunyi motor lun terdengar dari luar, sempat berisik dari depan, tapi calvin masuk dengan cepat, sepertinya dia mengabaikan semua yang ada di depan.
"Woi vin cari mati lo kesini pakai jaket satria kenanga lo" sahut kenzie ketika Calvin masuk.
__ADS_1
"Sini vin duduk, istirahat dulu" gabriel memberikan tempat disamping nya, misahkan antara aku dan dia, calvin duduk diantara aku dan gabriel.
"Gua lupa, maaf membuat kalian gak nyaman" ucap calvin setelah duduk sambil melepas jaketnya, dia menggunakan kaus lagi.
"Aura lo kok beda vin dari biasanya" ucap ku.
"Bedanya?" Calvin bertanya kembali.
"Iya vin gua juga ngerasa, keliatan beda aja gitu lo" gabriel mendukung ku.
"Gak biasanya juga lo mendadak begini kalo ketemuan" tambah zayeen.
"Cerita aja vin kalo ada yang mengganjal, cerita ke kita gak ada salahnya kan, siapa tau kita bisa bantu" ucap ku lagi.
"Gua gapapa" jawabnya tapi ia sendiri juga tiba-tiba terisak dan meletakkan wajahnya di bahu gabriel, gabriel mengusap-usap belakangnya.
"Gapapa vin, keluarin aja dulu, biar lo lebih tenang" ucap gabriel.
Suara tangisnya sangat pelan dan hanya beberapa saat, tapi ia masih menunduk di bahu gabriel.
"Maaf" ucap calvin dan kembali mengangkat wajahnya, matanya pun hanya terlihat seperti hanya sedikit mengeluarkan air mata.
"Gapapa vin" ucap zayeen.
"Udah yu berangkat, nanti semakin malam" ajak calvin.
"Udah gapapa? Tenangkan diri lo dulu aja vin gapapa" sahut wildan.
"Udah gapapa kok gua" jawab nya lagi.
"Iya" balas calvin singkat, setelah itu kami berangkat hingga pukul 00.15 kami kembali, aku yang bersama zayeen, sekalian saja menginap di rumahnya, dan ternyata dibelakang juga ada gabriel dan calvin juga ikut masuk ke gerbang rumah zayeen.
"Gak usah bingung ya, calvin katanya pengen nginep rumah lo zay, jadi gua ikut aja" ucap gabriel bahkan sebelum ditanya aku ataupun zayeen.
"Yaudah ayu masuk" ucap zayeen.
"Gak keberatan kan zay?" Tanya calvin.
"Kaya sama siapa aja lo vin" balas calvin.
Setelah itu kami bersama-sama masuk ke rumah zayeen dan masuk ke kamarnya.
Saat di kamarnya kami hanya menonton tv, calvin yang biasanya juga suka memulai percakapan dia hanya diam.
"Lu lagi kenapa sih vin?" Aku yang geregetan dengan nya pun membuka percakapan.
"Lah.. lu yang kenapa, gua lagi diem" jawab calvin.
"Nah makanya itu, tumben banget lo diem begini" jawab ku.
"Gua ngantuk, dah ah gua mau tidur" calvin yang tadinya duduk di atas kasur, sekarang dia mengambil posisi tengkurap.
Aku, zayeen dan gabriel saling bertatap.
"Oiya vin cewek lo emang lagi kemana pas hari itu pesta ultahnya wulan?" Aku memulai pembicaraan, sengaja untuk memancingnya bicara dan mencari topik pembicaraan yang tepat agar ia bercerita dan bisa berbagi kepada kita supaya pemikirannya lebih tenang karena kebanyakan orang hanya ingin didengar. Lagipula apa gunanya teman jika kita tak bisa saling mengerti dan mengetahui apa yang ia ingin, calvin tadi ingin bertemu tiba-tiba pasti sedang ada apa-apa nya.
__ADS_1
"Jangan bahas dia lagi" jawabnya ketus, disini aku langsung mengerti pasti dia sedang patah hati.
"Ada apa emang sama cewek lo vin?" Tanya zayeen.
Gabriel yang dari duduk di sofa malas berpindah ke kasur mendekati calvin.
"Anjay kayanya ada yang lagi galau nih" gabriel malah menggoda calvin.
"katanya lagi ada masalah sama ayah lo ternyata lagi patah hati guys" tambah ku.
"Berisik" jawab calvin jutek juga ketua, tak ku sangka jawabannya akan seperti itu, aku zayeen dan gabriel saling bertatap.
"Maap, jangan dipikirin omongan gua barusan" ucap calvin lagi, dan pada perkataan terakhirnya, terdengar suara terisak
Gabriel yang menyadari itu dan dekat dengannya, lagi-lagi mengusap belakang calvin.
"Tenang aja vin gak perlu malu sama kita, gua tau lo kuat, keluarin semua dulu aja vin, cowok juga bisa nangis kok" ucap gabriel.
Sekarang calvin benar-benar mengambil waktu yang cukup lama, aku, gabriel dan zayeen pun tidak berkata-kata sedikit pun lagi hingga akhirnya calvin bangun sendiri dan duduk, kali ini matanya terlihat sedikit bengkak.
"Minum dulu vin" aku mengambilkan minum dan memberinya kepada calvin.
"Maaf guys membuat kalian khawatir, maaf juga perkataan gua yang terakhir ahahaha" cavin langsung tertawa di akhir perkataannya.
"Udah enakan?" Tanya gabriel
"Udah, makasih guys, biasanya gua kalo lagi kaya gini pulang dulu nih, tapi gua juga lagi males pulang ahaha, gua bingung harus kemana lagi, yaudah gua memilih ke kalian ahaha" calvin bercerita, sambil tertawa-tawa kecil walau matanya masih sedikit bengkak.
"Iya malah senang kok gua bisa bantu vin, kalo ada apa-apa bilang aja ke kita" jawab ku.
"Iya, sebenarnya gua juga tadi mau cerita ke kalian, tapi gua gak enak tadi ada yang lain, takutnya kelamaan pada mau night riding kan" balas calvin.
"Sekarang aja vin, biar kita dengerin cerita lo" ucap zayeen.
Jujur ini adalah pertama kalinya aku melihat calvin menangis, biasanya aku yang bercerita kepadanya dan jika ia akan benar-benar bercerita disini, ini juga pertama kalinya, karena biasanya juga aku yang sering bercerita kepada semuanya.
"Iya, jadi yang tentang gua ada masalah sama ayah gua benar, tentang cewek gua juga benar, selain itu juga di kampus baru gua, jujur gua pusing banget sekarang harus gimana. Awalnya pas gua bilang ke kalian sama ayah gua, emang baru itu aja, itu juga karna masalah kampus dan geng motor gua, makin kesini itu masalah juga belum kelar, terus tadi siang gua baru mau keluar rumah, gua ajak cewek gua jalan, tapi dia bilang gak bisa, padahal gua lagi butuh banget, gua ingin cerita, tapi gua gak mau maksa akhirnya yaudah gak jadi tuh. Sorenya, gua putusin aja buat jenguk radit di penjara, gua masih sering berkunjung ke dia, bagaimana pun dia juga teman deket gua dari SMA kan, tapi nyatanya pas sampai disana yang gua liat adalah cewek gua sendiri sedang mengobrol bareng radit, dan gua dengerin dulu apa yang sedang mereka bicarakan, mereka sayang-sayangan, mereka saling bercerita, mereka..." Calvin lagi-lagi terisak.
"Yang gua pikir radit adalah teman baik gua dan gak akan berpaling ternyata mengambil cewek gua, cewek gua juga yang gua percaya, tau-taunya malah selingkuh sama temen deket gua sendiri, setelah menampakkan diri depan mereka, gua langsung pergi, disitu gua bener-bener kacau, sampai akhirnya gua hubungin kalian" lanjut cerita calvin, dia meneteskan air mata lagi.
"Gua ikut sesak denger cerita lo vin, gak heran lo bisa sampe kaya gini, lo kuat banget vin, terus seperti itu vin, kalo jadi lo, gua belum tentu kuat vin" ucap ku ikut sedih juga sesak mendengar ceritanya.
"iya vin lo harus kuat, gua tau lo bisa lalui ini semua" tambah zayeen.
"Cari cewek baru aja vin, kan banyak yang mau sama lo" gabriel malah bercanda.
"Ahahaha otw, gua juga gak butuh cewek kaya gitu, ini gua nangis juga bukan karna dia, karena sesak aja ini ahaha, btw urusin aja itu cewek baru lu ahaha" balas calvin sambil bercanda juga.
"Apaan sih bukan ett, temen doang itu" sahut gabriel.
"Awalnya sih temen" sahut zayeen.
"Btw lu gak cerita ke temen-temen geng motor lo vin?" Tanya ku.
"Enggak, paling sekalinya lagi pengen cerita cuma ke andika sama leo doang" jawabnya.
__ADS_1
Aku hanya mengangguk mengerti, karena tidak semua teman dapat dijadikan sebagai tempat cerita.