
pembicaraan yang hangat, entah untuk apa dan harus bagaimana. ini pertama kalinya aku berbicara padanya sepanjang ini dan sedekat ini, tapi aku merasa nyaman di dekatnya, sherly tolong jaga hati mu hanya untuk ku.
"ayo zay" ajak ku kepada zayeen setelah mengambil tas dan menggendongnya di bahu kanan.
"yok" jawabnya setelah menggendong tasnya juga.
"vin, gab kita duluan" sapa zayeen pada mereka, aku juga menyapanya. mereka duduk di belakang aku dan zayeen, mereka teman dekat ku juga.
"zayeen, mau kemana?" chika teman sekelas ku menghadang zayeen yang ingin keluar kelas. aku memerhatikan saja dari belakang zayeen. aku tau dia suka pada zayeen, teman sekelas pun tau itu.
"bukan urusan lo" jawab zayeen lalu melangkah ke kiri untuk meneruskan langkahnya, tapi chika mengikuti arahnya, kanan- kiri, kanan kiri.
"kamu mau kemana? jalan sama aku yu" chika berbicara lagi.
"maaf gak bisa, gua banyak urusan" jawab zayeen dengan sikap dinginnya "tolong jangan halangi jalan gua".
lama sekali mereka, chika sudah beberapa kali ditolak zayeen, tapi tetap saja berusaha mendekatinya, tidak tau apakah harus diapresiasi atau ku bilang bodoh atau buta karena cinta.
"chika, juga sama zayeen masih ada urusan lagi, jadi kalo kalian mau ngobrol lain kali ya, jangan sekarang gua mohon.." aku pun ikut berbicara. lalu melanjutkan langkah ke arah samping chika, chika tidak mengikuti langkah ku, zayeen mengikut aku dari belakang.
"mau ikut?" tanya ku membalikan wajah kepadanya saat sudah di pintu kelas, zayeen yang di belakang ku, keluar lebih dulu.
"enggak" jawab chika ketus. aku hanya tersenyum dan lanjut keluar.
"rese bat tuh cewek, gak bisa apa sehari aja gak ganggu hidup gua" ucap zayeen saat aku sudah berjalan disampingnya.
"gapapa zay, deketin aja dulu, tak kenal maka tak sayang kan, ahaha" jawab ku, habisnya sikap dia begitu dingin kepada para wanita, kebalikannya dengan ku.
"lo aja sono deketin dia" jawab zayeen.
"ahaha buat lo aja zay"
zayeen mengganti topik setelah itu, mengenai mata kuliah atau materi tugas kelompok yang akan kami bahas, kami akan belajar kelompok di cafe, itulah alasan mengapa aku mengajak zyana, sherly dan mila untuk datang. selain aku ingin bertemu sherly, aku juga berniat mempertemukan zayeen dan zyana ahahaha.
kami duduk di sebuah meja dengan 4 kursi, aku chat dengan zyana, apakah dia jadi kesini atau tidak.
"zayeen, daniel, pesen minum dulu?" tina, teman sekelas kami baru saja tiba, ia langsung duduk bergabung dengan kami. dia sekelompok dengan kami untuk tugas kelompok ini.
"lo mau apa zay, biar gua pesenin" tanya ku.
"es teh aja, lo tina sekalian?"
"boleh, samain aja"
"oke" aku berdiri bergegas memesan 3 es teh dan kembali ke kursi, sekarang tina sudah mengeluarkan laptopnya.
kami mempersiapkan materi dan membuat power point untuk presentasi nanti, di tengah kami mengerjakan tugas, aku melihat zyana, sherly dan mila mendekat, mereka duduk berjarak 2 meja dari tempat ku, mereka duduk dibelakang zayeen dan tina, tapi aku bisa melihat mereka secara leluasa, karena berada di depan ku.
"bentar ya zay, tin" ucap ku untuk menghampiri meja zyana, sherly dan mila.
"gak jadi? katanya mau jalan sama cowok lo" aku menyapa mila terlebih dahulu untuk meledeknya. aku duduk di bangku kosong diantara mereka. aku duduk di samping zyana yang menghadap ke arah tempat duduk ku berada sebelumnya. di depan ku ada sherly dan mila.
"gak jadi" jawabnya singkat, aku hanya tertawa kecil.
"nama cowok lo siapa?" aku bertanya iseng saja, sebatas basa basi.
"andhika"
"nama lengkapnya siapa?"
"kepo banget apa lo, andhika putra raharja, puas lo?"
"nanti kenalin ke gua ya ahaha"
"kapan-kapan" lagi-lagi jutek.
"kok bisa ya cewek kaya lo punya pacar?"
"kenapa emang sama gua?"
__ADS_1
"kan lo nya udah kaya cowok ahaha"
"daniel!" mila sedikit menaikkan suaranya.
"sabar mil" sahut zyana mengusap belakang mila.
"bercanda doang gua" jawab ku.
"gua jadi penasaran type cowok lo kaya gimana"
"bukan urusan lo niel"
"iya deh iya salah mulu gua"
"emang lo salah" mila ngegas.
"pacar lo gak marah, lo gak jadi jalan?"
"enggak, gua udah bilang mau nemenin zyana kesini"
"ohh... kenapa gak bilang mau ketemu gua aja?"
"lo ngajak ribut? sini lo" lagi-lagi mila ngegas, aku tertawa kecil.
"ahaha bercanda gua mila, salam kenal dari daniel ya"
"bodo amat gua".
"hai cantik" lalu aku menyapa sherly ku, dia hanya diam saja, malah menunduk.
"kenalin, kau daniel" aku memberi tangan ku untuk bersalaman.
"udah tau, lo juga kan yang chat gua kemarin malam" jawabnya tanpa membalas salaman tangan ku.
"iya, itu aku" jawab ku sambil terus menatap matanya.
"kenapa?"
"ini lo tolong kasih ke zayeen ya, jangan bilang-bilang kalo itu dari gua".
"oke, aman cantik" jawab ku setelah menerima sebuah kotak hadiah.
pandangan ku kembali ke arah sherly.
"boleh gua ngomong berdua sama sherly sebentar aja?" tanya ku sambil melihat ke arah mila dan zyana.
mila dan zyana saling berpandangan.
"yaudah sebentar aja ya, sekalian gua mau ke toilet dulu bentar, ayo mila" zyana mengajak mila
"ihh.. jangan.." sahut sherly.
"sebentar doang kok sherly" balas zyana kemudian pergi meninggalkan aku dan sherly.
"btw, aku kira kamu gak jadi kesini?" tanya ku pada sherly setelah mereka pergi.
"bukan urusan lo, lagian gua kesini bukan karena lo" jawabnya jutek.
"Terus? Apa karena ingin mencuri hati ku, makanya kamu kesini tanpa izin"
"Ini tempat umum, siapa pun bebas untuk bisa kesini"
"Tapi tidak hati ku, hati ku privat hanya untuk kamu"
"Modus" jawabnya jutek.
"Udah sana, katanya lagi kerja kelompok, bukannya bantuin" aku tau ini caranya untuk mengusir ku pergi, cara yang halus.
"Iya, kamu mau bantuin aku?"
__ADS_1
"Bantuin apa?"
"Membantuku membangun kisah sejati sekaligus menjadi ibu untuk anak-anak ku nanti"
"Halahh.. gombal mulu" matanya keliling, tapi aku suka, mata yang indah.
Tak lama, pesanan mereka datang di meja.
"Btw, ini pesanan kamu biar aku yang bayar"
"Gak usah terima kasih, ini udah dibayar sama zyana"
"Owalah gitu, yaudah kalo gitu lain kali aja ya"
"Gak usah daniel, terima kasih"
"Terima kasih juga"
"Untuk?" dia menatap ku bingung, tatapannya membuat ku semakin menyukainya.
"Ini pertama kalinya ku dengar kamu menyebut nama ku, terima kasih ya"
"Hadeh... terserah"
"Kita jalan yu"
"Kan kamu lagi kerja kelompok"
"Tidak sekarang cantik"
"Maaf gak bisa"
"Kenapa?"
"Nanti ada yang cemburu"
"Siapa?"
"Cewek kamu kan banyak"
"Jadi cemburu nih? Tenang aja, aku udah gak ada hubungan apa-apa lagi dengan mereka"
"Mereka? Banyak banget ya cewek kamu"
"Itu dulu, sekarang maunya aku hanya kamu"
"Modus"
"udah-udah waktu abis" ucap mila ketika sudah kembali bersama ana (zyana). mereka duduk kembali.
"oke makasih waktu nya, gua balik ke tempat gua dulu ya" ucap ku, lalu berdiri dan melangkah.
"daniel" panggilan zyana membuat langkah ku terhenti dan menengok ke arahnya.
"jangan lupa kadonya ya, kasih ke zayeen" zyana hanya mengingatkan.
"iya" jawab ku singkat dan meneruskan langkah.
"dari mana?" tanya zayeen sesampainya aku di meja
"ketemu seseorang" jawab aku sambil memberi kado itu kepada zayeen.
"dari siapa?"
"liat aja dulu, nanti juga tau".
"yaudah selesaiin ini aja dulu". jawabnya.
setelah itu aku menyelesaikan pekerjaan kelompok ku dan pulang ke rumah masing-masing.
__ADS_1