Playboy Sang Raja Gombal

Playboy Sang Raja Gombal
Episode 30


__ADS_3

Hari ini aku bersenang-senang dengan sherly, melihatnya kembali tersenyum, bersenda gurau, mengobrol seperti sedia kala, menyenangkan sekali, melihat-lihat binatang buas dengannya.


"Makasih ya" ucap sherly saat kami sudah keluar kebun binatang.


"Sama-sama cantik" ucap ku tersenyum kepada, kami duduk di sebuah meja berbentuk lingkaran.


"aku pesen minum dulu ya, kamu mau apa?" Tanya ku.


"Es jeruk aja" jawabnya.


"Makannya apa?" Tanya ku lagi.


"Kamu apa?" Tanyanya.


"Hmm.. gak tau bingung, aku samain aja sama kamu" jawab ku.


"Yaudah, aku.." sherly sambil melihat menu.


"Soto ayam deh, sekalian dessert puding oreo nya boleh?" Tanyanya.


"Boleh, apasih yang enggk buat kamu, bentar ya" ucap ku.


"Aku titip kunci mobil ya" aku kembali 1 langkah lagi, ingin menitipkan kunci mobil pada sherly, aku malas membawa-bawanya.


Saat sedang mengantri aku melihat ia sedang bersama dengan seorang pria duduk bersamanya, entah kapan dan dari mana pria itu datang, duduk dengan cantikku.


Jujur aku merasa cemburu, aku ingin meninggalkan antrian ini, sayang sudah cukup lama aku menunggu. Aku ingin menelponnya tapi hp ku juga ada di tasnya, aku sudah titipkan saat awal sudah masuk kebun binatang.


Sampai akhirnya giliran aku tiba untuk memesan.


Setelah aku memesan aku tidak langsung ke meja ku, melainkan duduk di kursi belakang sherly agar ia tidak melihat ku dan untuk mengetahui apa yang mereka bicarakan, kebetulan sekali meja dibelakang sherly ini sedang kosong.


"Kamu tinggal dimana?" Tanya pria itu.


"Di jakarta" jawab sherly, perbincangan mereka terasa begitu dekat, walau hanya sekedar menanyakan alamat.


"Owalah sama dong, aku juga lagi main aja kesini"


"Iya" jawab sherly singkat.


"Bagus sherly cuekin aja cowok begitu" aku dalam hati ku.


"Oiya kamu sendirian aja disini?" Tanya lagi pria itu.


"Berdua, lagi mesen" jawabnya.


Pria itu mengangguk-angguk dan tersenyum.


"Boleh kenalan? Namaku yolan" pria itu mengangkat tangannya untuk berkenalan dengan sherly.


"Sherly" dia meladeni pria itu dan bersalaman dengannya, rasanya aku ingin memukul wajah pria itu saat ini juga.


"Kamu kesini bersama cowok atau cewek?" Tanya pria itu lagi.


"Cowok" jawab sherly.


"Pacar?" Tanya pria itu lagi.


"Iya" jawab singkat sherly.


"Yang mana cowok kamu?" Tanya lagi pria itu.


Sherly menengok ke arah antrian, dan seperti mencari ku, untungnya aku berada agak di belakang kirinya, yang antrian itu miring ke kanannya. Aku juga menunduk.


"Dimana? Gak ada? Apa jangan-jangan dia ninggalin kamu sendiri disini" ucap pria itu lagi, aku mulai emosi lagi.


"Jangan sembarangan kalo ngomong, paling juga ke toilet" ucap sherly tetang, untungnya dia masih positif thinking kepada ku.


"Atau dia bawa perempuan lagi kesini selain kamu? Zaman sekarang yang namanya cowok gak cukup cuma satu lagi" ucap pria itu lagi, membuat ku benar-benar emosi.

__ADS_1


Aku refleks menghentak meja dengan kedua tangan ku, membuat perhatian tertuju kepada ku.


"Daniel, kamu sejak kapan disitu?" Tanya sherly yang akhirnya menyadari keberadaan ku yang berada di belakangnya.


Aku pindah tempat duduk membawa nomor meja ku juga.


"Dia siapa?" Tanya ku pada sherly.


"Kenalin, yolan" dia yang langsung memperkenalkan dirinya pada ku.


"Daniel" aku membalas jabat tangannya, denan muka rasa gak suka terhadapnya.


"Jadi ini cowok kamu?" Tanya yolan ini ke sherly.


Sherly hanya mengangguk.


"Gak heran kamu bisa suka sama dia, lumayan juga" ucapnya.


"Maaf, bisa cari tempat duduk lain?" Tanya ku melihat ke arahnya.


"Oh.. maaf kalo ganggu, saya pamit izin pergi" ucap yolan kemudian pergi, aku tidak menjawab apapun lagi.


"Kamu ngapain balas jabat tangan dia?" Tanya ku pada sherly.


"Aku gak ada niat apa-apa kok daniel, kamu jangan cemburu ya, lagian dia juga udah pergi" jawabnya, mata ku melirik mencari kemana arah pria tadi pergi, aku masih kesal dengannya.


"Udah ya, jangan marah, manisnya ilang entar" ucap sherly lagi sambil tersenyum kepadaku.


"Enggak kok aku gak marah" ucap ku, iya gak marah tapi aku cemburu sekaligus kesal, aku dalam hati ku.


Makanan kami akhirnya tiba di meja.


Sherly mulai meminum sedikit dan makan, sedangkan aku hanya memegang sedotan dan menganduk-ngaduk minuman.


"Sayang, kamu gak makan?" Tanya sherly lagi.


"Gak nafsu" ucap ku.


"Iya aku makan" ucapku, meminum sedikit dan mulai makan, saat makan hanya ada keheningan.


"Kamu cemburuan juga ya ternyata" ucap sherly memulai percakapan lagi.


"Aku gak suka aja kamu pegang-pegang an tangan sama pria selain aku" ucap ku.


"Jadi, dari tadi kamu dibelakang aku sambil merhatiin aku? Kukira kamu kemana" balas nya lagi.


"Emang menurut kamu kau kemana" ucap ku melihat ke arahnya.


"Saat yolan bilang bahwa kamu bawa perempuan lain kesini aku mulai takut, tapi kamu memecah pikiran buruk ku saat ternyata kamu malah dibelakang aku" jelasnya.


"bagus, kamu jangan berprasangka buruk ya sama aku" ucap ku.


"Tergantung kamu nya" jawabnya.


"Aku toilet dulu ya" ucap ku setelah meminum banyak minumanku.


"Iya" jawab ia, aku langsung melangkah menuju toilet.


Seeeettt...... seorang wanita terpeleset, ingin jatuh didepan pintu toilet, dimana kanan menuju toilet wanita, dan kiri toilet pria.


Refleks aku membantunya agar tidak jatuh ke lantai, memang lantai masih licin di bagian sini.


"Della" panggil ku, saat ku tau bahwa dia adalah salah satu mantan ku dulu.


"Daniel" ucap della.


"Della" sapa ku balik.


"Daniel" panggil sherly dengan nada marah, aku langsung membantu della agar berdiri tegak kembali, dan mengejar sherly yang langsung pergi begitu memanggilku.

__ADS_1


"Sherly" panggil ku saat masih berusaha mengejarnya, dia berlari ke arah parkiran, ditengah perjalan aku melihat dia bertemu lagi dengan yolan dan memberhentikannya.


Aku melihat dia memeluk sherly


"Jangan peluk-peluk dia" aku berteriak keras ke arahnya dan mendorong yolan.


"Lo tega liat wanita menangis kaya gini" ucap nya sok tau.


"Lo gak tau apa-apa, lebih baik lo gak usah ikut campur" ucap ku.


"Sherly, kita pulang yu" ajak ku, dia masih berada di samping yolan.


"Lebih baik kamu pulang bareng aja, kamu balik ke jakarta kan? Kita satu tujuan, nanti aku antar kamu dulu" usap yolan sambil mengusap bahu sherly.


"Jangan sentuh cewek gua" aku mendorong yolan lagi.


"Dia lo apain sampe nangis kaya gini, masih pantas lo buat dia?" Teriak yolan ke pada ku.


"Lo gak usah ikut campur, bukan urusan lo" ucap ku kesal.


"Sayang kita pulang ya, biar aku jelasin nanti di mobil" aku memegang kedua bahu sherly dan melihat wajahnya.


"Cowok kaya lo tuh gak cocok buat dia, beraninya lo mainin perempuan" yolan mendorong ku.


"Lo tau apa?" Tanya ku kesal.


"Kamu pulang sama aku aja ya, dia gak baik untuk kamu" kata yolan memeluk sherly dengan sebelah tangan.


Entah apa yang aku rasa saat ini, aku benar-benar merasa kesal, kecewa, sekaligus cemburu yang dahsyat, napas ku juga cepat karena emosi ku yang sudah tidak ingin aku kontrol.


"Hai, daniel" panggil della, dia bersama seorang pria, entah apa tujuannya kesini.


"Maaf, tidak bermaksud mengganggu kalian, tapi sherly, tadi della gak sengaja terpeleset, tapi untung ada daniel yang bantu pegangin, aku sama daniel udah gak ada apa-apa lagi sejak lama, ini aku lagi sama pacar aku" della mencoba menjelaskan apa yang terjadi.


"Dengarkan sherly, aku gak ada apa-apa, hanya ada kamu saat ini, udah berapa kali aku bilang ke kamu, apa sesulit itu untuk kamu percaya sama aku" ucap ku pelan kepadanya.


"Kamu beruntung sherly, daniel memang playboy, tapi dia bukan termasuk yang suka berbohong, dulu saat aku masih sama dia, dia jujur bahwa dia punya pacar 2, aku yang ketiga, kupikir jalanin saja dulu gapapa, mungkin berjalannya waktu, daniel bisa lebih dekat dengan ku, lebih perhatian lagi, tapi aku salah, semakin banyak yang mendekatinya, kamu beruntung dia bisa begitu sepeduli ini dan perhatian ke kamu, tapi tenang aja, sekarang aku udah ada dia yang baik untukku" della kemudian tersenyum ke arah pria yang ada disampingnya, mereka bergandengan tangan.


"Sekali lagi maaf ganggu, aku pamit dulu" della pamit.


"Makasih penjelasannya della" ucap ku.


"Makasih juga daniel, udah mau nolongin cewek gua" ucap pria disampingnya.


"Sama-sama" ucap ku lalu mereka berdua pergi.


"Sherly, sekarang kita pulangnya" ucap ku lagi, mendekatinya, dan mengajaknya untuk pulang, akhirnya dia mengikuti ku dan sampai ke mobil, aku menjalankan mobil ku untuk kembali ke jakarta.


Baru saja berbaikan sudah begini lagi pikirku, tapi aku juga cemburu dengannya hari ini, kesal, rasa ku sangat bercampur aduk hari ini, hanya hening saat ini, aku tidak mengajaknya bicara, begitu juga dia, masih ada rasa cemburu ku. Hanya hening disepanjang perjalan ini, dan aku hanya melihat ke jalanan, tanpa meliriknya sama sekali.


"Awas.." sherly berteriak panik, aku mendadak merem mobil ku, aku baru sadar bahwa aku sempat melamun. Disini ada perempatan, dan lampu tiba-tiba merah tapi aku tidak menyadari itu, hampir saja saling bertabrakan dengan dari yang arah samping.


Aku sedikit shock, aku memegang kepala ku dengan tangan kanan dan memejamkan sebentar mata ku.


"Kamu gapapa?" Tanya sherly kepada ku, aku menatapnya dan hanya menggeleng.


Tak lama lagi, lampu hijau, aku mulai menjalankan lagi mobil ku.


"Maaf ya buat kamu marah tadi" ucap sherly lagi.


"Iya" jawab ku singkat, dengan tatapan masih fokus ke depan, aku masih butuh waktu untuk ini, rasanya sedang ingin sendiri.


"Sudah sampai" ucap ku dan melihat kearahnya ketika sampai di depan gerbang rumahnya.


"Kamu beneran gapapa?" Tanyanya lagi.


"Iya" jawab ku sambil mengangguk pelan.


"Oke, hati-hati dijalan ya, fokus, jangan melamun" ucapnya sebelum keluar mobil.

__ADS_1


Sampai akhirnya aku di rumah, masuk kamar dan tidak melakukan hal apapun lagi, hanya merasakan emosi ku yang sedang bercampur aduk.


awan mendung sedang menunjukkan wujudnya saat matahari menyembunyikan dirinya, awan itu tidak juga hujan, hanya menimbulkan gelap dan dingin seperti tidak tau jalan apa yang harus diambil, melanjutkan langkah dengan resiko hujan? atau meneruskan langkah dalam kedinginan?.


__ADS_2