Playboy Sang Raja Gombal

Playboy Sang Raja Gombal
Episode 21


__ADS_3

"hai daniel" aku bertelpon vidio dengan sherly selesai kelas, sedangkan zayeen dan gabriel asik berdua.


"Hai sayang, kamu lagi dimana itu?" Tanya ku.


"Di kantin" jawabnya dan memutar kameranya.


"Ohh.. sendiri?".


"Sama Zyana sama mila" sherly mengarahkan kamera nya kepada mereka, mereka melambaikan tangan.


"Oh iya daniel, aku mau cerita boleh?" Tanya dia.


"Boleh banget ada apa?"


"Hari ini calvin masuk?" Tanya dia, aku sedikit bingung kenapa dia menanyakan itu.


Aku hanya menggeleng di video itu.


"kamu kesini aja deh, ngomong langsung aja biar enak" ajak sherly.


"yaudah aku kesana sekarang" jawab ku.


"oke, aku tunggu ya" katanya kemudian mematikan telpon.


"guys ke kantin yu" ajak ku pada zayeen dan gabriel.


"mau ngapain?" tanya zayeen.


"sepertinya sherly ingin bercerita tentang calvin" jawab ku


"masih penting dia? mending gua pulang" gabriel seperti masih kesal.


"lebih baik kita dengarkan dulu apa yang mau diceritakan sherly ya gak?" tanya ku meminta pendapat mereka.


"bilang aja lo mau ngobrol sama sherly ya kan niel? tapi gak usah bawa-bawa si brengsek itu" seru gabriel.


"udah-udah ayo kita dengarkan dulu" seru zayeen, dia berdiri, aku mengikuti nya dan juga gabriel.


zyana, sherly dan mila melambaikan tangan saat kita sudah dekat.


"gua gak butuh penjelasan apa-apa lagi zayeen, niel mereka pernah membunuh 1 anggota gua, mereka pernah mengacaukan markas gua, mereka bahkan sering menyerang kita" ucap gabriel setelah duduk.


"hmm sherly situasinya lagi kurang baik, jadi langsung ceritakan saja ya" ucap zayeen.


"Hmm.. aku hanya ingin memberi tahu kalian sesuatu. tadi saat aku, zyana dan mila ingin masuk ke gedung (gedung kampus mereka), andika tiba-tiba saja datang, dia bilang katanya tadi malam calvin hampir pingsan dijalan, sebelum itu dia berhenti ditengah jalan karena merasa gak sehat, jadi dia meminta bantuan teman-temannya, andika yang sampai duluan, katanya juga saat dia sampai, calvin duduk aja di trotoar, menunduk menadah ke motornya, pas gua liat hidungnya calvin sedikit bengkak dan banyak darah yang sudah mengering dan masih mengalir pelan begitu juga yang ada di tangannya. Jadi, andika langsung bawa dia ke klinik terdekat, pas udah sampai, calvin hampir pingsan, tapi ditahan sama andika, hingga akhirnya dapat penangan dokter, ia juga menginap di klinik dan baru pulang tadi pagi, sekarang dia di rumah andika. Calvin teman dekat kalian kan?" Tanya sherly selesainya bercerita, aku tidak langsung menjawabnya.


"Rumah andika dimana?, Gua minta nomornya" ujar ku.

__ADS_1


"nih gua kirim" seru mila.


"lagi ada masalah ya?" tanya zyana melihat kepada ku, zayeen dan gabriel.


"gapapa" jawab ku.


"serius?" tanya lagi zyana.


"iya zyana" ucap ku lagi, walau agak sedikit berbohong, karena sepertinya masalah ini masih belum jelas.


"lebih baik sekarang kamu jenguk dia dulu, andika juga berpesan untuk menyampaikan ini ke kamu, gabriel dan zayeen sebagai teman dekatnya, katanya dia ingin mencari tau siapa yang membuat calvin begini" ucap sherly.


"Ohh gitu, makasih sayang" ucap ku.


"Iya sama-sama" balas sherly.


"kasian calvin ya, kemarin daniel, sekarang calvin, tapi dia kenapa? siapa yang melakukan ini ya kira-kira" ucap zyana.


"calvin kenapa dah? kok kalian gak jawab tadi pas ditanya temen deket kalian?" tanya mila.


"iya lagi ada masalah apa?" tanya zyana.


"maaf kita belum bisa cerita sekarang ya" jawab zayeen.


"kalo gitu kita pamit dulu ya" ucap ku biar cepat pergi.


"iya" jawab sherly.


"gawat kalo sampai teman-temannya calvin tau kalo gua yang ngelakuin itu" ucap gabriel ketika sudah keluar kantin.


"Tapi kalo dipikir-pikir gab, kalo calvin emang ingin memberi tahu siapa yang lakuin itu, dia pasti udah bilang dari semalam" ucap zayeen.


"Apa mungkin perkataan semalam dia berkata jujur ya" ucap ku.


"Emang calvin semalam ngomong apa?" Tanya gabriel.


"cari duduk dulu apa" ucap ku,


zayeen berbelok masuk ke kelas kosong, kami mengikuti dan duduk disana.


Aku menjelaskan apa yang calvin jelaskan tadi malam.


"Gua gak nyangka pukulan gua bisa sampai se fatal itu, tapi kok gua juga ngerasa calvin gak ngelawan sama sekali ya" sahut gabriel.


"Mungkin karena calvin gak ingin melawan lu gab" sahut zayeen lagi.


"Kita ke rumah andika nih?" Tanya ku.

__ADS_1


"Tapi gua takutnya disana ramai sama teman-temannya" sahut gabriel.


"Tanya andika nya langsung ajalah" sahut ku.


"Atau kita telpon calvin nya langsung" seru zayeen.


Aku bergegas menelpon calvin, berdering, tak lama ada yang mengangkatnya, aku memperbesar suara.


"Calvin?" Panggi ku, tapi tak ada jawaban.


"Niel, jahat lo, apalagi gabriel sejahatnya itu dia sama temen sendiri, mukulin seenaknya sampai calvin kondisinya begini? Otak kalian dimana?" itu bukan suara calvin, nadanya sedikit marah, aku zayeen dan gabriel saling bertatap.


"ada beberapa pembuluh darah di hidung nya yang pecah. Lo niel dan zayeen kenapa kalian biarkan calvin keluar sendiri saat keadaannya begitu? Nyesel gua bela-belain kasih tau kalian, tapi kenyataannya kalian lah yang melakukan itu" tambahnya.


aku merasa sangat bersalah mendengat itu.


"Ini siapa?" Tanya ku.


"Andika, beruntung kalian karena calvin hanya mau cerita ke gua, kalo anggota geng lainnya tau, abis kalian" ucap andika dan mematikan telponnya.


"kata sherly tadi bukannya dia mau tau siapa yang gituin calvin?" Tanya ku.


"Mungkin calvin udah cerita ke andika, tadi dia juga ngomong kan cerita ke andika aja" ujar zayeen.


"Entah kenapa gua jadi merasa bersalah ke calvin" sahut gabriel.


"Terus sekarang kita harus gimana? Andika juga seperti nya kesal, gak mungkin kan kita ke rumahnya sekarang?" Tanya ku bingung entah apa yang harus dilakukan saat ini.


aku mencoba menghubungi calvin lagi tapi panggilan tak dijawab.


"terus sekarang kita harus gimana?" tanya ku.


"coba hubungi andika" seru gabriel.


aku menelpon gabriel dari kontak yang dikirimkan mila.


"hallo ini siapa?"


"andika, ini gua daniel" jawab ku.


"errg" andika seperti tidak suka dan ingin mematikan telpon.


"dika, jangan dimatiin dulu gua mohon, gua ingin tau semuanya"


"apalagi niel? bukannya calvin udah jelasin semuanya ke lo semalam? lo gak percaya sama sahabat lo sendiri? itu keputusan lo niel" jawab andika sedikit emosi.


"calvinnya mana?" tanya ku.

__ADS_1


"masih penting dia bagi kalian? udah dulu, gua ada urusan" jawab andika kemudian mematikan telponnya.


putik-putik mawar berjatuhan, mereka tak lagi ditempat yang sama. apakah bisa kembali seperti dulu lagi?. sepertinya tidak bisa, tapi bisa dibangun kembali dari awal yang baru, tak tak ditempat yang sama.


__ADS_2