
Hari ini aku berjanjian untuk jogging bersama sherly, setengah 6 pagi aku menjemputnya di depan gerbang rumahnya.
Prak... Suara mobil kembali ditutup olehnya, aku melihatnya dari bawah sampai atas, dari sepatu kets, celana legging, baju kaos dan rambut terikat rapi.
"Ada apa?" Tanya nya ketika aku sedang memperhatikannya.
"Gapapa" ucap ku kemudian melanjutkan perjalanan.
Ditengah perjalanan, aku menepikan mobil ku dahulu ke pinggir jalan.
"Mau kemana?" Tanya sherly.
"Ayu kita turun dulu" ajak ku, aku keluar mobil begitu juga dia.
Aku masuk ke sebuah toko distro yang berada di pinggir jalan. Aku mencari celana training.
"Kamu mau yang mana?" Tanya ku sambil melihat-lihat celana training.
"Aku?" Tanya nya bingung.
"Iya" jawab ku singkat, aku tidak ingin menjelaskan kepadanya disini.
"Kamu minta kamu ambil satu dan pakai sekarang ya" ucap ku lagi melihat matanya.
Tanpa bertanya lagi, untungnya sherly mengambil satu dan mengganti bawahannya dengan itu.
Aku tersenyum kepadanya, setelah ia keluar dari ruang ganti dan sudah menggunakan itu, kemudian aku membayar itu dan kembali ke mobil.
Saat di dalam mobil ia hanya diam tidak menanyakan apa-apa atau tidak mengatakan sepatah kata pun, tak lama aku memarkirkan mobil dan mulai berlari bersama sambil menikmati udara pagi dengan cukup lama.
"Kamu tau kenapa aku minta kamu ganti celana kamu?" Tanya ku padanya dihadapannya, Setelah dia bangun dari merapikan tali sepatunya, kami sedang duduk untuk beristirahat di sebuah bangku panjang.
"Enggak" jawabnya singkat.
"Kamu gak tanya kenapa?" tanya ku.
"Kenapa?" Sherly baru bertanya.
"Karena kamu tidak tau isi pikiran dan bagaimana cara mata laki-laki memandang, aku hanya ingin menjaga tubuh mu dari banyaknya lelaki" jelas ku melihat matanya dalam.
"Iya, makasih ya" balasnya tersenyum padaku.
__ADS_1
"Sudah tugas ku untuk menjaga mu" ucap ku tersenyum.
"Aku kira kamu hanya lelaki yang hanya bisa menyakiti hati wanita" balas sherly.
"Itu adalah aku sebelum mengenal kamu" jawab ku tersenyum.
"aku sayang kamu daniel" balas sherly
"Sama, aku juga" jawab ku lagi.
"kamu ternyata lebih baik dari yang aku kira" ujarnya lagi.
"sekarang, baik itu relative, bahkan kita udah baik aja masih bisa dibilang jahat sama orang lain" jawab ku.
"iya kamu benar, tapi menurut aku, kamu baik lebih dari apa yang aku kira sebelumnya, aku beruntung bisa dapetin kamu" ucap sherly.
"aku juga bahagia bisa kenal sama kamu sayang, aku bisa dapetin kamu, dapetin hati kamu, mungkin belum sepenuhnya" ucap ku dan tersenyum kepadanya.
"udah sepenuhnya kok jadi milik kamu" ujarnya juga senyum kepada ku.
"aku bahagia sama kamu, aku nyaman sama kamu, sekarang aku juga udah percaya sama kamu daniel, aku ingin kamu masa depan ku" tambahnya lagi.
"iya" jawabannya singkat sambil tersenyum dengan malu-malu.
"janji?" ucap ku lagi, kemudian mengangkat tangan ku dan mendirikan jari kelingking.
"janji" jawabnya dan mengangkat jari kelingkingnya juga, hingga jari kelingking kami saling mengait, tanda janji ku dengannya, dan janji dia dengan ku.
"Kita cari makan dulu yu, kita sarapan" ucap ku lagi setelah beberapa saat.
"Boleh" jawabnya.
"Kamu mau apa?" Tanya ku.
"Apa aja terserah kamu" ujar sherly.
"Bubur ayam?" Tanya ku sambil menunjuk tukang gerobak bubur ayam di ujung jalan ini.
Sherly menjawab dengan mengangguk dan tersenyum, kami berdiri, melangkah ke arah sana sambil bergandeng tangan.
Saat hampir sampai, tali sepatu ku kebuka, aku berjongkok untuk membenarkannya.
__ADS_1
Sreegg... Seseorang menabrak ku dari depan, membuat ku jatuh kebelakang dan terduduk.
"Daniel, kamu gapapa?" Tanya sherly dan ikut berjongkok untuk memeriksa keadaanku.
"Eh maaf-maaf" suara lelaki, aku menengok keatas, ia memberikan tangannya padaku untuk memberi bantuan, aku menerimanya dan berdiri. Dari pakaiannya ia juga terlihat sedang berolahraga, tapi ia sendiri hanya ditemani headset di telinganya, ia mencopotnya sebelah dahulu, sebelum bicara dengan ku.
"Daniel bukan?" Tanyanya saat aku baru saja berdiri, wajahnya memang tidak asing bagi ku, aku mencoba mengingat-ingat wajah ini.
"Gibran, apa kabar?" aku mulai ingat siapa dia, dia adalah teman SMA ku dulu, tapi saat kelas 2 SMA dia pindah sekolah.
"Baik-baik, lo sendiri gimana?" Tanya dia balik, raut wajahnya bahagia sekali.
"Baik banget" jawab gibran.
"Kamu kenal dia?" Tanya sherly.
"Kenalin, gibran teman SMA aku" aku memperkenalkannya pada sherly.
"Kenalin sherly" ucap nya tanpa berjabat tangan.
"Salam kenal juga gibran" balasnya ke sherly.
"Cewek lo nil?" Tanya nya lagi kepada ku.
"Iya" jawab ku singkat.
"Eh iya, tukeran kontak lah, udah lama kita gak ketemu, dulu kita pernah dekat ya walau sebentar" ujarnya.
Aku mengeluarkan hp ku dan bertukar kontak dengannya.
"makasih nil, kapan-kapan kita ketemuan lah ya" ucapnya, kemudian menyimpan hp nya kembali.
"boleh, boleh banget" balas ku dengan nada bersemangat dan ceria, sebagaimana dia juga.
"Oiya, gua masih ada urusan abis ini, gua duluan ya nil" ujarnya lagi.
"Iya-iya hati" sahut ku. ia pergi meninggalkan aku dan sherly dan memasangkan headsetnya yang tadi sempat dilepasnya dahulu.
"bang bubur ayamnya dua" pesan ku kepada tukang bubur.
"yang satu gak pake kacang sama daun seledri ya bang" tambah sherly, kami duduk di bangku panjang seperti tadi lagi, hanya berbeda tempat.
__ADS_1