Playboy Sang Raja Gombal

Playboy Sang Raja Gombal
Episode 31


__ADS_3

"ada apa?" Tanya ku di telpon, sherly menelpon ku di malam harinya.


"Kamu masih marah?" Tanya nya.


"Sedikit" jawab ku singkat.


"Sedikit atau banyak tetap saja marah kan?" Tanyanya.


"Hemhem" aku hanya menggumam.


"Kamu lagi ingin sendiri? Atau ingin ditemenin?" Tanyanya, jujurnya aku sedang tidak ingin diganggu siapapun.


"Kamu lagi mau aku temenin?" Tanya ku.


"Kok malah tanya balik?" Tanyanya.


"Hmm.. terserah kamu aja, aku ngikut" jawab ku.


"Hmm.. kamu lagi gak pengen diganggu ya?" Tanyanya.


"Lumayan" jawab ku.


"Yaudah aku matikan dulu ya, kalo udah baikan telpon aku ya" katanya kemudian mematikan telpon.


Aku merentangkan tubuh di atas kasur, rasa cemburu yang begitu kuat juga emosi yang bercampur aduk.


"Ka, kata mama makan dulu" suara adikku dari luar pintu.


"iya" jawabnya lalu menyusul ke meja makan di dapur.


"Daniel besok sore temenin bunda jemput papa di bandara ya" ucap bunda saat aku baru saja duduk di meja makan.


"Ka charlie gak ikut pulang bun?" Tanya.


"Dia masih ada urusan, kalo papa katanya kangen sama kamu sama elina juga" jawab bunda.


"Iya bun, besok daniel temenin" ucap ku lalu mengambil nasi.


"Kamu kenapa? Gak biasanya murung begitu? Mana anak bunda yang biasanya ceria?" Tanya bunda ku sambil tersenyum ke pada ku, aku juga tersenyum.


"Gapapa bun" jawab ku.


"Kalo kamu gak mau cerita ke bunda gapapa, tapi jangan lama murungnya ya sayangnya bunda" ucap bunda ku lagi, aku hanya tersenyum kepadanya mendengar itu, kemudian aku makan bersama dengan bunda dan elina.


"Bun" panggil ku selesai aku makan.


"Kenapa pangerannya bunda?" Tanya bunda ku.

__ADS_1


"Daniel cemburu" akhirnya aku cerita juga apa yang ku rasa. Bunda tersenyum kepadaku.


"Ohh... Cemburu itu wajar sayang, kalo cemburu tandanya kamu benar-benar sayang, tapi.. lebih baik kamu segera memaafkan ya" sahut bunda ku.


"Lagi ada yang galau nih" sahut elina.


"Berisik kamu diem aja bocil" balas ku.


"Kenalin ke aku dong ka" ucap elina lagi.


"Gak, udah bun makasih, daniel ke kamar dulu" ucap ku kemudian pamit kepada bunda ku dan kembali ke kamar.


"Yehh gitu doang ngambek" ucap elina, aku dan memperdulikannya.


"Nil, ikut night riding gak sama geng motor gua? Ajak zayeen juga sekalian" pesan yang sampai di hp ku ketika ku buka chatting.


Pikirku mungkin bagus untuk merefleksi diri dengan berkeliling kota malam-malam, menikmati kesunyian.


Akhirnya aku mengajak zayeen untuk bergabung dengan silent night malam ini. Aku memang terkadang ikut jalan bersama mereka, walaupun bukan anggota mereka. Aku keluar membawa motor menjemput zayeen lalu ke tempat tikum.


"Zay, kayanya sulit banget buat percaya ke gua ya" ucap ku diatas motor kepada zayeen.


"Hah? Gua percaya kok sama lo" jawab zayeen.


"Bukan, maksud gua sherly, sesulit itu dia buat percaya sama gua ya" jawab ku lagi.


"Sabar nil, mungkin masih butuh waktu" ucap zayeen.


"Kenapa dia bisa ke pria itu nil?" Tanya zayeen.


"Ya gua bantuin cewek lain yang mau jatuh, kebetulan itu mantan gua zay, tapi gua gak ada hubungan apa-apa, dia juga udah bantu jelasin ke sherly, tapi dia gak harus ke pria lain juga kan? Apalagi yang baru dikenal, gua masih gak terima zay" jelas ku.


"Lo masih sayang sama dia?" Tanya zayeen.


"Ya masih" jawab ku.


"Dia udah minta maaf ke lo?" Tanya zayeen lagi.


"Berkali-kali" jawab ku.


"Ya kalo emang begitu, lo harus kalahin ego lo nil, gua tau lo masih kecil, cemburu, tapi demi hubungan lo, lo harus maafin dia dan memulai hari yang baru" balas zayeen, ada benarnya juga kata zayeen, kalau terus begini, aku dan sherly bisa makin menjauh dan berjarak karena ego ku yang masih kesal dengannya.


orang-orang yang berjalan didepan ku pada berhenti, dan ku lihat ke depan lagi sedang ada keramaian, aku turun, dan melihat sedang ada apa di depan, ternyata sedang ada balap liar.


"nil, zay, anggota satria kenanga" wildan menepuk bahu ku dan menunjuk ke beberapa anggota satria kenangan di pinggir jalan satunya.


suara keramaian mulai terdengar, dan juga suara motor yang mendekat dengan cepat seperti dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


satu motor sport berwarna merah masuk terlebih dahulu dengan jaket berwarna putih, itu anggota satria kenanga, pantas saja mereka bersorak keras. kemudian diikuti motor sport berwarna hitam dengan jaket hitam yang memasuki garis finish, tak beda jauh dari keduanya mungkin hanya sedetik atau dua detik.


yang ku kenali adalah motor merah itu seperti motor calvin, aku tak ingat nomor plat nya, tapi ia turun dari motornya setelah melepaskan helm, ia seperti biasa menggunakan slayer untuk menutup wajahnya, tapi dari matanya aku yakin bahwa dia adalah calvin, kemudian dia mendekati pria yang habis bertanding dengannya yang juga telah turun dari motornya setelah melepaskan helm.


mereka ternyata hanya bertos an dengan cara mereka, kemudian calvin kembali ke motornya juga anggota-anggota lainnya mereka pergi begitu saja. aku bersama silent night juga kembali ke motor masing-masing dan mengikuti arah satria kenanga, tak lama ada perkumpulan anggota satria kenanga di tempat lain, mereka berhenti disana, aku dan silent night melewati mereka. kami kembali setelah itu.


Selesai berkeliling kota dengan motor bersama silent night, aku dan gabriel menginap di rumah zayeen.


Aku ingin berbicara dengan sherly untuk mengatakan bahwa aku sudah melupakan semuanya, tapi dia offline, ini juga sudah malam, jadi ku putuskan besok saja untuk menelponnya.


*****


keesokan paginya, aku menelpon sherly.


"hai, selamat pagi" ucap ku ketika panggilan ku diangkat.


"pagi, apa kabar?" tanya sherly.


"lebih baik dari sebelumnya" jawab ku.


"alhamdulillah, ku pikir kamu akan lama baiknya" balasnya.


"gak bisa lama-lama aku jauh dari kamu" jawab ku untuk memperbaiki suasana.


"bisa aja kamu, aku suka kamu yang ceria" jawabnya.


"iya, aku juga suka diri ku sendiri" jawab ku.


"berarti ke aku enggak?" katanya.


"aku suka kamu lebih dari diriku sendiri" jawab ku.


"iya, sampai kamu gak jujur ke diri kamu sendiri kalo kamu lagi butuh waktu sendiri ya, untungnya aku lagi peka" ujarnya.


"ehehe, aku gak bisa menolak kamu" ucap ku.


"lebih baik jika kamu jujur ke diri kamu sendiri" ujarnya.


"iya, aku usahakan" jawab ku.


"oke, btw daniel aku mau sarapan dulu ya, nanti lanjut lagi" ucapnya.


"oke sayang, see u" ujar ku.


"see u" ujarnya lalu mematikan telpon.


"ciee.. ada yang baikan" sahut gabriel.

__ADS_1


"apaan sih lo, dah yuk sarapan" ucap ku lalu keluar kamar zayeen, sedangkan zayeen sudah keluar dahulu dari tadi.


benar adanya jika ego tidak seharusnya dipertahankan, kadang kita harus bisa melepaskan semuanya untuk menjadi lebih baik lagi.


__ADS_2