Playboy Sang Raja Gombal

Playboy Sang Raja Gombal
Episode 14


__ADS_3

2 hari kemudian di rumah daniel.


"niel, tadi ada polisi dateng, ini nama-nama pelaku yang nyerang lo kemarin" zayeen masuk ke kamar ku lalu memberikan sebuah kertas berisikan nama-nama, ada 5 nama. aku sedang duduk bersandar pada bantal.


"keknya yang nyerang gua kemarin ada 8" sahut ku.


"sisanya belum diketahui lagi" jawab zayeen yang duduk di kasur ku.


"lu kenal nama-nama ini zay?" tanya ku padanya.


"enggak ada yang gua kenal" jawab zayeen.


"daniel" gabriel dan calvin masuk kamar ku.


"udah sehat niel?" tanya calvin.


"alhamdulillah mendingan"


"ini apaan?" tanya gabriel melihat kertas yang ada ditangan ku, aku memberikan itu padanya.


"nama-nama pelaku yang nyerang gua kemari"


gabriel dan calvin sama-sana melihat kertas itu .


"anjingg.." gabriel tiba-tiba ngegas membuat semuanya kaget.


"lo kenal gab?" tanya ku.


"gak semuanya gua tau, tapi 2 diantara yang tertulis disini nama anggota geng motor satria kenanga, musuh bebuyutan geng motor gua" gabriel menjelaskan.


"tenang niel gua akan balas dendam buat lo" tambah gabriel.


"eh gak usah gabriel, gua udah gapapa, biar hukum aja yang nyelesaiin masalah ini, oke, gua juga gak mau lo kenapa-napa" jawab ku.


"tapi niel, mereka keterlaluan, mereka boleh ada masalah sama geng motor gua, tapi orang luar masa jadi sasaran juga" jelasnya.


"kita belum tau alasan mereka nyerang daniel apa, mungkin ada alasan lain" calvin memberi pendapat.


"mungkin lo ada benarnya vin, harus diselidiki lebih lanjut ini" gabriel mulai sedikit tenang, dia memang orang yang mudah terbawa emosi.


"ini boleh gua bawa niel?" gabriel mengangkat kertas yang berisikan nama itu.


"buat apa?" tanya ku.


"ya... untuk data gua" jawabnya.


"tapi lo harus janji sama gua gak akan balas dendam" ucap lagi daniel.


"iya oke gua janji" jawab gabriel.


"zay, anteng banget lo nonton tv" calvin menggoda zayeen yang dari tadi sedang menonton tv.


"kenapa-kenapa?" tanya zayeen belakang ke aku, calvin dan gabriel.


"gak ada pengulangan ahaha" sahut gabriel.


"yaudah, masalah daniel bukan gua" jawab zayeen dan kembali memperhatikan tv.


"eh mulai Songong lo zay" jawab ku.


zayeen hanya tertawa kecil yang masih menghadap tv.


"daniel makan siang dulu, ajak teman-teman kamu ya" suara ibunda dari luar pintu kamar.


"siap bundanya daniel" sahut ku.


"ayo makan dulu guys" ajak ku.


"ayo ah laper gua ahaha" jawab zayeen yang paling dulu.


"makan cepet lo zay, jangan bilang lo dari tadi diem laper ahaha" sahut calvin.


"ayoo" aku berdiri, melangkah keluar kamar, mereka mengikuti ku.


aku melihat bunda sedang merapikan makanan di meja makan.


"sini makan" ajak bunda ketika kami sudah berada di lantai bawah.


"niel, makasih gua balik dulu ya" sahut gabriel di jam 8 malam.


"balik apa ke markas geng motor lo?" tanya ku.

__ADS_1


"ahaha kepo aja lo" jawabnya menjengkelkan.


"kemana lagi gabriel mah kalo bukan ke markas geng motornya" sahut zayeen.


"gua juga izin balik dulu ya niel, cepet pulih" calvin ikut izin pulang.


"nginep aja sini kalian" ajak ku.


"mau sama anak-anak yang lain dulu gua niel, lain kali aja" jawab gabriel.


"sama, gua ada urusan lain dulu, lain kali gua nginep" calvin menyusul perkataan gabriel.


"yaudah hati-hati di jalan, tapi yang di hati jangan sampai jalan-jalan ahaha" jawab ku.


"daniel doang emang ahaha" sahut calvin.


"gua pamit zay, niel" gabriel sambil bersalaman dengannya, juga calvin.


mereka berdua keluar kamar ku.


"zay, gak mau tau lo nginep disini temenin gua" ucap ku pada zayeen.


"lah maksa" katanya.


"ahaha, ya nginep ya, gantian kan biasanya gua yang nginep rumah lo, sekarang lo"


"gak ada yang minta lo kan buat nginep rumah gua ahaha" jawab zayeen lagi, lalu tertawa kecil.


"ihhh jahat lo zay" sahut ku.


"iya-iya gua nginep" zayeen.


"nah gitu dong, baru zayeen nya daniel ahaha"


"jijik gua ahaha" zayeen kemudian kembali menonton tv.


"zay besok gua kuliah berangkat bareng sama lo ya" minta ku.


"mau bayar berapa?" tanya nya dengan tatapan masih ke tv.


"seluruh diri ku hanya untuk mu" jawab ku, aku tau dia hanya bercanda.


"gak butuh gua ahaha" jawab zayeen.


"zay hp lo bunyi" aku memberi tau zay hp nya berdering yang berada di meja samping kasur.


zayeen menghampiri hpnya.


"siapa zay?" tanya ku.


"nomor gak dikenal" jawabnya.


"udahlah yarin aja" dia meletakkan kembali hp nya itu, saat baru satu langkah, hp nya kembali berdering, itu membuatnya berbalik.


zayeen mengambil hp nya dan membukanya, tanpa menjawab telp itu, ia kembali duduk.


"gak tau gua" jawabnya masih dengan hpnya.


"ana chat gua, katanya ada yang mau ketemu sama gua" tambah zayeen lagi.


"siapa?" tanya ku.


"ya gua juga gak tau, ini lagi nanya" jawab zayeen.


"gua mau telpon sherly dulu ah" aku mengambil hp ku dan menelpon sherly.


*percakapan di telpon*


"hai sayang"


"apa sih sayang-sayang"


"besok aku udah masuk kuliah"


"ya bagus"


"jalan yu"


"baru juga sembuh kamu, istirahat"


"cie yang perhatian"

__ADS_1


"apasih udah ah"


"ih jangan gitu dong, aku hanya ingin melihat bidadari ku"


"gombal teruss....."


"aku serius, kamu hanya perlu kasih aku 1 angka 7"


"1 angka 7?"


"iya, bilang gitu, aku kasih kamu 1 angka 7"


"iya 1 angka 7 buat kamu"


"oke, kamu sudah setuju besok kita jalan, jangan ingkari janji kamu ya"


"ihh mana bisa begitu, aku gak janji, lagian angka 1 nya mana"


"se itu artinya 1, 7 ya tujuh, jadinya setuju" aku menjelaskan.


"bisa aja kamu, pokoknya gak boleh, kamu masih harus banyak istirahat"


"aku sembuh kalo deket sama kamu, gak perlu istirahat juga"


"pokoknya kamu harus istirahat, kamu di rumah aja setelah kuliah"


"kan kamu rumah nya aku"


"daniel balin alvaro, yang katanya alvaro, istirahat aja kamu"


"apa sayang, btw ini baru kamu memanggil ku dengan nama lengkap ku, emang kamu harus apal ya"


"kenapa?"


"masa seorang istri tidak tau nama suaminya ahaha"


"udah ah kamu makin ngaco"


"aku terawang itu masa depan kita"


"terserah kamu alvaro"


"ahaha, alvaro itu yang membuat kita pertama kali chatting ya".


"iya, yang kamu nya ngeselin, gombal terus.. sampe sekarang juga begitu"


"bagus dong, tapi dulu aku secret admirer kamu, sekarang bukan"


"sekarang apa dong?"


"pacar mau? btw kita belum jadian"


"kapan-kapan ya"


"disini panas banget ya"


"bukannya kamu pake AC"


"iya laginya aku digantung, kek jemuran sama kamu"


"ahaha, yaudah liat besok"


"kenapa besok?"


"aku pikir dulu"


"pikirin apa?"


"ihh udah ya, aku mau tidur"


"oh gitu, yaudah kalo besok jangan lupa ya, jangan lupa mimpiin aku juga"


"sampai jumpa besok alvaro"


"iya"


sherly mematikan telpon, aku meletakkan hp di meja samping ku.


zay, lo dari tadi chatan sama zyana?" tanya ku yang masih dengan hp nya.


"iya, udah nih" zayeen juga meletakkan hp nya di meja.

__ADS_1


setelah itu kami hanya menonton tv, hingga kami mengantuk dan tidur.


__ADS_2