Playboy Sang Raja Gombal

Playboy Sang Raja Gombal
Episode 13


__ADS_3

Tutt... tutt.... Tutt... Itu terdengar seperti suara detak jantung. aku bisa mendengar itu, tapi tidak bisa menggerakkan tubuhku, bahkan tidak merasakannya. Aku merasa sangat lelah jadi aku tertidur lagi.


Tut... Tutt.. tutt lagi-lagi terdengar suara detak jantung.


"Kak, kakak kapan bangun ka?" Itu terdengar seperti suara elena.


Lalu seperti ada yang memegang tanganku, akhirnya aku merasakan tubuhku sendiri, tapi masih terasa berat untuk digerakkan.


"bun, elena, ada temannya daniel, biarkan mereka melihat daniel sebentar" itu suara papa, aku bahkan sudah lama tidak melihat papa, kukira sebulanan, kapan ia sampai disini?


"Daniel, maaf gua gak jemput lo waktu itu" suara zayeen pelan.


Lo gak salah zay, gua yang nolak tawaran lo. Jawab ku dalam pikiran.


"Daniel, ayo kita main bareng lagi, sherly nungguin lo bangun noh" suara calvin. Aku tau dia hanya bercanda.


"Gak asik lo niel, bisanya doang mainin cewek, gini doang pingsan lama banget" suara gabriel, pingsan? Tanya ku pada diriku sendiri, aku belum bisa berpikir dan mengingat dengan jelas.


"niel, katanya lo boleh jadi brand ambassador kampus gantiin calvin ahaha" terdengar suara zayeen.


mereka benar-benar membicarakan aku depan diri ku sendiri, tapi aku sayang kalian.


"niel, cepet bangun, nanti sherly keduluan sama yang lain ahaha" cetus gabriel lagi.


Aku mencoba merasakan tubuh ku lagi, aku ingin bicara dengan mereka. Pertama aku mencoba merasakan napas ku, mengambil napas lebih cepat dan dalam, lalu jari jemari ku. Satu jari tengah ku berhasil digerakkan, hingga beberapa kali.


"Daniel, daniel sadar niel, gua tau lo udah bisa denger kita, maaf juga gua ngomong sembarangan tadi ahahaha" itu suara calvin, sepertinya ia menyadari pergerakkan ku. Tapi suara juga seperti terisak.


"iya niel maaf gua bicara sembarangan, tapi kapan lo bangun" balas gabriel.


"gua serius, tadi jemarinya daniel gerak" calvin memberi tahu.


"Serius lo vin?" Tanya zayeen.


"Niel, kalo lo denger pembicaraan kita, mohon gerakin sekali lagi aja" mohon calvin.


Walau masih terasa berat tapi ku coba dan berhasil.


"Ehhh niel akhirnya" suara zayeen.


"Niel coba buka mata lo niel, gua yakin lo bisa, pelan-pelan aja" sahut gabriel.


Aku mengambil napas lebih dalam beberapa kali sampai akhirnya aku bisa merasakan kembali tubuh ku, aku mencoba membuka mata.

__ADS_1


"niel, akhirnya lo sadar juga" zayeen melihat kearah ku, begitu juga calvin dan gabriel. Aku melihat sekeliling di ruangan berwarna putih, oksigen di hidung ku, juga alat infus di tangan kiri ku. Juga masih ada beberapa selang lainnya. Aku akhirnya mengingat apa yang terjadi dengan ku malam itu, badan ku masih terasa sakit terutama bagian perut. wajah dan perut ku juga seperti masih terbalut kain kasa.


Aku hanya tersenyum, bibir ku kering sekali.


"niel maaf, gak harusnya gua biarin lo sendiri waktu itu" ucap zayeen.


"bukan salah lo zay, emang takdir gua aja yang lagi kurang baik" jawab ku.


"gua pingsan berapa lama?" tanya ku lagi.


" 3 hari" jawab zayeen.


"sekarang hari apa?" tanya ku lagi.


"kamis" jawab gabriel.


"maaf sudah merepotkan kalian"


"enggak niel, gak ngerepotin sama sekali, gua seneng akhirnya lo bisa sadar juga" jawab calvin.


"makasih kalian" ucap ku.


"kita teman dekat niel, jadi santai aja" jawab zayeen.


"Ada di depan, kita panggilkan dulu ya" jawab gabriel.


"Ayo kita keluar dulu" ajak juga gabriel. Mereka semua keluar.


"Alhamdulillah daniel, kamu sudah sadar sayang" sapa bunda ketika masuk kemudian memeluk ku, elena juga memelukku. cukup lama mereka memelukku bahkan sampai bunda dan elina menangis. Papa dan ka charlie hanya tersenyum ke arah ku dari belakang bunda dan elena.


"aku sayang kakak, kakak gak boleh tidur lama lagi, kakak harus temenin elena terus" kata elena masih dalam keadaan memeluk ku.


"kakak gak akan kemana-mana cantik" jawab ku mengelus rambut adik ku. kemudian dia memegang tangan ku.


"Alhamdulillah, makasih tuhan" ucap bunda lagi kemudian mencium kening ku.


"Bun, sayang (mengarah ke elina) kita beritahu dokter dulu ya, biar diperiksa lebih lanjut" ucap papa pelan kepada bunda, memegang bahu bunda, dan mengelus rambut elina, bunda mengiyakan juga elina.


"Sebentar ya sayang" ucap bunda yang hendak keluar dan lainnya juga. aku langsung memegang tangan bunda. Bunda berbalik arah lagi, begitu juga yang lainnya. rasanya aku rindu bunda, aku sedang tidak ingin jauh darinya, aku butuh kehangatan dari nya, kasih sayangnya yang membuat ku sangat nyaman. aku tau, walaupun aku lelaki dan sudah mulai dewasa, tapi aku masih butuh kehangatan itu, apalagi saat seperti ini. rasanya ingin bilang, jangan pernah lepaskan pelukan mu dari ku.


"Daniel tidak apa, sebentar saja, demi kebaikan kamu" papa berbicara pelan.


"Udah gede masih aja manja" sahut ka charlie, dia memang suka menggoda ku dari aku kecil.

__ADS_1


Aku melihat bunda, bunda mengangguk dan tersenyum kepada ku.


Aku melepaskan genggaman ku pada bunda, membiarkan mereka keluar. jika bunda yang sudah mengiyakan aku mengikut saja, ku percayakan semua padanya.


Tak lama seorang dokter dengan seorang perawat datang. Seorang dokter memeriksa ku, sedangkan perawat mencatat.


Hingga akhirnya dokter itu membuka perban yang membalut wajah dan perut ku, aku melihat perut ku penuh dengan luka lebam.


Mereka melepaskan beberapa selang yang menempel pada tubuh ku, membalut kembali luka di perut ku lalu pergi keluar.


"Daniel" tak ku sangka hannah datang, ia masuk bersama calvin.


"Zayeen sama gabriel mana?" Tanya ku.


"Tunggu di luar" jawab calvin. Aku mengerti.


"Daniel, semoga cepat sembuh ya, aku kangen kamu daniel" ucap hannah sambil mengambil tangan ku.


"Iya terima kasih" jawab ku lalu mengambil kembali tangan ku dari genggamannya.


"daniel, kita balikan ya"


"maaf, gua gak bisa" balas ku singkat.


"kenapa?" tanya nya.


Pintu terbuka sebelum aku menjawab pertanyaan itu, aku melihat sherly masuk, dan disini ada hannah. Sherly keluar lagi. Apakah akan ada masalah baru saat keadaan masih seperti ini? Melelahkan.


"apa karena dia?" hannah menunjuk pintu yang sudah tertutup kembali.


"niel, apa yang lo suka dari sherly? gua bisa coba kasih yang terbaik buat kamu" katanya lagi. mengapa dia tidak tau kondisi, masih membahas masalah ini disaat seperti ini.


"Gua pengen istirahat" ucap ku, aku benar-benar sudah lelah.


"Kalo gitu kita akan keluar dulu, ayo hannah" calvin bicara mengajak hannah.


"Tapi.." hannah ingin berbicara.


"Ayo... Biarin daniel istirahat dulu" calvin menarik tangan hannah.


Aku langsung saja memejamkan mata.


suara pintu tertutup terdengar, aku benar-benar lelah, jadi aku memilih untuk tidur.

__ADS_1


terdengar suara angin beriringan, Gresik pohon saling mengadu, itu bisa membantu menghapuskan sepi, tapi jangan cemburu jika burung bisa lebih ramai karena kicauannya yang indah.


__ADS_2