Playboy Sang Raja Gombal

Playboy Sang Raja Gombal
Episode 36


__ADS_3

"guyss hari minggu lusa dateng ya ke pesta ulang tahun gua, jan lupa bawa partner kalian, buat yang masih jomblo cari temen aja buat dateng ahahhaa" seorang teman sekelas perempuan ku membuat pengumuman usai kelas.


"Info lebih lanjutnya nanti gue infoin di grub ya" tambah teman ku, dia bernama wulan.


"Asyiappp" jawab teman ku yang lainnya.


"Asik.., kita party" sahut juga yang lainnya.


"Oke, cari kekasih bayangan dulu gua" sahut yang lainnya, seketika kelas menjadi ramai dengan percakapannya masing-masing, sibuk sana sini.


"wulan, calvin boleh ikutan gak?" Tanya gabriel dengan berteriak tapi santai, agar wulan mendengar nya.


"Boleh banget gabriel, Calvin juga dulu teman sekelas kita kan" jawab wulan ramah.


"Oke makasih" sahut gabriel.


"Ya sama-sama" jawab lagi wulan, ia kembali berbicara kepada yang lainnya.


"gab, dateng lu ke pestanya wulan? ahaha" tanya ku kepada gabriel.


"lu gak denger sama calvin dia datengnya ahaha" sahut zayeen.


"yeh homo gua, kagak lah, nanti gua cari cewek dulu buat diajak kesana" jawabnya


"jalan sehari doang ya gab ahah" sahut ku.


"ehh yarin aja sih, yang penting ada ahaha" jawab nya lagi.


"lo udah ada niat buat ajak jalan siapa?" tanya ku".


"hmm.. belum sih, kenalan cewek gua juga dikit, entar dah gua minta rekomen temen-temen gua, siapa tau dari jelas lain ada kan ahaha" jawab nalya dan kemudian tertawa kecil.


"atau nanti gua ajak zyana atau shelry" tambah gabriel.


"ehh..." aku dan zyana cetus bersamaan.


"ahahaa canda guys" ucap nya kemudian tertawa.


"oiya zay, jadi temuin bu clara?" Tanya ku kepada zayeen, selesai memasukkan semua buku ke tas.


"Jadi, bentar" jawab zayeen yang mengeluarkan hp nya.


"Mau ngapain kalian?" Tanya gabriel.


"Gak tau, katanya bu clara minta ketemu" jawab ku.


"Yaudah kalo gitu gua duluan ya" ucap gabriel.


"Oke, hati-hati gab" sahut ku.


"Hati-hati gab" zayeen ikut bicara kemudian memasukkan hp nya ke dalam tas.


"Yuk" ajak zayeen melihat ku, dia sudah berdiri, aku ikut berdiri dan menuju ruangan bu clara. Sesampainya disana, dia hanya menyampaikan bahwa kami akan diikutkan lomba lagi, yang akan dilaksanakan di 3 bulan ke depan. Aku dan zayeen menerima itu. bu clara juga bilang bahwa ini ujian praktik bukan teori, jadi kita harus sering-sering ke laboratorium dan praktik yang akan ditemani langsung olehnya, hmm berarti waktu ku untuk sherly juga akan berkurang, ku pikir sherly akan mengerti tentang ini, dia perempuan yang bisa mengerti aku dengan baik dan juga bijak, tak salah aku mengenalnya.

__ADS_1


Selesai urusan dengan bu clara aku dan zayeen ke kelas psikologi, untuk menemui zyana dan sherly.


"Hai sayang, apa kabar?" Tanya ku pada sherly yang sedang duduk di kursi panjang di lorong kelasnya, zyana berada di sampingnya.


"Baik, kok lama?" Tanya nya.


"Iya, abis temuin bu clara dulu" jawab ku.


"Ngapain?" Tanya sherly lagi.


"Akan ada lomba 3 bulan kedepan, aku dan zayeen akan ikut serta" jawab nya.


"Ihh serius? Semangat sayang, aku dukung kamu" sahut sherly semangat.


"Ihh semangat zayeen, sayangnya akoeh" zyana yang mendengar itu, ikut menyemangati zayeen.


"oh iya sayang, hari minggu lusa teman aku ulang tahun, dia ngadain party di rumahnya dan aku diundang terus diminta bawa partner, kamu mau ikut sama aku?" Aku memberi tahu hal ini pada sherly.


"Boleh" sherly menjawabnya mengangguk malu-malu.


"Oke makasih" jawab ku dan tersenyum kepada nya.


"Ihh.. zayeen kamu gak ajakin aku itu? Sherly aja diajak" tiba-tiba saja zyana nyeletuk, padahal tadi ia sedang membicarakan hal lain pada zayeen, membuat perhatian ku tertuju ke arahnya dan zayeen.


"Kamu mau ikut?" Tanya zayeen kepada zyana.


"Mau banget" jawab zyana.


"Oke, nanti hari minggu aku jemput" kata zayeen, pandangan ku kembali ke sherly.


"Harus baju baru?" Tanya sherly.


"Biar couple, ada dress code nya warna hitam putih" aku menjelaskan.


"Aku ada kok" jawabnya.


"Kita beli baru aja ya, yang couple" ajak ku.


"Terserah kamu deh" jawabnya.


"Oke, ayo kita berangkat" aku menarik tangan sherly, dia berdiri.


"Zyana, zayeen, gua sama sherly duluan ya, bye" aku melangkah bersama sherly meninggalkan zyana dan zayeen.


Kami pergi ke mall untuk mencari pakaian yang cocok.


"daniel" panggil sherly saat didalam mobil.


"Iya?" Jawab ku.


"Makasih ya buat semuanya, kamu berhasil buat aku bahagia, kamu berhasil buat aku nyaman, kamu berhasil buat aku jatuh cinta" kata sherly perlahan.


"Aku yang harusnya terima kasih, terima kasih udah maafin aku, mengerti aku, terima dari hal baik buruknya aku, aku tau aku tidak sempurna" jawab ku.

__ADS_1


"Kamu sempurna untuk ku" sahutnya.


Aku tersenyum dan menengok ke arahnya sesaat.


"Cantik, jangan pergi dan menjauh dari aku ya" ucap ku lagi.


"Emang kenapa aku harus pergi?" Tanya nya.


"Aku hanya takut kamu pergi, kita gak pernah tau apa yang akan terjadi selanjutnya, aku akan berdoa sama tuhan, biar Dia jaga kamu untuk aku" ucap ku.


"Kalau begitu, aku akan lakukan hal yang sama dan membiarkan doa kita bertemu dilangit sana dan mencari jalannya" jawabnya.


"Aamiin" ucap ku.


"Aamiin" sahut sherly juga.


"kamu lucu ya" kata sherly.


"lucunya??" tanya ku.


"lucu aja, kamu takut kehilangan aku, tapi kamu sendiri jarang ngabarin, aturan aku yang takut kehilangan kamu, bukan kamu" jawabnya.


"maaf jika aku jarang ngabarin, kamu pasti mengerti karena bukan tentang mengabari tapi kepercayaan, aku sayang kamu" jawab ku.


"aku percaya kamu" jawabnya.


"terima kasih, kepercayaan besar nilainya, aku tau tak mudah untuk didapat" ucap ku.


"oleh karena itu, dijaga baik-baik ya" jawab sherly.


"aku usahakan tidak akan membuat mu kecewa" jawab ku.


"iya" jawabnya.


"oiya sayang, bunda ku ingin bertemu, kamu mau?" tanya ku sambil sejenak menengok ke arahnya.


"ada papa kamu juga?" tanya nya.


"iya ada" jawabku singkat.


"aku malu" jawabnya.


"gak usah malu, anggap aja orang tua kamu sendiri, orang tua kedua di masa depan kamu" ujar ku.


"bisa aja kamu, tapi kamu temenin aku ya" jawab lagi dia.


"iya dong, masa kamu aku tinggal" jawab ku.


"yaudah boleh" jawab nya


"oke terima kasih, nanti sebelum berangkat pesta, kita ke rumah aku dulu ya, kenalan ke orang tua aku, mereka asik kok" sahut ku.


"kaya kamu ya, bercanda mulu" sahut sherly dan sedikit tertawa.

__ADS_1


"kurang lebih begitu" ucapku juga sedikit tertawa.


akhirnya kita sampai di sebuah mall, kami memutari mall dan mencari pakaian yang cocok, sampai akhirnya ketemu dan membeli aksesoris untuk sherly juga, baru kemudian kami pulang.


__ADS_2