Playboy Sang Raja Gombal

Playboy Sang Raja Gombal
Episode 22


__ADS_3

"hai daniel" sapa hannah yang tiba-tiba muncul saat aku keluar kelas, aku hampir menabraknya.


"Kok bisa disini?" Tanya ku padanya.


"Gapapa ingin ketemu aja, kita masih temen kan?" Tanyanya.


"I.. i iya" jawab ku ragu-ragu.


"Niel, sebagai temen aku boleh minta tolong?" tanya hannah lagi.


"Minta tolong apa?" Tanya ku pada hannah.


"Jangan lupa lo masih ada sherly" bisik zayeen ke telinga ku.


"gua duluan" tambahnya sambil menepuk bahuku dan melangkah meninggalkan aku diikuti dengan gabriel.


"Duluan hannah" sahut zayeen dan gabriel.


"Iya" jawab hannah.


"Minta tolong apa?" Tanya ku lagi.


"Hari ini aku gak bawa kendaraan, boleh minta tolong anterin aku ke apotek abis itu ke toko buah"


"Ada yang sakit?" tanya ku.


"Iya, boleh ya daniel, buat temen aku, dia lagi sakit, aku mau jenguk dia"


"Gak bareng sama yang lain"


"Bukan anak kelasan"


"Owalah" aku berpikir-pikir, aku ingin menolak.


"sekarang kamu lagi sibuk kan?" tanya nya.


"enggak sih tapi, ...."


"Makasih daniel, kamu emang baik, sebentar aja" hannah memotong Omongannya ku yang belum selesai dan langsung memegang erat tangan ku, ia melangkah, mau gak mau pun aku ikut mengikuti langkahnya.


"Daniel, kamu tau gak? Sebenarnya aku kangen sama kamu, Tapi cukup ketemuan aja aku udah seneng kok" katanya saat baru saja memasuki mobil.


"Iya, lain kali sama yang lain aja ya" ucap ku, dia malah menatap ku senyum.


"Aku sudah mencoba kepada yang lain daniel, tapi kamu sudah terlalu nyaman di hati ku, gapapa aku gak bisa mendapati kamu" jawab hannah.


"Mau ke apotik mana?" Tanya ku, aku tidak ingin menjawab perkataannya.


"Yang kamu tau aja" jawab nya.

__ADS_1


Aku mencari saja yang terdekat dari tempat kita berada, tak lama aku memarkirkan mobil.


"Gua tunggu sini ya" ucap ku selesai memarkirkan mobil.


"Yaudah deh" hannah dengan berat hati terdengar dari suaranya yang seperti terpaksa.


Tak lama ia masuk lagi, aku meneruskan perjalanan.


"Mau beli buah dimana?" Tanya ku lagi saat sudah di jalan raya.


"dimana aja terserah" jawabnya.


"eh iya.. daniel..." panggilnya lagi.


"ya?" jawab ku singkat.


dia tidak mengatakan apapun lagi, Sejak itu hening, aku tak ingin bertanya lagi, lebih cepat lebih baik. aku beberapakali liat di kaca depan, dia seperti sedang memperhatikan ku.


saat aku setelah aku mengatur mobil di pegangan tangan kiri ku, aku membiarkan tangan ku tetap disana, hannah menyentuhnya, aku langsung menarik tangan ku, dan memegang stir, dengan tatapan masih ke depan, sama sekali tidak melihatnya.


aku mendengar ada pergerakan dimana dia sedang mengembalikan posisi duduknya.


Ketika didepan ada toko buah di pinggir jalan aku mengambil kiri untuk berhenti.


"Beli buah disini aja, aku disini ya jagain mobil" ucap ku setelah menepikan mobil.


Sekarang dia keluar begitu saja tanpa mengatakan apa-apa.


Kemudian hannah kembali, aku meneruskan perjalanan, tak lama mobil yang ku lihat tadi juga jalan lagi.


"Terima kasih ya daniel, kamu teman yang baik, tolong anterin aku ke jalan kalibata utara 6 ya, rumah teman ku disana"


"Oke" jawab aku.


disepanjang jalan aku fokus dengan jalanan, tidak menghiraukannya sama sekali.


setibanya di jalan yang dimaksud.


"Udah, sampai sini aja" ucap hannah, aku menepikan mobil.


Ia keluar, setelah itu memutar dan mengetuk jendela mobil ku, aku membukanya.


"Akirhrh" hannah bicara pelan,


"Hah?" aku tidak mendengarnya jelas, jadi aku mendekatkan sedikit telinga ku ke arahnya.


Pukk.. aku terkejut ketika ia mencium ku begitu saja.


"Makasih ya daniel" ucap nya setelah itu.

__ADS_1


"Woi daniel gila lo ya" terdengar teriakan dari belakang, aku melihat dari cermin cekung di seberang jalan, itu mila, ia bersama sherly dan ana. Jika ada cermin itu disini artinya mereka juga melihat ketika hannah mencium ku.


Gawat, ini masalah, aku langsung keluar mobil, ke mobil belakang.


Tapi mereka langsung menutup jendela mobil saat aku masih melangkah, aku mengetuk-ngetuk jendela mobil sambil mengatakan untuk membukakannya untukku, tapi mereka tidak menghiraukan itu, mila yang mengendarai itu, Sherly duduk disampingnya, dia menangis, sedangkan zyana duduk di bangku belakang ditengah, saat ini ia sedang mengusap-usap sherly.


mila malah menjalankan mobilnya meninggalkan aku, aku sangat kesal dengan diriku sendiri, aku tidak tega melihat sherly menangis seperti itu.


Aku kembali ke arah mobilku.


"Jangan temuin gua lagi" ucapku kesal pada hannah sebelum masuk ke mobil dan mengikuti mobil tadi.


Aku mengikuti mobil itu sampai akhirnya masuk ke dalam gerbang, yang bahkan aku masih tidak tau itu rumah siapa.


Aku menepikan mobil dan keluar,


"Sherly" panggil ku melihat ia keluar dari mobil yang matanya memerah, ia sempat menengok sebelum akhirnya membuang muka.


"Tega lo nil" seru mila.


"Pak izinkan saya masuk" aku izin ke security di rumah itu.


"Jangan kasih dia masuk pak" ucap mila dengan keras, sekarang aku tau, bahwa mereka sekarang berada di rumah mila.


"Gua mohon, dengerin penjelasan gua dulu, sherly pleasee, tadi bukan keinginan aku" teriak ku menjelaskan dari luar gerbang, tangis makin terdengar.


"Masuk yu" ucap zyana pelan, mereka melangkah masuk.


"Mending pulang lo niel" ketus mila yang juga melangkah masuk.


Aku sedikit memukul gerbang, ada rasa kesal, kecewa dengan diri ku sendiri, sherly maafkan aku, itu bukan keinginan aku, aku tidak tau akan seperti ini.


Memerhatikan mereka yang sudah masuk ke dalam dan menutup pintu, aku masuk ke dalam mobil ku. sempat meneteskan sedikit air mata di dalam mobil hingga akhirnya aku memutuskan untuk pulang.


"daniel nya bunda kenapa?" tanya bunda yang menyadari kepulangan ku, aku tidak sedang menangis, mungkin bunda ingin menanyakan raut wajahku.


"sini duduk" ajak bunda duduk di sofa, aku mendekat kepadanya.


"kamu kenapa cemberut begitu? kamu abis nangis" tanya bunda saat aku sudah duduk disampingnya.


"enggak bun, daniel cuma lelah aja hari ini" jawab ku.


bunda mengambil napas, aku tau dia tau bahwa aku berbohong, tapi dia tidak ingin memaksakan jika aku tidak ingin bercerita.


"yaudah kamu istirahat di kamar ya" bunda mengusap bahu ku.


"iya bun, daniel kamar dulu"


"iya sayang" aku melangkah ke kamar.

__ADS_1


sepanjang malam ini aku mencoba menelpon sherly, tapi tidak ada satupun yang diangkat olehnya, bahkan aku bercerita kepada zayeen dan gabriel apa yang telah terjadi hari ini, aku juga berharap zayeen dapat menceritakan ini ke zyana, lalu zyana menceritakannya pada sherly dan hubungan kami baik-baik saja.


bunga mawar sedang layu, akankah tumbuh kembali?, hujan... bantu aku tumbuhkan yang baru yang lebih besar, mekar dan wangi, lalu buang saja bunga yang layu itu.


__ADS_2