
Hari minggu, mungkin ini hari yang ditunggu-tunggu teman sekelas ku, karena ada party yang diadakan di rumahnya. Acara di mulai jam 7 malam, tapi aku menjemput sherly jam 5 sore, agar bisa mampir ke rumah ku dulu.
Aku menunggunya di depan gerbang rumahnya, menunggu ia keluar.
"Waww, kamu keliatan berbeda hari ini" ucap ku ketika ia masuk ke mobil.
"Bedanya?“ tanya sherly.
"Kamu lebih cantik" jawab ku.
"Terima kasih" balasnya.
Aku lanjut menjalankan mobil.
"Kamu belum ganti pakaian?" Tanya sherly yang mungkin melihatku masih menggunakan celana levis dan kaos.
"Belum, setelah ini" jawab ku.
"Oiya papa sama kakak aku lagi di rumah lho, nanti kamu kenalan sama mereka juga ya" ucap ku.
"Gapapa? Aku malu deh" jawab sherly.
"Santai, mereka gak makan manusia" jawab ku.
Aku tiba di rumah.
"Bun.. paa..." Aku memanggil mereka ketika masuk rumah.
"Sherly ya?" Tanya bunda ku ketika muncul dari ruang keluarga bersama papa.
"Iya Tante, kok tante tau?" Tanya sherly kepada bunda.
"Daniel sering cerita tentang kamu, ternyata cantik" ucap bunda.
"Terima kasih tante" ucapnya.
"Kok manggilnya tante, bunda dong" sahut ku kemudian tertawa kecil, bunda ku juga ikut tertawa.
"Ada apa om?" Ucap sherly bertanya pada papaku, dengan tatapan takut ke arah papa.
"Kamu pake pelet apa cewek secantik ini bisa nyantol, ahaha" ucap papa lalu tertawa.
"Ahahaha, aku kan juga ganteng pa" jawab ku.
"Yaudah yu, mari duduk, duduk" papa mengajak kami masuk ke ruang keluarga, dan duduk di sana.
Di sana kami saling bercerita, kakak sedang ke jalan bersama calon istrinya, dia akan menikah bulan depan, sedangkan elina ikut bersama mereka, jadi saat ini hanya ada aku, sherly, papa dan bunda. Kami bertukar cerita dna sherly terus menceritakan tentang ku, ada sedih dan senangnya, hanya saja aku sedikit tidak suka saat ia menceritakan duka yang kita pernah rasakan, saat itu aku hanya bisa tersenyum.
"Bun.. pa.. daniel mau kamar dulu ya, mau ganti baju" ucap ku
"Iya sayang" jawab bunda.
"Ini sherly ditinggal?" Tanya papa.
__ADS_1
"Ya masa diajak ahaha" sahut ku, aku berdiri.
"Pa, jagain sherly, jangan diapa apain sherly nya aku" ucap ku dengan tangan siap di jidat.
"Siap komandan" papa melakukan hal yang sama, bunda hanya tersenyum.
Selesai berganti baju, aku kembali.
"Pangeran dari mana ini? Liat bun, anak kita cakep" ucap papa ketika aku kembali bergabung dan mengacungkan jempol.
"Pangeran kalian dong, raja dan ratu nya aku" jawab ku dan tersenyum.
"Baju kalian couple, bagus" ucap bunda.
"Iya bun, sherly yang milih, selera dia bagus" jawab ku, sherly malah tersipu malu. saat ini, sherly sedang memakai gaun putih bercampur hitam-hitam sedikit dibagian atasnya, aku juga menggunakan jas putih dengan pita hitam.
"Calon mantu papa emang harus punya selera yang bagus ahaha" ucap papa.
"Aamiin" sahut ku dengan nada sedikit teriak karena bersemangat, papa dan mama tertawa kecil melihat itu.
"Kalo gitu daniel sama shelry berangkat dulu ya bun, pa, ayo sherly" ucap ku lagi dan sherly juga berdiri.
"Kalian berdua aja? Teman-teman kamu?" Tanya bunda.
"Kami ketemuan disana bun, ada zayeen, gabriel sama calvin juga katanya mau dateng" jelas ku.
"Oh gitu, yaudah hati-hati ya" ucap bunda.
"Iya bun, siap" jawab ku dan bersalaman dengannya, sherly juga mengikuti ku.
"Siap jendral" ucap ku lagi-lagi sambil mengambil sikap siap, papa dan bunda slaing bertatap dan tersenyum.
"Assalammualaikum" aku dan sherly mengucap salam.
"Waalaikumsalam" jawab bunda dan papa ku.
Aku dan sherly berangkat menuju ke rumah teman ku, yang rumah nya tidak dekat, tidak juga jauh, memerlukan waktu kurang dari sejam untuk kesana.
sesampainya disana, semuanya terlihat ramai, lampu yang berkedap kedip dan berwarna warni juga ramai dengan banyak orang, saat kami masuk ke ruang pesta, wulan dan pasangannya yang menyambut kami, wulan juga keliatan berbeda dari biasanya.
"hai daniel dan partner, selamat datang, kenalin gua wulan dan ini, cowok gua billy" ucap wulan yang menyambut ku datang, setelah masuk ke tempat acara. aku dan billy juga berjabat tangan.
"hai billy, salam kenal, kenalin juga gua Daniel dan ini sherly" aku memperkenalkan diri dan sherly.
"cantik juga partner lo nil? ini pacar lo?" tanya wulan.
"iya dong, oiya, selamat ulang tahun ya, ini dari gua dan sherly" ucap ku padanya dan memberinya paper bag berisi kado.
"terima kasih, oiya zayeen udah sampe tadi sama zyana kalo gak salah, tadi mereka nyariin lo" ucap wulan.
"iya makasih" jawab ku.
"kalo gitu gua ke tamu yang lain dulu ya, nikmatin pestanya, anggap rumah sendiri, oiya niel, gua denger lo bisa nyanyi, disana ada panggung, kalo mau nunjukin bakat lo silahkan aja ya, oke sampai bertemu lagi nanti" jelas wulan menunjuk panggung yang berada di sudut ruang, disamping itu, sedang ada yang bermain DJ juga, kemudian ia pergi lagi bersama pasangannya ke tamu yang lainnya.
__ADS_1
"kita cari zyana ya sayang" ucap sherly, ia juga menggandeng tangan ku.
"iya" jawab ku singkat, kemudian kami masuk lebih jauh lagi, aku melihat zayeen duduk disebuah meja, ia bersama zyana, gabriel dan seorang perempuan lagi yang belum ku kenal aku menghampiri mereka.
"widihhh... cakep-cakep banget hari ini" ucap ku memecahkan percakapan mereka yang sedang mengobrol, membuat perhatiannya kepada ku dan sherly.
"keren lo niel hari ini tumben ahaha" zayeen menggodaku, biasanya aku hanya menggunakan levis, kaos dan outer ataupun sweater.
"ahaha makin ganteng kan gua" jawab ku.
"sini niel duduk-duduk, sherly" ajak gabriel dia menunjukkan 2 kursi kosong.
"siapa gab?" tanya ku pada gabriel dan melirik pada wanita yang ada di sampingnya.
"kenalin temen gua, eva" gabriel memperkenalkan teman wanitanya.
"kenalin juga gua daniel" aku memberikan tangan ku dan ia membalasnya juga menyebutkan nama eva, begitu juga sherly dan eva saling berkenalan.
"ada yang gak jomblo lagi nil" sahut zayeen melirik gabriel dan eva.
"iya? ahaha" seru kemudian tertawa keras.
"eh apaan sih lo zay, temen baru gua ini, gua cari partner aja buat kesini" jawab gabriel.
"gapapa gab, awalnya pura-pura lama-lama ku jadi cinta ahaha" sahut ku lagi dan tertawa juga yang lainnya.
"nah, bener tuh" sahut zayeen setelah tertawa.
"eh iya calvin mana?" tanya ku pada lagi.
"lu belum buka grub? gak bisa dateng dia, katanya lagi ada masalah sama ayahnya, dia gak cerita juga sih masalah apa" gabriel bercerita, aku hanya mengangguk mencoba mengerti itu adalah privasi yang tidak semua orang harus tau.
"eh iya niel, gab, ke depan yu, isi panggung" ajak zayeen melihat ke arah panggung.
"boleh banget yu, kamu mau lagu apa?" jawab ku kemudian bertanya pada sherly.
"ya sebisa kamu aja" jawab sherly.
"apapun aku bisa buat kamu" jawab ku.
"lebay" jawabnya.
"ahaha oke, kamu liat aku dari sini ya" ucap ku pada sherly.
"yuk ah gass" ucap ku lagi, aku zayeen dan gabriel bergegas ke panggung.
aku mengambil mic, zayeen drum dan gabriel gitar. sambil zayeen dan gabriel mensetting alat musik nya berbicara.
"hai apa kabar, galau? bahagia? atau lagi di ghosting sama partner kalian sekarang?" tanya ku pada semuanya, semua perhatian tertuju ke panggung, semuanya menjawab dengan berbagai jawabannya aku tersenyum, musik DJ juga dimatikan karena pasti tau aku ingin menunjukkan sesuatu.
"dan jika kalian sedang jatuh cinta kita sama, maka dari itu lagu ini ku persembahkan kepada sherly" ucap ku lagi dan aku melihat ke arahnya, dia malah menutupi wajahnya dan pura-pura tidak melihat ku ahaha lucu sekali sikap malunya itu.
zayeen dan gabriel mulai memainkan musik, saatnya tiba aku juga bernyanyi, aku sudah memberi tahu apa yang ingin aku nyanyikan saat berjalan ke panggung tadi, aku menyanyikan beberapa lagu, kemudian kembali ke meja.
__ADS_1
setelah itu, dilanjutkan aku dan sherly mencari makan terlebih dahulu dan mengelilingi ruang pesta, sedang yang lainnya menunggu di meja, agar tidak ditempati, kami. bergantian, lagi pula mereka tadi sudah mengambil cemilan lebih dahulu.