
"sherly" panggil ku saat ia keluar gedung, aku berlari ke arahnya, dari tadi aku menunggu dia duduk di luar gedung.
"Mau ngapain lagi lo niel?" Seru mila.
"Gua mau bicara sama sherly sebentar" ucap ku, ketika mila mencoba menghalangi aku untuk bicara dengannya.
Sampai akhirnya aku berada depan sherly.
aku menatapnya. Ia menangis, bahkan saat aku belum mengucapkan apapun. Aku mengusap air matanya dengan kedua ibu jari ku yang kedua tanganku berada di telinganya.
"Kita ke cafe yu" ajak ku. Ia masih terdiam tanpa menjawab apapun.
Aku memegang tangannya dan menariknya pelan, aku ke cafe kampus dan masuk ke indoor, mila dan zyana mengikuti kami dari belakang kemudian duduk di meja yang bersebelahan, sejujurnya aku yang ingin bercerita jadi tidak nyaman dengan kehadiran zyana dan mila, bisa kah hanya ada aku dan kamu? Hati ku berkata, seandainya bisa. Namun, saat keadaan seperti ini mungkin tidak, aku mencoba mengerti.
"Mau minum apa?" Tanya ku pelan pada sherly, ia masih membisu.
"Bentar ya, aku pesan minum dulu" ucap ku sebelum meninggalkannya untuk memesan minuman, sekalian aku membelikan minuman untuk zyana dan mila. Aku ke meja ku untuk menaruh 2 minuman, dan 2 minuman sekalian nampannya ku letakkan di meja zyana dan mila tanpa berkata apa-apa, mereka juga tidak berkata apapun, aku langsung kembali duduk depan sherly.
"Diminum dulu, biar enakan" ucapku sambil menyodorkan minum yang tadi ku beli untuknya.
Ia meminumnya seteguk
Aku menyodorkan tissue, ia mengambilnya, mengelap wajahnya, terutama pipinya, aku hanya memperhatikannya sambil sesekali meminum sedikit-sedikit minum ku.
"Cie.. yang abis galau berhari-hari, akhirnya ketemu juga ahaha" suara zayeen yang datang menggodaku, kemudian melewati meja ku.
"Ciw.. Baikan dong masa enggak, daniel sad boy ahaha" tambah gabriel.
"Gak lucu kalian berdua" sahut ku kepada mereka yang sudah lewat, mungkin mereka dengar atau tidak, mereka duduk di meja yang berbeda.
"Kamu suka aku diledekin mereka?" Tanya ku pada sherly ketika aku menyadari dia tersenyum saat zayeen dan gabriel meledek ku.
"Zay, gab ledekin gua lagi aja sini, ada yang seneng gua diledekin" ucap ku sedikit keras agar zayeen dan gabriel mendengar itu.
"Ahaha, gila lo niel jadi sad boy sampe segitunya" sahut zayeen.
"Asik-asik, abis ini dapet traktiran dari daniel" ujar gabriel.
"Gua juga dapet ya" tambah zyana.
"Gua juga dong ya" ikut mila.
"Gak ada traktir-traktiran" sahut ku.
"Kalo dia gak ngasih traktiran ke kita ngambek lagi aja ly" ucap mila.
"Eh gak bisa gitu dong, nanti kita jalan aja ya" ucap ku melihat ke sherly.
Dia mengangguk pelan.
"aku senang kamu udah gak marah lagi" ucap ku pelan.
"tapi, aku masih kecewa pada mu" balasnya juga pelan.
"iya, aku tau aku salah, kamu boleh kecewa, tapi jangan benci aku" jawab ku.
"iya, kamu emang salah" balasnya.
__ADS_1
"setelah kamu dan teman-teman kamu jalan meninggalkan aku, aku bilang ke dia untuk tidak menemui aku lagi" aku cerita padanya.
"kamu janji tidak akan mendekati dia lagi, menolong dia yang tidak masuk akal, jangan temui dia" kata sherly.
"iya aku janji" kami mengaitkan jari kelingking.
"jika kamu mengingkari janji, kita putus" ucapnya setelah itu.
"apa tidak ada kata lain selain putus?" tanya ku.
"kamu tidak berani?" tanya nya.
"hanya saja di dunia ini, hal-hal di luar logika kita pun dapat terjadi, aku hanya mengantisipasi hal itu, bagaimana jika itu bukan keinginan aku lagi?"
"kamu harus mencoba menghindari itu" balasnya.
"akan aku coba" balas ku.
aku lihat dia masih meneteskan air mata.
"kita jalan?" tanya ku.
"mau kemana?"
"keliling aja, kita pake aja motor ya"
"bawa?" tanya sherly.
"gab, gua pinjem motor lo dulu bentar ya, lo pake mobil gua nih" ucap ku ke gabriel.
"oke" gabriel langsung setuju.
"kok jadi hidung yang panjang?" tanyanya masih terisak.
"tumbuh, terkena air mata mu" jawabku tersenyum, ia juga tersenyum.
"mulai dah gombalnya" seru mila.
"eh yang jomblo diem aja sih" seru ku balik.
"gabriel gapapa jomblo yang penting happy, ya gak?" mila mengajak-ajak gabriel.
"yo'i ahaha" sahut gabriel.
"niel, niel, udah berapa cewek yang lo buat nangis?" ucap dahlia yang tiba-tiba muncul dari arah samping.
"dia siapa?" tanya sherly.
"gua? gua salah satu mantannya daniel dari sikap playboy nya dia itu, dulu pernah sebego itu gua suka sama lo ya, ternyata lo hanya seorang playboy yang gak pernah cukup dengan seorang wanita" ucap dahlia.
"lebih baik lo pergi" ucap ku pelan.
"gua peringatkan ya, buaya ini, gak pernah cukup dengan satu cewek, mungkin didepan lo dia terlihat peduli, perhatian, lugu dengan mulut manisnya itu, tapi dibelakangnya banyak wanita lain" dahlia bicara melihat sherly.
"pergi" aku mengulangi perkataan ku.
"ada yang panas, oke gua pergi bye" dahlia pergi.
__ADS_1
Ppaakkk.... sherly tiba-tiba saja menamparku membuat wajahnya menengok ke arah kanan.
"kenapa?" tanya ku bingung sambil menyentuh pipi kiri ku yang habis ditampar olehnya, walau tidak terlalu sakit.
"bener kata dia?" tanya sherly.
"itu dulu, sekarang hanya ada kamu" jawabku.
"kamu gak bohong?"
"kalo ada wanita lain, saat kamu gak ada kabar kemarin-kemarin, lebih baik aku jalan atau bersenang-senang sama wanita lain dari pada aku nungguin kamu" jelas ku.
"bisa aja kamu di depan aku begini, kalo di belakang gimana?" tanya nya
"tanya zayeen sama gabriel, ada wanita lain yang deket sama aku saat ini?" jawab ku.
"dia sempat melirik zayeen dan gabriel yang sedang mengobrol"
"yaudah deh aku percaya, kalo begitu maaf ya" ucapnya.
"gak perlu nampar aku juga kan?" kata ku.
"anggap itu hukuman untuk masa lalu mu" katanya, cewek memang tidak pernah salah.
"sudah ya, jangan marah lagi" ucap ku.
"iya" katanya singkat.
"besok hari sabtu, jalan yu" ajak ku.
"kemana?" tanya nya.
"puncak gimana?"
"boleh" balasnya.
"besok jam 7 aku ke rumah mu"
"oke"
sesaat aku melihat calvin melewati cafe di bagian luar.
"eh itu calvin bukan?" tanya mila yang ternyata juga melihatnya.
"mana?" tanya zayeen dan gabriel yang seketika juga melihat ke arah luar.
"bukannya hari ini dia masih gak masuk?" tanya ku, aku juga melihatnya, tapi mungkin salah lihat, karena tadi ia juga tidak masuk kelas.
"iya gak masuk kan dia" sahut zayeen.
"yaudah salah liat kali gua atau mirip doang" ucap mila.
"sekarang mau jalan-jalan naik motor dulu?" tanya ku lagi.
"sebentar saja ya, habis maghrib kita pulang"
"oke"
__ADS_1
setelah itu aku berkeliling kota dengan sherly menggunakan motor gabriel. senang rasanya bisa berbaikan dengannya setelah berhari-hari dia mendiami ku.