
Aku dan sherly mencari dan mengambil makanan yang berada di setiap sudut ruang ini atau pun ditengah ruangan yang telah di tata rapi. Saat ingin menuangkan saus steak ke piring yang berisi steak yang berada di tanganku, tanpa sengaja ia menumpahkan itu dan mengenai seseorang pria karena tangan sherly juga tersenggol olehnya.
"Eh maaf-maaf" sherly langsung berbicara refleks bahkan sebelum ia melihat orang itu.
"Kamu gak papa sayang?" Tanya ku pada sherly, aku melihat ke sherly dulu.
"Aku gapapa, tapi.." jawab sherly, aku mengerti, dia melihat ke arah pria itu, aku juga pergi melihat bagaimana rupanya.
"Maaf ya" ucap ku ketika hendak melihat ke arahnya.
"Gapapa gua juga yang gak sengaja nyenggol tadi" jawab pria itu.
"Lah.. gibran" aku mengingat teman cowok ku yang bertemu saat olahraga waktu itu bersama sherly dan juga bertemu di cafe di malam hari dimana calvin mendatanginya.
"Eh daniel, ini cewek lo ya, yang waktu itu, sherly kan namanya?" Seru gibran.
"Iya" jawab ku singkat.
"maaf ya baju kamu.." sahut sherly sambil melihat ke arah noda di jas berwarna hitam yang dikenakan gibran.
"Gapapa" jawab gibran, kemudian melepaskan jasnya dan ia masih menggunakan kemeja putih.
"Eh sini dh bran biar gua laundry dulu, nanti gua balikin" ucap ku lagi sambil mencoba mengambil jas yang ada di tangannya.
"Gausah gapapa, santai aja nil" jawabnya sambil menjauhkan tangannya yang ada jasnya itu.
"Beneran gapapa? Gua jadi gak enak" aku memastikan.
"Iya.. santai" jawabnya lagi.
"Disini kamu, aku nyariin kamu tau, lama banget aku tungguin dari tadi" seorang wanita tiba-tiba datang dan mendekati gibran, mungkin itu partnernya, dia memerhatikan dan berbicara dengan gibran, tapi dari suaranya seperti tidak asing, dia menghadap ke arahnya jadi aku tidak jelas melihat wajahnya.
"Iya, maaf ya" jawab gibran.
"Kok jas kamu dilepas?" Tanya wanita itu
"Iya gerah aja" jawab gibran.
"Kan pake AC, dipake aja" jawab wajita itu lagi sambil mengambil jas itu dari tangan gibran, gibran sempat menjauh tapi tidak sempat jas itu sudah berada di tangan si wanita.
"Jas kamu kok noda?" Tanya wanita itu setelah membuka jas itu dan ingin memakaikannya apda gibran.
"Iya, tadi ketumpahan saus steak, gapapa kok" jawab gibran, aku dan sherly hanya memerhatikan mereka yang sibuk berbicara, sesekali aku dan sherly saling bertatap.
"Oh iya, kamu kenalin mereka, temen-teman aku" tambah gibran yang membuat wanita itu melihat ke arah aku dan sherly.
"Daniel, sherly" ucap wanita itu begitu melihat kami, tak perlu waktu lama ia untuk mengenali aku dan sherly. ternyata dia adalah hana, wanita yang terus mengejar-ejar ku.
"Hana" sahut sherly, ia terlihat kaget ada hana disini.
__ADS_1
"Hai hana, disini juga?" Tanya ku penasaran, padahal dalam hati aku malas untuk bertemu dengannya lagi.
"Iya, diajak gibran" jawab hana.
"Kalian saling kenal?" Tanya gibran yang tidak menyangka kami saling kenal.
"Iya, teman satu kampus, lo sendiri kenal sama hana dari mana?" jawab ku dan langsung bertanya lagi.
"Ohh gitu.. baru tau, kalo gua sama hana juga baru ketemu lagi, sejak lulus SMA, sempat lost kontak juga, dia adek kelas gua, dulu sering kumpul bareng juga kan karna satu peminatan. walau di SMA yang sama, tapi wulan sekelas sama gua, bedanya dia gak pernah ikut kumpul peminatan kelas 1 2 3, jadi dia ngundang temen sekelas SMA nya aja, katanya sekalian reuni" gibran cerita.
"Oh ternyata gitu, pantes tamunya banyak sekarang" sahut ku.
"Eh iya, btw teman gua ada yang nungguin disana, takut kelamaan, gua duluan ya" tambah ku lagi.
"Iya hati-hati daniel, sherly" balas gibran.
"Oke-oke sekali lagi gua minta maaf ya" ucap ku.
"Gak perlu minta maaf kok, bukan salah kalian juga" balas gibran, akhirnya aku menatapnya dan melihat hana sekejap hanya untuk menyapa sebelum pergi.
Tapi disaat dari tadi mengobral sampai pamit, ada yang membuat aku cemburu, tatapan gibran pada sherly tidak biasa, dia juga terus menatapnya walau sherly juga tetap dia atau dia melihat ke arahnya, ku pikir sherly tidak bersalah akan hal ini, jadi aku tidak ingin membahasnya, dan tentang gibran biarlah itu menjadi masalahnya atau penilaianku terhadapnya salah, ini karena kekhawatiran ku saja.
Setelah melanjutkan mengambil makanan, akhirnya aku dan shelry Kembali ke tempat sebelumnya bersama yang lainnya.
"Abis nikmatin pestanya nih... makanya lama" zayeen menggoda ketika melihat kami kembali.
"Hah? Ada hana?" Tanya gabriel.
"Kamu senang ketemu dia?" Ketus sherly, tiba-tiba dia berbicara. Aku melihat ke arah wajahnya.
"Kamu cemburu?" Tanya ku melihat ke arahnya, tapi dia membuang muka.
"Kamu pikir sendiri" ketus sherly, kemudian aku meletakkan makanan yang ku pegang di atas meja terlebih dahulu. sepertinya dia memang cemburu.
"Berapa kali aku bilang, aku gak ada rasa sama sekali sama dia" ucap ku menghadapnya untuk menyakinkan dirinya.
"Tapi dia dari tadi tatap kamu begitu banget" ucap nya dengan nada kesal, padahal aku juga cemburu saat gibran melihatnya begitu, tapi aku tidak mau memperpanjang masalah dengan membicarakan ini.
"Itu masalah dia, bagaimanapun aku enggak ada rasa sama dia, jadi kamu tenang aja, gak perlu cemburu, oke?" Aku meyakinkannya lagi.
Dia mengangguk, walau belum melihat ke arah ku.
"ada masalah rumah tangga, gua gak mau okut campur ah, ahaha ehh.. gua keliling dulu" sahut gabriel.
"ayo va" ajak gabriel lagi ke partnernya.
"ayo" jawab eva dan berdiri.
"lama-lama ku jadi cinta ahaha" lagi-lagi zayeen menggoda gabriel, sedangkan aku masih sibuk dengan sherly sambil tidak sengaja melihat ke arahnya karena perkataannya yang sebelumnya.
__ADS_1
"Ayu duduk, sini kita makan dulu" akhirnya aku meminta sherly duduk agar bisa berpikir dengan tenang, kemudian barulah aku duduk dan kami makan bersama, sejenak kejadian yang tadi ke akan hilang bersama dengan rasa cemburu itu yang kalah dengan kepercayaan aku dan sherly juga canda tawa bersama teman-teman ku terutama zayeen dan zyana.
"kira-kira calvin lagi ada masalah apa ya?" tiba-tiba saja aku terpikirkan tentang calvin, aku merasa tidak lengkap tanpanya, bagaimanapun calvin juga teman baikku.
"iyaya vidcal aja kali ya" sahut zayeen kemudian mengambil hp nya, tak lama calvin mengangkat telepon video itu.
"hai vin, lagi dimana lo?" tanya zayeen, aku berdiri untuk pindah ke belakang zayeen.
"lagi di markas geng motor aja nih" jawab calvin.
"katanya lagi ada masalah sama bokap lu makanya gak kesini kok malah ke markas" ucap ku.
"iya sempat tadi, makanya gua kesini, lagian kesana ku uga mau sama siapa? cewek gua lagi gak bisa sekarang" jawab calvin.
"gimana seru gak pestanya?" tanya calvin lagi.
"seru dong apalagi sama zyana ahaha" jawab zayeen.
"seru dong pastinya, tapi gak lengkap karna gak ada lo vin" jawab ku.
"ya mau gimana lagi, maaf ya gua belum bisa dateng" jawab calvin.
"gapapa vin" balas ku.
"oiya gabriel mana?" tanya gabriel.
"lagi keliling dulu" jawab zayeen.
"btw sama siapa dia?" calvin terlihat penasaran.
"eva, temen baru katanya" jawab ku.
"anjayy.. jalan sama cewek juga dia akhirnya ahaha" jawab calvin kemudian tertawa.
"yarin aja yarin, nanti lama-lama jadi cinta ahaha" sahut zayeen.
"cintaku bertemu di pesta teman ku ahahaa" tambah ku.
"oke udah dulu ya guys, nikmatin pestanya" sahut calvin.
"ngomong begitu udah kaya yang punya pesta lo vin" ucap ku.
"ahaha nikmatin aja udah" balas calvin.
"oke bye calvin" sahut zayeen.
"bye" calvin mengakhiri panggilan.
sampai akhirnya jam 11 malam aku, sherly, zayeen, zyana, gabriel dan eva pulang ke rumah masing-masing setelah bersenang-senang, walau masih ada yang mengganjal karena adanya hana yang terus menatap ku, aku juga menyadari itu, tak ku dangka sherly juga begitu cemburu, untungnya masalah tadi cepat terselesaikan.
__ADS_1