Playboy Sang Raja Gombal

Playboy Sang Raja Gombal
Episode 32


__ADS_3

Seminggu kemudian, hari ini hari ulang tahun sherly, aku berjanjian dengan gabriel dan zayeen menemaniku merayakan ulang tahunnya. Sesampainya di rumah zayeen, Aku memencet bel rumah zayeen, tak lama ia keluar bersama calvin.


"Lah calvin? Apa kabar?" Tanya ku padanya dan berjabat tangan dengannya dan zayeen.


"Baik" jawab calvin.


"Masuk dulu yu, ngomongnya di dalam aja" ucap zayeen, aku masuk dan kami duduk di ruang tengah.


"Sejak kapan lo disini vin?" Tanya ku.


"Kemarin, abis isya an, nginep dia disini" zayeen yang menjawabnya.


"Lo mau rayain ultahnya sherly kan? Gua ikut ya" ucap calvin.


"Boleh banget vin, seneng banget gua ada lo" ucap ku.


Tenonett, bel berbunyi.


"Gabriel kali ya" ucap ku.


"Gua aja yang bukain pintu" ucap calvin kemudian berdiri, mencegah zayeen yang ingin berdiri.


"Anak ayam gua" gabriel langsung memeluk calvin begitu melihatnya.


"Kangen banget gua sama lo" tambah gabriel setelah melepaskan pelukannya.


"Sama, gua juga, ayo masuk dulu" jawab calvin, kemudian menutup pintu dan kembali bergabung bersama kami.


"Akhirnya berempat lagi kita" ucap ku setelah semuanya berkumpul.


"ihh gemes gua sama lo, anak ayam gua akhirnya pulang ahaha" tiba-tiba saja gabriel memeluk calvin, memang mereka suka bercanda, aku tau badan calvin yang kecil juga menggemaskan.


calvin memegang tanya gabriel, seperti mencoba melepaskan pelukannya tapi pelan.


"eh vin tangan lo kenapa?" tanya gabriel yang kemudian melepaskan pelukannya dan memegang tangan kanan calvin, ia memerhatikan luka itu begitu juga aku dan zayeen juga melihat nya seperti ada bekas luka sayatan atau tergores oleh benda tajam yang cukup panjang di sisi tangan kanannya dekat jari kelingking pada pergelangan tangan.


"gapapa, santai" jawab calvin kemudian mengambil tangannya dari pegangan gabriel.


"Jadi gimana nih rencana surprise in sherly nya?" Tanya calvin lagi, aku tau dia merubah topik pembicaraan.


"Jadi gini, gua juga udah minta bantuan zyana sama mila, dia bakal ajak sherly ke taman belakang rumah zayeen, terus kita surprise in" aku menjabarkan semua rencana ku yang akan dilaksanakan sore ini.


"Taman nya gak dihias?" Tanya calvin.


"Udah dari kemarin tenang aja, kado udah siap, ini kuenya gua baru beli tadi" jelas ku.


"Berarti ini kita tinggal nunggu waktu?" Tanya gabriel.


"I..yaa" jawab ku sambil berpikir.


"Rencana lo rapi juga nil" ucap calvin.


"Ahaha apa sih yang enggak buat sherly" ucap ku.


"Eh iya vin malam lo ikut balap liar?" Tanya zayeen.


"Kok lo tau? Pasti dari gabriel, soalnya malam itu geng an dia ngelewatin perkumpulan geng gua" jawab calvin.


"Mereka liat sendiri, mereka ikut waktu itu" sahut gabriel.


"Owalah iya, cuma untuk bersenang-senang aja" jawab calvin.


Kami hanya mengobrol santai setelah itu, menunggu kabar dari Zyana jika sudah sampai di belakang rumah zayeen.


"nil gua udah parkir, tinggal masuk doang nih" zyana ngechat aku.


"sekarang ayo kita siapin" ujar ku kepada zayeen, gabriel dan calvin.


saat sudah di belakang rumah zayeen, dan menyiapkan kue ulang tahun, aku meminta zyana untuk masuk. begitu mereka masuk, kami menyanyikan lagu "happy birthday to you" bersama-sama.


"makasih ya kalian semua" ucap sherly.


"ini rencana daniel" ucap zyana.


"sama-sama sayang" ucap melihatnya.

__ADS_1


"duduk yu duduk potong kuenya" ajak mila, zayeen menutup kembali pintu belakang baru kemudian menyusul ke tempat kami, duduk di atas karpet yang digelar diatas rerumputan.


"potongan pertama buat siapa nih hmm", ucap zayeen.


"potongan pertama untuk diri ku sendiri karena telah bisa berdiri sejauh ini" ucap sherly dan menyimpan potongan pertamanya, kemudian memotong lagi 2 potongan. hmm.. padahal aku sudah mengharapkan untuk mendapatkan potongan pertamanya sebagai orang spesial, paling tidak mungkin kedua selain dirinya sendiri.


"selanjutnya buat siapa nih, hmm" sahut mila.


"selanjutnya, buat 2 sahabat aku, zyana dan mila, terima kasih sudah menemani aku saat aku bahagia dan sulit, dan selalu ngertiin aku" sherly memberikan langsung 2 potongan itu kepada zyana dan mila.


apakah dia melupakan aku? sudahlah, ucap ku dalam hati, wajahnya juga sepertinya sudah tidak mengenakan.


ia memotong beberapa potongan kue lagi, 3 potongan, kemudian memberikannya pada zayeen, gabriel, dan calvin.


"ini dia enggk li? tanya zayeen.


aku melihat sherly dengan muka datar, dia tersenyum.


"iya, ada yang terlewat ya" ucap nya.


"parah banget ahaha" sahut gabriel kemudian tertawa kecil.


"eh sherly, dia lho yang ngerencanain ini" ucap zyana.


"nanti ada yang ngambek" sahut mila.


"kalian tenang aja, aku mencintai diriku sama seperti aku mencintai dirinya, jadi potongan pertama ini sama aja untuk kamu daniel" ucapnya membuat ku terharu, ia memberikan potongan pertama itu untukku.


"unchhhh"


"so sweet"


"ahh tidakk"


mereka menyebut kan itu bersamaan, dengan jawaban tiap orang yang berbeda.


aku menerima kue itu dan tersenyum ke arahnya.


"bisa ya kamu bercanda aku begini" ucap ku.


aku mengambil kue dengan garpu kecil dan mengarahkannya pada mulut sherly, sherly membuka mulutnya.


"asik-asik" ucap mila


"so sweet" sahut zyana.


"ciee.. ahaha" sahut gabriel.


"cuit. cuitt" calvin bersiul.


"zayeen sayang, kamu gak mau suapin aku?" tanya zyana.


zayeen mengambil kuenya dengan garpu 1 potongan itu, tanpa memotongnya untuk membuatnya lebih kecil lagi, kemudian mendekatkannya pada mulut zyana.


"ih mana muat" ucap zyana ngedumel, aku dan yang lainnnya tertawa melihat itu, termasuk zayeen.


"yah pada bucin, gua ajak andika kesini aja kali ya ahaha" sahut mila.


"tenang gab, lo gak jomblo sendiri, gua juga jomblo kok ahaha" ucap calvin menepuk bahu gabriel.


"lah lo bukannya udah punya?" tanya gabriel.


"udah putus" jawabnya singkat.


"sabar ya vin ahaha" sahut ku.


"dah yuk kita main musik, terkhusus kita persembahkan untuk yang berulang tahun hari ini, sherly ku sayang, yang manis nya seperti Lollipop, cantiknya seperti bidadari, senyumnya sedalam samudra, dan tawanya mengisi dunia ku" ucap ku setelah memakan kue bersama dengannya, aku melangkah mengambil mikrofon dekat alat musik yang sudah disiapkan, zayeen, calvin dan gabriel mendekat kemudian calvin dan gabriel mengambil gitar, zayeen mengambil drum, dan aku mengisi vokal.


aku menyanyikan 3 lagu, pertama lagu dari jamrud - selamat ulang tahun


kahitna - selamat ulang tahun cantik


sebelum lagu yang ketiga, zayeen berpindah tempat ke piano.


gellen martadinata - selamat ulang tahun

__ADS_1


saat menyanyikan lagu-lagu itu tatapan ku ke sherly, rasanya sulit untuk memandang hal lain selain dirinya, hanya sekali-kali saja pandangan ku berubah arah, dia juga melihat ku, kami saling tersenyum.


selesai menyanyikan ketiga lagu itu, kami kembali duduk bergabung.


"bagus, kalian cocok bikin band ahaha" sahut mila.


"iya, bagus banget" sahut mila.


"weh iya dong ahaha" sahut calvin dengan PD nya.


"makasih ya" ucap Sherly saat aku mendekatinya.


"sama-sama sayang" ucap ku.


"aku punya sesuatu untuk kamu" ucap ku sudah dekat dengannya.


"apa?" tanyanya.


"sebentar ya" ucap ku, kemudian aku masuk ke rumah zayeen, mengambil kado ku untuknya, aku mengambil boneka beruang berwarna krem berukuran 1 meter untuk nya.


"makasih sayang" ucap nya setelah memeluk boneka yang ia terima.


"terima kasih mulu" jawab ku.


"terus maunya apa?" tanya sherly.


"aku mau nya cium" balas ku.


"cuit, cuit" calvin bersiul.


"manja banget lo nil cium-cium" sahut gabriel.


"panas gua panas, setidaknya hormati gabriel kalian ahaha" sahut mila kemudian tertawa, juga yang lainnya.


"lo ngapa ketawa, lo kan juga jomblo" gabriel menepuk bahu calvin.


"setidaknya gua jomblo bahagia gab gak kaya lo ngenes ahaha" jawab calvin ia tertawa lagi, gabriel hanya memasang wajah datar.


setelah itu kami hanya saling mengobrol, bercanda bersama, sambil makan bersama.


"pulang yuk udah malam" ajak zyana pada sherly dan mila, tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam.


"iya udah malam, ayo pulang" sahut sherly.


"kalo gitu kita pamit ya" tambah mila.


mereka berdiri, tapi saat baru saja mereka ingin keluar, aku baru ingat, masih ada sesuatu yang ingin ku berikan pada sherly.


plakk.. suara yang membuatnya menempel pada tembok, tangan kanan ku dibelakang tubuhnya menempel pada tembok di belakangnya juga. seketika sunyi.


"ada yang ketinggalan" ucap ku padanya juga aku mendekatkan wajahku ke wajahnya, dilihat dari dekat matanya semakin membuat ku terpikat.


boneka besar ini ada di sebelah kanan ku, ditangan sherly, cukup menganggu antara aku dan dia.


cup.. sherly mencium ku pipi ku dengan cepat, aku tersenyum ke arahnya, entah ada yang melihat atau tidak karena tertutup oleh boneka ini.


"tunggu sebentar, masih ada sesuatu untuk kamu" ucap ku lalu masuk ke rumah zayeen.


"untuk kamu, jangan dibuka sebelum sampai rumah" ucap ku ketika memberikan sebuah boneka panda berukuran lebih kecil tapi mempunyai kantong didalamnya berisi mainan, tapi ku sisipkan hal lain untuknya, hanya sebuah kertas tidak ada yang spesial.


"oke, makasih ya, maaf ngerepotin kamu" ujarnya.


"hati-hati di jalan, saat di jalan kamu jangan juga menghilang" ucap ku.


"kamu bisa aja, aku dan yang lainnya pamit dulu ya" ucap nya lagi, aku hanya mengangguk, mereka keluar gerbang dan masuk ke mobil.


"zyana gua deketin kaya tadi nangis" ucap zayeen ketika menutup pintu belakang rumahnya.


"iya? kapan?" tanya ku sambil berjalan masuk ke dalam rumah bersama yang lainnya.


"pas dimobil" jawabnya.


"iyalah, takut diapa-apain dia" sahut gabriel.


"tau apa lo gab tentang cewek ahaha" sahut calvin menggoda gabriel lagi.

__ADS_1


mereka terus saja begitu, tapi suasana menjadi lebih menyenangkan dan hangat.


__ADS_2