
"assalammualaikum" aku salam di depan pintu sherly.
"Waalaikumsalam, eh kamu" bibi setelah membuka pintu.
"Kangen bi sama saya?" Tanya ku.
"Nanti nona sherly nya ngambek lho" jawab bibi.
"Mana orangnya bi?" Tanya ku.
"Masuk dulu masuk" bibi mengajakku masuk.
"Silahkan duduk dulu" kemudian bibi mempersilahkan aku duduk di ruang tamu, aku duduk disana, sedangkan ia masuk ke dalam.
"Eh daniel" mamanya sherly datang.
"Apa kabar tante?" Tanya ku kepada mamanya saat bersalaman dengannya, kemudian kami duduk saling berhadapan di pisahi meja.
"Baik, kamu sendiri gimana?" Tanyanya lagi.
"Baik kok tante, tante lg di rumah aja?" Tanya ku basa basi.
"Iya nih" jawab tante, yang sudah terdengar suara langkah, sherly datang.
"Ma, sherly jalan dulu ya" ucap sherly.
"Iya sayang hati-hati" mereka bersalaman, aku pun juga.
"Daniel jagain anak tante" katanya saat aku bersalaman dengannya.
"Siap 45 tante" jawab ku dan tersenyum, mama nya sherly juga tersenyum.
"Ayu daniel" ajak sherly, dia melangkah keluar, aku juga.
"Kita mau kemana?" Tanya ku.
"Kan kamu yang ngajakin, kamu lupa?" Nadanya kesal.
"Aku ingat apapun, apalagi tentang kamu" balas ku.
"Terserah kamu aja" jawabnya, kemudian kami masuk ke dalam mobil.
"Sayang, apa ini pertama kalinya kamu pacaran?" Tanya ku pada sherly diperjalanan dalam mobil.
"Ini ketiga kalinya, kenapa?" Jawab sherly.
"Kirain pertama kali" sahut ku.
"Kenapa? Keliatan polos ya? Udah lama sih aku gak pacaran, terakhir SMA" jawabnya.
"Owalah pantes deketin kamu sulit ya, tapi kamu pantas untuk diperjuangkan" balasku.
"Mulut mu terlalu manis" balasnya.
"Makanan pokok aku nasi, gak heran dong kalo manis, nasi mengandung banyak gula" ucap ku.
"Iya deh yang anak kedokteran" balasnya.
"iya deh anak kedokteran yang sudah memenangkan olimpiade" balasnya.
__ADS_1
"Kamu suka aku memenangkan itu?" Tanya ku.
"Kamu senang, aku ikut senang daniel" jawabnya.
"Kalo aku sedih kamu ikut sedih gak?" Tanya ku.
"Enggak" balasnya.
"Kok gitu?" Tanya ku.
"Kalo kamu sedih, aku ikut sedih? Siapa yang bakal nenangin kamu nanti" balasnya. Aku tertawa mendengar itu.
"Kok ketawa, ada yang lucu?" Tanyanya.
"Lagi kamu bisa aja" jawab ku.
"Ajaran kamu" balasnya dengan nada manja.
"Iya kamu jadi pintar jawabin sekarang" kataku.
Dia hanya tersenyum, aku juga tersenyum.
"Btw kamu tau kenapa hujan selalu membawa genangan dan kenangan?" Tanya ku.
"Kenapa?" Sherly berbalik tanya.
"Karena setelah langit bersedih, selalu ada keindahan yang muncul seperti pelangi, tapi pelangi mudah hilang sesaat, genangannya pun mulai menghilang" jelas ku.
"Artinya?" Tanya dia lagi.
"Artinya setelah ada kesedihan pasti ada kegembiraan walau sederhana yang mampu melupakan kesedihan yang lalu dengan mengeringnya genangan itu, kita pun sembuh dari luka yang lalu." balas ku.
"Iya, dan aku ingin kita tetap bersama, apapun rintangannya, dan apa yang kita rasa tidak pernah berubah ataupun hanya tersisa kenangan" balasku.
"Aamiin" ucapnya.
"Aku sayang kamu daniel" ucapnya lagi.
"Aku juga sayang kamu" balas ku yang sempat menengok ke arahnya, dia tersenyum kepadaku.
****
sepulangnya di jakarta dari puncak pukul 12 malam, ini juga baru saja keluar tol, hari yang melelahkan.
"untung besok libur ya, jadi bisa istirahat" ucap sherly.
"itu kenapa aku milihnya hari sabtu" jawab ku.
aku sudah mulai lelah, rasanya ingin cepat-cepat sampai rumah, tapi aku masih harus mengantar sherly pulang dulu.
"sayang, makasih ya untuk hari ini" ucap sherly lagi.
"iya, aku juga berterima kasih karena telah menemaniku hari ini juga membahagiakan aku" balasku.
"kamu yang buat aku tertawa" balas sherly, tapi aku malah fokus dengan spion melihat kebelakang seperti ada yang mendekat sangat ramai.
"daniel?" panggil Sherly lagi.
"ya?" jawabku hanya sekadar untuk menjawabnya. aku menambah kecepatan mobil ku.
__ADS_1
"daniel, jangan ngebut-ngebut" seru sherly.
"dibelakang kaya ada yang ngikutin kita" aku memberi tahu.
"mungkin mereka hanya mau lewat, pelanin udah malam" ujar sherly lagi, mungkin perkataan sherly ada benarnya, jadi aku kembali memperlambat laju.
mereka semakin dekat dan dekat, hingga mereka melewati kita dan berjalan di depan kita. Saat jaraknya cukup jauh, mereka langsung berbelok miring dan berhenti, yang membuat ku juga berhenti mendadak.
"sayang, kok mereka berhenti disana?" tanya sherly.
aku berpikir untuk mundur saja dan putar arah, tetapi saat aku baru saja mundur bahkan belum ada 1 meter, ada motor lagi yang sampai di belakang mobil dan berhenti disana, menghalangi jalan ku.
"sayang, maaf aku seharusnya.." ucap sherly.
"gapapa, tenang, kamu jangan keluar" balas ku memotong ucapan sherly, lalu aku menelpon gabriel.
"hallo niel" jawab gabriel di telpon.
"gabriel, lo dimana? bantuin gua, gua dihadang di jalan nangka, mereka rame" ucapku dengan cepat.
"oke gua sama teman-teman gua kesana, lo pake mobil kan?" tanya gabriel.
"iya" jawab ku singkat.
"lo jangan keluar mobil dulu, gua otw" jawab gabriel lalu mematikan telpon.
aku melihat mereka mendekat ke arah mobil ku.
tokk... tookkk... tokkkk... tokkk seseorang mengetok-ngetok jendela pintu mobil ku, tepat jendela mobil yang ada disampingku. mereka juga berbicara, tapi aku tak dapat mendengar suaranya.
"tabrak aja sayang" ucap sherly.
"hah?" tanya ku melihatnya.
"motornya tabrakin, dibelakang gak ada motor" balasnya lagi.
pikir ku, yang ada nanti mereka tambah mereka, bahkan kita juga belum tau siapa mereka.
tok.. tokk.. tokkk tokk.. suara ketukan lagi sekarang terdengar lebih keras membuat aku menutup telinga.
"woii keluar" aku sedikit mendengar perkataan mereka.
mereka bahkan mengetok-ngetok lebih sering dan juga di jendela mobil samping sherly.
"sayang gimana?" tanya shelry, aku tidak menjawabnya dan memperhatikan sekitar.
aku melihat ada seorang dari mereka kembali membawa kayu, gawat, dari pada memperparah keadaan lebih baik aku tanya apa tujuan mereka.
Tuhan tolong aku dan dia, dalam hati ku, dan menguatkan pikiran dan hati ku.
akhirnya aku melepaskan sabuk pengaman.
"sayang kamu mau ngapain? jangan keluar, aku takut kejadian sebelumnya terjadi lagi ke kamu" ujar sherly.
"kamu yang tenang ya, biar aku bicara sama mereka dulu, apa mau mereka" ucap ku pada sherly.
"hati-hati" kata sherly.
aku memilih membuka jendela dahulu, untuk mencoba berbicara dengan mereka, mencari tau apa yang mereka inginkan.
__ADS_1
semoga mereka bisa diajak bicara baik-baik, tanpa menggunakan kekerasan, tuhan tolong aku, gabriel cepat datang, untuk sekarang aku hanya bisa mengandalkan diriku sendiri dan mengharapkan bantuan dari tuhan ku.