
Melihat Raja Iblis terkapar dilantai benar-benar membuatku heran. Pedang Alfounds adalah senjata ledakan yang berfungsi sebagai serangan dan memiliki kapasitas gravitasi. Pedang ini adalah salah satu Equipment ku, yang fungsi nya sama seperti Tukul palu Dewa Thor namun berbeda elemen nya. Ini memiliki kapasitas energi kegelapan berbeda dengan petir yang merupakan elements turunan.
Menatap sekeliling ku, semua Iblis yang tak sadarkan diri. Aku memasang wajah kerut ku, karna sadar tak ada yang bisa ku tanyai.
"Ah, sialan aku lupa bahwa mereka harus nya ku tanya i dulu ..." Ujarku berkata sambil jongkok didepan Raja Iblis yang tepar.
"Kenapa bisa Raja iblis sendiri yang menyandra Ibuku ya? Apa itu demi membuktikan bahwa dia serius akan lakukan apapun demi Marseille ?"
Aku mengerutkan kening saat berpikir lalu menggelengkan kepala tak habis pikir dengan situasi ini.
"Kasian rakyat iblis di ibu kota nya pasti di luluh lantakkan oleh Violet ..." Ujarku merasa agak buruk dengan semua ini.
Aku menatap datar ke Raja iblis yang tepar. "Hmmmp, sebelum dia bangun aku harus sudah memiliki argumen yang jelas untuk menunjukkan aku tak berbohong jika berucap ..."
Aku memegang daguku sembari berpikir.
"Unity, apa kau tau ide bagus?" Tanya ku pada armor robot yang ku kenakan.
Jawab nya. "Ah, kalo soal Ide aku ada satu ..."
"Apa itu?" Tanya ku.
Dia mengatakan sesuatu yang membuat aku bisa membayangkan Ekspresi nya.
"Tuan, aku punya ide untuk merubahnya menjadi mahluk mungil seperti Pemandu Dunia ..."
Aku memegang daguku. "Pemandu dunia?"
Dia menjawabnya. "Dahulu kala, sebelum peradaban dunia ke 3 dihancurkan oleh sebuah Asteroid besar ada bangsa yang memimpin seluruh dunia ... Raja nya di sebut sebagai Pahlawan karna mempunyai pemandu dunia disisinya yang membantu nya menguasai dunia ..."
"Terdengar familiar seperti keadaan ku sekarang ..." Ujarku menjadi termenung.
UNITY menekankan. "Aku bukan pemandu, aku pelayan Tuanku!" Tegasnya.
"O-oke, tapi aku ingatkan pelayan itu harusnya mencintai dan menyayangi Tuan nya bukan keras kepala dan menghasut adikku ..." Ujarku menutup sebelah mata dan tersenyum.
Unity sepertinya perlahan kabur, suara nya tampak pelan.
"Itu kan salah anda sendiri, jadi Katharina sama membenci anda ... Aku malahan mau membantu, saat dia merasa bersalah dan juga merasa khawatir Tuan marah padanya ... Jadi, secara rinci aku memperediksikan apa yang terjadi dimasa depan dalam hubungan anda ... Aku lalu menyimpulkan bahwa itu buruk ..."
Aku mengeluh kebawah dengan nafas hembusan.
"Ha-ah, Kau keras kepala dan liat kau membantahku lagi ..."
Unity tak membalasnya, kayaknya dia diam dan gak bersuara lagi.
"Oi, Unity! Aku menghubungi karna mau menyuruh mu melakukan sesuatu, kok ngilang?!" Ujarku merasa agak cemas.
Aku berdiri dengan raut kusam dan tampak tak semangat. "Untung kau disini, Valen!" Ujarku menatapnya.
Valen menggigil melihat wajahku. "Apa yang anda mau Tuanku?!"
Melihat reaksinya aku jadi merasa bersalah. "Dengar ya Valen, aku tidak marah padamu hanya saja aku dan Katharina itu sedarah kami lahir dari perut yang sama karna itu kau harus menghormati nya seperti menghormati ku ..."
"Menghormati manusia?!" Tatapnya jijik ke Katharina.
Aku menatap tajam. "Kau tak mau melakukan itu?!"
Dia menunduk. "Baik Yang Mulia!" Ujarnya ketakutan.
Aku memegang daguku. "Yah, monster tak mengerti dengan apa itu Keluarga sedarah apalagi jenis Harvy yang saling memakan sesama nya sewaktu bayi ... Itu mirip dengan anak-anak laba-laba yang saling memakan bahkan induknya pun juga begitu ..."
__ADS_1
Aku mendekat ke Katharina dan mengelus kepalanya. "Kau itu peliharaan ku, beda dengan dia Adikku jadi dia lebih besar pangkat nya di bandingkan kau bahkan aku sendiri tak berani membuatnya menangis ..."
"Sebegitu nya kah?" Ujarnya termenung melihat Katharina yang menatap kami ber2.
Katharina saat ini sudah melepas helm armor robotnya tapi dari leher sampai kaki masih mengenakan Armor robot.
"Kakak, sedang bicara apa lagi dengan bawahan nya?"
Aku menarik tangan Valen mendekat ke si Raja Iblis yang masih tepar.
"Gunakan sihir mu, ubah dia jadi Mahluk sejenis Peri atau apa lah yang ukuran nya sebesar tas ransel ..."
Dia menatap ku dengan wajah bingung. "Eh? Apa anda mau menyuruhku menggunakan sihir ?"
"Iya!"
Dia mengangguk. "Baiklah!" Ujarnya.
Seketika lingkaran sihir muncul di seluruh iblis yang terkapar, baik didalam atau pun diluar.
"Aku akan mengekstrak seluruh tubuh mayat iblis di area ini, baik yang hidup atau yang mati ..."
Dia menjelentikan jarinya.
*Tletek!
Membuat iblis iblis itu meleleh di dalam lingkaran sihir.
"Aku gunakan peningkatan kualitas sebagai penyerapan untuk mendapatkan gelar ..."
Dia melihat layar statusnya saat gelar nya didapatkan, "Raja Iblis!"
Dia mengarahkan tangannya ke Raja iblis di bawah yang sedang tepar.
"Skill Tranformasi!"
Lambang besar muncul di bawah Raja iblis yang tepar itu.
Lalu, ....
*Dush!
Cahaya merubah Raja iblis menjadi sesosok Tubuh mungil bayi. Dengan pakaian Raja iblis nya yang ikut menyesuaikan tubuh.
"Akh, dia jadi gadis bayi mirip di game yang ada pemandunya ..." Ujarku melihat itu menutup mulut saat mau ketawa.
"Apa gak masalah ya?" Tanya ku dihati.
Unity bersuara di baju armor robotku. "Kau harus bertanggung jawab Tuan!"
Aku mendatar. "Aku gak mau dengar ucapan seperti itu dari orang seperti mu ..."
Dia terdiam.
Aku lalu bertanya. "Kau coba cari tahu lokasi ibuku di Masion ini ..."
Unity menjawab. "Aku sudah tau lokasinya, para Drone sudah menemukannya ..."
Papan siaran langsung muncul di hadapan ku. Dipapan terlihat Ibu sedang menikmati minum teh dengan raut wajah tersenyum bersama seseorang yang ku kenal.
"Dia kan Marseille! Apa rute nya di percepat sekarang ya?!" Teriakku memegang kepala saat menyadarinya.
__ADS_1
Yah, kayaknya semua ini adalah Konspirasi antara 3 penguasa. Negara boneka di minta oleh Marseille, dan Kerajaan Iblis yang Raja nya jatuh cinta pada Marseille.
Teman, Crush dan Hiroin game sedang bersama sekarang.
"Kah, anjir kok bisa gini?!" Teriakku melihat wajah tersenyum Ibuku di papan.
Adikku mendekat melihat aku bertingkah begitu. Dia melihat layar itu, dan menangis menutup mulutnya.
"Ibu tidak apa-apa ternyata ..." Ujarnya menangis pelan melihat Ibu baik baik saja.
Aku menoleh kearahnya dengan senyuman. "Bukankah, aku juga sudah bilang kamu gak perlu khawatir ..."
Sementara Alexsis melihat juga kesamping kiri ku. Dia menatap di papan layar dimana Ayahnya menyedukan teh pada 2 orang Gadis itu.
"Ayah juga selamat!" Ujarnya mengatakan itu dengan raut sama seperti Katharina.
"Yah, begitulah ... Ayahmu kelihatan nya juga terlibat dengan Konspirasi ini ..."
Dia menggertakan giginya dengan kesal. "Teganya, Ayahku juga melakukan hal seperti ini pada Rakyat ..."
Aku mengeluh kebawah dengan wajah datar. "Yah, kayaknya rute kegelapan udah mulai jalan ..."
2 tahun dari sekarang, akan ada tragedi perang faksi dari 5 vs 5 antara tokoh besar.
----
Dimeja itu, Ibuku tersenyum menghirup teh panasnya.
"Betapa lezatnya teh ini Yang Mulia Kaisar ..."
Kaisar dengan tatapan dinginnya menghirup juga teh digelas yang di pegang nya.
"Kau benar, ini sangat lezat untuk menjadi topik besar ..."
Sang George, Viscount sekaligus orang yang melakukan rencana ini untuk memanipulasi w orang wanita ini.
"Aku yakin mereka akan terpaku akibat serangan Iblis dan mengira bahwa kekaisaran berperang dengan Kerajaan Iblis sehingga butuh dana besar makanya pajak naik ... Dan dengan begitu, orang orang akan memaklumi bahwa Yang Mulia Kaisar sebenarnya adalah Penyelamat manusia!"
Mendengar itu Ibuku terbatuk. "Sungguh ide yang menyeramkan ..."
"Menipu masyarakat begini apa tak masalah?" Tanya Marseille.
"Tak masalah, karna saat ini kita butuh dana besar untuk bersaing dengan Kerajaan kerajaan di luar benua ini terutama tetangga kita Kaisar Elf!"
Ibuku memegang dahinya, dia mulai merasa pusing. Dihatinya bergumam.
"Jika aku mengikuti rencana ini, maka rakyat sengsara tapi jika tidak maka akan lebih sengsara mengingat Kekaisaran di kelilingi oleh Negri kuat di perbatasan dengan Elf dan seberang samudra benua Iblis ..." Ujarnya mengatakan itu.
Marseille mengangguk. "Aku paham maksud yang di ucapkan oleh George, ini semua tentang merasakan nya secara langsung apa yang ada untuk masa depan umat manusia ... Yah, ini tentang malapetaka yang telah hadir di dunia ini apa lagi Kerajaan Psikopat seperti tetangga kita yang mengelilingi kita ..."
Itu membuat mereka bertiga berkeringat dingin memikirkan hal itu.
Ada banyak Malapetaka yang sudah berdiri jadi Kerajaan. Mereka semua tentu membenci manusia. Mereka adalah mahluk yang suka membunuh dan merusak. Mahluk lain selain manusia dari kerajaan Elf dan juga Iblis tentu akan selamat karna mampu berhadapan dengan mahluk itu meski tak menang tapi dapat membangun Fakta sedangkan manusia tentu tidak.
Kerajaan satu satunya yang berdiri di benua mati. Ratu Es Kuinsar, dia sangat membenci manusia. Raja Naga Erdoger, juga membenci manusia. Dewa Langit, Armon sangat membenci manusia dan perkembangan berlebihan dari beberapa tempat seperti permajuan peradaban. Anomen, sang Raksasa Kelabang, memiliki jutaan pemuja berdiri di benua Kelabang. Sementara, kerajaan lainnya menganggap manusia sebagai mahluk terendah bahkan Iblis pun beranggapan begitu namun pasti ada rute yang membawa si Raja iblis bertemu dengan Marseille seperti game dan jatuh cinta.
Siaran langsung ku tutup. Papan ku tutup dan aku menatap Katharina.
"Kita berdua harus menyamar Katharina, ingat pesan kakak ... Ini sangat berbahaya jika ketahuan, Valen dan Kau Alexsis bantu kami ..."
Mereka ber3 mengangguk bersamaan.
__ADS_1
"Sudah diputuskan!" Ujarku mengepalkan tangan dengan senyuman, "ayo selamatkan Ibu ..."
----