
Setelah 2 hari berlalu, Sarah dan Ceron berdiri di sisi ku. Aku melihat Ceron mengenakan pakaian Maid jadi memasang wajah tersenyum senang. Yah, gadis serupa bidadari bersayap sekarang melayani ku. Meski ia menyembunyikan sayapnya, raut wajah nan indah takkan bisa di elak.
Sementara Cecilion, dia ku suruh menciptakan ilusi agar dia terlihat seperti boneka.
"Apa ini tak masalah?" Tanya Cecilion memutari ku berkali kali.
Aku mengangguk. "Yah, tidak masalah ... Aku akan katakan bahwa aku punya sihir pengendalian Golem ..."
"Sihir selangka itu, bisa bisa kau di incar ..." Ujarnya menatap ku dengan raut wajah agak khawatir.
Aku tersenyum meremehkan. "Siapa yang mau ngincar aku setelah tau jumlah mana di tubuhku adalah 0? Tertulis 000 apa kau tau berapa itu?"
Dia mengeluh kebawah membalas ku. "Di Kerajaan ini, menampilkan semacam jumlah sihir hanya bisa memperlihatkan 3 digit saja yang berati mana ada manusia yang punya sihir lebih dari 900 ..."
Aku memegang daguku. "Aku punya 000, apa itu berati aku punya angka yang kurang?"
"Bisa jadi?"
*Dush!
Dia menyentuh keningku lalu muncul semacam papan status.
Nama : Erland.
Umur : 6 tahun.
Status : Putri Mahkota.
Class : Support.
Atribut : Semua jenis atribut.
Level : 200/999
Mana : 000/000
Hp. : 20/999
----
Aku melihat papan status ku dan menoleh ke arah nya, Cecilion.
"Apa kau lihat itu 000?" Ujarku mengatakannya.
Dia memegang dagunya lalu membuka telapak tangannya.
"Saat ini MP ku jumlah nya kritis karna selalu menggunakannya akhir akhir ini ..."
Dia melihat ku dengan senyuman lebar. "Mau coba kasih makan peliharaan mu ini?"
Ceron melihat itu jadi memasang wajah memerah dan langsung berteriak.
"Kau mau menggoda Tuan?! Tak boleh, aku takkan izinkan ..."
Dia menatap datar Ceron, si Cecilion. "Apa sih kau ini malaikat jatuh ..." Ujarnya mengatakan itu dengan wajah datar nya.
"Akh, aku malaikat jatuh?!" Ujarnya menjadi terhentak kebawah dan murung.
Yah, mereka berdua kayaknya gak bisa akrab. Di mitologi mitologi kebanyakan Iblis dan Malaikat memang bermusuhan si.
"Ceron tak perlu mikir aneh aneh dan cemburu gitu ... Dia ini dulunya Cowok Lo ..."
Seketika memerah Cecilion, dia menutup mulutku dengan telapak tangan mungilnya. "Tuan, kau emangnya perlu mengatakan itu untuk membuat nya senang?!"
Seketika wajah Ceron jadi terkejut. "Eh? Aku tak mengira hal itu ..."
Dia lalu memasang wajah ingin tertawa.
"Pfffs, aku tak tau ternyata dulunya kau pria ya?"
"Brisik!" Ujarnya berteriak ke wajah Ceron.
Sarah menepuk 2 telapak tangannya.
"Diamlah, kalian berdua brisik!" Ujarnya mengatakan itu dengan raut datarnya.
Sarah menuangkan teh ku, yang mana gelas ku tampak sudah kosong.
"Thanks Sarah!" Ujarku tersenyum kearahnya.
Dia mengangguk. "Sudah tugas Maid melayani Tuannya ..."
"Kau bisa belajar banyak dari nya, Ceron ..." Ujarku menunjuk Sarah.
"Aku akan membantu mu melayani Tuan dengan sangat baik, karna dengan begitu Tuan akan selalu merasa nyaman bahkan bila berada di hutan sekalipun ..." Ujarnya mengepalkan tangan dan matanya berbinar-binar.
Dia benar-benar maniak melayani seseorang, sungguh luar biasa seorang Maid veteran.
*Dush!
Sesuatu terjadi di hadapan ku, yang mana muncul gadis seksi nan kawai. Dia menyentuh dadanya dan dagunya pelan. "Jadi ini wujud ku saat jadi seukuran manusia ya sekarang ..."
Aku memerah melihat wajah nya.
__ADS_1
"Cantik bet ..." Memalingkan wajahku.
Cecilion menyadari itu. Dia mendekatiku dan menyentuhku, mengatakan dengan wajah manis nya.
"Ayo main sama Kakak, dek manis ..." Ujarnya merayap tangan nya ke bawah.
*Gluck!
Aku menutup mata dengan wajah memerah merona.
"Jangan lakukan itu, Cecilion!" Ujarku berteriak.
Dia tertawa mengangkat tangannya. "Kahahaha, ternyata anda bocah mesum ya ..."
Aku menutup wajahku. "Kau sialan, aku akan buat kau menderita ..."
"Omong kosong!" Ujarnya berkata dengan senyuman meremehkan.
Dia memegang leherku dan kap.
"Hump~`" Ujarnya menikmati darah dari leherku.
Aku merasakan nya, perasaan enak ketika di hisap.
"Gawat, aku bisa hilang kendali ..." Ujarku dihati.
*Kecup!
Dia melepas hisapan nya dileherku.
"Lezat, darah yang lezat!"
Aku memerah dan nafasku jadi kacau. "Kau kuat sekali menghisap nya ..."
Dia menjilat jarinya. "Maaf, kau sangat lezat ..." Ujarnya tersenyum lepas.
Aku memegang tangannya setelah melihat papan statusku.
"Kau benar, jumlah Mp ku turun drastis ..."
Mana : 560/000
"Separuh kau menghisapnya ..." Ujarku menggertakan gigiku dengan raut wajah lemas.
Dia menutup sebelah matanya dan berkata serius.
" Kau memiliki 1000 mana, itu setara dengan diriku ..."
Dia berkata lagi. "Aku menghisap mana mu setengah jumlah penuh nya karna mana ku kritis saat gunakan sihir sekuat itu ..."
Dia menjawabnya. "Kemarin saat di Netramu dan juga sekarang kau lihat kan?"
"Besar kah menggunakan sihir transformasi mu?" Ujarku bertanya padanya.
Dia mengangguk. "Tentu besar, bahkan saat tubuhku di ubah permanen tanpa sihir aku bisa memanipulasi nya lagi keadaan semula meski pun kau coba ubah terus dengan kemampuan Unity ..."
Aku menjadi terkagum padanya. "Kau begitu kuat ya ..." Ujarku mengangguk kagum.
Ceron terus menunduk dengan wajah memerah merona. "Tuan, aku juga mau MP mu apa boleh?"
Aku mendatar. "Kau kan Angel? Mana bisa menarik MP kayak si Cecilion ..."
Dia memeluk leherku. "Aku mau coba ..."
Itu membuat ku memerah menatap kesamping. "Kalo bisa ku izinin ..."
Dia mengecup leherku.
*Kecup!
Aku merasa sangat sensitif di leher.
"Akhn!" Ujarku mendesah.
Dia menghisapnya kuat-kuat.
Seketika sebuah papan muncul di udara.
"Gelar malaikat jatuh anda dapatkan!"
Aku tertawa melihat itu. "Kau dapat gelar!"
Dia melepas kecupannya. "Kah, aku jadi malaikat yang di kutuk ..."
Cecilion menatap nya dengan wajah datar. "Jelas kau akan di kutuk saat meniru Iblis, apa kau bodoh?"
Sarah mengangkat roknya saat bicara, dia mendekat padaku.
"Aku juga mau ikut ngecas Tuanku ..."
Aku tertawa gak enak. "Kenapa kau malah ikutan?"
Aku melihat di layar Mp ku sekarang yang terlihat kritis.
__ADS_1
Mana : 80/000
Sarah berjongkok di depan ku dan berbaring di pahaku.
"Izinkan aku bermanja dengan anda ..."
Melihat itu aku menatap keatas. "Iya, tak masalah ..."
Cecilion menyilang tangannya dan cemberut. "Apa-apaan kalian ikut ikutan?!" Ujarnya lalu kembali ke wujud awalnya.
Sementara, Ceron memeluk leherku dengan senyuman.
"Aku juga Tuan!"
Wajahku tertutup dada lembutnya.
"Hmmppp, aku gak tahu punya Harem itu kayak gini ..." Ujarku yang bicara di balik kelembutan dada di wajahku.
----
Setelah agak beberapa jam bersantay di tempat itu, seseorang datang dengan saling bertatapan. Itu adalah Asila Farma Kakakku dan juga si Kathrina Adek ku.
"Kau selalu menghabiskan waktu beberapa pekan ini dengan Erlan kan?"
Kathrina menjawabnya dengan tatapan dingin. "Eh, apa kau cemburu?"
Asila Farma mengerutkan keningnya. "Berani sekali kau mengatakan itu pada kakak mu ini ya?"
"Apa kau menganggap ku Adik ya? Hahaha, aku tak pernah menganggap mu Kakak Lo?" Ujarnya mengibas rambutnya.
Dia lalu berlari setelah melihat aku yang mau berdiri di kursi di taman.
"Kakak!" Teriaknya dengan riang.
Aku menoleh kearahnya. "Katharina, kenapa kau kesini? Aku baru mau pergi, apa kau lupa memasangkan sesuatu di pakaian atau make up ku kurang?" Tanya ku melihat sekeliling gaunku yang saat ini ku kenakan.
Aku menyentuh pipi ku. "Apa aku merusak make up lagi?" Ujarku menunjukan wajah cemas yang imut.
Dia menggelengkan kepala nya dan tersenyum. "Tidak kok, aku tak bilang begitu ... Hahaha, kakak ku benar benar cemasan ya ..."
Asila mendekat dan berkata padaku dengan wajah tampak agak marah.
"Kau kemana saja belakangan ini bersama dengan si Kathrina ini?"
Aku mengencangkan mataku, yah ini pasti nya kemarahan seorang Kakak yang tak di perhatikan adiknya.
Dia lalu mengecap tangan ku. "Tak adil, kau bersenang-senang dengan Kathrina sementara Kakak kau lupakan ..."
Aku melihat nya dengan tatapan takut. Kakak ku terlihat seperti ditelan oleh kecemburuan. Dia menampilkan kata-kata yang di ucapkan Ibuku di Sken game. Yang mana, itu adalah Pangeran Rein sebagai Karakter utama. Pangeran Rein akan hadir 2 tahun lagi, dia merupakan Tunangan Ibuku. Semula hubungan yang dipaksakan itu tampak tak berjalan baik. Ibuku tak menaruh rasa pada Rein, namun saat Rein jatuh cinta pada Marseille. Dia mulai mendengar curhat nya Rein dan tanpa sadar jatuh cinta.
"Rein, aku takkan membiarkan dia mengait Ibuku!"
Aku memegang pundak kakakku. "Tenanglah Kakak, hari ini Aku akan menemani mu berlatih pedang ..."
Kathrina cemberut. "Kakak, kau tak mau main dengan ku?"
Aku mengelus kepala nya. "Jangan egois gitu dong, Kakak mau berlatih pedang dengan Kakak Asila ..."
Dia menangis dengan tundukannya. "Iya deh, kalo gitu ..."
"Kah, aku jadi kayak jahat disini ..."
Lalu, tiba-tiba si Ceron membuka sayap nya.
"Kathrina sama, apa anda mau main denganku?" Ujarnya mengatakan itu dengan mengulurkan tangan dan tersenyum.
Katrina menoleh dan menjadi termenung. "Malaikat?" Dia mengencangkan matanya dan jadi tersenyum senang.
"Malaikat, siapa namamu?" Ujarnya menarik tangan si Ceron.
Dia terkejut dengan tarikan itu dan tertawa gak enak. "Wah, kenapa dia tiba-tiba berubah gini?" Ujarnya di hati.
"Hmpppp, aku ga pernah coba dandani Malaikat!"
Ceron menjawabnya. "Aku Ceron!" Ujarnya memberi salam dengan menyentuh dadanya dan memberi hormat.
"Ceron, aku akan membuatmu tambah cantik!" Ujarnya menjadi tertawa dengan wajah mengerikan, si Kathrina.
"Eh, apa ini? Tuan, apa yang terjadi?" Ujarnya menatap ku dengan wajah berkeringat bingung dan cemas secara bersamaan.
Aku tersenyum lega dan berkata padanya Ceron. "Dia hanya suka mendadani gadis cantik, kau gak bakal di apa apain kok ..."
"Gak diapa apain kan?" Ujarnya meneguk liur dan wajah khawatir dengan kondisi nya sekarang.
Aku menggeleng kan kepala dan tertawa. "Hahaha, gak bakal kenapa-kenapa kok ... Dia itu memang gitu, suka nyeremin padahal cuman dandani orang doang ..."
Kakak Asila menatap kelain saat Aku memandangi nya.
"Kakak, ayo pergi!"
Dia melihat tangan ku yang mengulur padanya. "Iya, biar aku memimpin ya?" Ujarnya memegang tanganku dan melangkah duluan sambil menarikku.
Aku menjadi tersenyum dengan raut agak sedikit capek. "Ah, sulit memiliki 2 saudari yang gak akur ..."
__ADS_1
---