Player Nge-cheat Terbuang Ke Isekai.

Player Nge-cheat Terbuang Ke Isekai.
Daerah kumuh.


__ADS_3

Dalam sekejap aku menepis kapak nya dengan berat besi di tangan ku. Kapak itu terlempar dan menempel di langit-langit ruangan ini. Aku lalu meninju perutnya yang berlemak dengan sekuat tenaga.


"Hak!" Ujarku menarik kebelakang tinjuku lalu mempercepat kearah perutnya dengan kekuatan penuh.


Bam, seolah gumpalan lemak itu bergetar dan pria gemuk itu mengeluarkan darah di mulutnya.


"Hu-uh!" Ujarku merasa lega.


Aku menatap kearah bawah, yang mana Pria gemuk itu terbaring dilantai dah sudah tak bernyawa.


"Apa dia menunggu ku lengah sedari tadi?" Ujarku merasa kesal menatap nya.


Aku menatap si gadis bartender di belakang ku. Tampak dia baik'' saja jadi aku pergi meninggalkan nya menuju kamar pintu yang terbuka.


"Dia datang dari situ!" Ujarku berlari dan sampai di depan pintu.


Aku melihat di kasur ada 3 gadis yang telah di bunuh dengan wajah terbelah. Seketika aku memasang raut dingin dan datar.


"Jadi, dia sudah membunuh nya sebelum aku kemari ..."


Aku menutup pintu kamar itu, dan melihat gadis si bartender membantu gadis-gadis lainnya keluar dari kamar. Beberapa tampak sudah penuh dengan lebam dan luka.


"Ah, kenapa bisa-bisa nya jadi seperti ini? Di luar kota tampak damai namun daerah kumuh yang terabaikan ini malah terlihat banyak sekali marabahaya dan bahkan bandit saja bisa berada di sini ..."


Aku berjalan menuruni tangga, melihat dibawah ada Sarah yang sedang memegang tali kekang hewan. Saat kulihat, ternyata ada banyak sekali mahluk aneh. Lebih tepatnya monster-monster ...


"Apa mereka monster monster yang di tangkap oleh Para Bandit?" Tanyaku pada Sarah.


Sarah mengangguk. "Tampak nya begitu, tapi saya belum tahu juga ..."


Dia Sarah menatap kearah 2 gadis.


Dorothy menatapku dan menjelaskan. "Aku tahu, seperti nya kami tadi mendengar perbincangan antar bandit ..."


"Perbincangan apa?"


Dia mengatakan itu dengan wajah tegang. "Monster ini adalah bahan eksperimen gagal para Elf untuk menciptakan senjata terkuat dalam bentuk manusia ..."


Aku memegang daguku dengan raut serius.


"Jadi begitu, para Elf itu sudah lama sekali melakukan hal ini ..."


Lalu saat aku sedang memikirkan sesuatu, tiba-tiba ...


Damnnnn, terdengar ledakan diluar. Suara nya besar membuat ku sampai mengencangkan mata.


"Apa itu?!"


Aku berlari keluar ruangan, dimana kulihat sebuah gereja di daerah kumuh telah terbakar.


Puncak menara nya rubuh dan tampak sedang terjadi kebakaran di gereja itu. Aku pun mendekati tempat itu.


*Dush!


Mendarat di depan gereja setelah beberapa lompatan besar.


"Apa yang terjadi didalam? Seperti nya ada yang bertarung ..."


Terlihat di kepulan asap, pintu masuknya. Ada dua orang seperti bayangan saling menyerang.

__ADS_1


*Wush wush!


Aku menepis tangan kearah asap tebal dan melihat kobaran api membakar sekeliling ruangan ini. Kursi kursi terbakar, di depan ku terlihat 2 orang bertarung. Tak lagi tak bukan, Valencia dan musuh yang sudah ku cari.


"Jadi kau disini mendahului ku Valen?" Tanyaku padanya.


Dia menatap kearah ku. "Ternyata kau Erlan?"


Aku menggeleng kan kepala ku dengan senyuman tak habis pikir.


"Setelah puas menjadi pembunuh berantai di Kota ini, apa kau mau jadi Hero sekarang?" Tatap ku ke Valen.


Tampak dia menoleh kearahku sembari menangkis serangan dari Monster itu. Seorang dengan banyak benang merah besi yang menyerang tampa henti. Gadis itu adalah BloodGrill. Menggunakan darah nya untuk menyerang dan membunuh mangsanya.


"Kau jangan meremehkan ku!" Teriaknya menyerang dengan banyak benang.


Valen mendecikan bibirnya. "Tcih, aku tak meremehkan mu hanya saja Tuanku datang ..."


Dia berteriak saat membalas serangan nya dengan ratusan pedang yang keluar dari lingkaran sihir. Meski Pedang itu tampak berkarat dan berdebu namun itu sangatlah banyak.


"Tuan, aku tidak sedang main Hero Hero an ... Ini karna aku sedang meneliti sihir Transformasi untuk membuat diriku lebih kuat lagi melawan Dewi sialan itu!"


Aku mendengar itu tersenyum. "Jadi begitu ya? Apa kau sudah dapat hasil memuaskan dari pencarian mu?"


Dia mengeluh kebawah saat membuang nafas.


"Ha-ah, sayang nya tidak!"


Derenggggkkkk!


Pedang di tangkap dengan benang yang bertebaran kesana kemari. Semua pedang tertangkap tapi sayang nya.


Mata nya Valen menunjukan tekad, mata itu adalah mata monster. Merah dan tajam, menyala bak api.


Dresshhhh, tangan besar Tengkorak itu membuat BloodGrill terhempas dan ditekan dengan kuat hingga hancur jadi bercak darah di lantai.


"Kah, sekali lagi sangat menyeramkan!" Teriakku kearahnya setelah melihat' serangan itu.


Drushhhhhhggg, tampak puing puing berjatuhan dan suara retakan terdengar disekelilingnya.


"Ayo pergi, disini akan runtuh Tuan ..." Ujar Valen masuk kedalam portal yang dibukanya dengan tangan.


Aku melihat nya sudah pergi duluan jadi memasang wajah kerut.


"Kau pergi meninggalkan Tuanmu sendiri? Astaga, Valen ..." Ujar ku mengeluh kebawah.


Aku berbalik dan keluar gereja dengan wajah datar.


"Valen yang ini sangat berbeda dengan Valen bawahan nya Violet ... Yah, dia kan gadis yang berasal dari dunia yang sama dengan ku ..."


Drughhhhh, runtuh lah gereja itu.


----


Setelah itu, kami keluar dari rumah itu dengan membawa banyak monster. Bar di wilayah kumuh ini ternyata adalah Guild gelap petualang, tentu saja aku berjanji merahasiakan nya sesuai permintaan gadis bartender itu. Tapi, yang lebih penting bagaimana dengan 2 gadis ini dan gadis-gadis lainnya.


"Valen, malah pergi duluan. Aku padahal mau minta bantuan nya untuk mengirim kembali gadis-gadis ini kerumahnya masing-masing ..."


Aku membuka papan layar, itu membuat 2 gadis itu tertarik.

__ADS_1


Zila melihatnya di samping kanan ku, dan bertanya.


"Apa ini papan skill?"


Yah, aku tau maksudnya. Didunia ini ada orang yang mampu mengumpulkan skill dan membuatnya sampai jadi yang terkuat. Pengaturan nya mirip dengan title, itu sangat berguna. Aku berharap tak berjumpa dengan orang seperti itu karna merepotkan.


"Iya!" Jawab ku.


Dorothy mendekat sangat dekat sampai dadanya menyentuh lengan ku.


"Jadi, ini papan skill ya? Aku tak pernah melihatnya ..."


Zila mengangguk dan makin mendekat kearahku sampai aku juga merasakan tekanan yang sama dari dadanya.


"Kau benar, saudariku! Aku juga, belum pernah melihat nya ..."


Aku melihat mereka berdua antusias jadi memasang wajah senang. Meski, aku agak malu dengan gesekan lembut di kedua sisi ku.


"Yah, ini memang papan skill tapi berbeda dengan yang kalian tahu ..."


Dorothy melihat banyak gambar kartu didalam papan itu, dia jadi tersenyum menatapku dengan mata berbinar.


"Pasti ini kemampuan Summoner kan?!"


Zila menjadi mengangguk anggukan kepalanya kearah Dorothy.


"Tampaknya benar, pasti nya ini summon memanggil barang atau monster!"


Serempak mereka berucap dan menatap kagum diriku.


"Keren, Erlan sama!"


Aku mengela nafas dengan wajah tersenyum senang. "Ha-ah, aku memang tak habis pikir kenapa aku sangat hebat?"


"Tuan cepatlah!" Ujar Sarah menatapku sambil menunjukan tali tali yang di pegang nya.


Aku jadi berkeringat peluh saat tertawa.


"Maaf, aku lupa ..."


Aku memanggil beberapa pesawat terbang yang cukup mengisi semua gadis itu. Dilengkapi dengan sistem program, yang akan mengantarkan satu persatu ke rumah masing-masing di seluruh benua ini.


"Dengan begini selesai masalahnya!"


Aku mengembuskan nafas panjang menggesek hidung dengan jari telunjuk. "Aku memang hebat!"


"Tapi ..." Tatap ku kearah kanan dan kiri, "kenapa 2 gadis ini malah tak mau pulang?" Ucapku jadi sangat lesu.


2 gadis itu, menatap ku dengan wajah tersenyum manis. Dorothy dan Zila, mereka memutuskan untuk ikut ke Kastil Kerajaan VIP. Untuk berterima kasih pada Ibuku, karna aku menyelamatkan mereka.


"Ah, merepotkan!" Ujarku mengeluh kebawah.


Aku melihat kearah kanan dan kiriku yang mana 2 gadis itu memeluk lengan ku.


"Kalian mau ketemu Ibuku tapi dia tak ada di Kerajaan sekarang ... Pulang aja ya?"


"Gak!" Ujar mereka berdua serempak.


Aku malah menangis dengan senyuman.

__ADS_1


"Sialan ..." Ujarku dihati.


---


__ADS_2