Player Nge-cheat Terbuang Ke Isekai.

Player Nge-cheat Terbuang Ke Isekai.
Sekarang giliran menghabiskan waktu dengan Kakak.


__ADS_3

Hutan lebat Kematian, di benua kematian. Disini lah, monster tingkat S sebagai hal normal. Sinar mentari sangat sedikit sampai memasuki hutan ini, pepohonan nya sangat tinggi. Sangat lah cocok untuk para petualang pemberani. Ini adalah tempat para petualang, yang mana jika berhasil keluar jadi kaya ga bisa keluar berati mati.


*Byushhh!


Keluar dari tabung ferfum, lengket dan lembab. "Astaga, menyebalkan!" Ujarku melihat sekeliling ku adalah hutan lebat.


Aku keluar dari tabung ferfum yang berada di di dalam pohon besar yang bisa terbuka. Dilapisi dengan layar Visual yang menipu mata dengan gambar wallpaper batang pohon saat kaca menutup lagi.


*Kerek!


Aku meregangkan badanku. "Udah lama sejak terakhir ku gunakan nih tubuh ..." Ujarku berucap begitu.


Aku mengelus kepala ku, dengan karakter yang ku gunakan saat ini adalah salah satu yang sering kupakai saat main game MMORPG. Ini adalah Karakter berambut perak dan mata perak. Aku memiliki pedang di pinggang ku, itu pedang Yurian. Sebuah pedang seperti katana Jepang.


*Bsehhh!


Aku mencoba menebas semak tapi yah semua putus dan terbang jadi halus.


"Kah, terlalu Op!" Ujarku merasa agak sedikit cemas dengan senjata ini.


Aku menyentuh daguku dan berpikir. "Karakter ini merupakan karakter sampingan ku, harusnya aku bisa mewujudkan nya ..."


Kecap tutup kecap tutup telapak tangan ku.


" Aku mau keluarin papan status!"


Aku menutup mata dan membayangkan papan status yang ku gunakan saat pakai Karakter ini.


"Keluar lah Status!"


*Dust!


Muncul sebuah papan bening.


"Ouh!" Ujarku kagum melihat papan statusku.


Karakter yang ku gunakan ini juga merupakan salah satu akun ku. Ada sangat banyak karakter di akun ku, dengan kemampuan berbeda beda. Salah satunya ini, Karakter ini bernama Bastard, sering di panggil Bass.


"Akh, aku harus menunggu datangnya Kakak dan Cecilion ..."


Melihat ditelapak tangan ku semacam kalilawar, yang mana kalilawar itu adalah hasil dari sihir nya Cecilion. Kalilawar ini memiliki fungsi seperti radar yang bisa di gunakan nya untuk mencapai kelokasi ku.


"Sihir cukup misterius dan mengagumkan ..." Ujarku memasukan pedang Yurianku kesarung nya di pinggang.


*Tsek!


Aku lalu duduk bersandar di pohon yang besar.


"Tidur ah ..." Ujarku menutup mata dan tertidur.


*Seyammmmppp~`


Aku tertidur hanya dalam hitungan detik.


 


Setelah terbangun beberapa menit, aku membayangkan item penyimpanan dan berhasil menemukan banyak sekali senjata yang telah kusimpan di Karakter ku ini.


"Wah banyak bet senjata nya ..." Ujarku mengangguk dengan wajah senang.

__ADS_1


Aku lalu menyentuh kata food dan drink. Menemukan ada banyak makanan dan minuman yang merupakan penambah Hp sekaligus bisa di nikmati.


"Ada banyak suplay makanan ... Ah, coba kulihat daftar pakaian ..."


Aku membuka Equipment pakaian, menemukan ratusan baju ala-ala fantasi.


"Eh, semua ini kan yang aku beli dengan cash ... Oh, ada yang poin juga ..." Ujarku merasa agak terkejut.


"Benar-benar hebat ... Aku baru tahu akan hal ini, yah itu karna aku tak pernah mencoba mode pengalihan karakter ..."


Suara terdengar di hutan, burung-burung berterbangan. Aku tahu jelas, sesuatu sedang bergerak mendekati ku.


"Apa monster ya?" Ujarku merasa cukup kaget.


Memencet tabel kebagian senjata.


"Lebih baik aku segera bersiap ..." Ujarku.


Aku memegang daguku. "Hmmmmmmp, mau pakai pedang apa ya?"


Sebuah tabel menunjukan berbagai pedang di hadapan ku. Itu menampilkan banyak sekali pedang. Semua ini adalah pedang yang ku simpan dari tingkat tinggi sampai tingkat rendah. Equipment ini semua nya ku dapatkan dari game dan kusimpan di Id akun ku Venom. Tanpa membuang apapun bahkan dari yang level 1 nya.


Venom adalah Nama akun ku yang memuat banyak sekali karakter buatan ku sendiri. Ku gunakan untuk beberapa Piture game yang sering ku mainkan. Mulai dari MMORPG ,lalu MOBA sampai yang terakhir FPS tempur. Dengan sering muncul sebagai Venom akun di game game tertentu aku menjelma menjadi Gosht Game.


*Tesek!


Menarik pedang. Sebuah pedang dengan bilah hitam dan less merah di tengahnya. Ini pedang yang mirip dengan Yurian tapi damage nya lebih tinggi dan mampu mengisi MP dan Mana. Aku memperhatikan setiap sekecil apapun, karna tak tahu apa yang akan terjadi jika aku memasuki Zona berbahaya.


Di game ada Zona berbahaya, dimana pun di game apapun. Zona berbahaya menarik darah hingga kering perlahan lahan.


"Ini penting ..." Ujarku melihat pedang di segala sisi tajam nya.


Aku juga sudah memakai armor yang ringan dan tak terlihat berat namun dapat dipastikan kuat. Ini memiliki sihir pelindung yang bahkan setara dengan Kapal angkasa ku. Cukup menahan serangan apapun.


"Lama sekali ..." Ujarku memasukkan pedang kesarung ku.


Yah, sudah hampir setengah jam. Cecilion belum juga sampai, dimana sebenarnya mereka.


*Dest!


Muncul papan siaran langsung.


"Kemana sih kalian?!" Ujarku merasa agak khawatir.


Dipapan terlihat mereka sudah menyebrangi Samudra mendekat ke benua dengan terbang secepat mungkin. Yah, meski begitu agak nya butuh setengah jam lagi agar sampai di lokasiku.


"Ini alasan aku tak mau gunain karakter lainnya ..." Ujarku merasa bosan menunggu.


"Hah, meski begitu aku juga tak menyangka karakter buatan ku dapat di wujudkan di dunia ini ... Yah, sebenarnya Unity sudah memberi tahu ku bahwa semua akun buatan ku yang ku timpal dengan akun cheat saat mau naikin level ternyata juga tersimpan di akun ... Meski ga sampai level tinggi, setidaknya aku memiliki level setara orang di dunia kuat di dunia ini ... Kurasa level karakter ini sekitar 9000 atau mungkin kurang ... Yah, tergantung sih ..." Ujarku merasa agak menyesal, apabila muak kalah terus aku langsung ngecheat dengan menimpakan akun ku yang ku rengkarnasi kan.


Itu adalah cara ku push rank di dunia lama. Yang ternyata karakter dari akun ku yang lain di simpan di Id Akun ku Venom.


Kebiasaan ku, menimpakan akun saat muak kalah. Sekarang dapat ku lihat sendiri, beberapa karakter dengan level tinggi sampai terendah.


Yang tertinggi tentu saja Karakter yang ku gunakan di dalam Pesawat angkasa ku. Karakter bernama Venom sama seperti akun ku. Itu yang terkuat, kalo gak salah level nya 999999---. Sudah terlalu kuat, sampai tak bisa di ukur sangking seringnya Cheat dengan akun itu saat push Rank. Ada juga akun lainnya yang setara dengan itu tapi tak pernah ku gunakan untuk sekarang.


"Ha-ah, aku rasa lebih baik aku berburu duluan kali ya ..."


Melintasi hutan dengan berjalan kaki, wajah datar ku karna bosan sendirian di benua kematian ini.

__ADS_1


"Mencari monster juga sesulit ini kah?" Ujarku berkata dengan wajah datar sambil melirik kanan kiri.


Saat aku lengah, sesuatu menyerang ku dari samping.


*Dush!


Tendangan kuat darinya.


"Siapa?!" Ujarku mengelak dengan cepat.


Itu membuat rambutku terangkat.


"Sialan!" Ujarku menggertakan gigi.


Dia menurunkan kakinya dan siap memasang kuda kuda bertarung.


Bagai seorang petinju, gadis bertelinga kelinci tanpa sehelai pakaian pun. Kakinya merupakan kaki kelinci dengan ekor juga kelinci. Rambutnya biru tua dan matanya pupil ungu gelap. Memulai langkah nya dengan tinjuan cepat dan bam!


"Bam!" Ujarnya mulai menyerangku dengan tinjunya.


Aku mengelak. "Sialan, apa apaan kau ini?!" Ujarku mengerutkan wajah.


*Tes!


Aku melempar keatas sebuah item. Itu adalah item percepatan.


"Kau membuatku kesal karena berusaha keras menghindari mu ..." Ujarku mengelap keringat.


"Giliran ku sekarang ya!" Ujarku menguatkan kuda kuda ku.


Mataku menyala dan terlihat lambang sihir didalam mata. Itu adalah sebuah Skill, bernama Berserk.


Aku mengunci targetku, hanya dengan satu langkah setelah mengucapkan skill di aktifkan.


"Berserk aktif!" Ujarku memulai pemicu gerakan pengaktifan skill.


Langkah satu kali kedepan dan tarikan pedang kebelakang. Lalu, syutttttt!


Secepatnya tubuhku melesat.


*Tes!


Kepala itu dengan halus nya terputus.


*Dug!


Jatuh ketanah.


"Hah, aku yang terburuk membunuh seorang gadis ..." Ucapku mengelap keringat dengan wajah cukup tegUnit


Yah, aku masih gemetar sekarang karna tak tahu harus apa lagi. Jika tidak membunuh aku yang akan terbunuh.


Masih kurasa lihaynya benang menempel di leher, aroma Kematian dileher ku. Seandainya aku tak secepat itu, mungkin dia mendahuluiku.


"Keh, aku kesal banget sekarang!" Ujarku merasa ingin menginjak injak kepala nya.


Tapi, aku berhenti berekspresi seperti itu saat melihat Cecilion melambai di langit dengan wujudnya yang dewasa.


"Tuan, kami sudah sampai!" Ujarnya melambai.

__ADS_1


Kakak Asila tampak bingung, dia saat ini dalam gendongan si Cecilion.


"Siapa pria itu?" Ujarnya bertanya dihati.


__ADS_2