Player Nge-cheat Terbuang Ke Isekai.

Player Nge-cheat Terbuang Ke Isekai.
Duel Robot Raksasa


__ADS_3

Violet adalah sosok gadis muda dan cantik yang memiliki Gen Albino. Dia memiliki pupil mata merah menyala bak sebuah Ruby permata delima. Rambut putih nya terurai panjang dan hampir seluruh tubuhnya putih susu kecuali mata.


Dia benar-benar membuat mu bergairah jika sedang di dekatnya. Tapi, aku hebat dalam mengendalikan kontrol diri.


Saat ini, aku berencana menemui nya. Terpaksa aku harus bertingkah seperti Pria yang selalu di kagumi nya. Bagaimana pun dia benar-benar gadis yang terobsesi padaku ...


Tes, pintu terbuka.


Sekarang aku sedang berdiri di pintu depan pesawat angkasa, tepatnya di sebuah lantai pendaratan pesawat kecil seperti Helikopter tapi disini tak ada jenis Helikopter melainkan Pesawat UFO kecil seukuran mobil.


"Aktifkan Voice call lalu hubungkan ke Violet ..."


Unity menjawab. "Sudah terhubung!"


Tampak di layar sedang memanggil Violet. Lalu, tiba-tiba suara berbunyi.


"Tuan, apa kau senang dengan pertunjukan api Naga Bulan ku?"


Aku menatap kearah sekeliling di mana para Naga Naga itu masih berusaha mencoba menebus penghalang.


"Yah, aku suka dengan pertunjukan mu Violet ... Jadi, apa alasan mu menyerang kapal ku?"


Dia menggertakan giginya, itu terdengar jelas di Call.


"Kau bicara seperti itu pada ku, apa pria ini benar benar tak peka!" Ujarnya mengoceh sedikit jauh dari Voice Call yang di lepasnya dari telinga.


Aku mendengar itu mendatar. "Kedengaran Violet ku sayang ..." Ujarku dihati.


Dia mendekat lalu berkata melalui Voice call.


"Tuanku, tujuan ku kesini sudah jelas kan? Aku memberontak!"


Aku mengela nafas keluhku. "Ha-ah, jadi apa mau mu dengan memberontak? Kau bisa memiliki Abbys ,oke aku lepas tangan ..."


"Tidak, bukan itu mau ku!" Teriaknya dengan raut cemas.


Aku mendengar itu mengeluh kebawah lalu tertawa. "Hahaha, Violet kenapa kau jadi plin plan ... Apa sebenarnya yang kau mau ha?! Aku akan melepaskan kepimilikan ku dari mu jadi jangan panggil aku Tuan lagi, oke? Apa itu mau mu?"


"Kuh, aku gak mau itu jangan lakukan itu!" Ujarnya mengatakan nya dengan suara tangisan.


Robot bulat di belakangnya berkata. "Jangan lemah, Violet ingatan tujuan kita ..."


Violet menggelengkan kepala nya. "Tidak, lupakan kata kata ku tadi ..."


Aku memasang wajah heran. "Eh, lupakan saja ? Padahal itu tadi kata yang ku mau ..."


Dia jadi tersenyum senang, tapi dia menggeleng kepalanya saat sadar.

__ADS_1


"Tidak, aku tak boleh kalah!"


Aku mendengar itu tersenyum. "Ah, jadi semua nya sia sia ya?" Ucapku mengelah nafas panjang.


Aku menunjuk keatas dimana itu adalah si Violet yang tengah bersembunyi dengan area tak terlihat layar Visual.


"Aku menantang mu duel, kalo kau mau ayo!" Jawab ku.


Dia mendengar itu menjadi tersenyum senang.


"Eh, apa kau serius?"


Aku berkata padanya dengan wajah tersenyum meremehkan.


"Jika aku menang, pulang lah dan bersih kan kerusuhan ini ..."


Dia mengangguk. "Oke!"


Lalu dia memegang bibirnya dan tersenyum dengan nafas terhiyal hiyal. Wajah memerah merona dengan senyuman nafsu.


"Aku akan berusaha mengalahkan mu dan jika aku menang izinkan aku melakukan hal itu oke ..."


Aku menggaruk kepala dengan wajah bingung. "Hal itu?"


Dia turun ke arah ku bersama robot bulat nya.


Aku tersenyum dengan memencet sebuah alat di tangan ku.


"Tak masalah, karna bukan hanya kau saja yang punya ..."


Dezsss, aku memanggil sebuah robot besar dan membuka pintu nya. Duduk di ruang pengendali robot besar ku.


Robot besar ku berbentuk seperti Transformers berwarna ungu. Aku mengendalikan nya di bagian dada dengan sistem sihir. Mengendalikan melalui otak, ini seperti aku menjadikan robot itu sebagai tubuhku.


"Apa kau siap bertarung?" Tanyaku memancingnya dengan gerakan tangan.


Violet tertawa melihat itu. Dia naik di pengepit raksasa dari Robot bulat besar. Lalu masuk kedalam nya dan duduk di depan mata itu.


"Aku siap melawan mu kapan pun, Tuanku!"


Demtesss, Pertarungan dengan kekuatan saling mencekam mengandalkan daya tahan.


"Khhhhh, aku suka ini!" Ujarku berkata dengan wajah tegang.


Violet berkata sama. "Khhhhh, aku juga sangat menyukai mu!"


Duk, memukul perut nya hingga Robot bulat raksasa terhempas ke arah depan.

__ADS_1


"Sialan, boleh juga kau Tuan!"


Dia mendarat dengan keempat tangan nya, Robot bulat raksasa.


Aku melihat itu tersenyum lalu menarik pedang. "Silahkan putuskan apa mau mu setelah ini, oke?!"


Dest, tebasan itu terlihat terlalu curang bagi Violet.


"Kuh!" Teriak Violet menjadi terkejut dengan petir yang menyambar dari arah pedang nya menebas.


"Cu-curang! Kenapa pakai sihir?!" Ujarnya mengatakan itu dengan wajah cemberut di layar Visual.


Saat ini kami saling terhubung dengan Vidio Call.


"Violet ku, Tuan mu ini bukan curang tapi memang ini kemampuan senjata nya ..."


Violet menggertakan gigi nya. "Aku tak punya kekuatan seperti itu? Mustahil bisa menang kalo dengan robot ini ..."


"Yang menerima tantangan nya siapa?" Ujarku tersenyum kearahnya dengan wajah mengejek.


Dia mengembangkan pipinya. "Sialan, kau ngeselin Tuan!"


Duk, dia memencet sebuah tombol yang mana sesuatu meluncur dari arah bawah dan dalam hitungan menit sampai kearahnya.


Tap, dia menangkap pedang besar itu.


"Tapi, aku sudah menduga nya Tuanku ..."


Aku berkeringat melihat itu.


"Sungguh Violet memang sudah ku duga sangat sulit untuk di kelabui ..."


Denteng, Pedang beradu antara Petir dan Api.


"Kahahaha, membara api mu itu sampai membuat dalam sini berkeringat ..." Ujarku mengelap keringat ku.


Dia menjawab ku dengan wajah sama lelahnya. "Aku sedari tadi menahan sakit dari petir mu, ku akui Tuanku bener hebat!"


Aku lalu tersenyum juga dengan raut wajah menahan hentakan pedang yang makin berat.


"Senang mendengar nya tapi maaf ya jika kau sangat kesakitan ..."


Aku merasa Violet tak kesakitan tapi rautnya ku tahu dia sedang menahan sakitnya meski tampak biasa saja. Dia memang manusia dengan tubuh setengah robot tapi dia bukan lah sepenuhnya robot jadi itu membuat ku sedikit merasa bersalah padanya.


" Apa yang harus ku lakukan sekarang?" Ujarku memasang wajah agak sedikit khawatir padanya.


---

__ADS_1


__ADS_2