
Dibawah Abby yang dalam, dilantai terbawah. Seorang gadis berambut putih dengan pupil mata menyala merah. Dia selalu duduk di depan sebuah Tabung Ferfum menunggu kedatangan seseorang yang akan keluar dari tabung itu. Gadis bertubuh Robotic dengan banyak selang selang besi di sekujur tubuhnya.
"Kapan kah? Kapankah Tuanku mengunjungi ku lagi? Aku sangat merindukanmu yang tercinta, Rustyel Sama!" Ujarnya mengucapkan kata-kata itu bagai berdoa di depan Tabung Ferfum dengan mata berkaca-kaca. Raut merah merona di pipinya dan senyuman gadis yang mendambakan cinta yang datang.
Dia lah Violet.
Seseorang menegurnya di belakang. Dari pada disebut seseorang, ini adalah Robot bulat dengan wajah bulat tapi memiliki mata dan mulut yang selang selang besi terhubung padanya.
Robot bulat raksasa itu memiliki tangan besi besar dengan 3 jari pengecap seperti pengeruk yang ada pada truk.
"Kah, Violet sama Kau lagi lagi menghabiskan waktu di depan Tabung Ferfum kosong ?! Apa kau tak merasa bosan?"
Violet tersenyum menyeramkan mendengar ucapan Robot besar itu.
"Bosan? Kau berani menyuruhku untuk bosan menunggu kedatangan nya?!" Ujarnya tampak melebarkan mata dan menggertakan giginya dengan raut wajah marah' menakutkan.
"Pria tua ini hanya menyuruh mu menjaga kesehatan, Nona ku tersayang ..." Ujar Robot besar itu berkata dengan wajah tegang dan berusaha tersenyum memaksakan bibir besi nya.
"Diamlah, aku mau kau tutup mulut dan tidak menganggu khusyukan ku!"
Seketika Sang robot besar naik keatas dan pergi meninggalkan si Gadis itu.
Violet berdiri dengan wajah kesal dan menghentakkan kakinya.
"Sialan! Sialan! Sialan! Kemana Tuan?! Apa Dia tak membutuhkan ku lagi?!" Ujarnya menggigit kuku jari jempolnya dengan wajah cemas.
----
Sementara itu, Aku yang sedang membasuh muka di depan kaca kamar mandi tersadar akan bulu mata ku yang lepas sehelai di telapak tangan.
"Siapa yang merindukan ku? Apa Violet si gadis Robotic Yandere atau si Xavier Gadis Robotic Tsundere di Pabrik City Prode?" Ujarku di hati jadi agak cemas.
Dalam lamunan ku terdengar ketukan di depan pintu kamar mandi.
__ADS_1
*Tok!
"Sudah waktunya sarapan Tuan ..." Ujarnya berkata di balik pintu.
Suara itu adalah Ceron yang memanggilku untuk sarapan.
"Baik!" Sautku kuat.
*Byushhh!
Membasuh muka sekali lagi ...
----
Kulihat di meja makan sudah penuh makanan, si Cecilion menaruh makanan di meja. Tampak dia tersenyum mengangkat alisnya.
"Tuan, kau lihat kan aku juga cocok sebagai Maid karna aku sangat ahli memasak!" Ujarnya mengepalkan tangan bersemangat.
Ceron tampak sedih, dia memperhatikan Cecilion yang menyiapkan makanan. Lalu, dia menarik kursi dan mempersilahkan ku duduk.
Aku duduk sambil memperhatikan wajah sedihnya.
"Kau tak bisa masak ya, Ceron?" Tanyaku tanpa basa basi.
Dia langsung menoleh membuang mukanya yang tampak putus asa.
"Yah, aku hanya malaikat tak berguna untukmu ..."
Aku tertawa agak khawatir. "Hahaha, tidak benar kok ... Meski Cecilion bisa masak, dia orang nya ga sopan ..."
Cecilion terkejut dan wajah nya merah semuanya.
"Apa yang anda katakan Tuan?! Aku ini iblis mana bisa sopan santun kayak kalian ..."
__ADS_1
Aku menjelentik jari. "Itu dia, kalian berdua berguna buat ku ... Yang pasti aku akan butuh kalian, Ceron sebagai pendamping saat pergi dan Cecilion menyambut layak istri dirumah ..."
Dia makin memerah dan terjatuh kelantai. "Jangan dengar kan Dia Cecilion! Kau adalah Pria tulen bukan seorang yang bisa jadi istri ..."
Aku melihat itu tertawa lagi tapi kali ini dengan wajah jujur bahagia.
"Tidak, kau punya lubang kok bahkan sudah ku coba kan semalam?"
Dia menoleh dengan raut yang makin memerah. "Beraninya mengatakan itu tanpa rasa malu mmmppp ..."
Ceron tampak terkejut dan memasang wajah tak menyangka.
"Curang! Kenapa hanya Cecilion?! Aku kenapa tidak di beri benih mu?!"
Aku mendatar mendengar ucapannya.
"Tak mungkin aku mau menyerang mu saat kau tidur dengan lelap seperti itu ..."
Cecilion berdiri dan memegang pinggang nya.
"Tuan tak selera liat cewek jorok yang tidur nya ngiler ..." Ujarnya tersenyum meledek Ceron.
Ceron memerah dan menutup wajahnya. "Aku ngga ngiler!"
"Terus kenapa Tuan ga mau nyentuh kamu?"
"Ngga ngiler!" Ujarnya tegas berteriak ke wajah Cecilion.
Aku menyuap makanan dan memikirkan sesuatu.
"Sudah lama aku tak melihat Violet sejak terakhir kali , 3 tahun lalu ..."
"Nanti ku kunjungin lah ya ..." Ujarku menguyah sambil tersenyum.
__ADS_1
Pagi ini kelihatannya Ceron dan Cecilion berisik sekali, namun mereka berdua seperti biasa nya tak menganggu monolog yang ada di kepala ku sendiri.
---