Player Nge-cheat Terbuang Ke Isekai.

Player Nge-cheat Terbuang Ke Isekai.
Rasa penasaran Ibuku.


__ADS_3

Kami memutuskan untuk pulang dari Benua kematian karena hal mendesak yang membuat Kakakku jadi berubah. Tapi, untungnya dengan sihir ilusi miliknya si Cecilion Kakak jadi tak terlihat sebagai Manusia Naga. Dia tetap terlihat seperti dirinya biasa di mata orang lain kecuali Aku.


Tampaknya, Kakak Asila telah berevolusi akibat dari Dewi yang masuk ke tubuhnya. Dia sudah di bangkitkan darah Naga di tubuh nya saat ini. Tanduk Naga runcing di kanan kiri diatas kepala nya lalu ekor tebal di belakang. Wah, belum lagi matanya yang tajam dengan pupil ungu seperti hewan buas. Pernah liat mata kadal? Seperti itu lah bentuk matanya.


Lalu, pertumbuhan yang drastis terjadi.


Maksud ku Oppay dan wajah nya jadi terlihat kayak Tante Tante girang.


"Kakak kau beneran berubah banyak ya?" Ujarku melihat nya dengan wajah memerah.


Dia menatap ku dengan memainkan rambut merah nya itu. Sembari cemberut saat menyilang tangan.


"Jangan katakan yang aneh-aneh pada kakakmu sendiri ..."


Aku melihat kearah nya terutama bagian dada yang terlihat belahan.


"Hmpppp, aku ragu bisa cocok dekat dengan mu tanpa gemetar ..."


Dia menatap ku dengan tajam. "Kau mau menghindari ku karna kakakmu jadi seperti monster sekarang?!" Ujarnya menunjukan raut marah dan sedih secara bersamaan.


Aku mengangkat tangan dan tersenyum dengan wajah memerah. "Bukan begitu, aku merasa kau tambah sexsi sehingga sulit bagiku bisa terbiasa dengan wujud mu sekarang ..."


Kakak Asila memegang pipinya dan jadi memerah malu. Dia melihat ku dengan senyuman yang menggoda seperti nya dia tidak tahan lagi.


"Kau mengatakan sesuatu yang imut, dek?" Ujarnya menahan diri dengan senyuman itu.


Lalu ...


"Wah, imutnya!" Ujarnya memelukku kemudian.


Aku terhimpit buah dada besar sekarang.


"Kah, sialan ini menabjukan!" Ujarku dihati, lalu tersenyum bahagia dalam pelukan itu.

__ADS_1


Memang bahagia itu dipeluk oleh orang yang mencintai mu kayak Kakak sekarang memelukku.


Namun ...


Aku merasakan sebuah tekanan dari arah belakang. Letaknya dari pintu kamar ku yang terbuka. Dia mengintip dengan pandangan tajam di balik pintu.


"Ciiiiiiii ..." Ujarnya berucap pelan.


Aku tau suara itu, lalu menoleh kearah suara.


"Kathrina!" Ujarku berkata saat menoleh.


Dia lari seketika.


"Eh?" Ujarku kaget.


Dalam hatiku. "Apa dia menghindari ku karna marah sewaktu kemarin?"


Kakak menciumi ku. "Moh, kau kenapa sih dek?! Sini kakak cium ..."


Aku terdiam membatu dengan banyak ciuman.


----


Sewaktu aku pergi ke Bengkel, kulihat Sudah ada Ibu berdiri dengan tangan di pinggang. Dia tegak layak nya ksatria, bertanya pada Sarah di sampingnya.


"Kemana sih tuh bocah?!" Ujarnya yang kayak menunggu ku dari tadi.


Aku melihat itu mendatar. "Apa yg ibu lakukan disini?" Ujarku bertanya pada nya.


Sarah menoleh. "Tuan Erlan!" Ujarnya.


Membuat Ibu berbalik seketika. "Akhirnya kau muncul juga ..." Ujarnya menatap ku dengan wajah serius.

__ADS_1


"Apa ini? Aku rasa akan ada hal merepotkan baru lagi ..." Ujarku merasa agak khawatir sekarang.


Kathrina datang dengan Ceron, dia melihat ku dan bersembunyi di balik sayap Ceron.


"Ada Katharina sama?" Ujar Ceron bingung dengan sikap Katharina.


"Ah, dia membenci ku ..." Ujarku menangis dihati melihat itu.


Cecilion yang kepeluk sedari tadi akhirnya bangkit dan bicara. "Apa ada sesuatu yang membuat anda sampai di benci sebegitu nya dengan Katharina sama?"


Aku menggeleng kan kepala dengan wajah sedih. "Mana ku tahu ..."


*Tap!


Ibu menepuk pundak ku dan menatap tajam saat aku menoleh.


"Jelasin padaku gimana kau bisa kenal sama Mas beramor keren itu?!"


Aku mengecak gaun ku dan mengepit kuat di ketiak ku si boneka yang tak lain Cecilion.


"Aku menemui nya di taman Bu, aku tak tahu sumpah ..." Ujarku menunduk ketakutan.


Dalam hatiku. "Sialan dia jelas akan bertanya hal ini! Bagaimana bisa aku berpikir semua akan baik-baik saja hanya karna sudah berlalu beberapa hari ?!"


*Tap tap tap!


Terdengar langkah seseorang.


" Eliza, kau tak boleh memarahi anakmu! Dia kan hanya berusaha menolong mu !"


Suara itu membuat aku menoleh, tak asing banget. Suara lemah lembut dan sulit terdengar karna kecil.


"Marseille, kenapa seorang kaisar bisa berada disini?!" Ujarku dihati, mataku seketika melebar karna kaget akan kemunculan nya.

__ADS_1


----


__ADS_2