
Seperti nya aku mati karna cekikan leher dan kembali terbangun di dalam tabung. Tapi, seperti nya aku menjadi anak 6 tahun sebagai Erlan. Yah, tadi aku menggunakan mode dewasa dengan tabung perfum. Setelah mengetahui cara kerja nya, aku menemukan beberapa kemampuan dari nih tabung Perfum. Selain mengeluarkan Karakter melalui tabung, ternyata aku bisa menambahkan fiture Save. Jadi, saat mati otomatis Tabung menciptakan kesadaran ku lagi di tubuh baru.
"Dengan begini aku akan abadi!" Teriakku di depan kaca tabung Ferfum.
Aku melihat tubuh bugil ku yang berusia 6 tahun di kaca tabung itu. Seketika aku memasang fose keren beberapa kali.
"Beneran aku nih ganteng di dunia manapun aku datang ..."
Dushhh, mengibas rambutku.
"Ah, aku sungguh tampan!"
Saat melangkah ingin menuju lemari baju tiba-tiba ...
Derekkkkkk, seseorang masuk. Yah, aku tahu itu pasti Kathrina dan Arum.
"Kakak, kenapa kau bugil?"
Aku menjawabnya dengan tatapan sama. "Kenapa kau masuk kesini tanpa izin?"
Arum berlari kearah ku dan memelukku. "Tuanku, jangan tinggalkan aku sama Nona sadis ini ..."
Aku mengela nafas ku padanya. "Ha-ah, apa maksudnya mengatakan adik ku sadis ha?"
Dia menangis sambil menatapku. "Soalnya, aku terus dipaksa berdandan ... Aku berdiam tanpa bergerak lebih dari 12 jam ..."
Aku tertawa dengan raut tak enak. "Eh, mengerikan juga ..." Ujarku dihati.
Aku lalu mengatakan dengan tangan keatas. "Kau ingat tidak, ini tuh termasuk latihan ... Kau kan orang nya Hiperaktif jadi harus belajar tenang ... Yang cocok mengajari dirimu adalah orang yang Hiperaktif pula, yaitu Katharina ..."
Dia mengusap hidungnya yang ngeluarin ingus.
__ADS_1
"Hiks, kau benar ini juga salah satu latihan Tuan ..." Ujarnya menangis dan terus mengusap air matanya.
Aku menatap Katharina dengan wajah tanpa ekspresi.
"Kalian kesini ngapain?"
Katharine menjawab dengan wajah tersenyum. "Tentu saja, mau menyusul mu!"
Aku menjawab dengan ekspresi wajah mengerut.
"Kapan aku bilang kau boleh ikut?"
Dia menjadi cemberut. "Aku mau ikut, kakak tau kan aku juga bisa mengalahkan Iblis hari itu!"
Aku mendekat kearahnya dan
Tok!
"Dasar kau ini, bukan berati aku harus membawa mu terus ..."
Dia memasang wajah menangis. "Aku benci kakak!" Teriaknya berlari menangis.
Akh, rasanya hatiku jadi terluka.
Tinggal Arum menatapku dengan wajah termenung.
"Tuan, bukannya kau jahat?"
Aku menarik pipinya dengan cubitan.
" Diamlah, pasti kau yang memberi tahunya kan?"
__ADS_1
Dia melirik kelain dengan wajah berkeringat. "Mana ada, dari mana aku tahu?" Ujarnya menahan tawa dengan wajah tegang.
Aku menyipitkan mata ku menatapnya.
" Kelinci satu ini ..."
Dia memeluk ku. "Maaf ya!" Ujarnya mengatakan itu dengan senyuman imut memohon.
Tapi, aku tak semudah itu.
*Tok!
Aku mengetuk kepalanya dengan tinju ku.
"Kau pikir aku cowok apaan?!"
Aku menyentuh keningku, titi ku jadi nganceng.
"Wajah imut mu sialan, apalagi Katharina yang menangis tadi!"
Sialnya, aku seperti dapat Fetish baru.
---
Dikarenakan aku sudah mendapat anggota gadis-gadis baru. Aku berniat mendirikan usaha perdagangan sebagai BastCamp. Itu akan kami gunakan sebagai markas rahasia. Letaknya tentu saja, di Ibu Kota Kerajaan VIP.
Sebuah markas yang tak mencolok, yang besar nya sesuai dengan kualitas negri ini. Gedung terbesar dan tertinggi di Negri ini.
Gedung terbengkalai milik Kerajaan VIP, tak jauh dari Kastil. Hanya butuh sedikit ciuman di pipi untuk Ibuku, aku dapat Gedung paling tinggi dan besar.
" Hohoho, begini rasanya jadi anak mami ..."
__ADS_1