Player Nge-cheat Terbuang Ke Isekai.

Player Nge-cheat Terbuang Ke Isekai.
Kekalahan.


__ADS_3

Aku menggertakan gigi sesaat aku membuat nya terpental lagi kali ini sangat jauh dan jatuh dari ketinggian.


Bush, jauh ia terbang dan terguling jatuh kebawah. Tampak sesaat aku melihat kebawah. Sudah kuduga tak selang beberapa lama, robot itu kembali naik keatas.


"Kau takkan bisa mengalahkan ku semudah itu Tuan!"


Aku menekan telinga ku, dimana Voice Call ku pada Unity terhubung.


"Apa sudah kau masuki bagian software nya? ... Jika ia cepat lah katakan padaku apa sudah?!"


Unity menjawab. "Aku sudah melakukan sebisa ku Tuan, mohon bersabar lah ... Ini sangat sulit, seolah bersamaan mereka melakukan perlawanan ..."


Aku mengucek rambut dengan wajah stress. "Kah, kuharap lain kali kau memikirkan hal ini ..."


Dia tak menjawab. " ... "


Aku menegaskan nya. "Unity, jangan lari lain kali lakukan dengan keamanan kuat agar tak terulang lagi ... Asal kau tau saja, jika 2 otak ku di kapal melakukan hal sama bayangkan apa yang akan terjadi ..."


"Baik, Tuan!" Ujarnya Unity lalu dia pergi.


"Ha-ah, aku sungguh kerepotan sekarang ..." Ujarku menarik tuas.


Desh, beberapa roket keluar dari arah tubuh Robot raksasa ku. Seketika melesat menembak ke arah nya si Robot Bulat Raksasa.


"Aku bisa menghindari segala nya ..."


Bush, secepat nya dia menghindari segala ledakan dari roket itu.


Sesaat dia sampai dihadapan ku.


"Makan lah ini!"

__ADS_1


Bush, aku menghentakkan tangan ku yang memegang Pedang kearah nya si Robot Bulat Raksasa.


Derenggggkkkk, gesekan pedang dengan kilatan petir dan Api menyala dari 2 pedang yang beradu.


"Kuh, aku mau mencoba lebih keras!" Ucapku memegang pedang dengan gemetaran.


Hentakan nya makin kuat, dia tak berbicara sepatah kata pun tapi jelas aku melihat wajah nya yang mengerut dengan kuat. Dia terlihat agak menyeramkan sekarang.


"Grrrr~`" Ujarku meledeknya saat tersenyum.


Dia menjadi cemberut dengan wajah ku yang menunjukkan ledekan itu pada nya melalui Video call.


" Berhenti meniruku!" Ujarnya menjadi memerah malu saat berteriak.


Bush bush bush, terbang dengan secepat kilat melakukan gerakan secepat kilat bak cahaya.


Saling beradu pedang dengan kecepatan tinggi.


Derenggggkkkk, gesekan kesekian kalinya membuat aku terhentak.


Dalam seketika robot raksasa yang ku kenakan di lalap api.


Jump, aku dilempar dengan kursi pelontar.


"Sial!" Ujarku merasa agak kesal.


Wajah ku terlihat di penuhi oleh bekas hitam asap asap.


"Hah, aku kalah sialan!" Ujarku memegang kening.


Violet tertawa dengan wajah nya yang ***** berat.

__ADS_1


"Hahahaha, aku gak percaya ini nyata ..."


Dush, dia melompat dari Robot bulat raksasa nya.


Dia memelukku seketika.


"Sekarang Anda milikku ..."


Aku tertawa memegang kepala dengan wajah tegang dan keringat tinggi.


"Baiklah, aku milik mu jadi apa yang mau kau lakukan?"


Aku melihat senyuman nya yang menakutkan.


Setelah itu ...


Dibawah Dangeon Abbys dilantai terdasar. Sebuah kursi berdiri tegak, lalu aku diikat di kursi itu. Dengan lilitan keseluruh tubuh, ah aku merasa sangat familiar dengan hal seperti ini.


"Jangan-jangan si Violet ini suka hal beginian?"


Pluck pluck, gerakan tangan saat di bawah sana. Aku memasang wajah memerah menahan nya.


"Sialan, jangan gunakan mulut ..."


Pikiran ku merasa melayang, dia serius untuk hal yang satu ini.


Meminta ku, dengan memeluk ku saat aku terduduk dan berdansa saat aku terikat.


"Aku menyukai ini, apa kau melihat ini Tuanku ..." Dia mengecup leher ku pelan.


Kuh, aku dibuat nya lelah sampai Pagi.

__ADS_1


"Unity, kau dimana sih?!" Voice Chat aktif di pesawat berulang kali tapi Unity tak menjawab nya.


-----


__ADS_2