Player Nge-cheat Terbuang Ke Isekai.

Player Nge-cheat Terbuang Ke Isekai.
Akademik


__ADS_3

Tampaknya setelah rahasia ku di ketahui Ibuku dan Marseille, sesuatu yang aneh di sepakati. Ya, itu adalah cara terakhir agar aku bisa bertahan dengan semua rahasia yang terbongkar ini. Aku di minta untuk pergi ke Akademik Sihir dan Pedang yang berada di Ibukota Kekaisaran. Menggunakan wujud ku yang remaja dari salah satu Akun. Pria berambut hitam pekat dan pupil mata hitam.


Akun ku yang merupakan Karakter game yang telah di timpal. Level nya sangat normal, yaitu level awal sebuah karakter akun saat pertama kali login. Level 1, dengan Nama Chrome.


"Apa bisa semua tetap baik-baik saja?" Ujarku mengusap kepala ku di depan sebuah gerbang.


Aku telah turun dari kereta kuda yang membawaku. Disini adalah Akademik Pedang dan Sihir, Great Famous. Tempat ini merupakan salah satu tempat yang ada di Sken meski hanya satu kali muncul di game tapi itu menjelaskan semua nya. Bahwa orang-orang yang merupakan tokoh juga merupakan anak remaja di akademi meskipun mereka sekaligus seorang Pemimpin.


"Hm, aku tak pernah mempertanyakan kenapa Ibuku sibuk ... Yah, aku tahu jelas bahwa dia memimpin satu negri sekaligus bersekolah di Akademi ini Great Famous ..."


2 orang pelayan di belakang ku mengikuti saat aku berjalan masuk. Ceron dan Cecilion yang menyamar sebagai Pelayan. Mereka menyembunyikan wujud aslinya dengan sihir ilusi.


"Sebaiknya kalian berhati hatilah, karna kita tak tahu mungkin saja ada orang yang kuat seperti Ibuku ..."


Aku berbicara dengan begitu serius nya, meminta mereka agar waspada. Tapi, tanpa kusadari semua murid memperhatikan ku dan 2 Maid di belakang ku. Saat Ceron dan Cecilion melambai saat itu pula para pria dan gadis meleleh.


"Siapa Maid cantik itu?!" Suara para murid pria.


"Kyahhh, cantik banget!" Terdengar dari kerumunan orang-orang yang ada di sekitarnya.


Aku mengerutkan keningku. "Sialan, ini sih gawat!" Ujarku merasa agak salah tingkah karna pertama kalinya aku di tatap seperti ini dengan orang-orang.


Terlihat seseorang datang, pria itu tampak berambut coklat dengan pakaian Akademi seperti ku. Dia memiliki pupil mata kuning yang membara dan wajah tampan yang bersih penuh dengan kepercayaan diri.


Saat dia tiba di depan ku, dia menunjukku.


"Apa kau pria bernama Chrome?" Ujarnya tersenyum saat menunjukku.


Aku melihat itu menjawab dengan wajah datar.


"Kau siapa?"


Dia memegang dagunya dan tersenyum menggelengkan kepala nya. Seolah dia mengatakan aku hanya berpura pura tak kenal dia.


"Jangan pura pura tak tahu, aku ini terkenal Lo! Namaku sudah tersebar di Kerajaan VIP, merupakan salah satu rekan Pahlawan ..." Ujarnya menatap ke Ceron dengan mengangkat alis dan tersenyum terus.


Aku menatap Ceron dengan wajah datar. "Kau kenal dia?"


Ceron memegang dagunya lalu mencoba mengingat sesuatu.


"Hmmmmmmp, wajahnya seperti pernah ku temui tapi aku tak ingat sih ... Rasa nya ingatan ku kabur ..."


Si Pria mengecap dada nya. "Ceron sama, aku


ini Pria yang kau berikan berkah Lo ... Aku Rein, seorang dengan gelar Tembok tak terpatahkan!"


Cecilion memegang dagu nya. "Ouh, kau Rein ya? Aku ingat sekarang, kau pria yang ku bully saat di labirint Raja Iblis terdahulu kan?"


"Jangan buka cerita itu! Aku saat itu sendirian dan terteleport makanya-"


Dia mengencangkan matanya. "Sayap kalilawar dengan senyuman merendahkan itu -"


*Hiks!


Dia menggigil melihat senyuman Cecilion.

__ADS_1


Aku melihat reaksi nya bertanya pada Cecilion. "Kau mengenalnya?"


"Dia adalah seorang yang terkena perangkap ku di Labirint, saat itu Raja Iblis memerintahkan aku untuk menghalangi pahlawan ... Yah, mereka di perhambat sampai ke Kastil tapi yang membuatku heran mereka terjebak sampai 100 hari di Labirint ..."


Aku mendatar mendengar penjelasan nya. "Jadi kalian rival lama?"


Dia menggelengkan kepala dan tertawa. "Hahahaha , bodoh sekali aku menganggap nya rival ... Dia lebih tepatnya adalah orang yang ku bully ..."


Rein mengecap tangan nya mendengar itu, giginya berdecak kuat. Rasanya, dia benar benar kesal.


"Mereka berdua terlihat melayani mu ya Chrome, aku akan melawan mu untuk membuktikan aku lebih kuat dari mu ..."


Aku mendatar mendengar nya. "Ah, oke lah ..."


Semua orang menatap kami dengan tegang lalu setelah itu mereka bersorak.


"Wo-ho! Kemari, ada duel antara Rein sama dengan murid baru ..." Ujar para pria pria.


"Pria tampan nan elok melawan pria tampan lainnya ..." Ujar para gadis gadis.


Aku menghembuskan nafas keluh ku. "Kau punya kekuatan pelindung kan? Kalo boleh, aku memberikan saran untuk mu menggunakan Sheild Sword mu ..."


Dia menunduk dengan wajah diam, tampak dia terlihat marah.


"Aku akan membunuh mu, pasti membunuhmu! Menyuruh ku menggunakan pedang pahlawan Sheild Sword, berani nya meremehkan ku!" Ujarnya menarik pedang dari portal yang muncul di tangannya.


Pedang Sheild Sword ditarik dari dimensi penyimpanan miliknya.


*Tsekkkk!


"Kubunuh pasti kubunuh!" Ujarnya menunjuk pedang nya kearahku.


Seketika berkumpul bak ombak pecahan pecahan kubus menjadi sesuatu yang bergabung dan besar.


*Dentum!


Menukik dari atas dan pecah saat menyentuh permukaan tempat ku berdiri.


*Tessshhhh!


Sayap Ceron melindungi ku dari serangan itu.


Aku melihat keatas dimana sayap Ceron di serang.


"Ini duel, kenapa kau melindungi Tuanmu Ceron sama?!" Teriaknya mengepal tangan dengan wajah marah.


Ceron menatap dengan tajam dan raut dingin. "Buang kata hormat mu, dasar mahluk yang tak tahu diri ... Berani menyerang Tuanku!"


Dia memundurkan langkahnya, wajah nya tampak sangat frustasi.


"Sialan, kau benar-benar mencuci otak nya Ceron sama dasar Ceron!"


*Deshhh!


Seketika gelombang besar ombak dari kumpulan kubus menyerang ku.

__ADS_1


Para murid berteriak berlarian ketakutan.


"Tolong, Rein sama mengamuk!" Ujar gadis berlari dan bam tertimpa kubus.


"Gawat, aku akan mati!" Ujarnya melihat gelombang di depan mata.


Serangan besar seperti itu membuat para murid di timpa gelombang kubus kecil yang mengamuk.


"Hahahaha, aku akan membunuh kalian !" Ujarnya tertawa menyeramkan dengan tangan merentang.


Sementara aku, menahan serangan dengan satu tangan.


"Meski ku bilang level nya satu, tapi yah ..."


Aku melihat ke papan statusku yang mana Cheat masih aktif pada akun ini.


"Karakter yang ku beli dengan harga mahal, 25 juta ku habiskan untuk mendapatkan nya pada gacha ... Lalu, cheat yang ku gunakan pada Akun ini ..."


Aku tersenyum kedepan.


"Sebuah Bug mana yang tak bisa habis, kupikir ini seru jika menggunakan skill Gravity Control Fall ..."


Semua area hancur tapi tak ada satupun murid yang terkena serangan seolah ada pelindung tak terlihat yang menahan mereka semua untuk terkena serangan.


*Dest!


Aku menunjukkan jari telunjuk ku keatas lalu aku balik kebawah.


*Dekkkk!


Seketika pecah semua kubus itu terhentak kebawah.


Pecah semua nya dan hilang.


"Apa yang terjadi?!" Ujarnya kaget sampai berkeringat peluh.


"Aku tak tahu jika bisa sampai sekuat ini!" Ujarnya di hati berspekulasi.


Aku melihat nya dengan wajah datar. "Bam!" Ujarku mengatakan.


Seketika pandangan Rein memudar dengan tarikan garis garis kuat kebawah.


Lalu ...


*Dentam!


Dia terhentak ketanah dengan lubang besar.


Semua murid yang ketakutan membuka matanya. Ada yang melindungi kepala nya ada pula yang ternganga melihat apa yang terjadi didepan nya saat dia duduk. Ada pula yang terdiam menatap saat berdiri apa yang terjadi pada Rein.


"Duel yang sungguh seram!" Ujar para murid murid itu.


"Apa-apaan Rein sama?!" Ujar semua nya marah.


Sementara Rein, dia terkapar tak sadar kan diri.

__ADS_1


------


__ADS_2