Player Nge-cheat Terbuang Ke Isekai.

Player Nge-cheat Terbuang Ke Isekai.
Rahasia telah ku bongkar.


__ADS_3

Ibuku mendesakkan bibirnya dengan raut wajahnya yang tampak kesal.


"Kau jangan ikut campur urusan keluarga orang, dasar perawan!"


Kaisar langsung tertunduk. "Jahat banget!" Ujarnya berteriak kearah si Eliza.


Aku menatap Ibuku dengan wajah kagum. "Berani nya bicara sembarangan dengan kaisar , pasti nya kalo bukan Ibu akan dihukum mati ..." Ucapku dihati sambil menegukan liur.


Cecilion sudah muak dengan pelukan ku dan dia berontak lepas.


"Kah, sialan aku hampir mati karna cekikan mu Tuan!" Ujarnya berkata begitu.


Ibuku menggelengkan kepalanya , lalu menatap ku dengan wajah penuh pikiran.


"Kau pikir bisa menyembunyikan nya dari ku Erlan ku sayang? Aku ini Pahlawan, apa kau lupa hal itu?" Tatapnya mengerikan.


Aku meneguk liur ku. "Apa maksudnya Bu?"


Dia menepuk pintu bengkel ku yang tertutup oleh pintu besi.


*Teng!


Suara pukulan tangan nya.


"Buka bengkel ini sekarang! Aku mau liat isinya apa!"


Aku menatap kelain. "Itu hanya mainan anak-anak umur 6 tahun isinya ..."


Dia menyipitkan mata. "Kau mau membodohi Ibumu sendiri ya?"


Dia menatap tajam ke Ceron. "Malaikat itu! Apa kau pikir aku tak bisa melihat sayap nya hanya karna sihir ilusi?"

__ADS_1


Cecilion menyilang tangannya. "Dia Pahlawan Tuanku, mana mungkin ga tau ..."


Ibuku melihat ke Cecilion. " Raja Iblis, Cecilion bahkan menjadi gadis bak boneka anak-anak ... Sebetulnya aku sudah curiga sejak dulu, apa kau merahasiakan nya dari lama?"


Aku mengela nafas kebawah. "Baiklah, aku minta maaf Bu!" Ujarku menjawab dengan nada datar.


Mengangkat rok ku saat berjalan lalu berhenti di depan pintu bengkel.


"Buka pintunya, Unity!" Ujarku berkata dengan raut datar.


Seketika pintu terbuka.


Ibu yang tadinya memasang wajah kesal jadi terbengong-bengong.


"Apa-apa an tempat ini?!" Ujarnya melihat banyak alat tak di kenali.


Ada banyak Layar Visual, dengan Ai yang tersenyum. Ada lemari yang memiliki lampu di tiap kotak nya dan terbuat dari besi. Ada banyak tabung kaca aneh yang berisi cairan.


"Inilah bengkel ku, apa Ibu sudah puas setelah tau semua ini?" Tanyaku datar.


"Kau bertanya sekarang setelah memaksa ku tadi?"


Dia melangkah masuk. "Artinya bolehkan?"


"Hah, seterah Ibu lah ..." Ujarku mengeluh kebawah.


Dia menyentuh beberapa alat lalu dia mencoba sesuatu. Itu adalah sebuah pistol yang berisi cairan kimia, tak bisa ku sebut namanya.


"Ini apa?" Ujarnya bertanya dengan wajah penasaran.


"Hanya mainan anak-anak ..." Jawabku datar.

__ADS_1


Dia menarik pipiku. "Ibu serius nanya Erlan!" Ujarnya mengatakan itu dengan wajah yang tampak marah lagi.


Aku merampas nya dari tangan lalu menembak Kedinding.


*Tes!


Seketika sebuah portal terbuka.


"Ini hanya lah alat sihir biasa ..."


Ibuku mendekat ke portal dan menyentuhnya. "Aku tak merasakan sihir ..."


Dia memegang pinggang nya dan menunjuk hidungku lalu cemberut. "Kau mau menipu Ibu lagi ya?"


"Akh, ibu kenapa ga percaya banget si?!" Ujarku mengucek kepala ku dengan raut kesal.


Dia melihat itu jadi termenung dengan wajah khawatir.


"Kau kenapa malah kayak orang stress gitu?!" Ujarnya agak terkejut melihat ku yang sekarang.


Yah, aku belum pernah memperlihatkan sifat asliku sekarang.


"Karna ini diriku yang sebenarnya ..." Ucapku menoleh kelain dengan raut kesal.


Ibuku jadi memundurkan kepalanya dan memasang raut kaget.


"Aku terlalu mengabaikan anak-anak ku sampai tak tahu mereka menyembunyikan sesuatu lebih dari sekedar yang ku rasa kan .. " Ujarnya memasang wajah sedih kemudian.


Dia memelukku lalu menangis. "Ibu minta maaf nak! Aku selalu sibuk dan membuat mu kurang kasih sayang ..." Ujarnya memelukku dengan tangisan terisak isak.


Aku menjadi memasang wajah memerah. "Eh, bukan begitu?! Aku memang dari awal gini ***!" Ujarku dihati.

__ADS_1


Sekarang aku dipeluk ibuku dengan wajah ku yang memerah merona malu dilihat oleh bawahan dan juga Marseille dan Adik ku Kathrina.


----


__ADS_2