Player Nge-cheat Terbuang Ke Isekai.

Player Nge-cheat Terbuang Ke Isekai.
Erlan!


__ADS_3

Aku berjalan di lorong sepi antara gedung-gedung yang berada di sisi lain. Ternyata di balik gedung-gedung tampak banyak orang miskin pengemis dan pemulung. Mereka tidur di sepanjang lorong, sampai di sudut sisi lain kota. Aku sudah berhenti di depan area tembok dalam benteng, letaknya di belakang kota yang tersembunyi di balik gedung-gedung yang ada di kota.


Genangan air ku injak saat melalui lorong dan melihat dengan pucat kearah orang-orang kurus yang saling berpelukan.


"Sisi kelam Negri ini ..." Ujarku merasa agak sedikit prihatin.


Aku berjalan sambil menatap layar Visual.


"Apa yang harus ku berikan pada mereka?" Tanyaku di hati.


Saat aku keluar dari lorong dan sampai disisi lain Kota, aku temukan area kumuh. Sebelum melangkah memasuki area kumuh, aku menoleh kebelakang lorong.


"Jatuhkan banyak Drop!"


Dalam hitungan detik, berjatuhan paket paket barang dengan kardus. Jumlah nya sesuai dengan semua orang pemulung dan pengemis ini.


"Berterima kasihlah, pada ku Venom!" Ujarku memegang dahi dengan senyuman percaya diri.


Ini mengingatkan ku pada Unity yang berkata bahwa dia membuat Aku seperti Penyelamat karna tiba tiba merasa sangat bersemangat setelah menolong orang-orang.


"Jadi begini efek samping dari kebaikan, Riya!" Teriakku mengepalkan tangan.


Aku melangkah ke daerah kumuh, melihat orang-orang menutup jendela. Lalu, ada beberapa orang bersenjata tengah menikmati waktunya didepan api. Letaknya disalah satu rumah seseorang. Yang membuat aneh, ada beberapa orang gadis terikat.


"Apa yang terjadi disini?!" Ucapku mendekat kearah mereka.


Semua orang itu berbalik saat mendengar langkah ku.


Pria berambut hitam panjang bertanya padaku dengan senyuman mengejek.


"Ho-ooo, siapa ini? Apa kau bangsawan?"


Semua orang yang ada di area itu mengeluarkan pedang.


"Lucky!"


Si rambut hitam berteriak kesekeliling nya memberi perintah.


"Jangan bunuh dia, kita minta tebusan!"


Aku mengangkat kaki ku dan bam!


Tendangan ku kewajah nya langsung membuat dia terkapar dengan muka lebam dan berdarah.


"Maaf, sepertinya sihir gravitasi ku aktif ..."


Semua terdiam sejenak, mereka jadi berkeringat peluh.


"Sebenarnya apa yang terjadi?!"


Seorang berteriak. "Dia penyihir!" Ujarnya memegang pedang dengan gemetar.


Semua tampak menatap tajam, lalu seorang pria botak berotot meneguk liurnya.


Ada semacam luka di kening nya, dia sekarang menggantikan pria yang telah tepar tadi sebagai pemimpin.


"Semua tenang, kalo kita menyerang bersamaan maka -"


Sesuatu tiba-tiba saja melintas, seolah benang tak bersuara dengan aroma darah.


Dalam sekejap, terpotong-potong lah orang-orang itu.


" Apa yang-"


Berekkkkkkk, bersimbah darah merah dan jantung potongan potongan daging merah.

__ADS_1


Dsengggggg, lalu ia memasukkan 2 pedang nya dengan posisi yang keren.


"Apa aku datang tepat waktu, Master?"


Melihatnya, aku jadi tersenyum senang.


"Kau mengganggu ku untuk berlagak keren ..."


Aku berjalan mendekati gadis gadis yang terikat di pintu. Mereka tampak pucat dan ketakutan melihat hal tadi.


"Jangan takut, kami disini menolong kalian ..." Ujarku menarik kain penutup mulut mereka.


Aku melepas tali yang mengikat tangan mereka lalu bertanya.


"Apa kalian tau siapa mereka?"


Gadis-gadis itu mengangguk. "Iya, tau!"


Gadis dikanan ku, rambutnya pink dengan gaun terlihat seperti seorang Putri Bangsawan.


"Mereka bandit yang menghadang kami saat mau pergi kembali ke wilayah Ayah ku ..."


Gadis dikiri berambut bercak corak warna warni. Itu seperti tumpahan cat yang tersebar bagai percikan cat dari tangan. Agak aneh, tapi aku pernah melihat gadis-gadis seperti ini di Benua Tengah.


"Saudariku benar, kami berdua diculik saat mau jalan-jalan ke wilayah Ayahnya ..."


Aku menjadi paham, tampaknya para bandit ini sudah menguasai wilayah kumuh tanpa di sadari oleh para ksatria Kerajaan VIP.


"Jadi begitu ya ..."


Aku bertanya lagi pada mereka saat membantu mereka berdiri dengan mengulurkan tangan.


"Apa ada gadis yang di tangkap selain kalian?"


Mereka saling menatap satu sama lain.


Aku mendengar ucapan nya langsung memutuskan memasuki gedung kecil itu.


"Permisi ya, nona -nona ..."


Mereka berdua menghindar dari ku agar aku bisa masuk ke pintu.


"Jangan panggil kami nona, Aku Dorothy dan Dia Zila ..." Ujar gadis berambut Pink.


Mendengar ucapannya aku menoleh. "Salam kenal, Aku adalah Erlan!"


Seketika gadis berambut warna warni mengencangkan matanya. Dua warna berbeda dari mata terlihat seolah menyala. Biru muda dan Pink muda, 2 permata indah di matanya.


"Erlan? Itu bukannya nama seorang Pangeran VIP?"


Gadis berambut pink jadi terkejut. "Eh? Pangeran? Saudariku bukan nya anak Pahlawan hanya Perempuan?"


Dia menatap kearah ku seketika gadis berambut pink itu.


"Erlan, apa benar kau Pangeran?" Ujarnya menatapku dengan mata melebar.


Melihat pupil matanya yang berwarna merah muda bak berlian itu. Aku jadi memundurkan langkah karna sedikit merasa tegang dan malu.


"Dari mana kalian bisa tahu?" Ujarku menjadi mengangkat tangan setinggi dada dengan kepala mundur kearah belakang.


Mataku lari dari pandangan 2 gadis cantik ini. Aku tak mengerti kenapa mereka bisa tahu identitas asli Erlina. Seperti aku telah bertemu orang penting lagi. Orang yang memberi tahu mereka pasti Marseile atau Ibuku Elizabeth atau mungkin Para pahlawan lainnya.


Aku tak bisa membohongi orang saat mereka sudah tahu, yah ini juga karna aku ingin mencolok jadi tanpa sadar aku kadang mengiyakan langsung tanpa berpikir kalo soal kepopuleran ...


"Kalian berdua ini siapa?" Tanya ku dengan wajah berkeringat dan tersenyum tegang.

__ADS_1


Kedua gadis itu mengangguk.


"Aku Princess Of Marselin, putri angkat Marsiele!" Ujar Zila menyentuh dadanya dan mengangguk saat mengatakan itu.


"Aku putri Duke Homnes, Dorothy Homnes!" Dorothy pun sama, memperkenalkan dirinya seperti Zila.


Mereka berdua kompak seolah olah mereka benaran saudari kandung.


Aku menjadi terkejut dengan yang ku dengar, seketika aku mundur lagi satu langkah.


"Putri mahkota Kekaisaran Marselin dan Putri Duke Homnes yang merupakan Paman Marsiele!"


Mereka berdua jadi tersenyum.


"Jadi kau tau yah!" Ujarnya si Zila tersenyum dengan wajah tampak senang akan perkataan terkejut ku barusan.


"Kau bahkan tau Ayahku!" Ujarnya Dorothy tampak memerah merona dipipi nya saat menatap ku.


Aku mengela nafas ku dengan wajah tersenyum. "Ha-ah, bagaimana mungkin dunia ini terasa lebih sempit dari yang kubayangkan?" Ucapku memegang dahi dan menggelengkan kepala ku.


Mereka berdua tampak bingung dengan ucapanku.


????


Aku memegang dua bahu gadis itu dan melangkah menyelip.


"Permisi, aku mau memeriksa ruangan ini dulu para Putri!"


Saat aku berniat menggunakan sihir Light.


"Lighting-" Lidah ku tergigit karna tiba-tiba cahaya menyala di sekeliling.


Lampu-lampu dari batu sihir didinding tampak menyala dari dalam lentara lentera itu.


" Jadi ada lampu ya? Kenapa gak dinyalakan sih?"


Aku melangkah dengan raut datar. Melihat kearah si Sarah yang sedang mengarahkan tangan ke lampu itu.


"Aku akan berjaga di sini, Master!"


Aku tersenyum padanya. "Tolong jaga 2 gadis itu, aku mau mengecek kedalam dulu!"


Dia mengangguk dan membusungkan dada memberi hormat.


Aku melihat disampingku meja bar, dan disamping ada tangga mengarah keatas. Aku melangkah keatas, melihat diatas ada banyak kamar.


"Apa ini penginapan?" Ujarku berkata saat sampai di salah satu kamar.


Dukkk, aku mendorong pintu. Terkejut melihat, ada seorang wanita tengah terikat. Pakaian nya seperti seorang Bartender.


"Ada wanita? Bartender?" Ujarku langsung berjongkok dan menarik kain penutup mulutnya.


Dia mengela nafasnya dengan wajah pucat. "Ha-ah, terima kasih!"


Aku bertanya padanya. "Apa kau pemilik penginapan ini?"


Dia mendadak pucat, matanya melihat kearah belakangku.


"Aw-awas!" Ujarnya menutup mata.


Derenggggkkkk, perban ditangan ku terbuka. Jas tangan panjang ini menutupi kenyataan dibaliknya. Yaitu perban yang melilit tangan, diperban yang melilit tangan itu tertutup kenyataan lagi. Sebuah besi yang melapisi lengan ku.


" Bukankah aku keren, gadis bartender?" Tanyaku dengan senyuman kearahnya.


Dia reflek membuka matanya dan melihat aku di depan nya sudah menangkis serangan kapak dari pria buncit bugil itu.

__ADS_1


"Eh?"


----


__ADS_2