Player Nge-cheat Terbuang Ke Isekai.

Player Nge-cheat Terbuang Ke Isekai.
HalfElf-


__ADS_3

Penyerbuan Kekaisaran Elf kepada Negara - Negara HalfElf, yang terdistorsi di perbatasan antara Manusia dan Elf.


Ras HalfElf tak diterima oleh Manusia dan Elf, mereka di anggap sebagai Aib. Sehingga, dalam kurun waktu 300 tahun bangsa HalfElf membangun Negeri Negeri nya di antara 2 perbatasan.


Selama ini, Bangsa Elf mengabaikan mereka dikarenakan adanya ancaman dari Bangsa Drawf dan penyihir yang masih menjadi musuh perang. Dan juga letaknya Negara'' HalfElf memberikan keuntungan untuk membendung area yang bersebelahan dengan Kekaisaran Manusia. Jadi, mereka dibiarkan terus menerus berkembang sampai masalah Perang dengan Drawf dan penyihir selesai. Bagi Elf, ras lain lebih mengesalkan dan menjijikkan sehingga harus di jauhi. Terutama para Drawf yang berbau besi dan kotor serta Para Penyihir Es yang menjijikkan dengan memaksa Roh untuk tunduk pada mereka. Yang mana, Roh roh pengendali alam di dunia ini merupakan Roh para Elf yang telah mati.


Namun, kebencian pada HalfElf yang terdistorsi lebih ganas. Elf menganggap bahwa Ras HalfElf merupakan aib mengotori darah suci mereka. Elf yang punya harga diri tinggi tak memiliki toleransi akan apa pun yang menyangkut dengan jati diri mereka dan kehormatan.


"Demi Kemuliaan!" Teriaknya seorang berpakaian Armor perang lengkap menunggangi Kuda.


Dia adalah Ksatria High Elf, Jendral Kekaisaran Elf. Membawa pasukan nya ke Daerah Perbatasan Negara HalfElf yang menjadi tergetnya.


1000 pasukan Elf telah berkumpul dengan pedang dan kuda. 200 lainnya siap dengan panah dan busur nya.


"Hari ini, akan kita musnah kan Aib Ras kita yang sudah berdiri lebih dari 300 tahun ..." Ujar sang Jendral mengangkat pedang nya setinggi mungkin dengan tangan.


Semua pasukan melihat itu dengan seksama, mereka menunggu perintah penyerbuan.


Tampak di depan mereka, adalah sebuah Kota Enthem. Merupakan Ibu kota dari Kerajaan HalfElf bernama Visth. Orang-orang di kota tak menyadari akan adanya penyerbuan dan masih beraktivitas seperti biasa.


Tanpa mereka sadari, seseorang telah tersenyum dengan wajah menyeramkan. Dia sedang bergairah memegang pedang diatas tebing sambil memandangi Kota dibawah nya. Yang mana kota, di kelilingi oleh benteng berbentuk bulat datar. Pasukan menunggu pedang sang jendral turun ke depan, sebagai tanda penyerbuan.


Saat jendral menurunkan pedangnya.


"Serang sekuat tenaga, dapatkan Berkah Dewi Elf!"


Seketika semua pasukan Elf bersorak-sorai mengangkat pedang. Dalam sekejap semua pasukan menuruni tebing dan siap menyerang Kota.


 


Teng! Teng! Teng!


Lonceng berbunyi gerbang kota, semua menara pemantau membunyikan lonceng sehingga orang-orang jadi panik dan cemas.


"Ada apa?!" Ujar seorang Pedagang yang berhenti menawarkan dagangan pada pelanggan dihadapan nya dan jadi pokus kearah bunyi peringatan.


"Serangan monster kah?" Seorang Petualang yang sedang membaca Quest nya di jalanan Kota pun terhenti melangkah karena bunyi lonceng peringatan itu.


"Ibu, aku takut!" Ujar seorang anak memeluk Ibunya.


Ibunya tampak sangat tegang memeluk anaknya. "Ada apa ini?!"


Terlihat semua orang berlari larian kerumahnya, mereka sibuk mencari anggota keluarga masing-masing. Para militer pun bersiap di depan gerbang dengan pasukan lengkap.


Namun, tak terduga.


Dentam!


Ledakan besar menghancurkan beberapa menara pemantau. Membuat kota jadi hiruk pikuk, sehingga menimpa beberapa pasar di bawah menara itu.


Dushhhhhh!


Api muncul dari atas dan menembak kesegala arah kota. Rumah rumah terbakar dan beberapa orang berhamburan menjadi mayat.


Pintu gerbang pun di jebol oleh pasukan Ksatria High Elf, jendral mengangkat pedang nya.


"Bunuh semua, jangan sisa kan satu orang pun!" Teriak nya kedepan.


Pemanah pemanah Elf berdiri diatas rumah rumah, mereka menembaki orang orang di bawah.


Hari itu, Ibu kota Kerajaan megah Visth hancur. Lautan api membumbung dengan teriakan jeritan kematian dari warga HalfElf di Ibu kota Enthem.


 


Penyerbuan Elf kebeberapa titik Negara HalfElf terus berlanjut. Dari desa menuju Kota sampai pada Ibu kota Kekaisaran HalfElf. Dimana Sang Ratu telah menjadi frustasi dan gila akan musibah yang menimpa Negri negri dibawah pemerintahan nya.


Satu-satunya yang tersisa dari benteng HalfElf sekarang adalah Wilayah kekuasaan Kekaisaran, itu pun masih diserang terus menerus di beberapa titik desa dibawah wilayah kekuasaannya.


"Kenapa ini menimpa Negri kita?" Ujarnya sang Ratu memegang dahi dengan wajah letih.

__ADS_1


Tampak ia sangat putus asa akan hal yang terjadi, seolah tak memiliki harapan lagi. Dia hanya tertawa terus menerus dengan wajah pucat nya.


"Hahahaha, aku tak bisa menahan serangan mereka ... Baik Elf atau manusia, tak akan ada yang mau menolong kita ..."


Dia tertawa dan menangis didepan semua bangsawan yang tengah berdiri di ruangan singgasana.


Memperhatikan Ratu mereka sendiri sudah putus asa membuat wajah wajah para Bangsawan itu jadi kusut.


Perdana menteri membacakan Laporan dengan wajah lelah. Garis hitam dibawah alis matanya pun menjadi bukti bahwa ia sudah berkerja keras mencari solusi akan penyerbuan Kekaisaran Elf.


"Wilayah Duke Voleth Ernest telah di ambil alih dan semua penduduk di bunuh tanpa menyisakan satu pun ..."


Semua Bangsawan tak berkomentar apapun. Mereka tahu, jika mereka diremehkan. Dan tak ada satupun yang protes akan laporan itu. Seolah sadar, bahwa Elf bukan lah Bangsa yang bisa di ajak berkompromi. Apalagi semua tujuan mereka adalah memusnahkan Aib Darah mereka yang tak lain semua orang di Kekaisaran ini ...


"Sudah cukup, aku tak mau lagi mendengar laporan nya ..." Ujar sang Ratu mengangkat telapak tangan dengan wajah menunduk.


Perdana menteri hanya bisa memasang wajah terpelongo. Dia lelah sampai tak mampu berkata apa apa lagi.


Begitu pun para bangsawan yang ada di ruangan ini. Tak ada satupun yang siap mengemukakan pendapat.


"Kita hanya bisa menunggu kehancuran kan?" Ujar sang Ratu bersandar dan menatap kelangit langit Ruangan Singgasana nya.


Semua orang diam, tak ada sedikitpun yang bergeming mau menyerca atau bicara. Mereka tetap diam karena mereka pun tak memiliki harapan lagi.


Ditengah kebuntuan itu, seseorang masuk mendobrak pintu ruangan Singgasana.


"Halo, semuanya!" Ujarnya melambaikan tangan dengan senyuman.


Semua pasukan yang ada di sudut langsung menoleh tapi tak ada satupun yang mengangkat pedang. Suasana keputusaan sangat terasa disini.


"Kalian sama sekali tak ada semangat ya?" Ujar Pria itu menoleh kekanan dan kiri.


Dia berjalan di karpet merah, menuju Kursi sang Ratu. Semua Bangsawan menatap nya dengan wajah lesu tak ada yang menanyakan siapa Pria ini.


Sesampainya dihadapan Sang Ratu yang tengah duduk di Kursi singgasana. Pemuda itu mengarahkan tangannya dengan senyuman.


"Apa Sang Ratu HalfElf mau berkerja sama dengan ku?"


" Kau? Sangat familiar, siapa kau ini?! Kenapa wajah mu mirip sekali dengan yang ada pada mimpi ku waktu kecil?! " Ujarnya menatap Sang Pria.


Dia memperhatikan rambut putih nya dan Pupil mata bak sebuah batu Permata berwarna perak. Wajah mulus nya dengan senyuman manis semanis gigi taring kecil nya Pemuda itu, di atas dan bawah. Pakaian nya yang ia kenakan, seperti Dewa dan Dewi di Game MMORPG. Dia jelas tahu nama Pemuda itu yang ia dengar dari mimpinya.


"Bassard, itu namamu kan?" Ujar Sang Ratu sangat terkejut akan kemunculan nya.


Telinga runcing nya naik turun setelah mendengar ucapan sang ratu.


"Astaga, Unity memberikan hal merepotkan seperti ini padaku mmmpppp ..."


Yah, pemuda ini adalah Aku yang merasa bersalah atas apa yang dilakukan Unity.


"Kau benar, Aku Bassard! Pemuda yang pernah kau lihat di mimpi masa kecil mu ..."


Ratu menjadi terkejut akan hal itu, sampai semua orang pun di ruangan itu terkejut.


"Pemuda yang muncul di dalam mimpi setiap HalfElf!" Ujar seorang bangsawan.


"Apa itu benar?! Jadi, namanya Bassard?" Ujar Bangsawan lainnya.


Semua orang saling berbicara tentang ku.


" Jadi begitu, Ratu tau nama Pemuda itu ..."


Perdana menteri menepuk tangannya sehingga semua Bangsawan diam. Dia lalu menatap ku dengan wajah lesu nya.


"Jika benar anda adalah Bassard sama, apa berati anda kemari menolong kami?"


Aku memegang dagu ku dan berpikir. "Kalian menganggap ku sebagai Dewa mimpi kan? Jadi, dalam mimpi itu aku menyelamatkan kalian dari serangan-serangan Ras lain ... Pahlawan HalfElf, itu adalah kisah di dalam mimpi yang kalian saksikan ..."


Perdana menteri mengangguk. "Benar sekali, memang itu yang kami lihat di dalam mimpi yang terasa seperti kenyataan ..."

__ADS_1


Sang Ratu berdiri dan berlari seketika kearahku. Wajah nya tampak basah dan menangis memegang tanganku.


"Bassard sama, tolong selamatkan Negri Ras kami! Anda datang kemari untuk itu kan? Kami mohon, Bassard sama!"


Mata ku terbelalak melihatnya sampai sebegitu nya. Rasa prihatin dan tanggung jawab pun membara dihati.


"Ini semua gara-gara aku muncul di mimpi kalian, jadi untuk tak menghianati kepercayaan kalian aku muncul sesuai janji dan nanti aku juga akan muncul kembali ..."


Semua orang jadi menatap termenung kearahku termasuk Perdana menteri.


Sang Ratu memelukku dengan erat sambil menangis terisak-isak.


"Terima kasih, Bassard sama!"


 


Aku berdiri di atas lantai tertinggi kastil, di depan pembatas menara puncak. Membawa nya mendekat dengan genggaman tangan. Orang-orang melihat kami dari dalam ruangan. Para bangsawan dan pasukan pengawal singgasana.


Aku menatap sang Ratu HalfElf dengan senyuman. Menyapu air matanya, dan menyentuh pipinya yang sudah berkerut. Tampak wajahnya sangat stress, dan terlihat pucat dan lesu. Dia sudah tak bisa menghentikan tangisan di matanya, akal nya juga sudah hampir hilang. Ratu HalfElf yang malang sekarang sedang memegang tangan ku yang ada di pipinya , dia tersenyum kearahku dengan tatapan lembut.


Aku melihat itu memasang wajah sedih namun memaksa tersenyum agar dia tak khawatir.


"Chery, aku akan menunjukkan pada mu apa yang kau lihat dimimpi itu nyata ..."


Dia mengangguk dengan senyuman nya. Seolah gadis polos yang benar-benar hampir kehilangan akal.


Sementara, si perdana menteri yang tampak menguap itu berkata padaku.


"Apa Netra- Netra yang berbentuk piring terbang itu yang anda maksud?


Aku mengangguk padanya. "Iya seperti yang ada dimimpi kalian tentu nya ..."


Aku mengarahkan tangan kedepan. Dimana Tornado besar yang terlihat di penjuru benua ini sedang berputar. Tornado itu seolah mengeluarkan cahaya dari beberapa titiknya.


Semua orang melihat itu jadi terkejut.


"Apa yang terjadi pada Tornado Besar ?" Ujar perdana menteri.


Aku menoleh kearah belakang, tersenyum sedikit kesamping. Berkata pada semua orang disini termasuk sang Ratu disampingku.


"Tornado itu adalah Fasilitas besar milik ku, yang mana dari awal ini bagian dari rencana ..."


Ditelapak tangan ku yang mengarah kearah depan. Keluar lingkaran sihir, yang mana membuat mata ku seperti berubah warna jadi biru.


"Unity, masuk!"


Seketika kesadaran ku diambil oleh Unity.


"Jika sudah diberi izin maka tinggal ku kerjakan!" Ujar Unity mengatakan nya sebagai diriku yang telah diambil alih.


Lambang sihir besar menyala seketika dengan cahaya biru.


Semua orang melihat kearah Tornado, baik Ratu dan bangsawan serta perdana menteri.


Sesuatu keluar dari tornado bintik bintik bercahaya. Dalam sekejap, bintik bintik memencar sangat banyak dan mendekat dengan cepat.


Terlihat lah ratusan UFO berpencar kesegala arah.


"Mereka harus diberi peringatan karna membantai Kaum yang memuja ku!" Ujar Unity berkata begitu dengan sosok tubuhku.


Semua orang di ruangan ini menangis terharu. Tapi, tak terlepas dari hal itu semua warga kota melihat UFO UFO itu. Bahkan, setelah tersebar keseluruh penjuru Negri. Didesa dan kota Kekaisaran HalfElf, semua orang pun menjadi terkejut sekaligus senang.


Mimpi tentang hari itu jadi nyata, sosok Dewa Penyelamat HalfElf telah datang!


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2