
Cantik anggun dan terlalu menyilaukan, dia adalah sosok yang sangat di butuhkan oleh Para Elf. Dewi Elf yang terlalu cantik, Anjay ngaba ...
Di kursi nya, dia merasa ada yang salah dengan perasaan nya. Rasa terjebak akan pertanyaan dari mana muncul Tornado besar. Dia mengira bahwa ada dewa dewi lain yang ikut campur. Seperti dugaan nya, dia mengira itu adalah Dewi Manusia.
"Apa yang membuat aku merasa gelisah akan anak-anak ku? Apa ini karna kemunculan Tornado absurd yang berasal entah dari mana?"
Dia menopang dagunya dengan wajah lelah. "Ah, jika begini terus maka akan muncul kerutan di wajah ku ..."
Dia memegang ke2 belah pipinya dengan wajah shock. "Aku gak mau, gak mau itu terjadi!"
Dia menyentuh bola kristal, dalam sekejap muncul layar yang menampilkan gambaran yang terjadi.
"Aku sudah berpikir bahwa ada yang tak beres , berharap tanpa menaruh rasa curiga ..."
Dia menjadi geram dan kesal setelah melihat apa yang sedang terjadi di tanah benua nya.
"Sialan, Dewa mana yang menciptakan mahluk monster seperti itu!"
Dia melihat bahwa pasukan Elf yang baru saja diberi Gift setelah membunuh Para HalfElf malah dibunuh balik oleh monster tak dikenal. Sang Dewi mengira bahwa itu ulah Dewa atau Dewi lain. Sebuah intensitas tak dikenal.
"Aku akan memberikan perlawanan, tunggu saja kalian! Brengsek, berani nya merusak kepercayaan anak-anak ku!"
Dia menatap dengan tajam ke arah Kapal Angkasa yang sudah diketahui nya tapi dia masih ragu menyerang saat itu. Namun, seperti nya dia sudah kehabisan batas sekarang.
"Jika dia mampu membunuh Dewi Sandra, maka sekarang aku yang akan membunuhnya!"
Dia mengarahkan tangan ke arah Kristal. Yang mana itu membuka batas antar dimensi.
__ADS_1
*Dwusshhh!
Portal besar tampak dilangit dunia, yah yah
Ratusan ribu malaikat turun menuju kearah Kapal angkasaku. Secara langsung malaikat itu memecah dua kelompok, satu kearah Kapal angkasa satu lagi menuju benua Manusia.
"Tanpa ampun akan ku musnahkan Manusia!"
-
-
-
-
Ruangan aneh yang berantakan dengan banyak sekali barang berhamburan. Seorang gadis sedang tergesa-gesa menempelkan banyak gambar.
"Aku harus menyelamatkan manusia!" Ujarnya menaruh gambar di papan tulis besar yang menempel didinding.
Gadis ini telah menyusun sebuah rencana, dia membuat banyak jalur untuk menyelamatkan manusia.
"Lalu, yang terakhir adalah Kau!" Ujarnya menempel sebuah gambar yang ku kenali.
Aku mendekat kearahnya, yah bagaimana pun ini mimpi jadi rasanya penglihatan ku agak buram dan seperti tak terlalu berwarna. Disini seperti agak redup hawa nya hitam dan putih.
"Aku sedang berada di tempat aneh?" Ujarku dihati.
__ADS_1
Saat sampai di depan gadis itu, aku menepuk bahunya.
"Hey, siapa kau?!"
Dia terkejut dan langsung berbalik. "Kau sudah datang?! Apa aku tadi menunjukkan sesuatu yang memalukan? Astaga, aku belum beres beres ... Berantakan sekali, malunya ..."
Bukannya menjawab pertanyaan ku, dia malah salting gak jelas. Kayak nya dia nungguin aku sedari tadi tapi karna apa. Aku merasa alasan aku ada sini pasti karna ulahnya.
"Jawab pertanyaan ku, siapa kau?" Tanyaku dengan wajah serius.
Dia menatap ku dengan muka memerah merona lalu melirik kelain dengan bibir merapat.
" ..."
Aku malah melihat cewek imut yang sedang malu malu sekarang. Dia malah diam tak menjawab ku, itu membuat aku mendatar melihatnya.
Melirik mataku dengan muka imut malu-malu nya itu. Tapi masih sulit baginya menatap ku, mungkin karna ruangan ini masih berhamburan. Dia malu sebagai gadis yang mengundang cowok tapi ga pakai jadwal sehingga lupa bersihkan kamar.
"Kau tak perlu malu, jawab aku siapa kau dan dimana ini?"
Dia malah berbalik dan tampak memainkan jarinya.
"Ternyata dia lebih ganteng dari pada di Poto!"
Aku lagi-lagi dikacangin oleh dunia nya sendiri di kepala nya.
"Gadis sialan, ini!" Ujarku mengerutkan kening dan tangan ku mengepal kesal.
__ADS_1