Player Nge-cheat Terbuang Ke Isekai.

Player Nge-cheat Terbuang Ke Isekai.
Dewi


__ADS_3

Ruangan dimensi yang menyerupai kamar berantakan, seperti gadis ini tengah mengahadapi marabahaya dan memiliki misi untuk melindungi sesuatu yang berharga baginya. Baik papan tulis yang terlihat menempel gambar gambar yang terjerat beberapa benang. Lalu, ada beberapa layar monitor yang menjadi satu dalam bentuk layar besar. Semua layar menampilkan tulisan pemrograman berwarna hijau. Hanya satu layar saja yang menampilkan sebuah lokasi.


Dia sekarang duduk membelakangi ku sambil memegang ke2 pipinya dengan malu-malu.


"Aku tak tahu kenapa wajah mu begitu tampan, tapi ini sudah diluar Nurul!"


Aku menarik kerah nya, yah dia saat ini sedang pakai Switer bertudung.


"Oi, siapa kau?! Jangan kacangin aku!" Teriakku didepan wajah nya dengan kesal.


Dia memerah merona, bibirnya ditarik kedalam lalu matanya berkaca-kaca.


"Hmpppp!"


Aku jadi berkeringat, rasa nya agak khawatir sekarang.


"Jangan bilang ..."


Dia mengembangkan pipinya, kupikir akan nangis dengan suara besar namun dia malah berusaha untuk tidak menangis.


"Kenapa kau ini?" Ujarku jadi bingung dan sedikit cemas jikalau dia nangis.


Gadis itu memasang wajah cemberut dengan air mata menetes. Pipinya di gelembung kannya sehingga layak disebut pose imut.


"Mhmmmm!"


Aku benar-benar tak mengerti lagi, bagaimana cara berkomunikasi dengan nya. Jadi, aku menyerah dan duduk dengan wajah datar menatapnya.


"Ciiiiiiii ..."

__ADS_1


Tatapan ku membuat dia memalingkan wajah lalu berbicara sedikit pelan.


"Anu, sebenarnya alasan ku memanggil mu ..." Tolehnya kearahku dengan tatapan lembut.


Aku melihat itu jadi tersenyum. "Jadi kau mau bicara sekarang?"


Dia melihat senyuman lebar ku jadi mengerakan tudung Switer di kepala nya. "Iya!" Tegasnya.


Dia mendekat dan menarik sedikit baju ku di bagian pinggang.


"Neh, sebentar lagi kapal angkasa mu akan di serang Dewi Elf juga tanah Kekaisaran manusia ..."


Aku melihat kearah nya dengan wajah tegang. "Kau mau bilang bahwa ada penyerbuan Malaikat ke arah Kekaisaran dan juga Pesawat ku?"


Aku memegang ke2 pipinya dengan telapak tangan.


Dia menjadi memerah melihat tatapan ku yang serius dan sangat dekat. Pupil matanya yang berwarna biru tua seolah mau mengabur seperti kaca yang berair.


"Highhhh'sss ..." Mulutnya memberikan suara cemas serta bingung dengan keadaan nya.


Tatapan ku membuat nya langsung mendorongku dengan kuat.


Dugh, aku terdorong kuat meski tak berpengaruh apa-apa tapi setidaknya dia berhasil melepas telapak tangan ku dipipinnya.


"Kenapa kau malah mempermainkan ku?!" Ujarnya menatapku dengan mata yang keluar air.


Aku jadi berkeringat dan tertawa gak enak.


"Bukannya, kau yang mempermainkan aku dari tadi?"

__ADS_1


Dia menunduk seketika lalu memberikan padaku sebuah gambar Poto seseorang. Aku melihat Poto itu dan mengambilnya.


"Ini Poto ku?"


Aku menatap nya. "Kau stalker ya?"


Dia jadi terkejut dan menangis saat mendengar ucapanku. Menatap ku dengan tangisan yang kuat.


"Aku bukan stalker!"


*Hiks! Hiks!


Aku merasa sedikit bingung. Bukannya, kukira awal tadi dia sedikit terbuka lalu tiba-tiba jadi seperti ini. Sebetulnya, apa maunya? Dia mempermainkan ku ya?"


Aku menarik tangannya. "Katakan padaku kapan mereka menyerang?!" Ujarku menatapnya serius.


Dia melihat pupil mataku yang membesar, serta sebuah tindik liontin di telinga yang bergoyang-goyang saat aku menarik nya dengan kuat.


"Katakan kapan?!"


Dia mengangguk dan menunduk. "Besok pagi!"


Seketika aku mengencangkan mata. "Apa?!"


Wajah ku jadi shock berat, karna besok aku sekolah tapi jika aku memilih sekolah maka manusia akan diserang belum lagi kapal Angkasa ku.


"Sialan, apa yang harus kulakukan?! Kenapa selalu saja harus bolos?!"


Yang menjadi rasa cemas ku adalah jika aku bolos sekolah.

__ADS_1


__ADS_2