Player Nge-cheat Terbuang Ke Isekai.

Player Nge-cheat Terbuang Ke Isekai.
Kastil Mewah.


__ADS_3

Setelah duel tadi, Kami ber3 di bawa keruangan OSIS. Tak pernah ku ketahui, ternyata Ibuku merupakan Ketua OSIS di Akademi Great Famous. Ibu ku tampak sangat berbeda dari pada dirumah dia sekarang sibuk dengan banyak nya koleksi Tulang manusia di beberapa kotak.


"Sebenarnya apa yang terjadi?!" Ujarku melihat Ibuku yang dia memandangi tulang tengkorak dengan pupil mata ungunya yang membesar.


Ibu ku lalu tersenyum kearahku setelah melihat tulang beberapa detik.


"Kau sudah tiba ya Nak?" Ujarnya tersenyum lembut.


Rein yang diam dengan posisi berdiri di pandangi oleh Ibuku dengan tatapan tajam.


"Bukannya, Aku menyuruh mu membawa nya kemari?" Tanya Ibuku dengan wajah menyeramkan.


Rein menjadi tegang dan tersenyum dengan raut cemas.


"Iya, aku sudah membawa nya Lo ..."


*Duk!


Ibuku menghentakkan tangan nya ke dinding.


" Kau menyerangnya!"


Seketika Rein menoleh kelain dengan keringat bercucuran.


"Aku hanya mencoba mencari tahu apa yang di katakan oleh Marseille ..."


Ibu ku mengela nafas nya. "Lagi, kau lagi lagi melakukan sesuatu hanya karna Marseille?"


"Maaf, Eliza sama!" Ujarnya menunduk ketakutan.


Melihat mereka berdua tampak dekat aku jadi memasang wajah serius.


"Apa ini?! Apa semua nya berjalan sebelum waktunya?! Kalo iya, apa yang sebenarnya terjadi?!"


Yah, Rein adalah salah satu Toko Heroin yang berwajah tampan. Dia akan jadi salah satu Rute penaklukan milik Marseille tapi tampaknya sudah terjadi tanpa sepengetahuan ku. Rute sebelum nya juga begitu, si Cecilion.


"Kuh, apa perlu ku ubah lagi ni Tokoh Heroin nya jadi cewek?!" Ujarku dihati merasa geram melihat semua nya berjalan tanpa ku sadari.


Ibu ku melihat tatapan mata ku yang serius kearah mereka berdua jadi memasang wajah kaget.


"Erlan, apa Kau marah pada Ibu?! Apa kau marah karna Ibu dekat dengan Pria bodoh ini?!"


Seketika Aku mendatar. "Eh?"


Dia mendekat dan memegang tangan ku. "Jangan khawatir nak! Ibu tidak menyukai nya, dia hanya lah Wakil Osis disini ... Dia ini bawahan Ibu jadi jangan pikir yang macam-macam ..."


Aku menggaruk kepala dengan wajah bingung.


"Ah, aku hanya marah karna tak mau punya ayah baru ..."


Aku berucap begitu tapi sebenarnya di hati aku menjadi bertanya tanya.


"Kenapa semua berjalan tapi berbeda dari rute yang ada?!" Ujar ku berteriak didalam hati.


Ibu ku memasang wajah sedih dan mata yang berkaca-kaca.


"Mhmmmm, ibu gak akan pernah cari pasangan janji!" Ujarnya mengatakan itu dengan jari Vis.


"Ehh?" Ucapku kaget dan terdiam.

__ADS_1


Dia lalu menyilang tangannya. "Rein, harus nya Kau memperkenalkan dirimu dengan putra ku ..."


Dia mengangguk cepat dengan raut tegangnya. "Iya, Aku Rein! Aku adalah Wakil Osis , dulunya aku mantan Pahlawan ..."


Ibuku memegang bahuku. "Mohon kerja sama ya Anakku ..." Ujarnya tersenyum kemudian.


Itu membuat aku bingung dan bertanya. "Kerja sama? Apa maksudnya?"


Dia mengencangkan mata, wajah nya tak menduga aku tak tahu maksud nya.


"Bukannya kau tau bahwa Kau akan masuk ke Akademi Great Famous dan menjadi anggota Osis seperti Kami?"


Aku memundurkan langkah dengan wajah shock.


"Eh, kok bisa main mutusin gitu aja?! Aku ini bukan bagian dari Kekaisaran Lo? Aku bukan salah satu dari 5 pemimpin besar dan juga bukan salah seorang seperti mereka ..."


Dia menunjukan jari contreng dengan tangan kanan nya dan menutup sebelah mata sambil tersenyum.


"Apa yang kau bilang sebuah wilayah? Bukannya kau punya wilayah di langit?" Ujarnya berucap begitu dengan wajah tersenyum menjebakku.


Aku meneguk liurku. "Sialan, aku terperangkap dengan para Elit!"


Sementara, aku sedang tegang tegang nya seseorang masuk mendobrak pintu yang tak terkunci.


"Dimana?! Dimana Erlan?!" Ujarnya berteriak dengan wajah tak sabaran menemukan ku.


Aku menoleh kearah belakang kulihat itu adalah Kakak ku.


"Eh, sudah ku duga ..." Ujarku memasang wajah kerut.


Dia mendengar suara ku dan menoleh melihat aku di depan nya bersama Ibu.


*Dup!


Aku menempel di dada besarnya yang penuh lemak.


"Kah, aku mulai bosan dengan gumpalan ini ..." Ujarku bernafas di dada lembutnya.


Dia mengelus kepala ku dan berkata dengan wajah senang.


"Beruntung aku dapat izin gabung ke OSIS karna jadi Calon Kaisar Naga di Benua Naga ..."


Aku menjawab nya dengan Nada datar. "Yah, aku tahu ..."


Jelas aku tahu, Unity sudah memberi tahuku bahwa lambang di yang muncul di belakang tubuhnya adalah bukti Dia penerus Benua Naga. 9 Calon penerus Kaisar di benua Naga.


Calon OSIS sekarang terdiri dari 3 orang Heroin Pria termasuk Rein. Tentu saja, MC nya pasti datang sekarang ...


"Yohhh, Pahlawan ku ..." Ujarnya melambai di depan pintu.


Aku melambai padanya juga. "Yah, kau tentu juga disini ..."


"Kau tak suka kehadiran ku ya, Pahlawan ku?" Ujarnya cemberut dan menyentuh pipiku dengan jarinya.


"Tidak juga ..." Ujarku menoleh kelain dengan wajah memerah.


Kakak ku dan Ibu ku menatap tajam pada si Marseille.


"Beraninya kau menggoda Adikku?!"

__ADS_1


"Apa-apaan Panggilan pahlawanku itu?! Itu ku dengar lama lama membuat muak ..." Ibuku berkata dingin.


Dia bersembunyi di balik tubuhku. "Pahlawan ku, lindungi Sang Putri ini ..." Ujarnya tertawa di balik punggungku.


Aku menepuk keningku. "Hah, kenapa bisa begini?!"


Aku tak menyadari sesuatu tapi Rein yang tengah berdiri di ujung ruangan sedang memasang wajah geram.


"Kenapa bisa Marseille dekat dengan Erlan sampai sebegitu nya?!" Ujarnya mengecap bibir bawah.


Tatapannya tajam kearahku dengan raut benar benar kesal.


----


Setelah meninggal ruangan OSIS , aku menuju ke Asrama ku. Dimana tempat itu di buat khusus untuk lima anggota besar Kekaisaran. Aku sekarang termasuk di dalam nya.


Didepan gerbang besar, aku melihat kearah Asrama yang besarnya kayak kastil.


"Ini kah asrama anak REMAJA?!" Ujarku kaget melihat didepan ku Kastil besar.


Ceron mengangguk anggukkan kepalanya dengan senyuman.


"Kastil ini memang cocok untuk Tuan yang dilayani oleh Malaikat tertinggi Ceron!"


Cecilion menepuk pundak ku dan memberikan jempol dan senyuman di wajah.


"Bagus banget kan? Kau membuat ku bangga Tuan ..."


Aku mendatar mendengar ucapannya. "Kau pikir kau Ibuku?"


Mereka berdua memeluk lengan ku dengan wajah senang.


"Dengan begini tak peduli kemana pun kita pergi pasti akan hidup di tempat mewah!" Ujar Cecilion tertawa senang dan itu sangat lah indah.


Begitupun Ceron yang tertawa kecil membalas ucapan nya Cecilion.


"Kau benar, Tuanku sudah seperti mahluk yang di berkati dewa berkali kali ..."


Aku melihat mereka berdua senang jadi memasang wajah memerah.


"Jika kalian sampai berkata senang begitu, aku jadi tak bisa berbuat apa-apa ..."


Aku mengela nafas ku dengan wajah tersenyum bahagia.


"Ha-ah, kalian memang cewek matre ya ..."


Ceron langsung mengembang kan pipinya dan berkata dengan cemberut.


"Aku hanya tak mau hidup susah Tuan!"


Cecilion menunjukkan wajah serupa. "Mana ada seorang mantan Raja yang mau hidup susah kayak orang orang daerah kumuh ..."


Aku tertawa mendengar ucapan mereka.


"Hahahaha, itu sama saja dasar matre kalian ..." Ujarku melangkah dengan tawa.


Kami memasuki Kastil Asrama yang diberikan Khusus untukku oleh Kepala Sekolah. Tapi, aku tak tahu siapa sebenarnya Kepala Sekolah ini karna tak menemuinya secara langsung.


---

__ADS_1


__ADS_2