Player Nge-cheat Terbuang Ke Isekai.

Player Nge-cheat Terbuang Ke Isekai.
Tornado.


__ADS_3

Pusaran tornado besar yang terlihat sangat mengerikan, sungguh diluar nalar. Tak ada satu pun yang berani mendekat kearah itu. Suara Gelagar petir menyambar menyambar area itu. Terletak diantara 3 Benua, sebuah Pusaran Tornado Abadi yang memutuskan jalur samudra di 3 Benua itu.


Seorang Drawf yang terlihat berdiri dengan tubuh besar. Memiliki kekuatan fisik yang luar biasa dan keahlian bela diri yang tinggi. Dia adalah Jendral dari Kerajaan Drawf Master. Namanya adalah Rudolf, tampak seperti manusia perkasa padahal Rasnya adalah Drawf. Drawf sendiri adalah Ras bertubuh kerdil, ukuran nya setara anak 6 -10 tahun. Wajahnya seperti orang tua berumur 40 keatas, badan nya berotot dan keahlian nya menambang dan pertukangan. Sebagian ada ahli sihir dan pedang, semacam Rudolf seorang ahli pedang yang secara garis besar memiliki gelar Ksatria Pedang Drawf.


Rudolf memimpin pasukan angkatan laut yang sedang memantau keadaan Tornado besar itu.


"Sudah sekitar 5 bulan setelah kemunculan Tornado Besar ini ..." Ujarnya mengatakan itu dengan wajah sedih.


Dibelakang nya, tampak banyak Kapal angkatan laut. Ada sekitar 500 kapal angkatan laut yang siap berangkat dengan segala senjata Mariam serta ketapel perang. Sudah seperti Kapal induk perang, namun disini mereka tak menggunakan Besi sepenuhnya melainkan Kayu sebagai bahan utama kapal itu. Namun, senjata nya semua menggunakan besi yang terpasang seperti Rudal yang siap menembak membabi buta.


Namun, dia sudah menunggu kapan berakhirnya Tornado Besar. Keadaan itu tak juga datang, sehingga dia menatap kearah Tornado dengan perasaan sedih.


"Apa kau pernah berpikir ini ulah Sihir Para Elf? Mereka di berkahi oleh Roh, kemungkinan besar ini ulah Nimfa Cuaca?"


Pria bawahan nya menggelengkan kepala, seorang yang tampak seperti Om-om biasa. Berbeda dengan para Drawf yang kerdil, mereka ini jenis Human-Drawf.


"Saya rasa Jendral benar ..." Ujar bawahan nya itu mengangguk.


"Jika begini, kita takkan bisa membalas serangan para Elf sialan itu ..." Ujar Jendral mengentak tangan nya ke pagar pembatas.


Bawahannya mengela nafas. "Iyah, seperti nya kita harus pasrah ... Sudah mengirimkan 100 kapal tapi semua nya terbang keatas sana ... Jika masuk pada area tarikan Tornado , pasti akan terlempar keatas sana dan diserap ..."


Jendral mengela nafasnya. "Kau benar, tampak nya perang ini harus di akhiri sampai Kita mampu membangun Netra seperti Kekaisaran sihir ..."


Sang bawahan mengangguk. "Akan ada saat nya tapi bukan sekarang ..."


"Kau benar ... Perintah kan, semua kapal mundur ..." Ujar Sang Jendral mengarahkan tangan kebelakang saat menoleh.


Bawahannya mengangguk. "Akan saya laksanakan!" Menunduk memberi hormat.


---


Disisi lain, tepatnya Utara dari arah Tornado. Tampak lah, dilangit langit Naga" Putih mengepakan sayap. Pasukan mengenakan pakaian Serigala biru, adalah Pasukan Kekaisaran Ratu Alice. Kekaisaran yang berdiri diatas sebuah benua tunggal, benua yang sepenuhnya diliputi salju. Benua itu dijuluki, benua mati.


Seorang dengan senyuman percaya diri, duduk diatas tunggangan Naga Putih nya. Dibelakang nya tampak ada puluhan Naga Putih juga berserta beberapa pasukan penunggang Wyprhen dan beberapa monster bersayap serta Para Penyihir dengan familiar nya.

__ADS_1


"Ini membuat ku kesal!" Ujarnya mengatakan itu dengan senyuman menyeramkan.


Rambut perak yang memercikan kristal es berterbangan disekitar nya. Serta, gaun yang digunakan nya dengan sangat seksi. Orang-orang menutupi dingin, dia malah menggunakan pakaian terbuka. Gaun yang tak memiliki lengan hanya sebatas dada dan sependek paha. Warna nya perak bersinar dengan hembusan es.


Dia adalah Queen Iceland, Alice Sang Kaisar Benua Mati. Dengan tongkat sihir yang panjang seperti tombak, dia berteriak-teriak.


"Kapan Tornado sialan ini usai?!" Ujarnya kesal dan menggeraskan Tornado itu.


Tornado berubah jadi Es, namun hanya dalam 1 menit kembali menjadi air Tornado Raksasa.


"Bah, sialan ulang ulangi saja terus sampe kiamat!" Teriaknya mengeluh dengan wajah mau mampus karna sihir nya udah ngabisin banyak MP.


Bawahan nya yang lain menjadi agak khawatir kepada Ratunya yang sudah terlihat letih.


Salah satu wanita, mendekat dengan Dragon Naga Putih yang ditungganginya.


"Ratu lebih baik kita mundur ..."


Sang Ratu mengela nafas nya dengan senyuman. "Kau benar ..." Tampak liur nya menetes.


"Ratu, kayak nya kita harus mundur anda sudah di telan sihir ..."


Dia jadi seperti orang linglung, tertawa dengan muka beler.


"Kau benar, Mwehehehe ..."


Wanita itu mengikat tubuh Sang Ratu ke tubuhnya dengan tali petal nya. Lalu dia menggerakkan Naga dengan satu hentakan tali petal yang terikat pada Naga Putih besar.


"Ayo jalan, Litium!" Ujar nya Wanita itu menggerakkan kuda.


Dia berbalik Sang Naga kearah belakang, seketika para pasukan nya mengikuti.


"Kita harus mundur, memikirkan langkah selanjutnya ..."


-

__ADS_1


-


-


-


Sedangkan, disisi lain Benua manusia dan Elf.


Kerajaan Elf, merasa lega atas kemunculan Tornado Besar yang membendung langit dan lautan sebagai transportasi para penyerang dari bangsa Penyihir, Drawf.


"Gah, dengan ini Negri kita akan damai untuk sementara waktu ..." Ujar sang Ratu di kursi Singgasana nya.


Perdana menteri nya berdiri disampingnya. Pria bertelinga runcing dan dengan wajah tua yang terlihat. Kakek kakek, gambaran perdana menteri itu.


"Ratu sekarang bisa pokus memusnahkan para Half-Elf ..."


Ratu tersebut tersenyum lebar.


"Kau benar, kita tak bisa berpikir tenang sebelum menghancurkan Aib Ras ini ..."


Ratu mengangkat tangannya kearah depan, di kursi Singgasana nya.


"Aku meminta kalian para bangsawan dan militer besar Kekaisaran untuk menyerang Kerajaan-kerajaan yang lepas dari pengamatan kita ... Kalian tahu kan, Kerajaan mana saja? "


Semua bangsawan dan jendral jendral tersenyum bersemangat.


"Ini, yang kami tunggu ..." Ujar seorang Jendral yang berdiri di paling depan.


Bangsawan di seberang nya, seorang berpangkat Duke.


"Anda benar, kami semua menunggu hari ini tiba ..."


Ratu mendengar itu jadi tersenyum sambil memikirkan siasat.


"Sungguh hal yang kita tunggu-tunggu selama ini, dan sekarang lah waktunya ..."

__ADS_1


-------


__ADS_2