Player Nge-cheat Terbuang Ke Isekai.

Player Nge-cheat Terbuang Ke Isekai.
Serangan 1


__ADS_3

Di perbatasan Kerajaan, adalah pegunungan terpanjang di benua ini. Wilayah yang memisahkan daratan manusia dan Elf, di sana ada Desa bernama Alver di kuasai oleh Viscount George. Wilayah yang terkenal akan kesuburan tanah nya dan juga rimbunnya hutan dan monster yang tak terlalu berbahaya kecuali jika memasuki hutan lebih dalam. Sebelum sampai ke Desa kami melalui Kota Shadow yang sudah di banjiri oleh lautan api.


Jelas aku melihat Robot besar berbentuk Harvy mengamuk. Harvy adalah jenis Manusia setengah burung yang berjenis kelamin perempuan sementara yang laki-laki adalah Garuda.


"Wo-ho, aku terbang! Aku melihat lautan api dan orang berlarian ..."


Mendengar ucapan nya, aku jadi merasa agak buruk.


"Apa sih alasan aku membawa adikku ke Medan perang? Apa aku bodoh ya?" Ujarku dihati.


Kami melewati Kota Shadow dan menuju ke Desa Alver. Sesudah jauh dari Kota Shadow dan hampir sampai pada Desa Alver. Seseorang mengikuti ku di belakang.


"Pesawat ini milik Tuanku!" Ujarnya terbang ke sisi pesawat kami.


Aku melambatkan kecepatan dan mengaktifkan suara speaker. "Apa itu Kau Valen?" Tanya ku.


Dia menjawab dengan raut senang. "Tuanku! Tuanku!" Teriaknya mengepakkan sayap dengan cepat.


Kathrina melihat banyak Harvy di sekeliling pesawat, dia menganga tak percaya dengan yang dilihat nya.


"Apa ini kak?!" Ujarnya mengatakan dengan wajah terkagum kagum.


Aku tersenyum menjelaskan nya. "Mereka adalah Harvy dari Dangeon Abby, yah tampak nya bawahan ku Violet telah membangun Fakta dengan mereka ..."


"Fakta?" Ujarnya bingung.


Aku tersenyum mengangkat telunjuk.


" Semacam hubungan saling menguntungkan atau hubungan dekat saja ..."


Dia mengangguk paham. "Ooo .."


Aku lalu berkata pada Valen melalu Mic yang terhubung ke Speaker.


"Tolong bantu aku, Valen bawa rekan mu bunuh semua manusia di bawah sana ..."


Aku menunjuk Desa Alver yang sudah berada di bawah pesawat ku. Jaraknya sangat tinggi, aku bisa melihat kerumunan dengan papan siaran langsung.


Tampak di layar, orang-orang di desa di Sandra dengan para Pemberontak itu. Aku juga melihat bendera berkibar di depan gerbang pintu masuk desa dan sekitar area gerbang lainnya. Tentu Masion Viscount pun tak luput di kuasai oleh para Pemberontak ini.


"Cih, mereka bawa-bawa nama pemberontakan ... Itu sudah cukup jadi alasan menghancurkan mereka karna memperburuk citra diri masyarakat ku ..." Ujarku menatap dengan tajam kelayar dan tertawa.


"Kakak mulai lagi ..." Ujar Katharina dihati, wajahnya sangat takut jika lihat Aku mulai berekspresi saat bicara sendirian.


----


Sementara di bawah , para pemberontak yang menjaga penduduk desa di tanah lapang.


"Sialan! Burung apa itu?!" Ujarnya melempar bola api berkali kali.


Namun, burung-burung itu terbang dengan lihai memecah dan menyatu sesuka hati.


"Apa mereka mahluk sihir?!" Ujar pria bertanduk di samping Pria yang melempar api tadi.


" Aku sangat kesal!" Ujarnya berkata dengan raut wajah geram dan terlihat gerakan telinga nya naik turun.


Telinga runcing, dia seorang Dark Elf karna berkulit gelap. Di sebelah nya adalah Demon, memiliki tanduk Naga tapi dia bukan Naga.


*Byushhh!


Api besar menyala di tangan si Dark Elf.


"Terbakarlah!" Ujarnya melempar api besar itu.


*Dentum!


Ledakan besar tercipta, seperti hasil ledakan dari sebuah Dinamite.


"Hohoho, gak akan bisa ngindar loe!" Ujarnya mengepalkan tangan.


* Desk!


Terlihat jatuh burung itu, tampak seperti keluar petir di sekeliling dan jatuh mati.


Pria bertanduk mendekat dan melihat didepan matanya.


"Ini bukan burung! Apa ini jenis mahluk baru?" Ujarnya bingung.


Dark Elf mengencang mata saat menatap keatas yang mana ada ribuan lagi yang seperti itu.


Bentuk nya menyerupai Segitiga, ukuran seperti burung merpati. Terbang dengan cahaya, merupakan Drone untuk siaran langsungku.

__ADS_1


"Kah, mereka malah tambah banyak!" Ujarnya kaget dengan wajah terpelongo.


Si Pria bertanduk pun juga terdiam menatap ribuan Drone itu.


"Ini bukan burung, mahluk ini pasti jenis baru ..." Ujarnya di hati.


Setelah sempat terkejut dengan kemunculan banyak drone. Orang orang itu tak tahu apa yang ada di depan mata mereka. Seusai Drone menyebar ,terlihat puluhan Harvey mengarah pada para Iblis yang menyamar sebagai manusia itu.


"Kahahaha, selamat menjadi makanan kami para Iblis!" Ujarnya berteriak.


Dia adalah Valen, memiliki tubuh wanita dengan kaki burung dan tangan bersayap. Jenisnya adalah Koukou, terlihat dari bulu yang tumbuh di area telinga nya. Bulu cantik dengan pariasi warna biru ungu dan hijau muda.


"Akan ku jadikan kalian sarapan kami!" Ujarnya mengarahkan kaki burungnya.


*Tap!


Dia mencekram tubuh pemuda Drack Elf itu dengan kaki burungnya yang kuat dan tajam.


*Krekk!


Koyak tubuh pria itu terbelah mulus.


"Kah!" Teriaknya ketika menerima serangan.


Darah mengalir di rumput, terlihat serbuan Harvy sangat menyeramkan. Dimana mana menukik dan membawa dengan cakar melangit. Mencabik-cabik di udara atau di bawah secara langsung. Darah memenuhi rumput dan tanah, bahkan percikan demi percikan terlihat mencurat di atas.


Pemandangan itu di lihat secara langsung oleh penduduk desa yang tengah di Sandra dilapangan rumput luas di area dalam desa.


*Beck!


Koyak beberapa bendera oleh tarikan cakar kaki nya. Di gerbang, orang-orang yang menjaga di gigit dari atas di cakar di tendang hingga jatuh sangat tinggi dari atas. Orang-orang itu adalah pasukan Iblis yang menyamar dan sekarang telah di bantai habis habisan oleh Harvy dari Abyys.


*Byushhh byushhh byushhh!


Turun di depan para warga, si Harvy bernama Valen itu. Dengan kacamata penilaian, dia melihat status orang-orang itu.


"Oke semua nya adalah penduduk Desa ..."


Semua orang ketakutan dan saling berpelukan dengan keluarga masing-masing. Sementara, seorang gadis yang sendirian bertanya pada Valen.


"Apa kalian datang membantu kami?" Tanya gadis itu.


Valen menatap tajam dengan wajah sinis. "Manusia, jangan kau pikir aku membantu kalian ... Aku merasa jijik dengan itu, tapi karna Tuanku tersayang meminta nya aku gak masalah!" Ujarnya langsung meleleh setelah berucap begitu.


Valen menggelengkan kepalanya lalu bertanya pada si gadis. "Kau tau di mana Masion Viscount!"


"Yah, aku tahu! Itu adalah rumah ku, Ayah sedang di sandera disana! Apa kau mau menyelamatkan nya?" Ujarnya mengatakan itu dengan raut sedih.


Valen mengeluarkan cakar dan armor besi nya.


"Aku mau ketempat itu, kau tunjukkan jalannya!" Ujarnya menggendong Gadis itu.


*Duk!


"Kyah!" Teriaknya saat di gendong tiba-tiba.


Valen mengepakan sayap dan terbang.


"Siapa namamu?" Tanya Valen dengan wajah santay.


Gadis itu menjawab "Alexis ..."


Dia tersenyum, Valen. "Aku Harvy, namaku Valen!"


Gadis itu menatap armor Valen yang menyala garis lessan armor itu.


"Armor ini keren banget, apa armor ini sangat kuat?" Tanya Alexis.


Dia menjawab nya. "Ah, tentu saja ... Ini pemberian dari Yang Mulia Violet ... Dia meminta kami mengenakan Armor ini dan juga penambahan pada beberapa cakar dan pisau tajam di seluruh area yang disiapkan untuk posisi menyerang ..."


"Ah, begitu ya ... Apa tujuan mu setelah sampai di Masion Viscount ?" Tanya Alexis.


Dia tersenyum terus menerus. "Tentu saja, melihat Tuanku dari dekat!"


"Eh? Jadi alasan nya itu, bukan menyelamatkan Ayahku?" Ujarnya kaget.


Dia mendatar ke si Alexis. "Ayah mu emangnya siapa? Penting bet nolongin dia ..."


"Astaga, kau benar ..." Ujarnya menunduk putus asa.


---

__ADS_1


*Dez!


Aku memarkir pesawat UFO ku dihalaman Masion nya Viscount George.


"Ah, sampai akhirnya!" Ujarku menarik tuas pintu agar terbuka.


*Dek!


Pintu terbuka dan melepas sabuk pengaman.


"Halaman nya penuh dengan mayat, bahkan bunga bunga indah di taman ini jadi berantakan semua nya ..."


Aku melihat halaman itu berantakan, ratusan mayat tergeletak sembarangan di atas taman bunga yang hancur , jalan batu di sepanjang , air mancur di kolamnya bahkan ada yang menempel di atas rruncingan tajam diatas atap dan terlihat tanah berlobang bekas ledakan serta bekas peluru menembus beberapa dinding bata dan kereta kereta kuda yang hancur.


"Unity udah ngeduluin kita ..." Ucapku melihat mayat mayat itu.


Lewat lah sekumpulan benda kecil terbang, ukuran sebesar kepala manusia. Itu adalah Drone ,tampak terlihat di beberapa area menyebar dengan cepat.


"Ah, jadi Drone itu membunuh mereka ..."


Aku berjalan ke pintu sebelah pesawat UFO ku dan membuka kan pintu untuk Katharina.


"Ayo turun dek!" Ujarku membuka pintu.


Dia tampak agak pucat melihat mayat mayat. "Seram ..." Ujarnya.


Aku bertanya dengan wajah khawatir. "Kau mau ikut atau tetap di dalam ..."


"Ikut!" Tegasnya saat mendengar aku mengatakan itu.


Aku mengela nafas lega dan tersenyum. "Okeh, kalo kau gak papa dek ..."


Kami berjalan menuju pintu Masion dan saat ku berada di depan pintu. Aku baru ingat, sekarang aku akan menampakan wajah dan itu akan membuat Ibuku mengetahui bahwa aku kuat. Aku akan memberitahu nya pada waktunya dan bukan sekarang.


"Aku tahu, ini agak menyakitkan hati karna tak bisa memberi tahu Ibuku sekarang ..." Ujarku mengecap dada.


Aku belum cukup berani membuka pintu.


Lalu, aku mengangguk. "Baik tekad ku sudah kuat!" Ujarku.


"Unity, kau disana?" Tanyaku pada Kathrina.


Dia menjawab ku. "Yah, aku disini Tuan!" Kathrina telah di ambil alih oleh Unity.


Aku tersenyum dengan wajah percaya diri. "Kau tau apa yang ku butuhkan ,bukan?"


Dia membalas senyuman ku. "Tentu saja, Tuan!" Ujarnya memberi hormat kemudian.


*Dushhh!


Sebuah cahaya bak meteor jatuh dari langit kearah ku.


Lalu ...


*Damn!


Ledakan terdengar jatuh kearahku.


*Bersekkk!


Terdengar suara besi saling bergesekan data aku menggerakkan tubuhku.


"Ini adalah Armor Lord Demon, bah kerennya ..." Ujarku memegang seluruh tubuhku.


*Teseng!


Aku menarik pedang di pinggang. Pedang mengeluarkan cahaya hitam pekat.


"Kah, ini keren!" Ujarku mengucapkan nya sambil menatap pedang.


Armor hitam dengan kepala bertanduk Naga, dan dilapisi oleh besi terkuat. Ini adalah Armor robot milikku dari akun ku, tak membuat nya dengan besi dari dunia ini. Besi yang digunakan di Armor robot ini lebih kuat dari besi terkuat di dunia ini.


Sementara itu, Katharina terkejut menatap dirinya sudah memakai armor.


"Eh? Apa yang terjadi padaku?" Ujarnya celengak celinguk.


Saat dia melihat ku, dia berlari dan menggoncang tubuhku.


"Kakak!" Ujarnya panik, "tolong aku, aku terjebak dalam armor besi yang aneh! Helm nya ga bisa dilepas kak!"


Aku terdiam saat di goncang nya, sekarang aku teralihkan dengan datang si Valen yang terbang di langit menuju kearah kami berdua.

__ADS_1


"Valen? Dengan seorang gadis?" Ujarku.


---


__ADS_2