Player Nge-cheat Terbuang Ke Isekai.

Player Nge-cheat Terbuang Ke Isekai.
Kepopuleran.


__ADS_3

Seketika pecah keheningan itu jadi teriakan yang sangat heboh. Para murid dikelas semua mengerumuni ku. Mereka seperti melihat jenis langka dari Ras sendiri. Beginilah perilaku manusia jika melihat Alien, sekarang aku tahu kenapa Alien yang dulu ada di bumi tak pernah memperlihatkan wujudnya.


"Kyahhh! Apa benar kamu Venom sama?!"


"Bohong kan, ini didepan mata kita!"


"Venom si Mahluk suci!"


"Beneran nih, wah kalo iya makasih ya kami di seluruh Kekaisaran mengucapkan terima kasih!"


Mendengar ucapan mereka aku jadi agak memerah malu. Tak pernah sekalipun dalam hidup ku jadi seterkenal ini. Apa yang sebenarnya terjadi?!


"Aku menyelamatkan? Setidaknya, aku tak pernah melakukan hal mencolok seperti Pahlawan ..."


Aku memiliki pemikiran tentang ucapan salah seorang murid. Dia mengatakan aku menyelamatkan mereka. Tapi, kapan?


Seseorang menjabat tangan ku dan terus tersenyum menatap ku.


"Tuan Venom, aku tak pernah menduga akan berjumpa dengan mu!"


Aku melihat mata gadis yang begitu cantik, biru oval yang menyala saat menatap ku dengan raut senyuman lembut nya.


"Penyelamat?"


Sekarang mendengar lagi kata barusan, sebagai penyelamat. Penyelamat apa sih maksud gadis ini?


Lioness mengangkat tangan nya saat kerusuhan itu terjadi. Dia melihat semua dengan mata cemberut, ini seperti nya hanya rasa kesal nya di ganggu oleh murid saat bersengkama dengan tubuh nya memelukku.


"Kalian jangan jadi heboh gini dong!" Ujarnya mengangkat tangan yang mana tampak lambang sihir muncul.


Semua murid jadi melayang dan tiba-tiba terbang dan terhentak kekursi masing-masing.


"Hmmmppp, sekarang kalian takkan bisa bergerak!" Ujarnya mengatakan itu dengan senyuman percaya diri dan bangga akan yang dilakukan nya.


Dia tersenyum kearahku, lalu memeluk leher.


"Ah, kalian menganggu obrolan ku dengan Tuan Venom dasar murid murid baru yang terlalu bar bar!"


Semua jadi kesal dan berteriak ke arah Lioness.


"Sensei, curang!" Para gadis.


"Kami juga mau berterima kasih dan menjabat tangan Venom si Mahluk suci!" Ujar para lelaki.


"Woooooo, curang! Curang! Curang!" Teriak semua murid di kelas.

__ADS_1


Ada satu murid yang masih berdiri di depan ku, dia gadis yang menjabat tangan ku tadi.


"Kau tak terpengaruh oleh sihir telekrnesis miliknya si Lioness?"


Dia mengibas rambutnya dengan tangan, berkilau lah rambut pirang panjang nya itu. Dia lalu berkata padaku dengan senyuman manis itu.


"Saya punya skill meniadakan Sihir jadi takkan berpengaruh sama sekali ..."


Lioness menggerutu kesal di samping pipiku. "Khhhhh, ada saja murid berbakat seperti ini di tiap generasi manusia!"


Aku mendatar mendengar ucapannya yang jahat pada si gadis yang seharusnya merupakan muridnya.


"Kau tidak melambangkan seorang kepala sekolah sama sekali ..." Ucapku datar.


Dia terkejut dengan kata kata ku dan langsung mengeratkan pelukannya dileher ku.


"Jangan berkata begitu dong, Venom sama!" Teriaknya ketelinga ku dengan kuat.


Itu membuat ku sedikit kaget dan menutup telinga.


"Kahhh, kau berisik sekali!" Ujarku mendorong wajahnya dengan telapak tangan ku.


Selagi aku mencekam wajah nya untuk menahan dia mendekat. Aku bertanya pada gadis didepan ku dengan wajah serius.


"Kau menyebutku penyelamat tapi apa maksudnya?"


"Eh, kau kan penyelamat ku?" Ujarnya mengingat ingat dengan raut wajah imut nya.


"Hmmmmmmp , ada yang aneh?" Ucapku dengan mata menyipit memperhatikan wajahnya.


Dia memundurkan wajah dengan raut merah saat aku makin mendekati nya.


"Venom sama, ini membuat ku malu jika terus ditatap seperti itu ..."


Dia jadi salting sekarang, tapi aku tak memikirkan hal itu.


Aku berdiri dan menghela nafasku. "Ha-ah, siapa lagi yang berulah sekarang?" Ujarku mengeluh.


Aku melihat kearah Lioness dan berkata serius. "Unity, kau disana?" Tanyaku padanya.


Lioness terkejut. "Unity?"


Aku menjadi agak mengerutkan kening. "Lioness ini terlalu kuat sehingga agak sedikit tersendat saat aku aktifkan Unity space ..." Ujarku dihati dan sekarang merasa agak malu mengucapkan kata-kata keren seperti itu tapi tak ada yang terjadi.


Namun, seketika Lioness tersentak.

__ADS_1


"Master, sepertinya anda bertanya mengenai Siapa dalang dibalik penyelamatan kan?"


Aku melihat nya dengan mata tajam dan raut serius.


"Yah, itu yang mau ku tanyakan!"


Semua orang dikelas terkejut melihat Lioness seperti robot saat bicara. Seketika semua orang berteriak-teriak heboh dan kagum akan hal itu.


"Wohhh, apa itu Nona Unity?!"


"Ini kejadian yang mirip sekali dengan yang ada di Novel itu!"


"Kisah Venom itu beneran nyata!"


"Apa Unity? Kenapa hal di buku itu beneran ada? Aku pikir itu hanya buku Fiction saja?"


Semua orang dikelas menatap dengan mata berbinar penasaran tapi satu pun dari mereka tak dapat berdiri dari kursinya dikarenakan sihir yang masih ada dari Lioness tadi.


Gadis didepan ku memegang tanganku dengan mata kagum.


"Wowwww, aku melihat dengan jelas cara Venom sama mengaktifkan skill nya Unity Voice!"


Aku tertawa melihat wajah nya itu, dengan raut memerah melihat sekeliling ku yang menatap kagum. Sehingga aku jadi besar kepala, menggosok hidungku dan memajukan dada saat tersenyum.


"Rasa nya menyenangkan sekali di puji begini ..." Ujarku dihati.


Lalu, aku tersadar ...


"Tidak, tidak, aku harusnya tetap pokus bertanya!"


Seketika mendatar wajah Lioness melihat ku.


" Sekarang anda merasa sedang senangkan? Akan ku beritahu kan apa yang sebenarnya terjadi karna kau terlihat senang jadi mungkin aku akan aman ..."


Aku menatapnya dengan senyuman malu sambil cemberut juga. "Hmmmp, kau pandai memanfaatkan situasi!"


Dia menampakan senyuman bangga menyeringai.


"Tentu saja, aku adalah Sistem Keren!"


Semua orang tampak bersemangat dengan wajah berseri-seri melihat Unity yang merasuki.


Aku melihat itu berucap dalam hati.


"Kenapa seolah-olah aku merasa di kasihani oleh Unity?"

__ADS_1


Tatap ku datar setelah mengeluh kebawah.


"Uwaa-aah!" Ujarku menjadi merasa bad mood.


__ADS_2