Player Nge-cheat Terbuang Ke Isekai.

Player Nge-cheat Terbuang Ke Isekai.
Rahasia terbongkar dikelas oleh gadis bodoh.


__ADS_3

Membelai wajah nya pelan hanya untuk merayu, aku memberikan kasih sayang hanya untuk memohon padanya. Di kasur tertutup kelambu itu dia terus berdansa diatas ku.


"Bisa kita berhenti, aku harus pergi ke Akademik ..."


Dia memasang wajah cemberut saat aku mengatakannya.


"Aku belum puas!" Ujarnya berkata dengan wajah memerah merona.


"Tapi, aku sudah 2 hari tidak masuk ... Pikirkan lah, bagaimana bila tiba-tiba aku di berhenti kan ..."


Dia mengela nafasnya dengan wajah tidak rela.


"Baiklah, aku merasa bersalah ..."


Setelah itu aku duduk di depan kasur, mengetik papan status. Aku sekarang menjadi Rustyel. Dia meminta ku menggunakan karakter ini saat melakukan nya.


"Aku harus pergi, Violet ..." Ujarku menyentuh pipinya yang sedang menatap ku sedari tadi di bahu kanan ku.


"Iya, kunjungi aku jika ada waktu ya?" Ujarnya memasang wajah agak sedih.


Aku menyentuh kening dengan kepala pusing. "Kau harus belajar bersabar dulu, nanti kau akan lepas kendali dan malah melakukan hal semacam ini lagi dan lagi ..."


Dia memeluk leher ku dengan erat. "Makanya, kunjungan mu itu harus lah sesering mungkin ..."


Aku mengelus kepalanya. "Oke, aku akan melakukan nya sesering mungkin mulai sekarang ..."


"Baiklah, aku akan menunggu mu sampai saat itu ..."


Setelah itu, aku pergi meninggalkan nya dengan satu klik saja pada papan status ku.


Berubah menjadi pecahan kaca, yang melayang hilang seperti log-ut karakter saat nge-game dulu.


 


Aku melakukan perpindahan ke dalam tabung Ferfum tapi anehnya sekarang letaknya tidak lagi di sebuah goa melainkan di dalam Asrama milikku.


*Buck!


Aku terjatuh dari dalam tabung ke lantai saat pintu terbuka.


"Ah, Unity memindahkan tabung di Dangeon itu kemari ya?"


Di ibu kota Kekaisaran, ada sebuah Dangeon di hutan. Semula nya itu adalah tempat ku keluar dari Tabung Ferfum, letak nya tentu di inti Dangeon. Lantai terbawah Dangeon yang tak pernah berhasil di sampai seorang pun. Tapi sekarang, di pindahkan kemari oleh Unity.


"Agh, sialan badan ku pegal pegal sekarang ..."


Aku berjalan menaiki tangga, letak tempat ini pasti berada di bawah tanah ruangan Asrama milikku.


*Krekk!


Aku membuka pintu. Di depan ku terlihat 2 gadis yang siap dengan kuda kuda bertarung dan tatapan tajam.


"Cecilion? Ceron?" Ujarku terkejut melihat mereka seperti itu padaku.


Mereka berdua sadar bahwa yang ada di depan nya ternyata Tuan mereka.


Cecilion berlari dan langsung memelukku. "Kuh, kemana saja Kau Tuan!" Ujarnya menangis memelukku.


Ceron langsung mengepakan sayap nya dan memeluk leherku.


"Kami merindukan mu!"


Aku tertawa senang melihat mereka yang mengkhawatirkan ku.

__ADS_1


"Aku kembali, kalian berdua ..."


Mereka mengangguk dengan senyuman dan mata berkaca-kaca.


"Selamat datang kembali Tuan ..."


.


.


.


Setelah sarapan bersama Ceron dan Cecilion, aku pergi menuju ke Kelas. Diluar kelas telah berdiri seseorang yang berwajah tampan nan mulus, pria berambut coklat itu bersandar dengan wajah serius.


"Sedari tadi aku menunggumu ..."


Aku mendatar melihat nya seperti itu. "Ada Rein? Kau menunggu ku karna apa?"


"Kau bertanya ? Kau sudah absen 2 hari, kemana saja kau?! Ibu mu, dia mencari mu di ruang OSIS ..."


Aku mengeluh kebawah dengan wajah lesu. "Aku akan kesana saat jam istirahat, oke?"


Dia pergi meninggalkan kelasku. "Baiklah!" Ujarnya melambai saat melangkah pergi.


 


Dikelas, Guru berkacamata itu memperhatikan ku dengan wajah tegang. Dia melipat tangan nya di meja dengan segitiga dan menatap ke arah ku dengan serius.


"Kau kemana saja, Chrome?"


Aku melihat kearahnya dengan tatapan lesu.


"Kemarin aku memutuskan untuk menjelajahi Abyys tapi malah tertahan di lantai terbawah selama dua hari ..."


Aku mengangguk. "Iya, disana ada seorang gadis bernama Violet yang menjadi Inti Dangeon itu ..."


Aku tak bisa berbohong saat di tanya dengan wajah serius begini.


"Terus terang saja, informasi seperti ini seakan bualan tapi memang menjadi rahasia antara Kerajaan Beast human bahwa ada gadis Lord di bawah Abyys ..."


Dia menatap serius padaku. "Bagaimana kau bisa tahu itu?!"


Aku melihat kearah lain. "Apa aku menginjak ranjau-ranjau lagi?"


"Aneh, sekali cara mu bicara ..."


*Tletek!


Guru berdiri saat menjelentik jarinya dan seketika ia berubah menjadi gadis berjubah yang ku kenali.


"Lioness?!" Ujarku tak berkedip menatapnya.


Seketika semua orang di kelas menepuk meja.


"Eh, sensei kita adalah seorang penyihir terkuat!"


"Wah, gak nyaka banget!"


"Apa ini seriusan?!"


Lioness menyelubungi kelas ku dengan tabir kepalsuan sihirnya.


"Hanya kalian yang tau wujud asli ku ..." Ujarnya menatap semua orang di kelas.

__ADS_1


Dia lalu menatapku dengan senyuman mencurigakan.


"Tapi, kayaknya ada seseorang yang tahu banyak dari pada kalian!"


Dia melompat memelukku. "Ah, Venom sama! Aku merindukan mu!" Ujarnya memelukku.


Semua orang terkejut.


" Chrome kenal dengan Lioness?!"


"Lioness, dia kan kepala sekolah kita?!"


"Eh, serius?!"


"Apa kau beneran gak tahu?"


Aku mendengar pembicaraan antara murid, jadi menatap kearah Lioness yang memelukku sekarang.


"Apa benar kau kepala sekolah disini?"


Dia melepas pelukan dan menatap ku dengan posisi istirahat di tempat. Dia memajukan wajahnya kearahku lalu menyentuh bibirku.


"Aku baru saja jatuh cinta pada mu dan mengetahui bahwa kau adalah manusia jadi untuk menjalin kerjasama dengan mu ..."


"Aku membangun sekolah dengan izin Kekaisaran Marseile ..."


Aku memegang keningku dan menatap nya dengan wajah kerut. "Kau pasti hanya merasa bersalah karena menambah beban ku ..."


Dia menoleh kelain dengan wajah berkeringat peluh. "Eh, beban apa ya?"


Aku menjelentik keningnya.


*Tok!


"Kau telah gagal dalam rencana kita kan? Sehingga para Netra itu masih mencoba di langit sana?"


Dia mengangkat telunjuknya dan tersenyum dengan wajah tak enak. "Tapi, setidaknya aku telah membuat mereka tidak menyerang kapal mu ... Bukankah itu sebuah kemajuan?"


"Itu menyimpang! Apa-apa an julukan Mahluk suci itu?!"


Dia menjadi pasrah dan mengeluh kebawah. "Terserahlah, ini salah ku ..."


Aku menyilangkan tangan dan tertawa merendahkan.


"Kau akhirnya mengaku kalah ..."


Para murid dikelas tampak kebingungan lalu seorang gadis bertanya. Dia di bangku terdepan kelas.


"Neh, apa maksudnya langit tadi? Mahluk Suci dan semua yang kalian bicarakan adalah Kapal angkasa diatas?"


Lioness tersenyum mendengar nya, mata nya jadi berbinar-binar.


"Wah, kenapa ada anak sepintar dirimu?!"


Saat Lioness bersemangat sekali ingin menjelaskan. Aku memucat dan langsung menutup mulutnya dengan telapak tangan.


"Iya, Dia pemilik kapal angkasa di langit dan dia bern-" Telapak tangan ku menutup mulutnya.


Aku menggertakan gigi dengan wajah tegang dan kesal.


"Apa yang barusan kau katakan, Lioness!"


Seketika seisi kelas jadi menatapku dengan wajah terkejut dan termenung beberapa saat. Semua terdiam menatap kearahku.

__ADS_1


 


__ADS_2